Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH CUSTOMER SATISFACTION DAN CUSTOMER CONVENIENCE DALAM BELANJA ONLINE TERHADAP REPEAT PURCHASE INTENTION DI SHOPEE Fifi Endah Irawati
Stability: Journal of Management and Business Vol 4, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sta.v4i2.8573

Abstract

It cannot be denied that in the era of digitalization, especially when the world is being hit by the Covid 19 virus and demands less contact with consumers, there is a change in consumer behavior or customer shifting, especially in Indonesian. Even since 2000, there have been around 360 million internet access users globally worldwide. Online shopping behavior prioritizes shopping convenience that is influenced by e-price promotion, e-access convenience, e-transaction convenience, e-information convenience and e-customer satisfaction which is adamant to customer satisfaction so that consumers can make repeat purchases. to measure these factors using the SEM method in order to record Variable which has a close relationship and a large influence on repeated buyers. From the final result, the e-price promotion variable has the biggest influence. In this case with 0.952. it means that 95.2% price promotion has an effect on customer satisfactionAbstrakTidak dapat dipungkiri bahwa di era digitalisasi, apalagi dunia sedang dilanda virus Covid 19 dan adanya tuntutan untuk less contact dengan konsumen, mengakibatkan terjadinya perubahan perilaku konsumen atau customer shifting khususnya di Indonesia. Sejak tahun 2000, sudah ada sekitar 360 juta pengguna akses internet secara global di seluruh dunia. Perilaku belanja online biasanya lebih mengutamakan kenyamanan berbelanja yang dipengaruhi oleh factor-faktor seperti promosi e-price, kemudahan e-access, kemudahan transaksi elektronik, kemudahan e-information dan kepuasan e-customer yang berpegang teguh pada kepuasan konsumen sehingga konsumen dapat melakukan pembelian berulang. untuk mengukur faktor-faktor tersebut menggunakan metode SEM dengan tujuan untuk mencatat Variabel yang memiliki hubungan erat dan berpengaruh besar terhadap pembeli berulang. Dari hasil akhir variabel e-price promotion memiliki pengaruh terbesar. Dalam hal ini dengan 0,952. Artinya, 95,2% promosi harga berpengaruh terhadap kepuasan konsumen.
PENGARUH STANDAR LAYANAN SESUAI SOP, DAN HANDLING COMPLAIN TERHADAP REPURCHASE INTENTION APLIKASI ONLINE GRAB (STUDI KASUS PADA MAHASISWA UMKU) Fifi Endah Irawati; Milad Nufal Akbar; Suryo Pambudi
JURNAL BISNIS DIGITAL DAN SISTEM INFORMASI Vol 3, No 2 (2022): JURNAL BISNIS DIGITAL DAN SISTEM INFORMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/bidisfo.v3i2.1800

Abstract

 ABSTRAKDi era digital ini, perusahaan dituntut untuk memiliki aplikasi real-time untuk mendukung layanannya kepada pelanggan. Layanan berbasis aplikasi kepada konsumen memiliki banyak keuntungan, karena mereka memotong banyak prosedur, tetapi dalam praktiknya banyak masalah ditemukan dalam implementasinya. Grab adalah salah satu platform layanan pelanggan paling populer saat ini, tetapi penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa implementasi SOP di lapangan berbeda dengan SOP tertulis. Selain itu, ditemukan juga bahwa banyak pelayanan yang tidak baku dan tidak memuaskan dalam menangani pengaduan. Penelitian yang dilakukan oleh State of the Connected Customer menemukan bahwa 90% pelanggan lebih cenderung membeli kembali setelah menerima layanan yang baik dan keluhan yang benar. Dengan membagikan kuesioner kepada 100 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus dengan analisis regresi linier berganda dan menguji hipotesis menggunakan uji parsial (t test) dan tes simultan menggunakan SPSS 22, menyimpulkan bahwa ada pengaruh standar pelayanan sesuai SOP dengan Penanganan Pengaduan atas Repurchase Intention di Grab ABSTRACTIn this digital era, companies are required to have real-time applications to support their services to customers. Application-based services to consumers have many advantages because they cut many procedures, but in practice, many problems are found in their implementation. Grab is one of the most popular customer service platforms at the moment, but previous research has found that SOP implementations in the field are different from written SOPs. In addition, it was also found that there were many services that were not standard and unsatisfaction handling complaints. Research conducted by State of the Connected Customer found that 90% of customers are more likely to repurchase after receiving good service and proper complaints. By distributing questionnaires to 100 students of Muhammadiyah Kudus University with multiple linear regression analysis and testing hypotheses using partial tests (t-test) and simultaneous tests using SPSS 22, conclude that there is an influence of service standards according to SOP in Handling Complaints on Repurchase Intention at Grab
PENTINGNYA BRAND IMAGE INFLUENCERS TERHADAP BRAND IMAGE PRODUK Fifi Endah Irawati; Milad Nufal Akbar
JURNAL BISNIS DIGITAL DAN SISTEM INFORMASI Vol 4, No 2 (2023): JURNAL BISNIS DIGITAL DAN SISTEM INFORMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/bidisfo.v4i2.2320

