Articles
STUDI KASUS: ASUHAN KEPERAWATAN HIPERTERMI PADA ANAK DENGAN KEJANG DEMAM
Desi Febrina Ayu Putri;
Yuniske Penyami;
Mardi Hartono;
Tri Anonim
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 3, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (143.64 KB)
|
DOI: 10.31983/jlk.v3i2.9263
Latar Belakang : Kejang demam merupakan gangguan yang timbul akibat peningkatan suhu tubuh yang abnormal (suhu 38°C). Kejang demam sering dikaitkan dengan epilepsi dan risiko keterbelakangan mental pada anak. Sampai saat ini, penyebab anak mengalami kejang demam belum bisa diketahui dengan pasti. Sebagian besar kasus kejang demam berkaitan dengan demam tinggi yang terjadi karena infeksi telinga, cacar air, tonsilitis, atau infeksi virus flu.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Asuhan Keperawatan Hipertermi Pasien Anak dengan Kejang Demam.Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam memberikan asuhan keperawatan menggunakan metode deskriptif yang dilakukan pada tanggal 25 – 31 Januari 2022 dengan pendekatan studi kasus (case study) dan menggunakan proses pendekatan keperawatan. Sampling yang digunakan meliputi 2 pasien anak. Penelitian ini menggunakan 2 subjek yang telah sesuai dengan kriteria inklusi.Hasil Penelitian : Setelah dilakukan asuhan keperawatan kompres hangat pada kedua responden selama 3 x 24 jam pada kedua responden didapatkan hasil, kedua responden An. D dan An. N masalah teratasi dan intervensi dihentikan.Kesimpulan : Berdasarkan data yang didapatkan masalah keperawatan yang muncul adalah hipertermi.Kata Kunci : Hipertermi, Kompres Hangat, Kejang Demam
PENGARUH FINGER RELAXATION TERHADAP TINGKAT STRESS PASIEN SELAMA PERSIAPAN OPERASI BEDAH MAYOR
Petrus Nugroho DS;
Moh. Projo Angkasa;
Yuniske Penyami;
Wijanarko Edi
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 3, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (379.545 KB)
|
DOI: 10.31983/jlk.v3i2.9264
Latar Belakang : Kondisi dimana tidak seimbangnya antara internal seseorang dengan tuntutan yang dibebankan dari interaksi dengan lingkungannya dapat mengakibatkan stress, sehingga dapat mengancam dirinya berupa respon fisik, perilaku, dan psikologis. Stres yang dirasakan setiap orang tingkat atau skalanya serta karakteristiknya berbeda.Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik finger relaxation terhadap tingkat stress pasien bedah mayor selama persiapan operasi.Metode Penelitian : Dalam penelitin ini menggunakan metode desain pra-eksperiment one group pra-post test design, dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposive sample pada pasien yang akan mendapatkan tindakan operasi bedah mayor di Rumah Sakit Daerah Kraton berjumlah 20 orang, dalam penelitian ini ada variabel terikat yaitu tingkat stress pasien bedah mayor dan variabel bebas yaitu finger relaxation. Sedangkan analisa data yang digunakan yaitu uji Wilcoxon dengan alpa = 0,005.Hasil: ada perbedaan sebelum dilakukan tindakan Finger Relaxation dengan setelah dilakukan tindakan finger Relaxation dengan kata lain Finger Relaxation dapat menurunkan stres pada pasein bedah mayor.Kata Kunci : Stress, finger relaxation, bedah mayor
COMPLEMENTARY AND ALTERNATIVE MEDICINE (CAM) PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA (LITERATURE REVIEW)
Yuniske Penyami;
Mardi Hartono S.Kep, Ns, M.Kes;
Moh. Projo Angkasa S.Kp, M.Kes;
Shinta Aprilia;
Maqhviroh Nurvitasari Rohmah
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 2, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (400.937 KB)
|
DOI: 10.31983/jlk.v2i2.7871
