Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Menyusui Pada Ibu Bekerja Laili, Uliyatul; Nisa', Fauziyatun; Windarti, Yunik; Amalia, Rizki; Sari, Paramita
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v6i2.140

Abstract

Pelaksanaan program ASI Eksklusif masih mengalami kendala salah satunya karena ibu nifas harus kembali bekerja sebelum bayinya berusia 6 bulan. Di Indonesia jumlah perempuan yang bekerja sebanyak 52,74 juta jiwa. Permasalah ini juga terjadi di wilayah Kelurahan Kebonsari. Selain itu, juga banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan ibu dalam pelaksanaan ASI yaitu faktor hormonal, nutrisi ibu serta faktor psikologis. Oleh karena itu, ibu yang bekerja harus memahami bagaimana cara untuk tetap dapat pemberian ASI pada bayi sampai dengan 6 bulan secara eksklusif. Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah untuk menambah pengetahuan serta ketrampilan ibu menyusui tentang cara memompa, menyimpan dan memberikan ASI perah pada bayi. Kegiatan PKM ini dilakukan di Wilayah Kebonsari RW 1 Kecamatan Jambangan Surabaya. Sasaran pada kegiatan ini adalah kader Kesehatan dan ibu menyusui sebanyak 32 orang. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab serta memberikan pelatihan kepada kader kesehatan dan ibu menyusui tentang cara memerah dan memberikan ASI perah. Tingkat pengetahuan ibu menyusui dan kader Kesehatan diukur Pre dan post pemberian edukasi dengan menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa ibu menyusui dan kader Kesehatan mempunyai tingkat pengetahuan yang baik setelah diberikan edukasi tentang manajemen ASI Perah yang meliputi cara memompa, menyimpan dan cara memberikan kepada bayi. Tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi Sebagian pengetahuannya kurang yaitu sebesar 62,5% sedangkan hasil post test Sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebesar 81,3% sehingga ada peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu menyusui dan kader tentang manajemen ASI Perah. Sehingga diharapkan Ibu menyusui dapat melaksanakan manajemen ASI Perah dengan dukungan dari kader Kesehatan, keluarga dan lingkungan.
SKRINING KADAR KOLESTEROL DAN IMT PADA PENGURUS PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH AL MUHAJIRIN BANGKALAN MADURA Bintarti, Tri Wahyuni; Sari, Paramita; Awwalia, Evi Sylvia; Choirotussanijjah, Choirotussanijjah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23685

Abstract

Kadar Kolesterol dalam darah yang tinggi dapat menyebabkan plag disekitar dinding pembuluh darah. Peningkatan kadar kolesterol sering dihubungkan dengan Indeks Massa Tubuh. Sehingga deteksi dini mengenai kadar kolesterol dalam darah dan status gizi berdasarkan IMT diperlukan. Pada kegiatan ini dilakukan studi & edukasi tentang kadar kolesterol dan IMT pada warga atau pengurus pondok pesantren Hidayatullah Al Muharijin Bangkalan Madura. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan. Kegiatan ini diikuti oleh 55 responden yang terdiri dari 8 laki laki (15%) dan 47 perempuan (85%) dengan rentang usia terbanyak adalah masa remaja akhir (17-25 tahun) 47%, masa dewasa awal (26-35 tahun) 25% serta masa dewasa akhir (36-45 tahun) 15%. Status gizi responden lebih dari normal adalah obese I yaitu 30,9%, overweight at risk yaitu 20% dan obese II yaitu 18,2%. Sedangkan status gizi normal range (21,8%) dan underweight (9,1%). Hasil pemeriksaan kadar kolesterol pada kegiatan ini paling banyak adalah kadar normal yaitu 63,6%, kemudian kadar kolesterol di ambang tinggi sebanyak 23,63% serta kadar kolesterol tinggi sekitar 12,72%. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kadar kolesterol total dalam darah tidak selalu dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia serta IMT berlebih. Namun perlu adanya studi khusus tentang keterkaitan kadar kolesterol dan beberapa faktor yang menjadi pengaruhnya. Selain mendapatkan skrining pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah, para responden juga mendapatkan fasilitas konsultasi kesehatan dan pengobatan.
Community-Based Training for Pesantren Cadres in Producing Celery Extract Drinks to Support Hypertension Prevention Firdaus, Abraham Ahmad Ali; Sari, Paramita; Puspitasari, Mia; Jannah, Ken Putri Raudhatul; Zain, Dewi Adila Sonia; Permana, Alief Aditya; Fardian, Ghalief Fernanda Putra; Kamil, Din Farhan; Sheena, Mufidah
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261399

Abstract

 Non-communicable diseases are the leading cause of death globally, with hypertension being one of the most prevalent conditions characterized by elevated blood pressure above normal limits. In Sampang Regency, Madura, more than 15,000 hypertension cases were reported in 2022, reflecting significant public health concern. Poor health literacy, high-salt and high-fat dietary habits, and lack of physical activity contribute to the growing incidence. This community service program was conducted at Darussalam Al-Faisholiyah Islamic Boarding School in Sampang, aiming to improve the capacity of pesantren cadres in hypertension prevention through training on producing herbal drinks made from celery extract as a complementary therapy. The program included educational sessions on hypertension, hands-on practice in herbal drink preparation, and pre-test and post-test evaluations. Fifteen pesantren cadres actively participated in the activity. The results showed an increase in participants’ average knowledge scores from 7.4 to 8.4, indicating better understanding and practical skills. The program successfully enhanced health literacy, promoted healthy lifestyle awareness, and empowered the pesantren community to engage in preventive health practices. This initiative has the potential to be replicated in other pesantren to expand its preventive impact on hypertension, with continued mentoring and cadre monitoring recommended for sustainability.