Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kecanduan narkoba terhadap trauma kekerasan serta implikasinya terhadap munculnya perilaku alienasi pada anak di Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi anak-anak yang terlibat penyalahgunaan narkoba, orang tua, serta tokoh masyarakat. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan narkoba berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis dan sosial anak. Anak-anak mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik dan verbal dalam lingkungan keluarga dan sosial, seperti pemukulan, penghinaan, serta penolakan sosial. Pengalaman kekerasan tersebut memicu trauma psikologis berupa rasa takut, rendah diri, kehilangan kepercayaan diri, dan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sosial. Trauma yang berkelanjutan mendorong anak menarik diri dari interaksi sosial dan mengalami alienasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecanduan narkoba tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga memperkuat siklus kekerasan dan keterasingan sosial pada anak. Oleh karena itu, diperlukan peran kolaboratif keluarga, masyarakat, dan lembaga rehabilitasi dalam memberikan pendampingan psikososial yang berkelanjutan