Latar belakang: Leukemia adalah penyakit serius dan memengaruhi semua aspek kehidupan pasien termasuk anak-anak. Setiap 100.000 penduduk yang mengalami kanker di Indonesia, sebesar 4.100 diantaranya adalah anak-anak. Complementary and Alternative Medicine pada pasien paliatif merupakan terapi lazim yang digunakan sehingga penting untuk mengidentifikasi jenis CAM pada anak dengan leukemia.Tujuan: Mengetahui jenis dan efek dari penggunaan CAM pada anak dengan LeukomiaMetode: Peneliti melakukan penelusuran artikel melalui PubMed dan Science direct dengan kriteria inklusi jurnal dipublikasi dengan bahasa inggris, diterbitkan pada 2008-2018, tersedia gratis, dan metode penelitian yang digunakan adalah RCT atau quasi ekperimen.Hasil: Terdapat 7 artikel yang sesuai dengan kriteria terdiri dari sleep higiene, teknik pemijatan, terapi musik, peraatan mulut dengan madu, zinc sulfat dan propolis, serta penggunaan minyak wijen.Kesimpulan: Semua metode CAM pada artikel yang ditemukan efektif menurunkan berbagai gejala pada anak dengan leukimia.Saran: Perlu studi lebih lanjut mengenai CAM pada pasien paliatif khususnya seiring dengan berkembangnya teknologi akan sangat memungkinkan terciptanya jenis CAM yang baru serta efeknya.Kata Kunci: Complementary and Alternative Medicine, anak, leukemia
EFEKTIVITAS PEMBERIAN AIR REBUSAN JAGUNG (Zea Mays L) TERHADAP PROFIL LIPID (HDL, LDL, KOLESTEROL DAN TRIGLISERID) PADA ORANG DENGAN OBESITAS DALAM PENCEGAHAN KEGAWATDARURATAN
Sumarni .;
Supriyo .;
Ta'adi .;
Yuniske Penyami
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.057 KB)
|
DOI: 10.31983/jlk.v3i1.8519
Latar Belakang : Kadar kolesterol ditangani dengan cara nonfarmakoterapi dengan herbal jagung manis.Jagung manis mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai memperbaiki metabolisme tubuh dan menghambat LDL atau kolesterol jahat sehingga lemak tidak menumpuk di pembuluh darah (Pujiastuti, 2017). Tongkol jagung manis memiliki nilai fenolik yang paling tinggi dibandingkan dengan lainnya yaitu sebesar 114.95 mg/mL, sedangkan kandungan flavonoid yang terkandung dalam jagung sebanyak 15.31 mg/mL.Tujuan : Penelitian ini bertujuan Mengetahui profil lipid pretest pada kelompok kontrol (KK) dan kelompok intervensi, profil lipid posttest pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi, perbedaan profil lipid pretest, dan posttest pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi, perbandingan profil lipid pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah experiment design menggunakan The Randomized Pretest-Posttest Control Goup Design dengan sampel masyarakat dengan status gizi lebih. Responden dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing 20 yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Terdiri dari satu kelompok kontrol dan dua kelompok intervensi.Hasil : Pemeriksaan profil lipid menggunakan sampel darah vena dan dianalisis di laboratorium. Hasil penelitian didapatkan Ada pengaruh signifikan air rebusan jagung terhadap kadar HDL dan Trigiserid orang dengan status gizi normal. Ada pengaruh signifikan air rebusan jagung pada profil lipid kelompok responden dengan status gizi berlebih. Dengan demikian risiko terjadinya serangan jantung berkurang dan kegawatdaruratan dapat dihindari.Kata Kunci : Rebusan jagung; Profil lipid; Status gizi berlebih
GAMBARAN KETERAMPILAN PSIKOSOSIAL REMAJA DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK
Yuniske Penyami;
Moh.Projo Angkasa;
Norma Nofianto
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 4, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v4i1.9801
Latar belakang: Jumlah remaja yang berhadapan dengan hukum meningkat setiap tahunnya dankasus yang terjadi berkaitan erat dengan perkembangan psikososial. Kurangnya keterampilanpsikososial merupakan faktor risiko terjadinya masalah psikososial remaja. Salah satu upayapromotif dan preventif masalah psikososial remaja adalah pendidikan kesehatan. Secara umum,keterampilan psikososial yang baik akan berdampak pada kompetensi sosial yang baik dalamsubskala perilaku, emosional dan motivasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaranpengetahuan, efikasi diri dan keterampilan psikososial remaja yang mengalami masalah sosial danberhadapan dengan hukum.