Murdanu Murdanu
Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENDIDIKAN ORANG TUA DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN ANAK Dylmoon Hidayat Dylmoon Hidayat; Murdanu Murdanu
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1997,TH.XVI
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.558 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.9136

Abstract

Pendidikan adalah langgung jawab bemma keluarga. masyarabt danpemerinlah. Sampai sanr ini peran hngrung keluarga (oranglua) klum nnmpak jelasdalanl proses pendidibn di sekolah, kecuali sekedar menaalang dana lambahanoperasional lewat BP3.Banyak kegialan alau aktivilas yang memberi peluang pada kcterlibatanorangtua dalam bidang pndidibn di sekolah. Tetapi aktivitas itu banyak mengalamikendala-kendala karena berbagai bktor yang ada dalam sistem pendidikan. masyarakalmaupun keluarga sendiri.Tuliwn ini benujuan menggaliikegialan-kcgiatan mana yang mcmberi peluangperan sena orangtua dalam pendidikan di sekolah, hambalan yang dihadapi. Janmenauvrhn program pendidibn oranglua sebagai allernatif pennnggulangannya.
LEARNING GOAL-FREE PROBLEMS: COLLABORATIVELY OR INDIVIDUALLY? Sugiman Sugiman; Endah Retnowati; Paul Ayres; Murdanu Murdanu
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, VOL. 38, NO. 3, OCTOBER 2019
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v38i3.26914

Abstract

Goal-free is a learning strategy to present a problem without specific questions, in contrary to a goal-given problem. This research examined the goal-free effects during mathematics collaborative learning measured by cognitive load ratings and transfer performance. An experiment was conducted in authentic mathematics classrooms employing a factorial design with 2 problem presentations (goal-free vs. goal-given problems) ´ 2 learning environments (collaboratively vs. individually) using a Geometry topic. This consisted of four consecutive phases: introductory, acquisition, near and far transfer tests. 111 seventh graders (Average: 12.8 y.o.) who were novices, participated voluntary. The findings showed that students who learned by goal-free problems had significantly higher far-transfer scores than when the goal was given. Interestingly, in the acquisition phase, the students in goal-free problems experienced significantly higher cognitive load than their counterparts. Further, it was found that overall, individuals scored significantly higher in a far-transfer test than those who learned collaboratively; however, during the acquisition phase individuals experienced significantly higher cognitive load than collaborative learning. No pattern of interaction effects was indicated. Overall, it was concluded that goal-free problems may be learned either collaborativelly or individually. Nevertheless, the goal-free problems stimulated higher cognitive load during learning, which seemed to have a positive influence.
Pengembangan Strategi Pembelajaran Inovatif pada Perkuliahan Geometri untuk Membangun Karakter Mahasiswa Sugiyono Sugiyono; Endang Listyani; Himmawati Puji Lestari; Atmini Dhoruri; Murdanu Murdanu
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.669 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v5i1.7230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pembelajaran untuk perkuliahan Geometri Bidang. Strategi pembelajaran ini diwujudkan dalam bentuk Buku Panduan Perkuliahan Geometri Bidang untuk membangun karakter mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan untuk mengembangkan strategi pembelajaran. Instrumen penelitian ini adalah angket karakter siswa, catatan lapangan, dan lembar observasi kegiatan pembelajaran. Pengembangan strategi pembelajaran yang disusun dalam bentuk buku panduan ini dilakukan melalui tahap: pemerikasaan pendahuluan, penyesuaian teoritis, analisis, uji empiris, dan analisis dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran untuk membangun karakter mahasiswa merupakan pembelajaran yang memfasilitasi mahasiswa untuk menemukan, menyelidiki, dan mengeksplorasi konsep-konsep dan prinsip-prinsip matematika melalui kegiatan diskusi kelompok, presentasi, dan bertukar pendapat dengan kelompok lain. Kualitas strategi pembelajaran yang dikembangkan dilihat dari aspek efektivitas dalam menumbuhkan karakter kerja sama dan tanggung jawab adalah baik dengan skor 80,1. Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran ini adalah kesiapan mahasiswa dalam mempersiapkan materi yang dibahas di kelas.Kata kunci: pengembangan, strategi pembelajaran, geometri bidang, karakter, kerja sama, tanggung jawab
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika pada Topik Geometri Menggunakan Paradigma Baru dalam Pembelajaran Matematika Sugiyono Sugiyono; Murdanu Murdanu; Nila Mareta Murdiyani
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v4i2.7162

