Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Students’ Mathematical Beliefs At School That Separate Gender Based On Students’ Mathematical Autobiography Fitri Kumala Dewi; Tati Wulandari; Meirisa Sahanata
Sustainability (STPP) Theory, Practice and Policy Vol. 2 No. 1 (2022): Sustainability: Theory, Practice and Policy Juny Edition
Publisher : Pusat Kajian Berkelanjutan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.847 KB) | DOI: 10.30631/sdgs.v2i1.1278

Abstract

This study aims to know the change in mathematical beliefs of students grade VII from elementary school until now in Junior High School through students’ mathematical autobiography. The research design used in this study is qualitative descriptive. The data were obtained by using questionnaires and interviews. Instruments in this study are researchers as the main instrument, questionnaire about the identity of participants and 20 items of related statements about students' beliefs in mathematics, as well as interview guides as supporting instruments. The statement in the questionnaire is divided into 10 positive statements and 10 negative statements related to mathematics. The results of this study showed that firstly, almost all students, both male, and female, have a decline of beliefs in mathematics learning at the junior high school level. Second, the factors that affect the decreasing level of students' belief in mathematics during the junior high school are the drastic changes in the subject that becomes more difficult and more formulas to be memorized, and many lessons do not use concrete objects. Further, the teachers' attitudes who are also very different from when they are in elementary school which are more comfortable, their social conditions are changed because they live in dorms that have many activities (must be followed) that makes them busy so that they are difficult to find free time to learn outside the school hours. Third, students' beliefs about mathematics learning have shifted from positive to negative or vice versa.
Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan Melalui Penyuluhan dan Kampanye Anti KDRT dan Perlindungan Anak Tati Wulandari; Michrun Nisa Ramli; Rani; Nur Indah Hidayati
LOKOMOTIF ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.76 KB)

Abstract

Kekerasan yang lebih banyak dialami oleh perempuan dan anak merupakan salah satu bentuk ketidakadilan gender di masyarakat. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah dan mengurangi bias gender terjadi di masyarakat. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan untuk: (a) memberikan pemahaman kepada masyarakat desa terkait kesetaraan gender dan aplikasinya di masyarakat, bahaya dan pencegahan KDRT, serta perlindungan anak (b) setelah mengikuti kegiatan ini warga desa diharapkan memiliki pandangan dan paradigma baru tentang kesetaraan gender. Kegiatan Penyuluhan ini meliputi orientasi kondisi peserta penyuluhan, orientasi pemahaman peserta penyuluhan, melakukan penyampaian materi tentang kesetaraan gender, pencegahan KDRT dan perlindungan anak di masyarakat, diskusi dan tanya jawab, serta evaluasi pemahaman peserta kegiatan. Berdasaran pengamatan kegiatan PKM dapat disimpulkan bahwa: (a) pemahaman masyarakat terkait kesetaraan gender masih sangat rendah, (b) pengambilan keputusan atas masalah-masalah yang berkaitan dengan KDRT dan perlindungan anak masih mengalami bias gender. setelah dilakukan evaluasi pengetahuan pada tahap akhir kegiatan menunjukkan adanya perubahan pada pemahaman masyarakat tentang kesetaraan gender, KDRT dan perlindungan anak.
Transintegration of Science: Bridging Knowledge Boundaries in Realizing Knowledge Harmony Tati Wulandari
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 3 No. 2 Desember (2023): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas konsep transintegrasi ilmu sebagai pendekatan yang krusial dalam menjembatani batas-batas ilmu guna mencapai keselarasan pengetahuan. Dengan menggunakan studi pustaka, membaca sumber pustaka yang relevan, dan menganalisis secara tematik dan komprehensif. Artikel ini menemukan bahwa transintegrasi ilmu tidak dapat dilepaskan dengan visi menjembatani antar disiplin ilmu. Hal demikian dilakukan dengan konsep integrasi ilmu dan pemikiran sistemik. Dengan memanfaatkan konsep dan metode yang berkembang, transintegrasi ilmu dapat berkontribusi dalam mewujudkan keselarasan pengetahuan. Sehingga pemanfaatan integrasi disiplin ilmu dan mendorong pemikiran sistemik, transintegrasi ilmu menjadi jembatan yang menghubungkan keberagaman pengetahuan. Dalam upaya bersama, pendekatan ini membentuk kerangka kerja yang memungkinkan penyatuan berbagai konsep, metode, dan pandangan untuk mencapai keselarasan pengetahuan. Keselarasan ini mencakup pemahaman utuh dan seimbang terhadap masalah-masalah global, menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan dan holistik.