Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar)

PEMBUATAN PETA INDEKS RESIKO BANJIR PADA KAWASAN DRAINASE KECAMATAN SUKAJADI KOTA PEKANBARU Sujatmoko, Bambang; Andestian, Yudha; ', Rinaldi; Hendri, Andy
Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar) Vol 1 (2015): Annual Civil Engineering Seminar (ACES)
Publisher : Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besarnya dampak kerugian yang dihasilkan baik materi maupun non materi serta sulitnyamenentukan skala prioritas penganganan banjir di kota Pekanbaru, maka kajian analisis danpenyusunan peta indeks resiko banjir pada kawasan drainase kecamatan Sukajadi perludilakukan. Peta indeks resiko banjir disusun berdasarkan indeks kerentanan, indeks kerawanandan indeks kapasitas di daerah studi. Penyusunan indeks kerawanan, kerentanan dan kapasitasdi kawasan drainase kecamatan Sukajadi berdasarkan pembobotan parameter dilakukan denganbantuan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwaindeks kerawanan (berdasar parameter tinggi genangan, lama genangan dan frekuensigenangan) di kecamatan Sukajadi termasuk kategori III (cukup rawan) dari 5 kategori, indekskerentanan (berdasar parameter kepadatan penduduk, kepadatan bangunan, rasio jenis kelamindan rasio kelompok umur) termasuk kategori IV (rentan), indeks kapasitas (berdasar parameterkondisi pompa, pintu air, tanggul dan drainase) termasuk kategori IV (baik). Dari analisisindeks kerawanan, kerentanan dan kapasitas tersebut dihasilkan peta indeks resiko banjir dikecamatan Sukajadi dengan kategori I dan III (tidak berisiko dan cukup berisiko).Kata kunci: indeks resiko banjir, kawasan drainase, kecamatan Sukajadi, SIG
EVALUASI KERENTANAN BANGUNAN GEDUNG TERHADAP GEMPA BUMI DENGAN RAPID VISUAL SCREENING (RVS) BERDASARKAN FEMA 154 Kurniawandy, Alex; Hendri, Andy; Firdaus, Rahmatul
Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar) Vol 1 (2015): Annual Civil Engineering Seminar (ACES)
Publisher : Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa adalah pergeseran tiba-tiba dari lapisan tanah di bawah permukaan bumi. Ketikapergeseran ini terjadi, timbul getaran yang disebut gelombang seismik. Ketika terjadi gempa,struktur akan mengalami perpindahan secara vertikal dan horizontal. Gaya gempa arah vertikaljarang mengakibatkan keruntuhan struktur, namun gaya gempa arah horizontal akanmenyebabkan keruntuhan karena gaya ini bekerja pada titik–titik lemah struktur.Rapid Visual Screening (RVS) adalah metode identifikasi suatu bangunan secara cepat tanpaharus menganalisa bangunan dengan menggunakan software. Untuk mengidentifikasi tingkatrisiko suatu bangunan terhadap ancaman gempa bumi, bisa dilakukan dengan RVS pada tahappermulaannya. Kemudian hasil dari RVS bisa menentukan apakah gedung yang di evaluasitersebut berisiko atau tidak, kalau berersiko maka akan dilanjutkan ke evaluasi FEMAberikutnya.Gedung yang mempunyai tidak mempunyai resiko yaitu gedung Rusunawa dan RektoratUniversitas Riau (UR), sedangkan gedung yang harus dilanjutkan untuk dievaluasi denganFEMA lanjutan adalah gedung Faklutas Pertanian (FAPERTA) UR. Gedung FAPERTA URdikatagorikan beresiko karena gedung FAPERTA UR memiliki komponen FEMA 154 yangmenjadi faktor pengurang dari nilai basic score, seperti vertical irregularity, plan irregularitydan tipe tanah.Kata kunci: FEMA 154, Gempa, Rapid Visual Screening
ANALISIS METODE INTENSITAS HUJAN PADA STASIUN HUJAN PASAR KAMPAR KABUPATEN KAMPAR Hendri, Andy
Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar) Vol 1 (2015): Annual Civil Engineering Seminar (ACES)
Publisher : Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besarnya intensitas curah hujan ini sangat diperlukan untuk melakukan perhitungan debitbanjir berdasarkan durasi metode rasional, yang mana tergantung dari lamanya suatu kejadianhujan. Nilai intensitas hujan yang sangat tinggi akan mempunyai efek samping yang sangatbesar juga, misalnya akan berdampak terjadinya kelongsoran dan banjir. Analisis intensitashujan untuk curah hujan jam-jaman di suatu DPS dapat dihitung dengan beberapa metode,antara lain metode Talbot, Sherman dan Ishiguro, sedangkan untuk data hujan harianintensitasnya dapat dihitung dengan menggunakan metode Metode Van Breen, Metode Bell-Tanimoto, Metode Hasper der Weduwen, dan Metode Mononobe.Penelitian ini dilakukan di stasiun hujan Pasar Kampar. Hasil pengukuran intensitas hujan darialat pengukur otomatis di stasiun tersebut akan dibandingkan dengan hasil perhitunganintensitas hujan menggunakan metode Mononobe, Van Breen, Haspers Weduwen dan BellTanimoto. Uji perbandingannya dengan uji peak-weighted root mean square error.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode intensitas hujan yang sesuai dengan data curahhujan stasiun Pasar Kampar adalah metode Van Breen. Karena memiliki rata-rata error yanglebih kecil dibanding ketiga metode lainnya.Kata kunci: Bell Tanimoto, Haspers Weduwen, Mononobe, Van Breen, Uji Peak WeightedRoot Mean Square Error
MODEL FISIK KINCIR AIR SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK ', Rinaldi; Hendri, Andy; Junaidi, Akhiar
Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar) Vol 1 (2015): Annual Civil Engineering Seminar (ACES)
Publisher : Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu jenis energi baru terbarukan adalah tenaga air skala kecil atau sering disebut denganmikrohidro atau disebut juga Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Mikrohidromendapatkan energi dari aliran air yang memiliki perbedaan tinggi tertentu dan kecepatanaliran. Energi yang dihasilkan oleh model fisik kincir air merupakan energi terbarukan dapatdiukur dengan menggunakan digital torque tester yang dihubungkan dengan sumbu modelkincir. Kecepatan putaran yang tinggi belum tentu mempunyai energi yang besar karenaapabila diberi sedikit saja beban akan sangat mempengaruhi kecepatan putaran tersebut. Tujuanpenelitian ini untuk mengembangkan teknologi, material, komponen mekanik, komponenelektronik dan rancang bangun sistem sumber daya energi, sehingga mempunyai dampakstrategis untuk perkembangan teknologi dan dapat diterapkan di masyarakat. Pengukuranputaran kincir menggunakan tachometer menghasilkan nilai putaran Radial Per Menit (RPM)yang mempengaruhi nilai energi yang dihasilkan dari kincir tersebut. Model kincir yangdigunakan adalah undershot. Dari hasil penelitian diketahui kecepatan putaran kincir tertinggipada H1h1 (tinggi dasar kincir 1 cm terhadap dasar saluran dan 1 cm tinggi pintu air di hilirsaluran) yaitu sebesar 13,76 RPM. Energi tertinggi yang didapat dengan menggunakan alattorque tester pada H1h1 (tinggi dasar kincir 1 cm terhadap dasar saluran dan 1 cm tinggi pintuair di hilir saluran) yaitu sebesar 78,30 cNm atau 0,0002175 watthour.Kata kunci : kincir, listrik, undershot