Abstract

Saat ini paradigma pembelajaran matematika telah berubah dari pembelajaran yang berpusat kepada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang terdiri atas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) menggunakan paradigma baru dalam pembelajaran matematika khususnya pada topik geometri serta untuk mendeskripsikan kualitas perangkat pembelajaran tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan 4-D yang terdiri atas 4 tahap, yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma baru yang digunakan adalah pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM), Investigasi, dan Problem Solving yang memiliki karakteristik berupa penggunaan masalah sebagai sumber belajar. Materi yang dipilih adalah Bangun Ruang Sisi Lengkung yang banyak mengeksplorasi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan telah divalidasi oleh ahli sampai dihasilkan RPP dan LKS yang layak digunakan dalam pembelajaran. RPP dan LKS yang telah valid tersebut sebaiknya diujicobakan di kelas agar dapat diketahui tingkat kepraktisan dan keefektivannya.Kata kunci: pendekatan pembelajaran berbasis masalah, PBM, pendekatan investigasi, pendekatan problem solving, bangun ruang sisi lengkung
ANALISIS KESULITAN BERHITUNG SISWA-SISWA SMK DIPONEGORO DEPOK PADA TAHUN AJARAN 2016/2017 Jihan Ulya Mulyani , Murdanu, M.Pd
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v7i1.10537

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan berhitung siswa-siswa kelas X di SMK Diponegoro Depok tahun pelajaran 2016/2017. Kesulitan berhitung dideteksi berdasarkan kesalahan berhitung yang dilakukan siswa. Penelitian ini merupakan kombinasi penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan desain penelitian concurrent triangulation design, strategi penelitian yang digunakan studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu siswa-siswa jurusan teknik sepeda motor dan tata busana kelas: X PTSM, X TSM, X TB 1, dan X TB 2 yang mengalami kesulitan berhitung dalam menyelesaikan persoalan matematika. Hasil penelitian berdasarkan tes diagnostik siswa jurusan teknik sepeda motor dan tata busana memperoleh nilai dibawah KKM 75. Ketidakmampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan mengindikasikan bahwa siswa mengalami kesalahan dalam berhitung. Kesalahan yang ditemukan diantaranya; (1) kesalahan simbol, (2) kesalahan nilai tempat, (3) kesalahan konsep berhitung, (4) kesalahan proses menghitung yang keliru, (5) kesalahan prinsip berhitung, (6) kesalahan pengoperasian dua bilangan bulat sederhana, (7) kesalahan pemberian jawaban yang tidak tuntas, dan (8) kesalahan penulisan soal/jawaban yang keliru. Kata kunci: tes diagnostik, kesulitan berhitung, kesalahan berhitung, concurrent triangulation design. Abstract This research is aimed to describe students’ dyscalculia at SMK Diponegoro Depok in the academic year of 2016/2017. Dyscalculia is detected based on calculation errors done by students. This research was about quantitative and qualitative research by concurrent triangulation design research strategies. The students of class X PTSM, X TSM, X TB 1, and X TB 2 who have difficulty in solving mathematics problem, participated as the subject of this research. The result of the research based on diagnostic test of motorcycle engineering students and fashion engineering students got the score below KKM 75. The inability of students in solving the given problems indicates that students experienced errors in calculating. Errors found among other; (1) errors related to symbols, (2) errors related to place values, (3) errors related to concepts, (4) errors related to erroneous processes of counting, (5) errors related to numerical principles, (6) errors relating to the operation of two simple integers, (7) unresolved error giving answers, and (8) writing mistake. Key words: diagnostic test, dyscalculia, error calculations, concurrent triangulation design.
ANALISIS PERSIAPAN SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 CANGKRINGAN DALAM MENGHADAPI TES HASIL BELAJAR PELAJARAN MATEMATIKA Fanny Nur Saadah; Murdanu .
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v6i2.5982

