Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN KERIPIK PISANG DAN PENENTUAN HARGA POKOK (HPP) PADA KELOMPOK MITRA DI DESA BUON MANDIRI KECAMATAN LUWUK UTARA Ramadhani Chaniago; Haruni Ode; Rahman Dani Lasamadi; Darni Lamusu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2022): September : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.877 KB) | DOI: 10.57214/pengabmas.v4i3.122

Abstract

Tanaman pisang banyak tumbuh di Desa Buon Mandiri, banyaknya hasil tanaman pisang selama ini belum dijual dalam bentuk olahan tetapi dijual dalam bentuk buah pisang per sisir atau per tandannya. Biasanya pisang ini dibeli oleh pengepul dengan harga rata-rata Rp. 35.000,00 pertandan. Jenis pisang yang ada di desa Buon Mandiri kebanyakan adalah pisang raja, pisang tanduk, pisang kepok dan pisang lowe. Buah pisang sering dikonsumsi sebagai buah segar serta dapat dimanfaatkan menjadi keripik. Kegiatan ini disosialisasikan melalui Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) yang bertemakan“Diversifikasi olahan pisang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi Kelompok Lapak Jalapagos Biot Matami Desa Buon Mandiri Luwuk Utara”. Kegiatan ini bertujuan untuk agar dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mitra sasaran dalam mengolah pisang menjadi keripik sekaligus dapat menentukan harga pokok penjualannya. Pada artikel ini, kami menjelaskan proses pengolahan keripik pisang dan pengemasannya serta dilanjutkan dengan kegiatan menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) produk.
Pelatihan Pembuatan Stick Pisang Ibu-ibu Kelompok Jalapagos Desa Buon Mandiri Kecamatan Luwuk Utara Ramadhani Chaniago; Haruni Ode; Rahman Dani Lasamadi; Darni Lamusu
Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Riset Manajemen dan Publikasi Ilmiah Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Sinergi Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55983/empjcs.v1i6.303

Abstract

compared to other fruits. Bananas have a variety of nutritional content and are needed by the body. Bananas also have the potential to be processed into various kinds of preparations such as chips, pastries, cakes and sticks. Sticks are snacks or light snacks that are loved by many people from children to adults. This activity is divided into three sessions, namely a material delivery session, a practice session, and a question and answer session. After the implementation of training activities on making banana sticks, it can increase the knowledge and skills of mothers in Buon Mandiri Village, North Luwuk District, Banggai Regency about the potential of banana plants and can provide an increase in the economic value of the family
PENGOLAHAN COOKIES BERBAHAN PISANG PADA KELOMPOK JALAPAGOS DI DESA BUON MANDIRI KECAMATAN LUWUK UTARA KABUPATEN BANGGAI SULAWESI TENGAH Ramadhani Chaniago; Haruni Ode; Rahman Dani Lasamadi; Darni Lamusu
JIPAM : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): JIPAM : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.882 KB) | DOI: 10.55883/jipam.v2i1.43

Abstract

Utilization of bananas so far has not been optimal, it is still limited to consumption and traditional processed fruit. Various types of snacks from bananas that are relatively popular include banana chips, banana sale, banana molen and cookies. Cookies are one type of snack that people are interested in. Cookies are known by many people, both children, teenagers and adults, who live in rural and urban areas. Cookies are cakes made from flour which are generally made from flour, powdered sugar, chicken eggs, vanilla, margarine, cornstarch, baking powder, and instant milk powder. The implementation of activities includes the preparation and implementation stages in the form of training and manufacturing practices. After the implementation of the cookie-making training activities, they can increase the knowledge and skills of the Jalapagos group mothers about the potential of banana plants and can realize the economic independence of the community in Buon Mandiri Village, North Luwuk District, Banggai Regency
Inovasi Abon dan Nugget Jantung Pisang Desa Buon Mandiri Kecamatan Luwuk Utara Kabaupaten Banggai Ramadhani Chaniago; Haruni Ode; Rahman Dani Lasamadi; Darni Lamusu
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol 2 No 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v2i2.938

Abstract

Tujuan Program Kosabangsa adalah untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Desa Buon Mandiri Kecamatan Luwuk Utara Kabupaten Banggai sebagai petani pisang dan penjual makanan dilapak pinggir jalan. Permasalahan yang di hadapi ialah kurangnya inovasi dalam pemanfataan jantung pisang menjadi produk yang berdaya saing dan bernilai ekonoimis. Selama ini jantung pisang hanya dimanfaatkan hanya sayur atau pauk dalam makan sehari-hari. Metode pelaksanaan pengabdian melalui (1) penyiapan alat dan bahan serta tempat kegiatan (2) pelatihan pembuatan abon dan nugget jantung pisang. Hasil dari program ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah atau membuat inovasi dari jantung pisang menjadi abon dan nugget.
Inovasi Abon dan Nugget Jantung Pisang Desa Buon Mandiri Kecamatan Luwuk Utara Kabaupaten Banggai Ramadhani Chaniago; Haruni Ode; Rahman Dani Lasamadi; Darni Lamusu
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v2i2.938

