Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Pengembangan Instrumen Penilaian Kemampuan Berpikir Kreatif pada Mata Pelajaran Matematika untuk Siswa Sekolah Dasar Mia Hafizah Tumangger; Kartono Kartono; Saiful Ridlo
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3623

Abstract

Tujuan di balik penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan pengembangan instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif dalam pelajaran Matematika siswa kelas IV sekolah dasar di kecamatan Besitang Kabupaten Langkat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualiatif. Subjek penelitian yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 3 guru dari 3 Sekolah Dasar Kecamatan Besitang Kabapaten Langkat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, sehingga pedoman observasi, pedoman wawancara dan smartphone digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru belum memiliki instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif kelas IV Sekolah Dasar. Guru menilai kemampuan  berpikir kreatif siswa hanya berdasarkan penilaian sikap. Oleh karena itu, pegembangan instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif tes pada mata pelajaran Matematika kelas IV Sekolah Dasar perlu dikembangkan. Guru sangat berharap adanya pengembangan penilaian kemampuan berpikir kreatif tes pada mata pelajaran Matematika kelas IV Sekolah Dasar sehingga guru dapat mengukur dan mengetahui tingkat berpikir kreatif siswa.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Instrumen Penilaian Kemampuan Berpikir Kreatif pada Mata Pelajaran Matematika untuk Siswa Sekolah Dasar Mia Hafizah Tumangger; Kartono Kartono; Saiful Ridlo
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3623

Abstract

Tujuan di balik penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan pengembangan instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif dalam pelajaran Matematika siswa kelas IV sekolah dasar di kecamatan Besitang Kabupaten Langkat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualiatif. Subjek penelitian yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 3 guru dari 3 Sekolah Dasar Kecamatan Besitang Kabapaten Langkat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, sehingga pedoman observasi, pedoman wawancara dan smartphone digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru belum memiliki instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif kelas IV Sekolah Dasar. Guru menilai kemampuan  berpikir kreatif siswa hanya berdasarkan penilaian sikap. Oleh karena itu, pegembangan instrumen penilaian kemampuan berpikir kreatif tes pada mata pelajaran Matematika kelas IV Sekolah Dasar perlu dikembangkan. Guru sangat berharap adanya pengembangan penilaian kemampuan berpikir kreatif tes pada mata pelajaran Matematika kelas IV Sekolah Dasar sehingga guru dapat mengukur dan mengetahui tingkat berpikir kreatif siswa.
Analisis Peran Tren Makeup Korean Look Sebagai Simbol Kecantikan Terhadap Persepsi Mahasiswa PKK Mia Hafizah Tumangger; Taofan Ali Achmadi; Avis Nur Azimah; Keisha Najiha Aqila; Ratu Jauza Rinaldi; Najwa Diyan Evana Putri; Mellodya Nindyatera
Journal on Education Vol. 8 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 8 Nomor 2 Desember - Februari 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v8i2.9026

Abstract

The Korean Look makeup trend has become a popular symbol of beauty in various countries, particularly in Asia, including Indonesia. This study aims to analyze the role of the Korean Look makeup trend as a symbol of modern beauty in the perceptions of PKK students. Korean makeup styles, which emphasize a natural and feminine impression, are now widely adopted as a form of self-expression. The research method used a descriptive quantitative approach with 50 PKK student respondents using a Likert scale questionnaire (1–5) covering five main perceptual aspects. The results showed that students had a positive perception of the Korean Look 5. The most dominant aspect was the influence of social media (78%), while suitability with Indonesian facial characteristics showed mixed responses. In conclusion, the Korean Look has become a symbol of modern beauty influenced by popular culture and social media, but still needs to be adapted to local characteristics.
Analisis Peran Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Keterampilan Siswa Tata Kecantikan SMKN 6 Semarang melalui Observasi Mia Hafizah Tumangger; Ade Novi Nurul Ihsani; Avis Nur Azimah; Keisha Najiha Aqila; Ratu Jauza Rinaldi; Najwa Diyan Evana Putri; Mellodya Nindyatera
Journal on Education Vol. 8 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 8 Nomor 2 Desember - Februari 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v8i2.9027