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menjelaskan  hasil  analisis  persiapan  siswa  kelas  XI  IPS  SMA Negeri  1  Cangkringan  dalam  menghadapi  tes  hasil  belajar  pelajaran  matematika. Penelitian  ini  adalah penelitian  deskriptif  dengan  metode  kualitatif. Dalam penelitian  ini,  ditetapkan  12 siswa kelas  XI  IPS SMA  Negeri  1  Cangkringan  sebagai  sampel  penelitian/narasumber.  Data  mengenai  persiapan  siswa menghadapi  tes  hasil  belajar  pelajaran  matematika  dikumpulkan  dengan  teknik  wawancara,  observasi, dokumentasi,  dan  triangulasi.  Analisis  data  dilakukan  dengan  deskriptif  kualitatif.  Ada  dua  aspek persiapan yang diteliti, yaitu aspek persiapan mental dan intelektual siswa. Hasil penelitian berdasarkan indikator  persiapan  mental  siswa  adalah  (a)  siswa  kurang  berminat  terhadap  pelajaran  matematika;  (b) siswa belum mengetahui tujuan dan kebutuhan belajar matematika. Hasil penelitian berdasarkan indikator intelektual siswa adalah (a) siswa tidak mempersiapkan diri sebelum belajar matematika; (b) siswa belum mengetahui  tujuan  belajar  matematika;  (c)  siswa  tidak  ingat  dari  ingatan  jangka  panjang  yang  terkait dengan  materi  pelajaran  matematika  yang  sedang  dipelajari;  (d)  siswa  tidak  mengamati  unsur-unsur perangsang  yang  sesuai  dengan  materi  pelajaran  matematika  yang  sedang  dipelajari;  (e)  siswa  belum mampu mengolah dan menghubungkan informasi di STM (Short Term Memory) menjadi bermakna pada pola perseptual LTM (Long Term Memory); (f) siswa belum membuktikan melalui suatu prestasi kepada guru  dan  diri  sendiri  bahwa  materi  pelajaran  matematika  telah  dikuasai  serta  memberi  indikasi  bahwa tujuan belajar matematika pada dasarnya  belum tercapai;  (g) siswa mendapat penguatan  (umpan  balik) dari guru apabila prestasinya tepat dan mendapat koreksi apabila prestasinya belum tepat; serta (h) siswa mengerjakan  tugas  tetapi  tidak  mengulang-ulang  kembali  materi  pelajaran  matematika  yang  sedang dipelajari untuk memantabkan hasil belajar.Kata kunci: analisis, persiapan siswa, tes hasil belajar pelajaran matematika
ANALISIS KESULITAN MEMPELAJARI MATERI LIMIT FUNGSI SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 KASIHAN 2013/2014 Rosa Ardiyati; Murdanu .
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 5, No 8 (2016): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v5i8.4589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa kelas XI IPA dalam mempelajari materi limit fungsi di SMAN 1 Kasihan. Kesulitan belajar siswa yang diteliti berkaitan dengan pemahaman siswa tentang konsep dan prinsip dalam menyelesaikan persoalan limit fungsi. Dalam penelitian ini subjek penelitian telah mempelajari materi limit fungsi pada pembelajaran di kelas. Materi yang dimaksud adalah limit fungsi aljabar di suatu titik, limit fungsi aljabar di tak hingga, dan limit fungsi trigonometri. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI PA 1 dan XI IPA 2 yang dipilih berdasarkan kesalahan dan ketercapaian subjek dalam menyelesaikan tes diagnostik materi limit fungsi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes diagnostik tertulis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 49 siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 hanya 3 siswa yang dapat menyelesaikan 8 soal tes dengan benar. Terindentifikasi sebanyak 25,8% siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan persoalan limit fungsi yang berkaitan dengan konsep dan prinsip limit fungsi aljabar di suatu titik, 36,05% siswa mengalami kesulitan menyelesaikan persoalan limit fungsi aljabar di tak hingga, dan 71,4% mengalami kesulitan menyelesaikan persoalan limit fungsi trigonomometri. Selain itu teridentifikasi bahwa 26,5% siswa juga mengalami kesulitan dalam memahami konsep dan prinsip perhitungan perkalian dan pembagian aljabar.  kata kunci: analisis kesulitan belajar, limit fungsi
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN REALISTICS MATHEMATICS EDUCATION (RME) PADA MATERI KUBUS DAN BALOK KELAS 8 SMP Istiana Kindi Maycarena , Murdanu, M. Pd.
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v7i4.11189