Abstract

Tujuan Program Kosabangsa adalah untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Desa Buon Mandiri Kecamatan Luwuk Utara Kabupaten Banggai sebagai petani pisang dan penjual makanan dilapak pinggir jalan. Permasalahan yang di hadapi ialah kurangnya inovasi dalam pemanfataan jantung pisang menjadi produk yang berdaya saing dan bernilai ekonoimis. Selama ini jantung pisang hanya dimanfaatkan hanya sayur atau pauk dalam makan sehari-hari. Metode pelaksanaan pengabdian melalui (1) penyiapan alat dan bahan serta tempat kegiatan (2) pelatihan pembuatan abon dan nugget jantung pisang. Hasil dari program ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah atau membuat inovasi dari jantung pisang menjadi abon dan nugget.
Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Rosdiana Bungaalus; Dwi Wijayanti; Rahman Dani Lasamadi
Babasal Agromu Journal Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/baj.v1i1.2705

Abstract

Media tanam harus diperhatikan karena berpengaruh terhadap cepat tidaknya tanaman sawi berkembang dan berproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana tanaman sawi tumbuh dan berproduksi dalam kaitannya dengan kondisi pertumbuhan yang berbeda. Penelitian ini merupakan eksperimen untuk mengetahui pengaruh tanah, sekam padi, dan pasir sebagai media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tunggal dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Kriteria dari 3 perlakuan sebagai berikut yaitu : P1 = Tanah; P2 = Tanah  + Sekam padi; P3 = Tanah + Pasir. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 9 unit percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan 1 tanaman, sehingga dibutuhkan 9 bibit sawi hijau. 9 bibit tersebut digunakan sebagai sampel pengamatan. Perlakuan media tanam menunjukan adanya pengaruh pada tinggi, jumlah daun, dan berat segar. Perlakuan media tanam tanah menjadi perlakuan terbaik pada parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan berat segar tanaman.
Pengaruh Ekstrak Daun Pepaya Terhadap Pengendalian Hama Kutu Daun Pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Dwi Wijayanti; Rahman Dani Lasamadi
Babasal Agromu Journal Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/baj.v1i1.2720

Abstract

Permasalahan yang ada pada tanaman cabai merah, tidak hanya terbatas pada masalah budidaya saja, tetapi bagaimana petani mengatasi berbagai macam persoalan tentang cabai yang ditanam. Salah satu hama yang menyerang pertanaman cabai merah adalah kutu daun. memakan segala jenis tanaman (polifag). Untuk mengatasi hama kutu daun dapat digunakan pestisida nabati ekstrak daun pepaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis hama kutu daun yang menyerang tanaman dan tingkat serangan hama kutu daun pada tanaman cabai. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling (pengambilan sampel secara sengaja). Plot pengamatan dibagi dalam lima sub plot pengamatan yang tersebar secara diagonal berukuran 1 x 1 meter. Dari hasil penelitian ini bahwa hama yang teridentifikasi menyerang tanaman cabai adalah: Aphidoidea paling banyak menyerang tanaman (4 ekor), disusul Psylloidea (3 ekor) serta Coccoidea dan Aleyroidea masing-masing 1 ekor. Intensitas hama-hama tersebut pada tanaman cabai masih dalam kategori sangat ringan.
Evaluation of White Weathered Mushrooms for Reduction of Lignin and Improvement of Animal Feed Digestion from Coconut Coir Waste Siti Sabariyah; Muhammad Jufri; Sayani Sayani; Rahman Dani Lasamadi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 4 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i4.14748

Abstract

Limited forage availability due to land conversion has become a major constraint in goat farming development. Therefore, the utilization of agricultural waste as alternative feed is increasingly important, including young coconut husk waste which is abundant but underutilized. However, its high lignocellulosic content, particularly lignin, limits digestibility and nutritional value for ruminants. This study aimed to evaluate the ability of several white-rot fungi to reduce lignin content and improve the cellulose characteristics of young coconut husk waste as a potential alternative feed ingredient. The research was conducted in two stages: fungal selection and optimization of fermentation conditions. The first stage used five fungal treatments, namely Trichoderma sp. TR3, Pleurotus sajor-caju, Pleurotus ostreatus, Trametes versicolor, and Lentinus edodes. Parameters observed included lignin and cellulose contents after 20 days of incubation. The second stage evaluated the effect of incubation period (20, 30, and 40 days) and inoculum volume (0.5, 0.7, and 1.0 mL) using Pleurotus sajor-caju as the selected fungus. The results showed that Pleurotus sajor-caju produced the lowest lignin content (17.93%) and the highest cellulose content (48.80%) compared with other fungi. In the optimization stage, the lowest lignin content was observed in treatment A3B1 (40 days incubation and 0.5 mL inoculum) at 15.47%, while the highest cellulose content was obtained in treatment A2B1 (30 days incubation and 0.5 mL inoculum) at 61.15%. These findings indicate that Pleurotus sajor-caju has strong potential for selective delignification of young coconut husk waste while maintaining cellulose content. Biological fermentation using white-rot fungi can therefore be considered a promising and environmentally friendly approach for improving the quality of lignocellulosic waste as ruminant feed