Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Teknika

PENEMPATAN TRANSFORMATOR GUNA PERBAIKAN PENYALURAN DAYA LISTRIK PADA JARINGAN DISTRIBUSI KAB. KARANGANYAR Maju Binoto; Slamet Pambudi; Budi Nugroho
Teknika Vol 6 No 4 (2020): September 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.052 KB)

Abstract

Sistem distribusi adalah sistem tenaga listrik yang menyalurkan energi  listrik dari pembangkit sampai ke konsumen dalam skala tegangan menengah sampai  dengan  tegangan  rendah.  Penyaluran  energi  listrik  biasanya diperlukan  jarak  yang  cukup  jauh  dari  GI  (Gardu  Induk)  untuk  sampai  pada konsumen atau pelanggan, ditambah dengan dalam penyalurannya diperlukan arus yang  cukup  besar. Hal ini mengakibatkan adanya regulasi  tegangan  yang  cukup  besar sepanjang  saluran  sampai  menuju  konsumen.  Pada  kenyataannya  terdapat transformator distribusi yang jaraknya cukup jauh dari GI sehingga terjadi  penurunan  tegangan  (drop  voltage)  yang  sampai  pada  sisi  primer transformator  distribusi  lebih  dari  yang  diijinkan.  Oleh  karena itu,  maka  diperlukan penataan  ulang dengan mengatur penempatan transformator dari  segi  panjang  saluran  sistem  distribusi  primer  agar kinerja transformator menjadi lebih baik. Penelitian ini akan membahas pengaruh panjang  saluran  distribusi  primer terhadap jatuh tegangan dan rugi-rugi daya yang dimulai dari GI Palur sampai pada transformator distribusi pada kawasan PT. PLN UPJ Palur, Karanganyar. Apabila jatuh tegangan pada saluran distribusi primer lebih dari batas toleransi, maka akan dilakukan analisa kembali penempatannya, sehingga kinerja transformator distribusi tersebut menjadi lebih baik. Hasil analisa data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pada transformator distribusi yang besar tegangan jatuh pada sisi saluran distribusi primernya lebih dari 5%, maka panjang saluran yang dirubah adalah pada sisi yang terjauh dari pelanggan. Pengaruh penambahan transformator meningkatkan daya listrik rata-rata sebesar 23,155 %. Dengan demikian, efisiensi daya listrik meningkat rata-rata sebesar 3,5 %.
KEMAMPUAN KERJA RELAI ARUS LEBIH TERHADAP BEBAN LEBIH PADA SISTEM KETENAGALISTRIKAN PADA GARDU INDUK KABUPTEN KARANGANYAR Maju Binoto; Pius Sriwinarno; Fariyono Fariyono
Teknika Vol 6 No 3 (2020): March 2020
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.644 KB)

Abstract

Kualitas listrik yang jelek menjadi masalah yang sangat penting sekali di berbagai bidang antara lain :industri, perhoelaan, perkantoran dn lain-lain. Oleh karena listrik bisa dikatakan sebagai salah satu kebutuhan utama bagi penunjang dan pemenuhan kebutuhan hidup para pelangan listrik. Penyediaan energi yang handal dan berkualitas bagus tidak lepas dari adanya kualitas suatu sistem tenaga listrik. Adanya gangguan yang terjadi pada transformator dapat menghambat proses penyaluran energi listrik ke konsumen.Oleh karena itu, sistem proteksi yang handal sangat dibutuhkan untuk melindungi transformator dari gangguan. Relai arus lebih SPAJ 140C merupakan salah satu relai proteksi cadangan yang digunakan oleh pihak PLN untuk menjaga transformator 150/20 kV (30 MVA) yangada di gardu induk Palur Kabupaten Karanganyar dari gangguan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kerja relai arus lebih SPAJ 140C sebagai relai cadangan dalam melindungi transformator.Penelitian ini memberikan hasil bahwa dengan besar gangguan beban lebih 41 MW dan arus lebih yang mengalir pada transformator sebesar 175.593 A, rely SPAJ 140C dapat bekerja dalam waktu 21,11 detik. Nilai arus gangguan yang mengalir pada transformator tersebut merupakan nilai yang sangat kecil, maka relay SPAJ 140C pun bekerja dalam waktu yang lama. ABSTRACT The poor quality of electricity is a very important problem in various fields, including: industry, hospitality, offices and others. Therefore, electricity can be said to be one of the main needs for supporting and fulfilling the needs of electricity customers. The supply of reliable and good quality energy cannot be separated from the quality of an electric power system. Any disturbance that occurs in the transformer can hinder the process of distributing electrical energy to consumers. Therefore, a reliable protection system is needed to protect the transformer from interference. The SPAJ 140C overcurrent relay is one of the backup protection relays used by PLN to protect the 150/20 kV (30 MVA) transformer at the Palur substation in Karanganyar Regency from interference. The purpose of this study was to determine the working ability of the SPAJ overcurrent relay. 140C as a backup relay in protecting the transformer. This research gives the result that with a large disturbance of 41 MW overload and 175,593 A overcurrent flowing in the transformer, Rely SPAJ 140C can work in 21.11 seconds. The value of the fault current flowing in the transformer is a very small value, so the SPAJ 140C relay also works for a long time.
PERENCANAAN RANGKAIAN PENGEREMAN DINAMIK PADA MOTOR ARUS BOLAK BALIK INDUKSI 3 PHASE 1 ARAH PUTARAN DENGAN MENGGUNAKAN TIME DELAY RELAY Maju Binoto; Afif Hidayatullah
Teknika Vol 7 No 4 (2022): October 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v7i4.215

