Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS INFUSA BUAH PARE (Momordica charantia L.) SEBAGAI ANTIDIABETES Septa Pratama
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 2 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah pare (Momordica charantia L.) diketahui bermanfaat sebagai obat tradisional, salah satunya adalah antidiabetes. Diabetes mellitus atau kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan Kadar Gula Darah (KGD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas infusa buah pare terhadap penurunan KGD. Metode penelitian ini dilakukan dengan pemberian infusa pare dengan konsentrasi 3%, 6% dan 12% pada hewan uji coba mencit jantan umur 8 minggu dengan berat kurang lebih 20-22 gram. Pemberian infusa dengan dosis 3% menghasilkan efek penurunan kadar gula darah yang lebih besar dibanding dosis 6% dan 12%, yaitu sebesar 32 mg/dL dengan persentase penurunan kadar gula darah sebesar 10%. Sementara itu, pemberian infusa dengan dosis 6% menghasilkan efek penurunan kadar gula sebesar 14,33 mg/dL dengan persentase penurunan kadar gula sebesar 4%, dan pemberian infusa dengan dosis 12% menghasilkan efek penurunan kadar gula sebesar 5 mg/dL dengan persentase penurunan kadar gula sebesar 2%.
Monitoring penggunaan antibiotik di Bangsal Penyakit Dalam RSUD Kerinci Septa Pratama
Riset Informasi Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.325 KB) | DOI: 10.30644/rik.v8i1.225

Abstract

Latar Belakang : Tingginya penggunaan antibiotik akan meningkatkan potensi penggunaannya yang tidak rasional dan berdampak pada tingkat mortalitas, biaya, kejadian efek samping obat dan resistensi. ATC/DDD merupakan standar yang telah di tetapkan WHO untuk menilai kuantitas penggunaan antibiotik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik di bangsal bedah rumah sakit umum daerah Kerinci tahun 2016 dan 2017 Metode : Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan metode purposif sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 578 pada tahun 2016 dan 643 pada tahun 2017 dan kemudian diolah dengan metode ATC/DDD dan DU 90% Hasil : Hasil penelitian menunjukkan total DDD/100 patient day tahun 2016 sebesar (49,66 DDD/100 patient day) dan mengalami penurunan pada tahun 2017 menjadi (45,43 DDD/100 patient day). Antibiotik yang masuk kedalam segmen DU 90% tahun 2016 yaitu sefotaksim sebesar 83,83% (41,63 DDD/100 patient day) dan seftriakson sebesar 6,69% (3,32 DDD/100 patient day) dan pada tahun 2017 masih sama yaitu sefotaksim sebesar 81,02% (36,81 DDD/100 patient day) dan seftriakson sebesar 10,77% (4,89 DDD/100 patient day). Kesimpulan : Penggunaan antibiotic sangat tinggi dan yang masuk kedalam segman DU 90% berpotensi mengalami resistensi sehingga perlu diawasi penggunaannya. Kata kunci: Kata kunci : ATC/DDD, DU 90%, Antibotik, Farmakoepidimiologi.
UJI EFEKTIVITAS INFUSA BUAH PARE (Momordica charantia L.) SEBAGAI ANTIDIABETES Septa Pratama
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 2 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah pare (Momordica charantia L.) diketahui bermanfaat sebagai obat tradisional, salah satunya adalah antidiabetes. Diabetes mellitus atau kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan Kadar Gula Darah (KGD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas infusa buah pare terhadap penurunan KGD. Metode penelitian ini dilakukan dengan pemberian infusa pare dengan konsentrasi 3%, 6% dan 12% pada hewan uji coba mencit jantan umur 8 minggu dengan berat kurang lebih 20-22 gram. Pemberian infusa dengan dosis 3% menghasilkan efek penurunan kadar gula darah yang lebih besar dibanding dosis 6% dan 12%, yaitu sebesar 32 mg/dL dengan persentase penurunan kadar gula darah sebesar 10%. Sementara itu, pemberian infusa dengan dosis 6% menghasilkan efek penurunan kadar gula sebesar 14,33 mg/dL dengan persentase penurunan kadar gula sebesar 4%, dan pemberian infusa dengan dosis 12% menghasilkan efek penurunan kadar gula sebesar 5 mg/dL dengan persentase penurunan kadar gula sebesar 2%.
Antibacterial Activity Test of Sungkai Leaf Endophytes (Peronema canescens J) Against Escherichia coli and Staphylococcus aureus Bacteria as Antidiarrheal Probiotic Candidates Septa Pratama; Violin Carrissa; Nazmi Rajali Siregar
Integrated Science Education Journal Vol 7 No 4 (2026): July
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/isej.v7i4.3606

Abstract

Purpose of the study: This study aims to test the antibacterial activity of endophytic bacterial isolates from sungkai leaves against the two test bacteria as antidiarrheal probiotic candidates. Methodology: The research stages included isolation, morphological characterization, Gram staining, motility testing, catalase testing, and antibacterial activity testing using the well diffusion method. Data were analyzed using Shapiro-Wilk, ANOVA, and Tukey's advanced test. Main Findings: The results of the study obtained five isolates (S-1, S-2, S-3, S-4, S-5) with Gram-positive characteristics, bacilli, and positive in motility and catalase tests. Isolates S-1 and S-2 did not have antibacterial activity. In contrast, isolates S-3, S-4, and S-5 were able to inhibit the test bacteria with moderate to strong categories. The highest activity against Escherichia coli was shown by isolate S-3 (10.3 mm), while against Staphylococcus aureus by isolate S-4 (12.08 mm). Statistical analysis showed a significant difference in antibacterial activity between treatments (p<0.001). It was concluded that isolates S-3 and S-4 have the most potential to be developed as antidiarrheal probiotic candidates and natural antibacterial sources. Novelty/Originality of this study: The originality of this study lies in integrating endophytic bacterial exploration from Peronema canescens leaves with antibacterial screening against Escherichia coli and Staphylococcus aureus to identify potential probiotic candidates for antidiarrheal applications.