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan survei. Rentangusia remaja dalam penelitian ini adalah 14-19 tahun yang 33 anak. Instrumen penelitian berbentukkuesioner pengetahuan, kuesioner efikasi diri dan lembar observasi yang dinilai oleh diri sendiri,teman sebaya serta petugas LPKA.Hasil: Rerata skor keterampilan psikososial baik dinilai oleh diri sendiri, petugas dan teman dekatadalah 31, 27. Remaja paling banyak tidak melakukan keterampilan mengontrol emosi dan berpikirkreatif. Remaja dapat melakukan keterampilan psikososial dengan bantuan orang lain palingbanyak yaitu keterampilan pengendalian emosi, pemecahan masalah, dan kesadaran diri. Remajapaling banyak dapat melakukan secara mandiri dalam keterampilan empati dan komunikasi efektif.Kesimpulan: Keterampilan psikososial remaja di LPKA memiliki tantangan dalam mengontrolemosi dan masalah berpikir kreatif dan paling bisa melakukan keterampilan sosial dengan baik.Kata kunci: keterampilan psikososial, remaja berhadapan dengan hukum, masalah sosial remaja
PENGARUH PELATIHAN BTCLS TERHADAP PENGETAHUAN KEGAWATDARURATAN MAHASISWA CALON LULUSAN PRODI DIII KEPERAWATAN PEKALONGAN
Moh. Projo Angkasa;
Norma Nofianto;
Yuniske Penyami
Jurnal Lintas Keperawatan Vol 4, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlk.v4i2.10672
Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) adalah salah satu pengetahuan dan skill yang harus dimiliki oleh seorang perawat. Pelatihan ini merupakan suatu kegiatan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan keterampilan bagi perawat dalam memberikan pelayanan yang tepat dan cepat kepada pasien. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan BTCLS terhadap pengetahuan manajemen keadaan darurat untuk lulusan dan calon lulusan Poltekes Kemenkes Semarang, Prodi DIII Keperawatan Pekalongan.Research design dengan metode pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test design. Penelitian populasi ditujukan kepada mahasiswa tingkat akhir dan lulusan. Research sample adalah 125 responden yang teridiri dari 48 mahasiswa semester 6 dan 77 lulusan. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji-t. Hasil penelitian dengan sampel berpasangan uji t-uji pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan diperoleh nilai hitung sebesar 25,25 dan nilai signifikansi 0,000. Menyimpulkan pengaruh pelatihan BTCLS terhadap pengetahuan manajemen darurat untuk lulusan. Saran perlunya pelatihan BTCLS dilakukan oleh setiap perawat dalam meningkatkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan kegawatdaruratan. Kata Kunci : Pelatihan, Basic Trauma Cardiac Live Support, Pengetahuan
Age, Gender and Children Opinion with Social-Emotional Development among Preschool Children in Flood-Prone Areas
Yuniske Penyami;
Maslahatul Inayah;
Mardi Hartono
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 7, No 2 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jnj.v7i2.10387
Background: Preschool children are at a risk of social-emotional problems at 58.8%, with 72.2% of post-flood disaster children experiencing emotional behavior problems. In flood-affected areas, the self-concept of preschool children shows poor self-image (53.4%), low self-esteem (56.8%), and a negative self-role (52.3%).Purpose: To understand the overview and factors correlation to the social-emotional development of preschool children in flood-prone areas.Methods: This research was designed as a descriptive cross-sectional study. A total of 125 preschool children living in flood-prone areas were the research subjects. The ASQ-SE questionnaire was used to measure the social-emotional development of children. Spearman tests were conducted to determine the correlation between respondent characteristics and social-emotional development.Result: This study shows 88% of preschool children living in flood-prone areas are at risk of experiencing social-emotional problems. The questions with the highest scores in the 36-month, 48-month, and 60-month questionnaires were related to children intentionally hurting themselves. Gender is significantly correlated with the social-emotional development of children in flood-prone areas (p 0.05).Conclusion: Preschool children in flood-prone areas are more likely to experience social-emotional problems. Gender plays a role in the social-emotional development of children. The results provide insight for pediatric nurses in developing interventions to prevent social-emotional problems in children with a family-centered care approach.
PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI GERAKAN SAYANG IBU HAMIL (GESIB) DALAM UPAYA MEWUJUDKAN IBU HAMIL BEBAS ANEMIA DI KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN
Maslahatul Inayah;
Nur Zakiyah;
Muhammad Yusuf Ibrahim;
Yuniske Penyami
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023 - APRIL 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlpm.v3i1.10792
Latar Belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) dapat menjadi alat ukur untuk mengetahui kualitas pelayanan kesehatan baik pada masa kehamilan maupun masa nifas. Meningkatnya derajat kesehatan ibu merupakan salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ingin dicapai pada tahun 2030. Anemia pada kehamilan merupakan salah satu faktor dari kehamilan risiko tinggi . Hasil Survei Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa secara nasional prevalensi anemia ibu hamil masih cukup tinggi yaitu sebesar 48,9 %. Intervensi yang dilakukann melibatkan ibu hamil beserta pasangannya dalam rangka peningkatan status kesehatan ibu hamil. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga ( suami ) tentang anemia pada kehamilan.Tujuan : Pemberdayaan keluarga dalam upaya pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil.Metode : Bentuk kegiatannya meliputi pemeriksaan kesehatan, monitoring Hb, pemberian materi tentang manfaat bahan makanan berbahan dasar kacang-kacangan bagi ibu hamil, membuat olahan makanan berbahan dasar kacang-kacangan untuk meningkatkan kadar hemoglobin serta melakukan KIE pada keluarga ( suami ) tentang anemia pada ibu hamil.Hasil : Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga (suami) tentang anemia pada kehamilan.Kesimpulan : Keluarga perlu waspada terhadap gangguan kesehatan pada ibu hamil serta memperhatikan kebutuhan pada ibu hamil. Kata Kunci :  Gerakan Sayang ibu hamil (GESIB), anemia
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN GANGGUAN JIWA
Zaenal Amirudin;
Indar Widowati;
Petrus Nugroho Djoko Santoso;
Yuniske Penyami;
Sudirman Sudirman
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): MEI 2024 - OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlpm.v3i2.11474
Latar Belakang : Prevalensi gangguan jiwa di masyarakat semakin tahun semakin meningkat. Pertolongan masalah kesehatan mental sejak awal yang terjadi di masyarakat banyak dilakukan bukan oleh tenaga kesehatan jiwa profesional. Kader kesehatan jiwa merupakan perpanjangan tangan dari pelayanan kesehatan yang memiliki peran penting dalam penanganannya, sebab keberadaannya lebih dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mengoptimalkan tingkat pengetahuan mereka.Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan dan mengoptimalisasi pengetahuan keluarga dan kader kesehatan jiwa tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan psikiatri di masyarakat pada ODGJ.Metode: Metode Program ini diberikan kepada 10 orang anggota keluarga yang memiliki ODGJ dan 30 Orang Kader Kesehatan Jiwa, Kegiatan yang dilakukan selama 1 bulan meliputi 3 (Tiga) tahap yaitu tahap persiapan dimulai dengan melakukan pengukuran tingkat pengetahuan sebelum diberikan pelatihan, tahap pertolongan pertama pada kegawatdaruaratan psikiatri , yang terakhir tahap evaluasi pengukuran pengetahuan setelah diberikan pelatihan.Hasil Kegiatan: Hasil dari gambaran yang terjadi peningkatan pengetahuan pada 20 orang dari tingkat pengetahuan sangat baik, 8 orang cukup baik, dan 2 orang kurang.Kesimpulan: Kesimpulan melalui kegiatan yang terjadi optimalisasi peningkatan tingkat pertolongan pertama pada kegawatdaruratan psikiatri, Kegiatan ini direkomendasikan untuk program berkelanjutan bagi keluarga maupun kader kesehatan jiwa di masyarakat.
LITERASI PSIKOEDUKASI KESEHATAN MENTAL DI MAN 1 KOTA PEKALONGAN
Indar Widowati;
Zaenal Amirudin;
Norma Nofianto;
Yuniske Penyami
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jlpm.v4i2.13039
Permasalahan kesehatan mental di kalangan remaja, khususnya siswa sekolah menengah, semakin mengkhawatirkan di tengah tekanan akademik, sosial, dan perkembangan teknologi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental melalui psikoedukasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekalongan. Peserta sebanyak 30, terdiri atas perwaklan kelas X dan XI, guru BK dan Guru wali. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi berbasis masalah. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 55% menjadi 85%, artinya peningkatan signifikansi pemahaman siswa terhadap konsep kesehatan mental, identifikasi stres, serta strategi coping yang sehat. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar kesehatan mental di lingkungan sekolah.