Abstract

Motor induksi 3 phasa disebut juga motor asinkron atau disebut juga mesin tak seremapak. Motor induksi digunakan untuk merubah energi listrik menjadi energi gerak atau putar, motor induksi 3 phasa banyak dipakai pada industri keci sampai dengan industri besar yang dipakai sebagai pengerak untuk produksi di industri-industri. Untuk mendapatkan efisensi yang bagus maka diperlukan cara pemakaain dan pengendalian motor sangat penting sekali. Masih banyak industri kecil dan industri menengah untuk menjalankan dan mematikan motor tanpa pengereman. pada saat tombol start ditekan maka kontaktor 1 aktif dan kontaktor 2 aktif sehingga motor berputar, Saat kontaktor 2 aktif diikuti timer membaca waktu selama 6 detik. Setelah timer selesai membaca waktu kontaktor 1 tetap aktif sedangkan kontaktor 2 off dan motor tidak langsung mati  tetapi pada rotornya masih berputar sampai menunggu waktu selama 28 detik agar motor benar-benar mati. Hal ini dikarenakan pada motor tidak dihasilkan kopel untuk menghentikan motor. Dengan menggunakan Sistem pengereman secara otomatis dengan TDR. Dalam penelitian ini menggunakan 3 buah kontaktor yaitu kontaktor 1 sebagai stand by, kontaktor 2 digunakan untuk menggerakan motor induksi sedangkan kontor 3 digunakan sebagai pengereman motor. Pada saat tombol start ditekan maka kontaktor 1 aktif, kontarktor 2 aktif dan motor berputar, sedangkan kontaktor 3 tidak aktif. Saat kontaktor 2 aktif maka motor berputar dan diikuti timer bekerja membaca waktu selama 6 detik. Setelah selesai timer membaca waktu sebesar 6 detik maka kontaktor 1 aktif, kontaktor 2 mati dan kontaktor 3 aktif dan mematikan motor dengan waktu 0,85 detik. Hal ini disebabkan dengan menggunakan pengereman diode bridge maka timbul suatu kopel rem. Dan kopel rem ini akan bekerja untuk menghentikan energi kinetis yang dihasilkan pada motor. Dengan memakai pengereman ada pengiritan waktu sebesar yaitu 28 detik – 0,85 detik = 27,15 detik. Sedangkan penggunaan TDR untuk mengantikan kerja secara manual yaitu menekan tombol OFF dengan cara otomatis tanpa menekan tombol OFF. Pertama kali TDR disetting waktu selama 6 detik dimana motor akan kontaktor 2 mati sedangkan kontaktor 3 aktif tanpa harus menekan saklar OFF. Pada penelitian ini untuk mematikan motor maka memamfaatkan arus searah dari diode bridge.
ANALISIS RUGI DAYA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI SAAT PEMBEBANAN BERDASARKAN POLA DISEMASI JALA-JALA VOLTASE MADYA 20 KV MENGENAI KUALITAS LISTRIK KOTA SOLO Maju Binoto; Fariyono Fariyono; Emanuel Budi Raharjo
Teknika Vol 8 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v8i1.222

Abstract

Kota Solo saat ini perkembangannya sangat pesat dimana banyak bermunculan perhotelan, pertokoan serta perkantoran. Penghasilan masyarakat kota Solo setiap tahun  meningkat sehingga pemakaian energi listrik  juga semakin bertambah banyak. Letak pusat pembangkit tenaga listrik kepada konsumen jaraknya sangat jauh. Untuk menyalurkan energi listrik dari pusat pembangkit tenaga listrik ke konsumen terlebih dahulu menaikan tegangan dengan trafo step up kemudian ditransnisikan ke pusat-pusat beban listrik. Digardu induk tegangan diturunkan menggunkan trafo step down.  Setelah tegangan energi listrik diturunkan pada gardu induk kemudian didistribusikan melalui trafo distribusi agar sampai kepada konsumen listrik. Selama penyaluran listrik dari pusat pembangkit tenaga listrik ke pelanggan listrik akan terjadi pengurangan muatan listrik. Faktor terjadi berkurangnya kapasitas tenaga listrik disebabkan ada sejumlah unsur seperti jarak penyaluran dari pusat pembangkit ke konsumen sangat jauh, ketaksimetrisan muatan listrik menyebabkan penghantar menghasilkan temperatur tinggi. Tujuan dari penelitian ini memanisfestasikan turun daya listrik di kota Solo dibawah 10 % supaya energi listrik dapat dinikmati oleh warga kota Solo. Model yang digunakan dalam penelitian ini berupa  model perhitungan rugi daya dan hasil pada jaringan distribusi dengan memakai struktur kurva daya dan dikaitkan dengan kurva beban pada masing-masing stasiun distribusi. Rugi daya saluran teganggan medium diperhitungkan   sesuai dengan jumlah arus beban yang mengalir pada kawat penghantar. Pada saat yang sama, rugi daya trafo dihitung berdasarkan kondisi beban. Berdasarkan hasil perhitungan untuk beban tegangan medium yang terkecil pada gardu SKA 2114 sebesar 21,701 KVA dan terbesar pada gardu SKA 2104 sebesar 74,36 KVA. Sedangkan hasil perhitungan untuk arus nominal trafo yang terkecil yaitu pada gardu SKA2101, SKA2102, SKA2103, SKA2110, SKA 2111, SKA2112, SKA2113, SKA2114, SKA2115, SKA2116, SKA2117 yaitu sebsar 5,28 Ampere dan untuk yang terbsar pada gardu SKA2107 sebesar 11,56 Amper. Hasil perhitungan prosentase rugi trafo pada saat pembebanan yang terkecil yaitu pada gardu SKA 2104 sebesar 1,17% dan terbesar pada gardu SKA 2114 sebesar 4,56%.