Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Perubahan PT. PAL Indonesia (Persero) Dalam Menghadapi Lingkungan Strategis Di Era Vuca Jihan Marha; Jefferson Benyamin; Patricia Prajogo; Nanang Hery Soebakgijo; Ferry Kurniawan; Zakaria Zakaria
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.71 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3020

Abstract

AbstrakPerubahan yang terjadi sangat cepat dan dinamis di Era VUCA ini mendorong perlu adanya sistem manajemen yang efektif guna mencapai tujuan perusahaan dan menyelesaikan seluruh tantangan baik internal maupun eksternal. PT PAL Indonesia (Persero) merupakah industri strategis yang memproduksi alat utama sistem pertahanan Indonesia khususnya untuk matra laut juga perlu memiliki strategi-strategi dalam menghadapi lingkungan strategis di Era VUCA. Tujuan penelitian untuk menganalisis bagaimana manajemen perubahan yang dilakukan PT PAL Indonesia (Persero) dalam menghadapi Lingkungan Strategis di Era VUCA. Metode penulisan artikel ilmiah yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data yang berupa Studi Literatur dan Library Research. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Transformasi Industri Maritim 4.0 adalah upaya PT PAL Indonesia dalam merespon tantangan VUCA untuk meningkatkan persaingan bisnis perusahaan. Manajemen SDM PT PAL Indonesia melalui peningkatan core capability dan people competency adalah modal penting dalam mewujudkan Transformasi Industri Maritim 4.0.Kata kunci: Manajemen perubahan, Manajemen SDM, Lingkungan strategis Era VUCA, PT PAL Indonesia. AbstractChanges that occur very quickly and dynamically in the VUCA encourage the need for an effective management system to achieve company goals and solve all challenges that arise internally and externally. PT PAL Indonesia (Persero) as one of the strategic industries that produces the main tools of the Indonesian defense system, especially for the marine dimension, also needs to have strategies in dealing with the strategic environment in the VUCA. This study aims to analyze how change management is conducted by PT PAL Indonesia (Persero) in dealing with the Strategic Environment in the VUCA. This study used qualitative research methods and data collection techniques in the form of Literature Studies and Library Research. The results of the study revealed that the Maritime Industry Transformation 4.0 is a measure taken by PT PAL Indonesia to respond VUCA's challenges in order to increase the company's business competition. Further discovery highlighted that PT PAL Indonesia's HR management in increasing core capability and people competency is an important capital to objectify Maritime Industry Transformation 4.0.Keywords: Change management, HR management, VUCA’s Strategic environment, PT PAL Indonesia.
Peran Komite Kebijakan Industri Pertahanan Untuk Mewujudkan Kemandirian Industri Pertahanan Melalui Tank Boat Antasena Guna Mendukung Pertahanan Negara Zakaria Zakaria; Suprapto Suprapto; Lukman Yudho P
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3870

