Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Parity And Hemoglobin Levels of Trimester 3 Pregnant Women as Risk Factors for Low Birth Weight Isnan Aldisa; Nining Lestari; Tri Agustina; Muhammad Shoim Dasuki
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.359 KB)

Abstract

Bayi BBLR berisiko lebih besar mengalami gangguan tumbuh kembang selama masa kanak-kanak. Tahun 2019 di Indonesia bayi baru lahir dilaporkan berat badannya sebanyak 111.827 bayi (3,4%) memiliki berat badan bayi rendah. Pada provinsi Jateng dengan rata rata prevalensi sebesar 6,1%. Pada penelitian sebelumnya menyatakan terdapat hubungan paritas dengan kejadian BBLR. Namun pada penelitian lain tidak didapat hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR. Pada Variabel lain didapat hubungan antara ibu hamil anemia dengan kejadian BBLR. Namun pada penelitian lain tidak memiliki hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara paritas dan kadar hemoglobin ibu hamil trimester 3 dengan kejadian berat badan lahir rendah. Jenis penelitian observasional dengan desain case control. Menggunakan data sekunder dengan pengambilan sampel secara purposive sampling masing-masing 62 sampel di puskesmas Kawunganten. Uji regresi logistik paritas dengan nilai p = 0,037, nilai OR paritas 2,148 dengan confidence interval (CI) 95% sebesar 1,048 – 4,764 dan Hb dengan nilai p = 0,03, nilai OR Hb 5,094 dengan confidence interval (CI) 95% sebesar 1,101 – 26,723. Terdapat hubungan antara paritas dan kadar hemoglobin ibu hamil trimester 3 dengan kejadian berat badan lahir rendah.
Laporan Kasus Penatalaksanaan dan Pendekatan Kedokteran Keluarga pada Lansia dengan Diabetes Melitus Tipe II Tidak Terkontrol dengan Hipertrigliseridemia Faiz Maulana; Dwi Nonita Nugraheni; Indra Nuroso; Hafid Adi Nugroho; Isnan Aldisa; S Setyaningsih; Yusuf Alam Romadhon
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang laki-laki lanjut usia berusia 62 tahun terdiagnosis diabetes melitus tipe II tidak terkontrol dengan hipertrigliseridemia. Diagnosis tersebut diketahui pada tahun 2014 ketika pasien memeriksakan dirinya dengan gejala klasik (poliuri, polidipsi, dan polifagi). Tidak terdapat riwayat keluarga dengan yang dialami pasien saat ini. Pasien mengaku sering mengonsumsi minuman manis seperti teh manis yang dikonsumsi setiap pagi dan sering mengonsumsi makanan berlemak seperti lontong sate. Tipe keluarga extended family dan memasuki stadium enam menurut Duval. Hubungan antar anggota keluarga harmonis, APGAR Family menunjukkan fungsional sehat. Fungsi SCREEM tidak ada yang menonjol dan tidak mempengaruhi penyakit pasien. Diagnosis biomedik: diabetes melitus tipe II tidak terkontrol dengan hipertrigliseridemia, berat badan lebih. Diagnosis holistik: secara psikoemosional tidak merasa khawatir berkaitan dengan apa yang akan terjadi pada penyakitnya dimasa yang akan datang. Perilaku rawat anggota keluarhga baik, namun diet tidak berimbang. Intervensi yang diberikan yakni terapi farmakologi dari Puskesmas, dan dari tim penulis, memberikan edukasi pentingnya teratur minum obat, dan dibuatkan program diet berimbang. Hasil pemeriksaan GDP, asam urat dan trigliserida turun pada kunjungan ketiga secara berurutan GDP 269 mg/dL, Asam Urat: 6,8 mg/dL, Trigliserid 874 mg/dL dan GDP 193 mg/dL, Asam Urat: 6,3 mg/dL, Trigliserid 612 mg/dL.