Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dampak Penerapan K-13 dan Teknologi Pembelajaran pada Masa Covid-19 terhadap Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Emy Yunita Rahma Pratiwi; Yeni Aslina; Suyuti Suyuti; Anggara Dwinata; Faridatun Nadziroh
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4167

Abstract

Terjadinya Pandemi Covid-19 mengakibatkan berubahnya sistem Pendidikan Indonesia lebih menantang dengan adanya kegiatan pembelajaran melalui daring (online). Hal ini berdampak pada berubahnya beberapa hal pada diri siswa yang kemudian berdampak pada prestasi dan motivasi belajar mereka. Berdasarkan observasi di SD Negeri  Wonodadi 3 Blitar Jawa Timur bahwa dinyatakan masih rendah keaktifan serta kesiapan siswa pada kegiatan pembelajaran dengan penerapan kurikulum 2013. Riset ini bermaksud menganalisis pengaruh penerapan kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan prestasi belajar murid kelas IV, V dan VI. Riset ini menerapkan teknik kuantitatfi dengan sampel yang diambiil acak. Sebanyak 110 siswa sebagai populasi dan sampel berjumlah 35 siswa. Adapun data dikumpulkan melalui penyebaran angket, melakukan observasi hingga dokumentasi. Melalui riset ini dikonklusikan yaitu terdapat implikasi penerapan kurikulum 2013 terhadap prestasi belajar murid kelas IV, V dan VI di SDN Wonodadi 3 Blitar Jawa Timur. Kurikulum 2013 dapat diterapkan secara tepat dan optimal sehingga menghasilkan dampak baik bagi siswa serrta sistem pendidikan yang ada. Terbukti dengan hasil perhitungan hipotesis yang menghasilkan persamaan berikut, yakni: Y = a + bX = 30,24 + 0,89, sehingga Ha disetujui sedangkan Ho tertolak. Maka konklusinya adalah terdapat pengaruh yang positif atas pelaksanaan kurikulum 2013 terhadap prestasi belajar siswa.
Dampak Penerapan K-13 dan Teknologi Pembelajaran pada Masa Covid-19 terhadap Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Emy Yunita Rahma Pratiwi; Yeni Aslina; Suyuti Suyuti; Anggara Dwinata; Faridatun Nadziroh
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4167

Abstract

Terjadinya Pandemi Covid-19 mengakibatkan berubahnya sistem Pendidikan Indonesia lebih menantang dengan adanya kegiatan pembelajaran melalui daring (online). Hal ini berdampak pada berubahnya beberapa hal pada diri siswa yang kemudian berdampak pada prestasi dan motivasi belajar mereka. Berdasarkan observasi di SD Negeri  Wonodadi 3 Blitar Jawa Timur bahwa dinyatakan masih rendah keaktifan serta kesiapan siswa pada kegiatan pembelajaran dengan penerapan kurikulum 2013. Riset ini bermaksud menganalisis pengaruh penerapan kurikulum 2013 dalam kaitannya dengan prestasi belajar murid kelas IV, V dan VI. Riset ini menerapkan teknik kuantitatfi dengan sampel yang diambiil acak. Sebanyak 110 siswa sebagai populasi dan sampel berjumlah 35 siswa. Adapun data dikumpulkan melalui penyebaran angket, melakukan observasi hingga dokumentasi. Melalui riset ini dikonklusikan yaitu terdapat implikasi penerapan kurikulum 2013 terhadap prestasi belajar murid kelas IV, V dan VI di SDN Wonodadi 3 Blitar Jawa Timur. Kurikulum 2013 dapat diterapkan secara tepat dan optimal sehingga menghasilkan dampak baik bagi siswa serrta sistem pendidikan yang ada. Terbukti dengan hasil perhitungan hipotesis yang menghasilkan persamaan berikut, yakni: Y = a + bX = 30,24 + 0,89, sehingga Ha disetujui sedangkan Ho tertolak. Maka konklusinya adalah terdapat pengaruh yang positif atas pelaksanaan kurikulum 2013 terhadap prestasi belajar siswa.
Sosialisasi dan Lokakarya Akreditasi Badan Akreditasi Nasional (BAN) PAUD dan PNF di Kecamatan Penajam Kabupaten Paser Utara Kalimantan Timur Heppy Liana; Kartika Fajriani; Yeni Aslina; Hasbi Sjamsir
TAAWUN Vol. 3 No. 02 (2023): TA'AWUN AUGUST 2023
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v3i02.646

