Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Vitamin A pada Balita di Desa Tambusai Batang Dui Kabupaten Bengkalis Daeng Ayub; Muhammad Abdul Khalik; Dodi Tri Putra Sitompul; Olfin Trianda; Wilda Shania Sinaga; Ranti Ramadhani; Rabella Ebrilla; Gabriella Dina Patricya; Putri Dwi Ardiana; Khairunnisa Harjono
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.463 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.1723

Abstract

Abstrak Stunting merupakan suatu keadaan kurangnya gizi kronis dalam proses kembang dan tumbuh yang dimulai dari janin. Stunting ditandai dengan anak yang masih dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. Sehingga anak dikatakan terlalu pendek untuk usianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Stunting akan menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya kematian, menurunnya kognitif anak, kemampuan IQ dan rendahnya perkembangan motorik pada anak dan ada pun tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah setelah pemberian PMT, Vitamin A, dan arahan tentang stunting diharapkan keluarga balita desa Tambusai Batang Dui Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis mendapat Pengetahuan seputar stunting pada masa pertumbuhan balita. Kegiatan ini mengguakan metode ceramah dan sesi tanya jawab tentang stunting yang dilakukan di posyandu di Desa Tambusai Batang Dui. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah Ibu balita mendapatkan pengetahuan tentang stunting, sehingga dapat mengurangi populasi stunting. Dalam kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi Ibu balita dan menambah ilmu tentang stunting, ini bisa diketahui melalui sesi tanya jawab dengan ibu balita setelah selesai kegiatan. Kata Kunci: Stunting, Balita, Vitamin A Abstract Stunting is a condition of chronic malnutrition during development and growth emanating from the fetus. Stunting is characteristic of children who remain in the womb until they are two years old. The child is said to be too young for his age and to have delayed thinking. Stunting will be one of the factors leading to increased child mortality, decreased cognitive ability, decreased IQ ability, and decreased motor skills. Hope Families of infants in Thanbusay Batang Dui Village, Bating Sorapang District, Benkali District have learned about infant stunting. This activity adopts a lecture and question-and-answer format on stunting in Poshandu, Tambuxay Batang Dui village. The outcome of this activity is that mothers of young children can gain knowledge about stunting and reduce the stunting population. This activity can provide benefits to mothers of young children and increase their knowledge of stunting. This can be learned through a question and answer session with the infant's mother after the activity. Keywords: Stunting, Toddler, Vitamin A
Pengaruh Kinerja Guru Terhadap Minat Belajar Siswa SMK Labor Binaan FKIP UNRI di Pekanbaru Wilda Shania Sinaga; Hendripides Hendripides; M Yogi Riyantama Isjoni
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 1, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v1i2.5626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja guru terhadap minat belajar siswa SMK Labor Binaan FKIP UNRI di Pekanbaru. Kinerja guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong minat siswa dalam belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan kausal. Pengumpulan data dilakukan melalui angket (kuesioner) yang terdiri dari 40 pertanyaan dan disebarkan kepada 61 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling menurut Suharsimi Arikunto (2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja guru dan minat belajar siswa. Faktor-faktor seperti strategi pengajaran, pendekatan pembelajaran, serta interaksi antara guru dan siswa memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan minat belajar. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana menunjukkan bahwa semakin baik kinerja guru dalam mengajar, semakin tinggi pula minat belajar siswa. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan pihak sekolah dapat mengoptimalkan kualitas kinerja guru melalui pelatihan dan pelatihan yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti lebih lanjut tentang faktor-faktor lain yang mempengaruhi minat belajar siswa.