Abstract

Kehadiran influencer dianggap sebagai factor penting dalam keputusan pembelian, khususnya pada era sosial media sekarang, orang berbelanja karena merujuk dari rekomendasi influencer yang di follownya. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya brand image influencer terhadap brand image produk yang mereka endorse, dan bagaimana brand image influencer ini dapat menempatkan segmentasi produk yang dibawanya. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif Pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan pengumpulan data tidak terstruktur yang dilakukan melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen. Peneliti juga melakukan observasi terhadap 25 akun sosial media influencer dalam negeri yang merupakan influencer dengan perbandingan 10 akun sosial media selebgram, 10 akun sosial media top influencer dan 5 akun sosial. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa brand image dari seorang influencer sangat berpengaruh terhadap brand image dari produk
PENGARUH REELS INSTAGRAM TERHADAP BRAND IMAGE PRODUK DAN PURCHASE INTENTION Milad Nufal Akbar; Fifi Endah Irawati
JURNAL BISNIS DIGITAL DAN SISTEM INFORMASI Vol 5, No 1 (2024): JURNAL BISNIS DIGITAL DAN SISTEM INFORMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/bidisfo.v5i1.2543

Abstract

Pemasaran dengan menggunakan reels pada Intagram memungkinkan pengguna menciptakan vidio pendek yang menarik dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan sehingga tujuan untuk meningkatkan purchase intention produk dapat tercapai. Konten pada reels instagram berpengaruh terhadap brand image dari seorang influencer dan secara langsung berpengaruh pada brand image produk. Namun reels Instagram juga menyimpan dampak buruk, khususnya bagi bisnis, apabila tidak di Kelola dengan tepat kontennya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Reels Instagram terhadap Brand Image produk dan Purchase intention. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian Kualitatif dengan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan Smart PLS. dari jumlah sampel 100 responden diketahui bahwa Reels Instagram berpengaruh signifikan terhadap Brand image, dan Purchase Intention. Reels Instagram yang di mediasi dengan Brand image juga berpengaruh signifikan terhadap purchase intention.
IMPLEMENTASI METODE SIMPLE MOVING AVERAGE (SMA) MENGGUNAKAN PYTHON UNTUK PERAMALAN STOK OLI AHM Herri Wijaya; Milad Naufal akbar; Fifi Endah Irawati
JURNAL BISNIS DIGITAL DAN SISTEM INFORMASI Vol 6, No 1 (2025): JURNAL BISNIS DIGITAL DAN SISTEM INFORMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/bidisfo.v6i1.3003

Abstract

Inefficient inventory management at Toko Mojo Pahit Motor frequently leads to overstocking and stockouts of AHM oil products, a challenge compounded by steadily increasing sales. This study aims to implement the Simple Moving Average forecasting method using Python to predict sales and provide data-driven recommendations for inventory optimization. The research employed a quantitative approach with a case study design, analyzing monthly sales data from 2021 to 2024. The Simple Moving Average method was tested with various time periods and evaluated using Mean Absolute Error to identify the most accurate model. The results indicated that the three-month period model achieved the highest accuracy, yielding a Mean Absolute Error of 18.52. Based on the forecasts from this model, a re-order point of 42 units is recommended, providing a quantitative basis for procurement decisions. The primary limitation of this method is its inability to directly respond to external factors. It is concluded that implementing the Simple Moving Average method with Python offers an effective and practical solution for Toko Mojo Pahit Motor. It is recommended that the store regularly updates its forecasts to maintain accuracy.
Pengaruh Kontroversial Influencer Terhadap Brand Image Produk dan Purchase Intention Produk Skincare di Kudus Fifi Endah Irawati; Milad Nufal Akbar
Value Added : Majalah Ekonomi dan Bisnis Vol 20, No 2 (2024): Value Added : Majalah Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/vameb.v20i2.16000

Abstract

Seorang influecer berperan dalam mempengaruhi, dan mendorong audiensnya dalam tindakan tertentu. Kontroversial marketing terkadang dilakukan untuk menarik perhatian konsumen. Pada produk kecantikan, pengaruh promosi yang dilakukan oleh seorang influencer dapat merubah standar kecantikan menjadi tidak realistis, sehingga ada baiknya pemegang merek seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih partner influencer karena akan mempengaruhi brand image produk dan minat pembeliannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kontroversial influencer berpengaruh terhadap brand image produk dan purchase intention khususnya pada produk skincare di Kudus. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian Kualitatif dengan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan Smart PLS. dari 200 responden yang diteliti terhadap tiga influencer terpilih diketahui bahwa kontroversial influencer berpengaruh signifikan terhadap brand image produk dan purchase intention.