Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PARENTING CLASS : OPTIMALISASI PERAN KELUARGA DALAM PEMENUHAN NUTRISI PADA ANAK Diana Dayaningsih; Erni Suprapti; Lia Puji Lestari; Novia Ariani; Priyono; Tri Suryani; Winda Sri A
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 1 No. 2 (2019): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.057 KB)

Abstract

Anak Bawah Lima Tahun (balita) adalah anak yang telah menginjak usia diatas satu tahun atau biasa digunakan perhitungan bulan yaitu 12 – 59 bulan. Usia balita sebagai usia yang rentan terhadap berbagai serangan penyakit, termasuk penyakit yang disebabkan oleh kekurangan atau kelebihan asupan nutrisi jenis tertentu. Gizi kurang dapat dilihat sebagai suatu proses kurang makan yang terjadi pada balita ketika kebutuhan normal terhadap satu atau beberapa nutrien tidak terpenuhi atau nutrien-nutrien tersebut hilang dengan jumlah yang lebih besar daripada yang didapat. Pola pengasuhan yang berkontribusi dalam status gizi anak salah satunya adalah keterjaminan makanan. Pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh peran ibu untuk mengasuh dan mendidik anak agar tumbuh dan berkembang menjadi anak yang berkualitas. Berdasarkan hasil pengkajian awal di wilayah RW IX Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang yang merupakan wilayah binaan Puskesmas Rowosari terdapat 64 balita yang terdaftar di Posyandu, terdapat 1 balita yang beresiko tinggi mengalami gizi kurang (bawah garis merah) serta pengetahuan Ibu dalam masalah nutrisi masih kurang. Tim Pengabdian Masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro mengadakaan kegiatan Parenting Class untuk mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan nutrisi balita melalui pendekatan keluarga.
PENYULUHAN BERMAIN TERAPEUTIK PADA ANAK DI RUMAH PADA MASA PANDEMI COVID – 19 DI WILAYAH RT 07 RW III KELURAHAN NGIJO KECAMATAN GUNUNG PATI SEMARANG Erni Suprapti; Diana Dayaningsih; Afifah Kurniawati; Afifah Muslim; Afriza Prima S; Abu Kholid; Ayatulloh Boy Adam
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 3 No. 1 (2021): Juni : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.703 KB) | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v3i1.38

Abstract

Pandemi covid-19 memaksa anak-anak untuk stay di rumah untuk menghindari penularan. Hal ini membuat anak menjadi bosan dan jenuh yang berakibat stress pada anak. Orang tua memiliki peranan penting dalam mendampingi anak-anak selama di rumah. Peran orang tua di masa Covid-19 adalah sebagai pembimbing, pendidik, penjaga, pengembang, dan pengawas bagi anak-anak. Peran yang selama ini dilaksanakan di satuan pendidikan beralih fungsi di satuan keluarga. Salah satu peran khusus yang harus dilakukan orang tua adalah bermain bersama anak. Bermain merupakan kebutuhan dasar anak dan menjadi momen yang penting bagi perkembangan anak. Bermain terapeutik bertujuan untuk meningkatkan kesehatan emosi pada anak. Melalui bermain terapuetik seorang anak dapat mengekspresikan perasaan emosi dan membantu anak mengurangi ketakutannya. Peran orang tua menjadi lebih besar dalam mendampingi anak bermain selama di rumah. Perawat anak memiliki tanggung jawab dalam mempersiapkan orang tua mendampingi anak secara maksimal untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tim pengabdian masyarakat Akper Kesdam IV/Diponegoro berupaya untuk memberikan edukasi tentang bermain therapeutik pada anak selama masa pandemi covid-19 yang sasarannya adalah ibu-ibu yang mempunyai anak Balita. Hal ini dilakukan berdasarkan Analisa munculnya permasalahan pada anak-anak yang merasa bosan dan jenuh dan berakibat stress pada anak dan kebingungan ibu dalam memberikan permainan yang tepat untuk anak selama masa pandemi covid ini. Edukasi yang diberikan melalui penyuluhan dengan memberikan pengetahuan tentang permainan yang dapat diberikan kepada anak selama masa pandemi covid-19. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak terkait sehingga pelaksanaan penyuluhan berjalan dengan lancar. Dikarenakan masa pandemic covid-19, dimana tidak diperbolehkan untuk berkumpul dengan jumlah orang yang banyak, maka penyuluhan diberikan lewat zoom meeting. Hasil dari penyuluhan ini ibu-ibu merasa puas dan senang mendapatkan pengetahuan tentang bermain therapeutik untuk anak selama masa pandemic covid-19 dan semuanya mempraktekkan ilmu pengetahuan yang sudah diberikan. Anak-anak juga merasa senang dan stress pada anak berkurang.
OPTIMALISASI PERAN KADER POSYANDU LANSIA SEBAGAI AGEN PEMBAHARU BAGI LANSIA DI RW 03 DUSUN KRASAK KELURAHAN ROWOSARI KECAMATAN TEMBALANG Diana Dayaningsih; Erni Suprapti; Oktasari Widiya AS; Peni Ika K; Rahmad Yuliyanto; Sonia Ambar W; Tantri Suryani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 2 No. 2 (2020): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.683 KB) | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v2i2.41

