Supriyo Supriyo
Jurusan Keperawatan Prodi DIII Keperawatan Pekalongan Poltekkes Kemenkes Purwokerto, Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelatihan Dan Pendampingan Kader Kesehatan Tentang Pengelolaan Hypertensi Pada Lansia Dengan Senam, Diet, Pemanfaatan Minyak Zaitun, and Extrac Bawang Putih Di Kelurahan Bendan Kergon Kota Pekalongan Mardi Hartono; Supriyo Supriyo; Moh Projo Angkasa; Indar Widowati; Petrus Nugroho Djoko Santoso
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i1.12400

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolic diatas 90 mmHg (Ruhyanudin, 2007). Penyakit hipertensi digolongkan sebagai the silent killer karena umumnya tidak memiliki gejalaawal tetapi dapat menyebabkan penyakit jangka panjang dan komplikasi yang berakibat fatal seperti timbulnya penyakit jantung, stroke, danginjal (Sheps, 2005). Hypertensia adalah penykit kronis utama yang banyakdiderita kelompok usial anjut. Tujuan: Pengabdian masyarakat bertujuan agar mahasiswa dan dosen dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kesehatan, khususnya kader kesehatan dalam meningkatkan kemampuannya dalam pengelolaaan hypertensi pada lansia. Metode Pengabdian: Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan pendampingan pada kader kesehatan yang nantinya hasilnya dapat diimplementasi kepada lansia yang menderita hypertensi. untuk dapat menjaga dan meperbaiki tekanan darahnya yang bermanfaat terhadap kesehatan lansia. Hasil Pengabdian: Tercapainya kemampuan Kader Kesehatan dalam mendapatkan pengetahuan dan Memahami pentingnya penerapan diet dan senam lansia serta memahami manfaat penggunaan minyak zaitun dan bawang putih untuk pengelolaan hipertensi.Simpulan: Kegiatan Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan Bendan Kregon dapat terlaksana, dan setelah Peserta di Evaluasi, Kader Kesehatan dapat memahami manfaat diet, senam lansia dan penggunaan minyak zaitun dan bawang putih untuk kesehatan pada lansia dengan hipertensi. Kata Kunci: Hypertensi, Senam, Diet, Minyak Zaitun dan Extrac Bawang Putih 
PENDAMPINGAN IBU KLIEN DALAM PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN PADA ANAK YANG MENGALAMI HOSPITALISASI DI RSUD BENDAN KOTA PEKALONGAN Mardi Hartono; Hartati Hartati; Supriyo Supriyo; Moh Projo Angkasa
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i2.12996

Abstract

Latar Belakang : Anak merupakan individu yang unik dan bukan miniature orang dewasa.Individu yang mempunyai pola pertumbuhan dan perkembangan menuju proses kematangan (Supartini,2004). Sebagian besar stres yang terjadi pada anak usia pertengahan sampai anak periode pra sekolah adalah kecemasan karena perpisahan. Karena hubungan anak dengan ibu adalah sangat dekat. Akibatnya perpisahan dengan ibu akan menimbulkan rasa kehilangan pada anak akan orang terdekat bagi dirinya dan akan lingkungan yang dikenal olehnya. Sehingga pada dirinya akan menimbulkan perasaan tidak aman dan rasa cemas (Nursalam, 2005).Kecemasan anak meningkat karena anak berada di lingkungan yang baru, dikelilingi oleh orang-orang asing yang tidak dikenalnya dan peralatan yang menakutkan (Gunawan, 2003). Orang tua anak mempunyai peran penting dalam menurunkan kecemasan anak yang mengalami kecemasan Sehingga anak akan berperilaku lebih kooperatif. Media paling efektif yang dapat dilakukan adalah melalui terapi bermain (Supartini, 2004, hlm.186). Tujuan pengabdian Masyarakat yang dilakukan  di RSUD Bendan Kota Pekalongan  meningkatkan pengetahuan dan  pendampingan pada Ibu yang mempunyai Balita dalam menilai derajat kecemasan pada anak dan belum mengetahui cara mengatasi kecemasan dengan terapi bermain.Metode : Pendidikan kesehatan tentang cara menilai kecemasan  pada anak dan pendampingan     mengatasi cemas dengan terapi bermain. Hasil Kegiatan : adanya peningkatan pengetahuan sasaran   dalam menilai tingkat kecemasan anak dan peningkatan kemampuan mengatasi kecemasan pada anak dengan terapi bermain. Adanya penurunan kecemasan pada anak setelah diberikan pendampingan terapi bermain.Simpulan : Pendampingan Terapi bermain dapat meningkatkan pengetahuan menilai Tingkat kecemasan  dan  menurunkan kecemasan  pada anak yang di rawat di RS Bendan Kota Pekalongan.Keyword : Kecemasan, Terapi bermain, Pendampingan.
OPTIMALISASI KESEHATAN GINJAL MELALUI SELF MANAJEMENT BAGI REMAJA DI WILAYAH KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN: OPTIMALISASI KESEHATAN GINJAL MELALUI SELF MANAJEMENT BAGI REMAJA DI WILAYAH KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN Supriyo S.ST, M.Kes; Inayah Maslahatul; Penyami Yuniske; Triasari Lis
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.14219

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal merupakan salah satu isu kesehatan global yang terus mengalami peningkatan prevalensi setiap tahunnya. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa kejadian gangguan ginjal di Indonesia cenderung meningkat, bahkan mulai ditemukan pada kelompok usia produktif dan remaja. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan pola hidup yang kurang sehat, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi natrium, minuman manis atau bersoda, kurangnya aktivitas fisik, serta kecenderungan menahan buang air kecil. Remaja merupakan kelompok usia yang sedang mengalami perkembangan fisik, psikologis, dan sosial yang pesat, sehingga rentan terhadap pembentukan perilaku yang tidak sehat. Minimnya pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya menjaga fungsi ginjal menyebabkan remaja kerap mengabaikan perilaku hidup sehat. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini di laksanakan di aula SMP 04 Kota Pekalongan pada tanggal 02 Agustus 2025 dengan dihadiri 15 siswa /siswi dan juga guru pendamping dan kepala sekolah. Kegiatan ini meliputi pemberian edukasi tentang kesehatan ginjal dan kesehatan mental remaja. Sebelum pemberian edukasi, dilakukan pengukuran tekanan darah dan pengisian kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan perilaku siswa/siswi yang mendukung kesehatan ginjal. Permainan puzzle menyusun menu makanan “Meal Planning Puzzle “ Hasil Kegiatan: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan di mana remaja mengetahui prinsip self-management kesehatan ginjal, termasuk pola makan sehat, hidrasi yang cukup, aktivitas fisik, dan penghindaran kebiasaan berisiko. Perubahan sikap dimana tumbuh kesadaran dan kepedulian untuk menjaga kesehatan ginjal sejak dini dan perubahan perilaku remaja yang mampu mempraktikkan self-management kesehatan ginjal. Simpulan: Pendekatan self-management terbukti efektif dalam mendorong remaja untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan, melalui praktik monitoring diri, pengaturan pola konsumsi, dan penghindaran kebiasaan yang berisiko. Keyword: Kesehatan Ginjal , Self Management