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada materi kubus dan balok untuk siswa kelas 8 SMP. Kualitas perangkat pembelajaran berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Jenis penilitian ini yaitu penelitian pengembangan dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMP Negeri 4 Yogyakarta. Penilaian kevalidan dilakukan oleh guru matematika SMP Negeri 4 Yogyakarta. Hasil penilaian RPP dan LKS menunjukkan skor 4,82 dan 4,8 dengan kriteria valid. Hasil penilaian kepraktisan dari data angket respon guru diperoleh skor 4,92 dan angket respon siswa diperoleh skor 3,89 dengan kriteria praktis. Penilaian keefektifan menurut tes hasil belajar siswa diperoleh tingkat peningkatan sebesar 77,8% dengan kriteria peningkatan tinggi. Penilaian keefektifan berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran diperoleh skor 83,33% dengan kriteria efektif. Kata Kunci: perangkat pembelajaran, Realistic Mathematics Education, kubus,
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN PERSOALAN MATEMATIKA YANG BERKAITAN DENGAN TEOREMA PYTHAGORAS Kristanti , Murdanu, M. Pd.
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v7i2.10541

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis dan letak kesalahan yang dilakukan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sleman dalam menyelesaikan persoalan matematika yang berkaitan dengan teorema Pythagoras, dan (2) faktor-faktor penyebab kesalahan dari diri siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus. Dalam penelitian ini, ditetapkan 10 siswa sebagai subjek penelitian yang ditentukan berdasarkan hasil ulangan tengah semester dan hasil tes diagnostik. Data kualitatif dikumpulkan dengan metode tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini antara lain: (1) dalam penguasaan konsep, siswa mengalami kesalahan dalam mendefiniskan konsep, mengidentifikasi contoh dan bukan contoh, menggunakan gambar untuk merepresentasikan konsep, dan mengenali kondisi (syarat) yang ditentukan suatu konsep; (2) dalam pengusaan prinsip, siswa mengalami kesalahan dalam memberikan alasan pada langkah-langkah penggunaan prinsip, menggunakan prinsip secara benar dan tepat, dan mengenali prinsip yang benar dan tidak benar; (3) siswa mengalami kesalahan perhitungan dalam menentukan hasil kuadrat suatu bilangan dan penarikan hasil akar suatu bilangan yang dikategorikan kedalam computation fact; (4) faktor-faktor penyebab kesalahan dari diri siswa yaitu minat belajar, kebiasaan belajar, dan sikap belajar. Faktor penyebab yang mempunyai pengaruh lebih besar yaitu kebiasaan belajar siswa. Kata kunci: studi kasus, kesalahan siswa, teorema Pythagoras Abstract The objective of this research was to describe (1) the varietis and the lies of errors that have been made by the students at grade VIII SMP Negeri 1 Sleman in the solving mathematical problems related to Pythagoras theorem , and (2) the causing-errors factors from the students themselves. The research was carried out through qualitative research with case study research strategy. The research was set off 10 students as research subject who determined based on mid-semester test result and diagnostic test result. The data qualitative were collect in the forms of test, interview, and documentation. The analysis data was done by qualitative descriptive. The result of this research were: (1) mastering concept, the students had errors in the defining concepts, the identification of the sample and not sample, using picture for representingthe concepts and recognizing the conditions (requirement) that identified by the concept; (2) mastering of principles, the students had errors in giving reasons for the steps of principle use, using principles correctly and appropriately, and recognizing corret and incorrect principles; (3) the students has miscalculated in determining the quadratic result of a number and determining the root of a number categorized into computation fact; (4) the causing-errors factors came from the students themselves such as learning interest, learning habits, and learning attitudes. The causing-errors factors that have more influence was learning habits of the students. Keywords: case study, students’ errors, Pythagoras theorem
CARA-CARA GURU MATA PELAJARAN MATEMATIKA DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA KABUPATEN MALINAU Areani Eka Putri; Murdanu .
Jurnal Pedagogi Matematika Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpm.v6i4.6972

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mendeskripsikan  cara-cara  guru  mata  pelajaran  matematika dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa SMA. Penelitian ini merupakan studi eksplorasi dengan  jenis  penelitian  deskriptif.  Subjek  dalam  penelitian  ini  adalah  15  guru  matematika.  studi eksplorasi  ini  dikumpulkan  dengan  pedoman  observasi,  pedoman  wawancara  dan  angket.  Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara-cara guru mata pelajaran matematika dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar SMA Kabupaten Malinau : a) Guru  mengajar  dengan  sepenuh  hati;  b)  Guru  melakukan  persiapan  dengan  tepat  waktu;  c)  Guru menggunakan  berbagai  metode;  d)  Guru  selalu  membimbing  siswa  secara  personal  maupun kelompok.Kata Kunci : Cara mengajar, minat, prestasi belajar