Abstract

Posyandu lansia merupakan pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka dapat memperoleh pelayanan kesehatan. Tujuan umum dibentuknya Posyandu lansia secara garis besar untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan usia lanjut agar mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan keberadaannya. Agar posyandu berjalan dengan baik maka perlu dukungan dari kader, kader diharapkan bisa menjadi agent of change. Peran kader sebagai agent of change, dalam upaya pembangunan dapat diwujudkan dengan memberikan dukungan berupa berbagi pelayanan yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pengukuran tekanan darah, pengisian KMS (Kartu Menuju Sehat) memberikan penyuluhan atau penyebarluasan informasi kesehatan, menggerakkan serta mengajak usia lanjut untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan posyandu lansia karena itulah kader dituntut untuk memiliki kemampuan membina, menuntun serta didukung oleh keterampilan dan berpengalaman.
Revitalisasi Posyandu Balita Nusa Indah dalam upaya peningkatan pengetahuan kader tentang gizi Balita di RW 5 Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang Erni Suprapti; Diana Dayaningsih; Febri Santosa; Mimin Indah Lestari; Kistia Rita Santi; Muhammad Ivan savero; Ovi Berly W
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 2 No. 2 (2020): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.119 KB) | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v2i2.43

Abstract

Balita adalah masa yang membutuhkan perhatian ekstra baik bagi orang tua maupun bagi kesehatan. Perhatian harus diberikan pada pertumbuhan atau perkembangan, status gizi sampai pada kebutuhan akan imunisasi. Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua, perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini bersifat irreversibel atau tidak bisa pulih kembali (Marimbi, 2010). Gizi kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurngan atau ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, aktivitas berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. Kurang gizi masih merupakan permasalahan serius bagi anak-anak di Indonesia tidak terkecuali anak yang berasal dari perkotaan. Hampir seluruh daerah di Indonesia melaporkan adanya kasus gizi kurang bahkan gizi buruk di wilayahnya. Masyarakat RW 5 kelurahan Rowosari kecamatan Tembalang kota Semarang merupakan Sebagian besar ibu rumah tangga memiliki anak yang berusia antara bayi hingga remaja. Dari 90 balita yang ada di RW 5 Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang Semarang Kota, 7 balita beresiko tinggi mengalami gizi kurang. Berdasarkan data bulan November 2019, 7 balita tersebut mengalami penurunan berat atau berat badan yang menetap tiap bulannya. Sebanyak 14% ibu balita di RW 5 tidak mengetahui makanan sehat untuk balita di atas tiga tahun. Sebanyak 17% ibu balita membiarkan anaknya jika tidak mau makan.Kader Posyandu tidak pernah memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu yang mempunyai balita yang pengalami penurunan Berat Badan maupun Balita yang masuk dalam kategori status gizi kurang.Berdasarkan permasalahan serta peluang yang telah dijelaskan diatas, TIM Pengabdian masyarakat ingin melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Revitalisasi Posyandu Balita Nusa Indah dalam upaya peningkatan pengetahuan kader tentang gisi Balita , dengan tujuan mengoptimalkan peran kader dalam upaya meningkatkan pengetahuan tentang gizi Balita di Posyandu Nusa Indah RW 5 Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang
PENYULUHAN TENTANG JENIS KECELAKAAN PADA ANAK DAN CARA PENCEGAHANNYA Erni Suprapti; Diana Dayaningsih; Adinda Putri Azzahra; Agung Widodo W; Mutiara Sukma; Salbila; Ajeng Andina
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SISTHANA Vol. 4 No. 1 (2022): Juni : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.382 KB) | DOI: 10.55606/pkmsisthana.v4i1.57