Abstract

This study aims to analyze the role of the Independent Curriculum in the Skin and Hair Beauty program in improving student skills at SMK State 6 Semarang. The method used is descriptive observation, with data collection through direct observation of practical learning activities, interviews with teachers, and documentation of results. The results show that the implementation of the Independent Curriculum provides space for students to be more independent and creative in learning beauty practices. Through projects and competency-based learning, students are able to develop technical skills such as facial skin care, hair styling, and the optimal use of modern beauty tools. In addition, teachers act as facilitators who encourage students to innovate and take responsibility for their work. In conclusion, the implementation of the Independent Curriculum contributes positively to improving students' skills, independence, and learning motivation in the field of skin and hair beauty.
Analisis Relevansi dan Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 11 Semarang Ade Novi Nurul Ihsani; Mia Hafizah Tumangger; Siti Asroriah Al-Wasilah; Valentina Hidayanti; Slamet Triyanah; Kayla Zahhira Mayliana
Journal on Education Vol. 8 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 8 Nomor 2 Desember - Februari 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi dan pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 11 Semarang dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi dokumen, menggunakan teknik triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan hasil. Analisis menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 11 Semarang telah mendorong pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berfokus pada kompetensi vokasional. Peran penting guru, kolaborasi efektif antara sekolah dan industri, serta pelatihan berkelanjutan menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi. Namun, tantangan seperti pemahaman guru yang belum merata, keterbatasan fasilitas, dan motivasi siswa masih ditemukan. Sekolah terus melakukan langkah strategis, seperti pelatihan guru dan penguatan kerjasama industri, untuk mengatasi hambatan tersebut. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa Kurikulum Merdeka relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pendidikan kejuruan, meski masih membutuhkan perbaikan berkelanjutan.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Google Site Pada Mata Pelajaran Nail Art di SMK Printis 29 Ungaran Tika Putri Rahayu; Anik Maghfiroh; Mia Hafizah Tumangger; Ifa Nurhayati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4855

Abstract

Pendidikan adalah proses yang dirancang secara sistematis untuk membuat lingkungan belajar yang memungkinkan siswa mencapai potensi terbaik mereka. Pendidikan memberi orang kesempatan untuk menjadi lebih baik dalam moralitas, kepribadian, kecerdasan, kekuatan spiritual, dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan kepraktisan media pembelajaran berbasis Google Sites pada mata pelajaran Nail Art di SMK Printis 29 Ungaran. Untuk penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah (R&D) dan model pengembangan ADDIE, model ini terdiri dari tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari tiga validator ahli media dan ahli materi, serta dua puluh empat siswa yang berpartisipasi dalam uji kepraktisan. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa materi pendidikan berbasis Google Sites yang dikembangkan memiliki tingkat kualitas yang sangat tinggi. Hasil validasi media menghasilkan persentase sebesar 97,08 % sedangkan, hasil validasi materi menghasilkan persentase sebesar 92,00 %. Berdasarkan pada kedua hasil rekapitulasi validitas ahli materi dan ahli media memperoleh persentase sebesar 95,00% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Sedangkan, hasil uji kepraktisan yang diperoleh dari tanggapan siswa menunjukkan persentase 92,70 % yang termasuk dalam kategori sangat praktis. Kesimpulanya penelitian ini menunjukkan bahwa media pendidikan yang dikembangkan mudah digunakan dan dapat membantu peserta didik memahami materi pelajaran. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan Pengembangan Media Pembelajaran berbasis Google Sites Pada Mata Pelajaran Nail Art di SMK Printis 29 Ungaran sangat valid dan praktis, sehingga dapat digunakan sebagai materi pendidikan untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah.  
Hubungan Antara Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Kognitif Bahasa Inggris Siswa SMK Ryzka Cahyaningrum; Mia Hafizah Tumangger; Intan Pramesti Rochana
Teaching and Learning Research Journal Vol. 1 No. 2 (2025): April
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v1i2.60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar Bahasa Inggris siswa SMK. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 58 siswa dari kelas X, XI, dan XII yang dipilih dengan proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis yang diadaptasi dari Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal dan nilai hasil belajar Bahasa Inggris. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi nonparametrik Rank Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ditemukan hubungan yang signifikan untuk kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar Bahasa Inggris siswa SMK. Temuan ini mengindikasikan bahwa hasil belajar dalam Bahasa Inggris dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti penguasaan kosakata, tata bahasa, atau motivasi belajar. Penelitian ini memberikan implikasi bagi guru untuk mempertimbangkan pendekatan pembelajaran yang berdasar pada kemampuan bahasa siswa dan membantu siswa menumbuhkan atau mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dalam Menyelesaikan Soal Cerita Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas IV SD Ditinjau Dari Langkahnya Muhammad Fatahul Uyun; Sahrul Sahrul; Ahmad Syafi'; Mia Hafizah Tumangger; Sudarsono Sudarsono; Vivi Andrianingsih; Muhammad Rizky Rochmawan
Teaching and Learning Research Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v2i1.91

