Caesar Andre Kuistono
Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Pembagian Berimbang Terhadap Pembagian Waris Wajibah Dalam Perkawinan Beda Agama Imelda Martinelli; Caesar Andre Kuistono; Evelyn Natasha; Benedictus Ardy Darmawan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5636

Abstract

Abstrak Undang-Undang Perkawinan tidak melarang adanya perbedaan agama, namun menurut ketentuan agama serta SEMA No.2 Tahun 2023, perkawinan beda agama tidak lagi dianggap sebagai suatu perkawinan yang sah sehingga akan mempengaruhi kedudukan anak. Hal ini akan mempengaruhi pembagian waris terhadap sang anak, anak yang berbeda agama dari orang tuanya yang beragama islam, tidak dianggap sebagai ahli waris, namun menurut Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam, anak maupun orang tua yang berbeda agama dari Almarhum, dapat menerima warisan melalui wasiat wajibah, hal ini diperkuat dengan adanya putusan yang mendukung seperti putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2185/Pdt.G/2019/PA.JU. Kata Kunci: Anak, Waris, Wasiat Abstract The Marriage Law does not prohibit interfaith marriages, but according to religious provisions and SEMA No. 2 of 2023, interfaith marriages are no longer considered valid marriages, thus affecting the legal status of the child. This will also impact the inheritance rights of the child. A child of a different faith from their Islam-believing parents is not recognized as an heir. However, according to Article 209 of the Compilation of Islamic Law, a child or parent of a different faith from the deceased can receive inheritance through a compulsory will. This is reinforced by supporting decisions such as the Supreme Court of the Republic of Indonesia Decision Number 2185/Pdt.G/2019/PA.JU.. Keywords: Children, Heirs, Wills
Analisis Konsep 3R Terhadap Pengelolaan Sampah di Jakarta Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku Sherryl Naomi Wong; Clarissa Mayella Chandra; Shavira Ardita; Stanley Muljadi Art; Caesar Andre Kuistono
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4222

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kembali penerapan konsep 3R di Jakarta berdasarkan peraturan yang berlaku. Sebagai negara berkembang yang sedang mengalami proses industrialisasi besar-besaran, Indonesia juga menimbulkan sebuah kekhawatiran di balik perkembangan tersebut. Dimana, kekhawatiran ini ternyata menjadi kenyataan dan berdampak pada permasalahan-permasalahan yang terjadi saat ini. Dalam penerapannya kita harus memikirkan efek dari berkembangnya perindustrian itu sendiri. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya perindustrian, salah satu permasalahan yang mulai terjadi di berbagai daerah yaitu mulai terjadinya peningkatan volume sampah yang jika dilihat isu ini terus meningkat sepanjang tahun ke tahun. Isu ini menjadi penting karena beberapa sampah tidak mudah terurai , dan membuat pencemaran tanah serta mengurangi kesuburan tanah. Salah satu jenis sampah yang menghambat kesuburan tanah yaitu sampah plastik , hal ini dikarenakan sampah plastik butuh waktu yang lama dan sulit terurai oleh organisme didalam tanah . Sehingga diperlukan pengelolaan sampah sebagai salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan menerapkan konsep 3R yaitu Reuse, Reduce, Recycle. Di dalam konsep ini diharapkan masyarakat dapat mengolah kembali limbah plastik agar menjadi barang yang dapat dipakai kembali. Konsep ini juga diatur dalam aturan perundang-undangan yang akan dibahas lebih lanjut di dalam artikel ini. Kata Kunci: Analisis, Konsep Reuse, Reduce, Recycle (3R), Peraturan Undang-undang, Jakarta Abstract This study aims to review the application of the 3R concept in Jakarta based on applicable regulations. As a developing country that is undergoing a massive industrialization process, Indonesia also raises a concern behind this development. However, this concern turned out to be a reality and emerged into the problems that occur today. In its application we must think about the impact of the development of the industry itself. As time goes by and the increase in industry, one of the problems that began to occur in various regions is the increase in the volume of waste, where this issue continues to increase from year to year. This issue is important because some waste is not easily decomposed, and pollutes the soil and reduces soil fertility. One type of waste that inhibits soil fertility is plastic waste. This because plastic waste takes a long time and is difficult to decompose by organisms in the soil. So waste management is needed. One way to reduce plastic waste is to apply the 3R concept Reuse, Reduce, Recycle. In this concept, it is hoped that the community can reprocess plastic waste so that it becomes reusable goods. This concept is also regulated in laws and regulations which will be discussed further in this article. Keywords: Analysis, Reuse, Reduce, Recycle (3R) Concepts, Laws and Regulations, Jakarta