Abstract

Toddler ialah anak yang berusia 12 – 36 bulan atau 1 – 3 tahun. Toddler berisiko tinggi mengalami kecelakaan yang dapat mengakibatkan kondisi yang fatal yaitu kematian. Penyebab cedera yang sering terjadi yaitu jatuh, kecelakaan sepeda motor, tranportasi darat, terluka karena benda tumpul/tajam, kejatuhan, terbakar dan gigitan hewan. Factor lingkungan yang tidak aman merupakan factor yang paling berperan dalam kejadian cedera pada anak-anak dan disusul oleh factor pengawasan orang tua yang masih rendah serta pengetahuan orang tua tentang pemahaman jenis-jenis kecelakaan yang dapat terjadi pada toddler serta pentingnya pencegahan terhadap bahaya yang dapat terjadi pada toddler. Banyak orang tua yang bersikap terlalu membiarkan anaknya yang akan berdampak pada keamanan dan keselamatan hidup anak tersebut. Orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang pencegahan terhadap bahaya kecelakaan pada anak sehingga orang tua akan bersikap dan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. Studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah RW 01 Kelurahan Meteseh Kecamatan Tembalang Kota Semarang, diketahui banyak anak toddler yang mengalami kecelakaan seperti tertusuk jarum, jatuh, tersedak dan mengalami luka bakar. Dari 5 orang ibu yang memiliki anak usia toddler mengatakan bahwa anaknya pernah mengalami kecelakaan seperti terjatuh, tersedak , terpeleset , tertusuk jarum, terbakar. Saat ditanya apakah ibu mengetahui upaya apa yang dilakukan untuk mencegah kecelakaan yang terjadi pada anaknnya, semua ibu mengatakan tidak mengetahui dan belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang pencegahan kecelakaan tersebut. Berdasarkan permasalahan serta peluang tersebut, TIM pengabmas Akper Kesdam IV/Diponegoro ingin melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan penyuluhan tentang Jenis kecelakaan pada anak usia toddler dan pencegahannya. Tujuan kegiatan ini agar ibu-ibu yang mempunyai anak usia toddler dapat memahami tentang jenis-jenis kecelakaan yang dapat terjadi pada anak dan cara pencegahannya. Edukasi yang diberikan melalui penyuluhan dengan memberikan pengetahuan tentang jenis-jenis kecelakaan dan pencegahannya pada anak usia toddler. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak terkait sehingga pelaksanaan penyuluhan berjalan dengan lancar. Dikarenakan masa pandemic covid-19, dimana tidak diperbolehkan untuk berkumpul dengan jumlah orang yang banyak, maka penyuluhan diberikan lewat zoom meeting. Hasil dari penyuluhan ini ibu-ibu merasa puas dan senang mendapatkan pengetahuan tentang jenis-jenis kecelakaan dan pencegahannya pada anak usia toddler dan semuanya akan mempraktekkan ilmu pengetahuan yang sudah diberikan.
Pengaruh Terapi Inhalasi Sederhana Untuk Meningkatkan Bersihan Jalan Napas pada Anak Dengan ISPA di Wilayah Puskesmas Bugangan Kota Semarang Erni Suprapti; Yuni Astuti; Tuti Anggarawati
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Imu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v2i3.3151

Abstract

ARI is an acute respiratory disease characterized by signs of cough, runny nose, hoarseness, fever and discharge of mucus or mucus that lasts up to 14 days. The impact of ARI begins with the interaction of the virus with the body, viral irritation that causes damage to the structure of the lining of the respiratory tract which results in increased activity of the mucus glands in the walls of the respiratory tract, resulting in the release of mucosal fluid that exceeds normal and the problem that arises is ineffective airway clearance. The application of simple inhalation using eucalyptus oil can improve airway clearance in ARI patients. The purpose of this study was to analyze the effect of simple inhalation on improving airway clearance in children with ARI. The research method is experimental with a pre-post test design. The study was conducted by assessing airway clearance before and after simple inhalation therapy. The sample size in the study was 30 respondents determined by purposive sampling. The results of the study to be achieved in the form of a textbook integrated with the learning outcomes of the Pediatric Nursing course, HAKI, and national publications. The TKT target of this study is at level 2. The results of this study indicate that there is an effect of simple steam inhalation in improving airway clearance in children with ARI with a p value of 0.000. The conclusion of this study shows that simple steam inhalation can improve airway clearance in children with ARI. The suggestion of this study can be used as a guide for mothers at home who have children who experience ineffective airway clearance due to ARI.
Penyuluhan Kesehatan Peduli Dan Waspada Terhadap Stroke Dengan Perilaku Cerdik Melalui Pendekatan Keluarga Diana Dayaningsih; Erni Suprapti; Afrilia Frinda Parwati; Anggita Dwi Rahmawati; Annisa Amalia; Krido Aromanis Setia Pamungkas; Anugrah Tegar Laksono
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): April : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v2i2.1443

