Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemanfaatan Biochar dan Pupuk Kandang Ayam pada Pertanaman Jagung Hibrida di Tanah Ultisol Samsul Bahri; M Merismon; S Sutejo
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v9i2.599

Abstract

This study aims to evaluate the growth and production of hybrid maize on ultisol soils using biochar and chicken manure to support sustainable agriculture. This study used a factorial design based on the randomized block design, which consisted of two treatment factors and three replications. The first factor is the dosage of biochar consisting of 4 levels, namely without biochar (control), 0.25 kg.m-2; 0.5 kg.m-2; and 1 kg.m-2. The second factor is the dose of chicken manure, consisting of four levels, namely without chicken manure (control), chicken manure with a dose of 0.25 kg.m-2; 0.5 kg.m-2; and 1 kg.m-2. The results showed that biochar treatment had a significant effect on plant height. The interaction between treatments has a significant effect on the weight of the ear without the cob. The best biochar treatment was at a dose of 0.25 kg.m-2 while the best treatment of chicken manure was at a dose of 1 kg.m-2.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN DOSIS PUPUK NPK Charel Sapseli; Merismon Merismon; Sutejo Sutejo
Jurnal Agro Silampari Vol. 11 No. 1 (2022): MARET 2022
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUSI RAWAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.307 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui Respon pertumbuhan bibit tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) terhadap pemberian pupuk organik cair dan dosis pupuk NPK. Penelitian telah dilaksanakan di Kelurahan Terawas Kecamatan Terawas Kabupaten Musi Rawas yang dilaksanakan dari April sampai Juni 2019, Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga kali ulangan. Adapun perlakuan yang dicobakan sebagai berikut : Faktor 1 pupuk organik cair (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu: P1 = 3 ml/ liter air, P2 = 6 ml/ liter air, P3 = 9 ml/ liter air. Faktor 2 dosis pupuk NPK (M) terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu: M1 = 1,5 g/polybag, M2 = 2,5 g/polybag M3 = 3,5 g/polybag. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair dan dosis pupuk NPK 9 ml/liter air dan 3,5 g/polybag (P3 M3), menghasilkan pertumbuhan bibit tanaman kelapa sawit terbaik.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN AKASIA (Acacia mangium Willd) TERHADAP BEBERAPA KOMPOSISI MEDIA TANAM Povi Ariansyah; Merismon; Haris Kriswantoro
Jurnal Ilmu Pertanian Kelingi Vol. 3 No. 1 (2023): JULI
Publisher : LPPM Universitas Musi Rawas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the growth response of Acacia plant seedlings (Acacia mangium Willd) to several compositions of planting media. This research This research was conducted at the Forestry Plant Seeding Center (BPTH) Selangit District Selangit, Musi Rawas Regency with an altitude of 110 meters above sea level (M.Dpl). This research uses experimental method with complete randomized design (RAL) Non Factorial, consisting of six treatments four replications. Treatments that implemented in this study are as follows: M0 : Soil without compost,M1 : Mixture of soil with compost in a ratio of 1:1, M2: Mixture of soil with compost ratio of 2:1, M3: Soil mixture with 3:1 ratio compost,M4 : Soil mixture with compost ratio 4:1, M5: Soil mixture with 5:1 ratio. The variables observed in this study were: 1. Plant height (cm), 2.Number of leaves (Helai), 3. Diameter of stem (cm), 4. Root length (cm), 5. Wet weight of groundnut Seedling wet weight (g) and seedling dry weight (g). From the results of this study it can be concluded that for Acacia (Acacia mangium Willd) should use the composition of podzolic soil planting media red yellow soil (PMK) and compost in a ratio of 5:1 (M5).
PENGARUH VARIETAS DAN JUMLAH MATA TUNAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAHE (Zingiber officinale Rosc.) Rio Irawan; Merismon; Wartono
Jurnal Agro Silampari Vol. 12 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUSI RAWAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan jumlah mata tunas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jahe. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial terdiri dari dua faktor perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Adapun perlakuan yang dicobakan adalah : Faktor I = Perlakuan varietas jahe (V) yang terdiri dari: V1 = Varietas Jahe Putih V2 = Varietas Jahe Merah. Faktor II = Perlakuan jumlah mata tunas jahe (M) yang terdiri dari: M1 = 1 Mata Tunas M2 = 3 Mata Tunas M3 = 5 Mata Tunas Dari kedua faktor perlakuan diatas diperoleh 6 kombinasi perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga didapatkan 24 unit percobaan dengan 5 tanaman sampel. Hasil penelitian, menyatakan bahwa: 1) Perlakuan varietas jahe putih (V1) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jahe. 2) Perlakuan 5 mata tunas jahe (M3) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jahe. 3) Interaksi perlakuan varietas jahe merah dengan 5 mata tunas (V2M3) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jahe.
Komposisi Media Tanam terhadap Peningkatan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica Juncea L) Merismon, Merismon; Prayitno, Adi; Holidi, Holidi; Bahri, Samsul; Ansiska, Paisal
Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan Vol 6 No 03 (2018): December 2018
Publisher : Balitbangda Provinsi Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35450/jip.v12i01.509

