BAYU WIBOWO, BAYU
UNTAG Samarinda

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERBANDINGAN SISTEM KONTRAK BERBASIS KINERJA ATAU PERFORMANCE BASED CONTRACT (PBC) DAN KONTRAK TRADISIONAL WIBOWO, BAYU
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.693 KB)

Abstract

Based on the problems found, the comparison system How Performance Based Contracts or Performance Based Contract (PBC) and the Traditional Contract. The aim of this study was to Knowing comparison system Performance Based Contracts or Performance Based Contract (PBC) and the Traditional Contract.               Contract or agreement is an event in which a promise to another person or in which two people were each promised to carry out a casePerformance Based Contract (PBC) is a contract relating to the implementation of the construction or production of a physical form other to achieve or maintain suatau specific performance set forth in a specific time period, covering the design work, construction, and maintenance services are carried out in an integrated manner to ensure the achievement of kenerja seabagaimana specified in the performance specification.               Traditional contract is where the owner will be in touch with several contractors to complete the project.From the discussion, Based on the SWOT matrix, it can be concluded that the contract Berbasis  Kinerja atau Performance Based Contract (PBC) is more beneficial for service users to determine the planning, management processes and methods of work most efficiently.               Traditional contract will provide a threat to the owner if the construction undertaken construction failure because all the construction problems (either a designer or design revision) will be covered by the owner.
PERBANDINGAN SISTEM KONTRAK BERBASIS KINERJA ATAU PERFORMANCE BASED CONTRACT (PBC) DAN KONTRAK TRADISIONAL” WIBOWO, BAYU
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.566 KB)

Abstract

Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, yaitu Bagaimana perbandingan  sistem Kontrak  Berbasis  Kinerja atau Performance Based Contract (PBC)  dan Kontrak Tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui perbandingan  sistem  Kontrak  Berbasis  Kinerja atau Performance Based Contract (PBC)  dan  Kontrak Tradisional. Kontrak atau perjanjian adalah suatu peristiwa di mana seorang berjanji kepada orang lain atau di mana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu halPerformance Based Contract (PBC) adalah Kontrak yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya untuk mencapai atau mempertahankan suatau kinerja tertentu yang ditetapkan dalam periode waktu tertentu, meliputi pekerjaan desain, konstruksi, dan layanan pemeliharaan yang dilaksanakan secara terintegrasi untuk menjamin pencapaian kenerja seabagaimana yang ditetapkan di dalam spesifikasi kinerja.Kontrak Tradisional adalah dimana owner akan berhubungan dengan beberapa kontraktor untuk menyelesaikan proyek.Dari hasil pembahasan , Berdasarkan matriks SWOT maka dapat disimpulkan bahwa Kontrak Berbasis Kinerja atau Performance Based Contract (PBC) lebih menguntungkan bagi pengguna jasa untuk menentukan perencanaan ,proses menejemen dan metode kerja yang paling efesien.Kontrak Tradisional akan memberikan ancaman bagi owner jika kontruksi yang dilaksanakan mengalami kegagalan kontruksi karena semua masalah kontruksi (baik desain eror atau revisi desain) akan d tanggung oleh owner. 
Desa Tangguh dan Berdaya dalam Menghadapi Covid-19 di Era Kebiasaan Baru Kalsum, Umi; Pambudi, Guruh Setyo; Nur Rozikin, Ahmad Luayyi; Ummah, Nahdlatul; Wibowo, Bayu; Pambudi, Seto Tri; Ridho, Moh.; Hikmatul Haq, Mahayu; Wahab Hasbullah, Abdul Wadud; Al Buchori, Dimas; Syarif, M. Nawas
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i4.8798

Abstract

Virus Covid-19 merujuk pada singkatan dari “Coronavirus Disease 2019″ atau penyakit yang disebabkan oleh virus Corona pada 2019, masih menjadi topik perbincangan yang hangat sejak awal kemunculannya pada bulan Desember 2019 di China. Hampir kurang lebih 215 Negara di Dunia terjangkit virus corona termasuk Indonesia dan memicu keresahan ekonomi secara global. Program KKN-PPM ini bertujuan untuk menjadikan desa tangguh dan berdaya dalam menghadapi Covid-19 di era kebiasaan baru. Melalui bantuan berupa bibit sayuran dan bibit lele dalam upaya mengoptimalkan ketersediaan dan stabilitas ketahanan pangan. Selain itu bantuan untuk pencegahan penularan Covid-19 melalui pembagian hand sanitizer dan masker kain. Diharapkan dari kegiatan ini masyarakat mampu meningkatkan kepedulian, empati, produktifitas, dan kreatifitas dari permasalahan yang sedang dihadapi. Program kegiatan KKN-PPM Tematik ini dibagi menjadi 3 tahap diantaranya: sosialisasi, penyuluhan serta pendampingan dan evaluasi. Dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan pihak desa selaku tuan rumah, dan masyarakat sebagai peserta, sehingga program kerja dari KKN-PPM ini dapat berjalan dan berkelanjutan. Kesimpulan dari kegiatan ini sebagai langkah antisipasi dampak Pandemi Covid-19, di mana harga pangan yang tinggi dapat mempengaruhi kebutuhan pangan masyarakat. Dan masyarakat juga berperan dalam mengurangi potensi penularan Covid-19.
Operationalization of a District-Level Health Emergency Operation Center During the Mount Semeru Eruption: A Field Report Yogadhita, Gde Yulian; Atriana, Dinda; Sutono, Sutono; Pangaribuan, Happy R; Wibowo, Bayu; Setiawati, Hani; Lestari, Sri; Fitriana, Ririn; Ramadhanjaya, Rakhmad; Hermawan, Dody; Oktafianto, Sonny
ASEAN Journal of Disaster Health Management (AJDHM) Vol 2 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ajdhm.v2i1.25548

Abstract

Introduction: Indonesia is highly prone to natural disaster, including volcanic eruptions that often generate sudden public health emergencies requiring rapid coordination and effective management of health resources. The eruption of Mount Semeru in December 2021 caused mass displacement and increased demand for emergency health services in Lumajang District, East Java. Objective: This field report aims to describe the establishment and operationalization of a district-level Health Emergency Operations Center (HEOC) during the acute response to the Mount Semeru eruption. Methods: A descriptive field report design was applied using operational documents, real-time coordination records, and field observations collected during the first ten days of the emergency response. Data were analyzed descriptively to examine coordination mechanisms, information management, volunteer deployment, and logistics monitoring. Results: HEOC activation strengthened command and coordination through routine coordination meetings, centralized health information management, structured volunteer deployment, and integrated logistics monitoring. These mechanisms improved situational awareness, reduced duplication of efforts, and supported timely operational decision-making despite resource constraints. Conclusion: The operationalization of a district-level HEOC enhanced health sector coordination and operational efficiency during the acute response phase. This report provides practical insights into HEOC implementation and highlights its importance for strengthening district-level health emergency preparedness in disaster-prone settings.