Abstract

Stroke is the number one cause of disability and the number three cause of death in the world after heart disease and cancer in both developed and developing countries. The burden due to stroke is mainly caused by disability (public health problem) which also creates a high cost burden for both sufferers, families, society and the state. In Indonesia, according to Riskesdas in 2017, stroke is also the highest cause of death in all age groups with a proportion of 15.4%, while in the 55 - 64 year age group it reaches 26.8% in both urban and rural areas and the youngest stroke cases are found in the 18 - 24 years old. The prevalence of stroke in Indonesia is 8.3 per 1000 population and those diagnosed by health workers are 6 per 1000 population. One promotive effort to control stroke is to provide health education through a family approach, inviting families to be more concerned and alert about stroke. Community Service Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang is a form of one part of the Tri Dharma of Higher Education which seeks to provide benefits to public health through activities, especially in controlling stroke in the community. This Community Service takes the title "Care and Be Aware of Stroke with Smart Behavior Through a Family Approach" by delivering education to the community in the Semarang area through zoom meeting media. Activities can run well, without significant obstacles. The community, especially families, enthusiastically participated in the activity until it was finished
Pengaruh Terapi Brain Gym terhadap Peningkatan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Prasekolah di Wilayah Puskesmas Gunungpati Kota Semarang Erni Suprapti; Yuni Astuti
International Journal of Medicine and Health Vol. 2 No. 3 (2023): September : International Journal of Medicine and Health (IJMH)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijmh.v2i3.3011

Abstract

Children are an invaluable national asset. Children are part of the young population who need to be cared for, so that they can grow and develop optimally according to their potential. Motor development is an element of maturity in controlling body movements and the brain as the center of movement. Children's motor development can be assessed using the KPSP (Pre-Developmental Screening Questionnaire) which is an early detection instrument in the development of children aged 0 to 6 years. Gross motor skills are physical movements that require balance and coordination between body parts using the large muscles of some or all of the body parts. Gross motor development needs to be stimulated so that children can develop optimally. The aim of this research is to determine the effect of Brain Gym therapy on the gross motor development of preschool children. The design of this research is to use a Quasy experiment with a one group pre test-post test design. pre – post test. The total sample was 16 respondents with a purposive sampling model. The results of this research show that there is an effect of Brain Gym therapy on increasing gross motor development in preschool children with a p value of 0.001. The conclusion of this research is that there is an increase in gross motor development after implementing Brain Gym therapy in preschool children. Parents are advised to carry out this brain gym therapy at home to further optimize their child's development, especially gross motor development.
Penerapan Terapi Bermain Mewarnai Gambar Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi Di RS TK.II.04.05.01 Dr.Soedjono Magelang Erni Suprapti; Yuni Astuti
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 1 No. 4 (2023): October : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v1i4.208

Abstract

Children are the younger generation who have an important role in maintaining and continuing the ideals of the nation. Several cases of serious health complaints experienced by children require more than just outpatient treatment. If a child is hospitalized, then the child will easily experience a crisis because the child experiences anxiety due to the changes he is experiencing. Children need media that can overcome anxiety due to hospitalization and be able to work with health workers while in treatment. One of the media so that children can overcome anxiety is the skill of playing coloring pictures. Intervention play therapy coloring pictures is done 15-20 minutes every day for 2 days in a row. The level of anxiety before being given play therapy coloring pictures in subject I was 11 (severe anxiety) and subject II was 6 (moderate anxiety). The level of anxiety after being given play therapy coloring pictures in subject I is a score of 9 (moderate anxiety) and subject II a score of 4 (mild anxiety). The conclusion from the discussion of this case study is that there is a decrease in anxiety levels after the application of coloring pictures play therapy in preschool-aged children.
IBM Edukasi Manajemen Laktasi Untuk Menyukseskan Program ASI Eksklusif Pada Ibu Menyusui Yuni Astuti; Tuti Anggarawati; Erni Suprapti
Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat. Vol. 3 No. 1 (2025): February: Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/natural.v3i1.971

Abstract

Lactation management is an effort to help mothers achieve success in breastfeeding. This effort takes place from the pregnancy period, delivery, and the breastfeeding period until the child is 2 (two) years old. The practice of breastfeeding can also be carried out by breastfeeding from various backgrounds. However, not all mothers have the full time and opportunity to breastfeed their babies directly, including worker. Increased knowledge is needed to strengthen awareness in increasing knowledge and behavior in lactation management and exclusive breastfeeding. One of the efforts made is the transfer of knowledge regarding lactation management and exclusive breastfeeding. The result of this activity is that there is an increase in understanding about lactation management and exclusive breastfeeding after education.