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi fundamental yang wajib dikembangkan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Kompetensi ini tidak hanya terkait dengan penguasaan konsep prosedural, tetapi juga kemampuan bernalar dan menerapkan matematika dalam konteks kehidupan nyata. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam kemampuan pemecahan masalah siswa SD kelas IV dalam menyelesaikan soal cerita materi pecahan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal untuk melakukan sintesis bukti yang komprehensif, sistematis, dan transparan mengenai kemampuan pemecahan masalah siswa SD dalam soal cerita materi pecahan. Sintesis literatur sistematis ini mengkonfirmasi bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa SD kelas IV dalam soal cerita materi pecahan masih menghadapi tantangan serius, dengan pola kesalahan yang konsisten meliputi miskonsepsi, kesalahan prosedural, dan hambatan linguistik. Faktor utama penghambatnya meliputi pengetahuan prasyarat yang lemah, kemampuan literasi membaca, dan metode pembelajaran konvensional. Bukti efektivitas intervensi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis visual, strategi pemodelan matematika eksplisit, dan scaffolding berbasis diagnosis dapat meningkatkan kemampuan tersebut secara signifikan.
Transformasi Media Pembelajaran Digital terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik: Studi Literatur Muhammad Fatahul Uyun; Monica Niken Wulandari; Tugino Tugino; Mia Hafizah Tumangger; Ahnaf Tsabitul Azmi
Teaching and Learning Research Journal Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi media pembelajaran digital telah menjadi inovasi penting dalam dunia pendidikan modern. Kemajuan teknologi telah mengubah proses pembelajaran dari yang sebelumnya konvensional menjadi berbasis digital. Penggunaan media pembelajaran digital terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak transformasi media pembelajaran digital terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Proses identifikasi awal menemukan 67 artikel yang relevan dengan topik penelitian, dan setelah seleksi, diperoleh 28 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran digital berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa, meningkatkan minat, partisipasi aktif, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Selain itu, media pembelajaran digital juga berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar melalui video interaktif, e-learning, LMS, dan aplikasi multimedia. Penelitian ini juga menemukan bahwa efektivitas media pembelajaran digital dipengaruhi oleh kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital. Hambatan seperti akses internet terbatas dan distraksi juga ditemukan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran digital memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa.
Penerapan Sanitasi Pada Salon Hadi & Co Di Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati Nurul Safitri; Mardhiyya Nayla Yusuf; Arifa Nayla Nugrahanti; Filla Himatul Falla; Azra Jenar Mas; Manik Ayu Cahyaningtyas; Saskia Asha Subekti; Bening Sejati Istiqomah; Eny Widhia Agustin; Mia Hafizah Tumangger
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 6 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jspi.v6i01.1025

Abstract

Sanitation is a critical aspect of public health, particularly in high-contact environments like beauty salons, where hygiene directly impacts both customer safety and staff well-being. This study aims to assess the sanitation practices at Hadi & Co Salon, located in Sekaran Village, Gunungpati District, Semarang City. Utilizing a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews and direct observations in May 2025. Three respondent groups were involved: salon owners, beauticians, and customers, providing a comprehensive perspective on the implementation of sanitation measures. The findings indicate that overall, the sanitation practices at Hadi & Co Salon are well-implemented, though further improvements in waste management and building maintenance are necessary to meet higher health and safety standards.