Abstract

AbstrakPembangunan Industri Pertahanan merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kepentingan nasional yang diwujud-nyatakan dalam berbagai bentuk regulasi sampai dengan implementasinya, yang pada akhirnya bermuara kepada kedaulatan dan kemandirian sebuah bangsa. Untuk membangun kekuatan pertahanan yang mandiri tentunya perlu ditopang oleh Industri Pertahanan yang kuat dan mandiri. Pemberdayaan dan penguatan Industri Pertahanan nasional tidak hanya diarahkan pada kemandirian pemenuhan kebutuhan Alutsista saja, namun juga pada tujuan pertumbuhan ekonomi nasional dengan pemanfaatan semaksimal mungkin seluruh potensi bangsa, baik sumber material, tenaga manusia, kapasitas produksi, hingga penguasaan teknologi. Peningkatan kemampuan Industri Pertahanan dalam negeri akan mendorong kemandirian negara untuk memenuhi kebutuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang dibutuhkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk melakukan tugas pokok dan fungsinya. Industri Pertahanan yang dapat memenuhi kebutuhan akan mengurangi ketergantungan Indonesia akan alutsista hasil impor dari luar negeri. Namun dalam realisasinya, Indonesia menemui sejumlah permasalahan yang perlu diatasi. Dalam penelitian ini, sumber data   didapatkan melalui beragam sumber, meliputi buku, jurnal, dan berita di internet. Hasil penelitian artikel ini menunjukkan KKIP memilliki peran penting untuk menghasilkan berbagai produk pertahanan dari industri pertahanan Indonesia. Meskipun belum mencapai kategori sempurna, perlahan tapi pasti, Indonesia mampu menghasilkan produk-produk pertahanan, dalam rangka menjaga pertahanan negara secara komprehensif.  Bagi Indonesia dan negara-negara kepulauan, atau negara yang memiliki pantai, Tank Boat Antasena sangat tepat untuk digunakan. Hal ini disebabkan karena dapat berjalan di darat maupun di laut  sehingga dengan pengembangan Baru Tank Boat Antasena ini Industri Pertahanan Indonesia mampu bersaing dengan negara di dunia.Kata Kunci: Industri Pertahanan, KKIP, Tank Boat Antasena AbstractThe development of the Defense Industry is an important part in maintaining the national interest which is manifested in various forms of regulation up to its implementation, which ultimately leads to the sovereignty and independence of a nation. To build an independent defense force, of course, it needs to be supported by a strong and independent Defense Industry. Empowerment and strengthening of the national Defense Industry is not only directed at the independence of meeting the needs of defense equipment, but also at the goal of national economic growth by utilizing as much as possible the entire potential of the nation, both material resources, human power, production capacity, to mastery of technology. Improving the capability of the domestic Defense Industry will encourage the independence of the country to meet the needs of the Main Weapon System Equipment (Alutsista) needed by the Indonesian National Armed Forces (TNI) to carry out its main tasks and functions. The Defense Industry that can meet the needs will reduce Indonesia's dependence on imported defense equipment from abroad. However, in practice, Indonesia encounters a number of problems that need to be addressed. In this study, data sources were obtained through various sources, including books, journals, and news on the internet. The results of this article show that KKIP has an important role in producing various defense products from the Indonesian defense industry. Although it has not yet reached the perfect category, slowly but surely, Indonesia is able to produce defense products, in order to maintain comprehensive national defense. For Indonesia and other archipelagic countries, or countries that have beaches, Antasena's Tank Boat is very appropriate to use. This is because it can run on land or at sea so that with the development of the new Antasena Tank Boat, the Indonesian Defense Industry is able to compete with countries in the world.Keywords: Defense Industry, KKIP, Antasena Tank Boat
Strategi Bekal dan Angkutan Daerah Militer (Bekjangdam) Jaya Dalam Pendistribusian Logistik Untuk Penanggulangan Bencana Banjir di Wilayah Jakarta Tahun 2020-2025 Zakaria Zakaria; Hipdizah Hipdizah; Novky Asmoro
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8074

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi Pembekalan dan Angkutan Kodam (Bekangdam) Jaya dalam pendistribusian logistik untuk penanggulangan bencana banjir di wilayah Jakarta periode 2020–2025. Penanggulangan banjir memerlukan distribusi logistik yang cepat, tepat, dan terkoordinasi karena dampaknya bersifat sistemik terhadap aktivitas pemerintahan dan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bekangdam Jaya memiliki kapabilitas logistik yang kuat, meliputi armada angkut, perahu karet, dapur lapangan, dan personel terlatih. Namun, efektivitas distribusi masih menghadapi kendala koordinasi antar-lembaga, akurasi data kebutuhan yang dinamis, serta keterbatasan akses wilayah terdampak. Optimalisasi strategi distribusi logistik memerlukan penguatan interoperabilitas sipil-militer, integrasi sistem informasi real-time, dan desentralisasi logistik melalui penempatan awal pada wilayah rawan banjir.