Abstract

Sawi adalah salah satu sayuran penting dengan kandungan nutrisi tinggi yang populer di Indonesia. Budidaya sawi membutuhkan media tanam yang tepat untuk mendukung pertumbuhannya dalam waktu singkat. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian sekam bakar pada media tanam meningkatkan hasil panen sawi. Sekam bakar, khususnya dari sekam padi, memiliki sifat yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. Penggunaannya dalam campuran media tanam meningkatkan retensi air, struktur tanah, serta ketersediaan unsur hara. Dengan demikian, memanfaatkan sekam bakar dalam budidaya sawi dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan memberikan solusi berkelanjutan dalam pertanian. Penelitian dilakukan di Kelurahan Air Kuti, Kota Lubuklinggau, dari Januari hingga Februari 2017. Bahan-bahan termasuk benih sawi, papan merek, sekam bakar, polybag, pupuk NPK, dan tanah Ultisol. Metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial digunakan dengan 6 level perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati termasuk tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, jumlah polong, berat basah tanaman, berat akar, dan indeks panen. Analisis sidik ragam (ANOVA) dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) digunakan untuk menganalisis data. Perlakuan menggunakan sekam bakar berdampak signifikan pada pertumbuhan tanaman sawi. Sekam bakar sangat memengaruhi berat basah berangkasan, jumlah dan lebar daun, tetapi tidak signifikan pada tinggi tanaman, berat akar, dan indeks panen. Hasil terbaik terjadi pada perlakuan S4 dengan perbandingan 4:4, di mana tinggi tanaman 37,98 cm, jumlah daun 9,38 helai, lebar daun 14,08 cm, berat basah berangkasan 70,81 g, dan berat akar 3,00 g.
Pengaruh Proporsi Sekam Bakar terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Merismon, Merismon; Holidi, Holidi; Prayitno, Adi
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/c262g829

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh sekam bakar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.) dengan memanfaatkannya sebagai komponen organik dalam media tanam. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam taraf perlakuan berdasarkan perbandingan tanah dan sekam bakar (4:0, 4:1, 4:2, 4:3, 4:4, dan 4:5), masing-masing diulang empat kali. Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, berat basah tanaman, berat akar, dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sekam bakar berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan sangat nyata terhadap berat basah tanaman. Perlakuan dengan rasio 4:3 dan 4:4 memberikan pertumbuhan vegetatif terbaik, yang diduga disebabkan oleh kondisi media tanam yang lebih optimal dalam hal aerasi, retensi air, dan penyerapan unsur hara. Sebaliknya, rasio sekam tertinggi (4:5) justru menurunkan pertumbuhan tanaman karena porositas yang berlebihan dan ketersediaan hara yang rendah. Berat akar dan indeks panen tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa sekam bakar berpotensi meningkatkan pertumbuhan sawi dan mendukung praktik budidaya yang berkelanjutan dan berbiaya rendah melalui pemanfaatan limbah pertanian.
Dampak Berbagai Jenis Limbah yang Dihasilkan dari Industri Kayu Lapis terhadap Pencemaran Lingkungan Andika Romasaputra; John Bimasri; Merismon Merismon
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 06 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i06.3426

Abstract

Produksi kayu lapis menghasilkan berbagai jenis limbah yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah yang dihasilkan selama proses produksi meliputi limbah padat, cair, maupun gas dengan kandungan polutan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis limbah yang dihasilkan industri kayu lapis, menganalisis dampaknya terhadap lingkungan, serta merumuskan strategi pengelolaan limbah yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan pada salah satu perusahaan industri kayu lapis di Kota Lubuklinggau selama periode Oktober hingga Desember 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, penyebaran kuesioner, serta dokumentasi. Penelitian difokuskan pada penggalian informasi terkait proses produksi, jenis limbah yang dihasilkan, sistem pengelolaan limbah, dan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik dan dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri pengolahan kayu lapis menghasilkan limbah padat, cair, gas, serta limbah kimia yang berpotensi menyebabkan pencemaran air, tanah, dan udara, serta berdampak pada kesehatan manusia. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan meliputi pengurangan jumlah limbah sejak proses produksi, pengolahan dan pemanfaatan kembali limbah, penyediaan alat pelindung diri dan fasilitas kesehatan bagi pekerja, serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara berkelanjutan.