Abstract

Currently, the government continues to encourage PAUD institutions to apply for accreditation. Several institutions in Penajam District, North Paser Regency, and East Kalimantan have not submitted on the grounds that (1) Teachers are still unfamiliar with the use of technology related to uploading documents in the system, (2) Teachers experience confusion related to providing the types of documents for each accreditation item, (3) Teacher incomprehension of the document format for each accreditation item. This community service activity was carried out in collaboration with the East Kalimantan Nahdlatul Ulama University together with the National Accreditation Board for PAUD and PNF Kaltim located in North Penajam Paser Regency and the participants consisted of supervisors and supervisors as well as heads of PAUD and PNF units who in their implementation combined theory and practice of filling out the SISPENA application. The aim is to help achieve the level of achievement of the quota for PAUD and PNF units that will participate in accreditation. The result was a common perception about accreditation, understanding of accreditation documents, and PAUD units were ready to upload documents to SISPENA
Strategi pemberdayaan ekonomi melalui sertifikasi halal dan Qris untuk UMKM di Desa Batuah Wafiq Siska Damayanti; M. Arya Assalam; Laila Anggun Camelia; Kartika Sari Ayal; Wita Nur Vadillah; Hasanuddin Hasanuddin; Syamsul Mu’arif; Yeni Aslina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32205

Abstract

AbstrakIndonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar memiliki peluang yang luas dalam pengembangan produk halal. Tetapi, masih banyak pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang belum sepenuhnya mengetahui pentingnya sertifikasi halal dan belum mengimplementasikannya. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital, termasuk sistem pembayaran QRIS belum maksimal. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mengembangkan daya saing dan pemberdayaan ekonomi UMKM di Desa Batuah, Kalimantan Timur, melalui dua pendekatan utama: pendampingan sertifikasi halal dan implementasi QRIS. Kegiatan dilakukan dengan desain kualitatif melalui metode Participatory Action Research (PAR), yang mencakup pendampingan awal, sosialisasi, implementasi QRIS, pendampingan sertifikasi, dan evaluasi. Mitra kegiatan adalah berbagai jenis UMKM seperti usaha amplang, madu kelulut, merica bubuk, laundry, pedagang kaki lima, dan penjahit. Hasilnya menunjukkan sebagian besar UMKM memperoleh sertifikat halal, sehingga menambah tingkat kepercayaan konsumen dan mendorong kemajuan usaha. Sementara itu, penggunaan QRIS diterima dengan baik dan mampu meningkatkan efisiensi transaksi serta transparansi keuangan. Program ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan usaha dan mendukung transformasi Desa Batuah menuju desa digital. Kata kunci: digital; QRIS; sertifikasi halal; UMKM Abstract Indonesia, as the country with the largest Muslim population, has vast opportunities in the development of halal products. However, many micro, small, and medium enterprises (MSMEs) are still unaware of the importance of halal certification and have not yet implemented it. On the other hand, the use of digital technology, including the QRIS payment system, has not been maximized. This initiative aims to enhance the competitiveness and economic empowerment of MSMEs in Batuah Village, East Kalimantan, through two main approaches: halal certification support and QRIS implementation. The activity was conducted using a qualitative design through the Participatory Action Research (PAR) method, which includes initial support, awareness-raising, QRIS implementation, halal certification support, and evaluation. The program partners include various types of SMEs such as amplang businesses, kelulut honey, ground pepper, laundry services, street vendors, and tailors. The results show that most SMEs obtained halal certification, thereby increasing consumer trust and driving business growth. Meanwhile, the use of QRIS was well-received and improved transaction efficiency and financial transparency. This program has had a positive impact on business development and supports the transformation of Batuah Village into a digital village. Keywords: digital; QRIS; halal certification; MSMEs