Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS KADAR NATRIUM BENZOAT PADA BUMBU JAHE GILING (ZINGIBER OFFICINALE) DI PASAR TRADISIONAL JAMBI Hadriyati, Armini; Retnasari, Ayu; Pratama, Septa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe giling merupakan bumbu giling yang berasal dari jahe segar dan tentunya tidak memiliki masa simpan yang tahan lama, sehingga untuk memperpanjang masa simpan digunakan Natrium Benzoat. Natrium benzoat merupakan pengawet yang tidak dilarang penggunaannya namun memiliki batas maksimal untuk digunakan, yaitu 600 mg/kg (Kepala BPOM RI No.36 tahun 2013). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat senyawa natrium benzoat pada jahe giling dan untuk mengetahui berapakah kadar natrium benzoat dalam jahe giling yang dijual di Pasar A dan B. Bumbu jahe giling diekstraksi menggunakan metode cair-cair, menggunakan pelarut diethyl eter, selanjutnya dilakukan pemeriksaan sampel menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 200-400 nm. Hasil analisis dari ke 6 sampel jahe giling, terdapat 3 sampel yang mengandung natrium benzoat dengan jumlah kadar melebihi batas yang telah ditetapkan, yaitu, dari Pasar A sampel 1A 1177,3934  mg/kg, sampel 3A 857,5654  mg/kg, dan sampel dari Pasar B, 1B 969,8501 mg/kg.
UJI RESISTENSI ANTIBIOTIK TERHADAP KULTUR BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RUMAH SAKIT Y KOTA JAMBI Sagita, Desi; pratama, Septa; Hastuti, Hastuti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji resistensi  dilakukkan pada kultur Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan  metode eksperimental data  dianalisis secara deskriptif, isolate bakteri  dari ruang perawatan Intensive Care Unite  pada meja pasien, perawat dan Ventilator udara. lalu  di uji resistensi  dengan metode Kirby Bauer. hasil penelitian antibiotik yang resisten  bakteri  yaitu Chepalosporin : Ceftriaxone  (100%), Cefoperazon (33,33%) dan Aminoglikosida yaitu Gentamicin  (66,66%), Tobramicin (66,66%) dan  Chloramfenicol  tobramicin(66,66%),  antibiotik sensitif  yaitu  Quinolon  Nitrofurantoin  (100%), Levofloxacin (100%), Nitrofurantoin (100%) dan  Tetraciklin (100%) dari  hasil penelitian bakteri Staphylococcus aureus  resisten terhadap  antibiotik  Chepalosporin, antibiotik yang masih sensitif  yaitu  Quinolon dan Tetraciklin. 
Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Handil Tahun 2020 Arbina Sembiring, Maida; Ginting, Marinawati; Pratama, Septa
SCIENTIA JOURNAL Vol 9 No 2 (2020): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Global Center Observatory (Globocan) diketahui bahwa pada tahun 2018 terdapat 348.809 kasus kanker diseluruh dunia. Salah satu kanker yang banyak terjadi didunia adalah kanker payudara sebanyak 58.256 (16.7%). Angka kejadian kanker payudara di Indonesia tahun 2018 sebanyak 1.7 per 1000 penduduk. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang dapat dilakukan dengan pemeriksaan klinis (pemeriksaan fisik) maupun pemeriksaan penunjang salah satunya melakukan sadari (pemeriksaan payudara sendiri). Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional untuk melihat Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemeriksaan payudara sendiri pada Wanita Usia Subur. Penelitian ini telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi yang akan dilakukan pada tanggal 14 sampai 20 Juli 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah WUS yang berkunjung ke Puskesmas Kebun Handil Tahun 2020 sebanyak 1874 ibu. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 orang diambil menggunakan teknik quata sampling. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengisian lembar kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini secara univariat dan bivariat dengan uji chi-squer. Berdasarkan hasil penelitian dari 43 responden yang tidak melakukan pemeriksaan SADARI sebanyak 29 responden (67.4%), pengetahuan rendah sebanyak 66 responden (67.3%), 24 responden (55.8%) mempunyai motivasi negatif dan sumber informasi tentang SADARI sebanyak 30 responden (69.8%). Uji ststistik ada hubungan yang signifikan pengetahuan (0.004), motivasi (0.030), dan sumber informasi (0.021) wanita usia subur terhadap perilaku pemeriksaan payudara sendiri pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Handil Tahun 2020. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan untuk meningkatkan pemberian asuhan kesehatan khususnya di wilayah Kerja Puskesmas dan menjadi landasan pelaksanaan program kegiatan bimbingan, pembinaan, dan konseling dalam upaya peningkatan pengetahuan WUS untuk menangani Ca Mammae melalui pemeriksaan SADARI.
Sensitivitas Kombinasi Antibakteri Amoksisilin dan Kotrimoksazol Iis mira anggraini; Desi Sagita; Septa Pratama
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resistensi antibiotik sekarang telah menjadi perhatian global, dimana resistensi ini adalah masalah yang dapat mengancam kesehatan masyarakat. Dalam hal ini diujikan pada bakteri dengan tujuan apakah ada penurunan sensitivitas terhadap antibiotik kombinasi jika diberikan bersama pada bekteri Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae, dengan metode Kirby bauer dengan menggunakan media MHA. Dari hasil penelitian uji sensitivitas dua antibiotik pada bakteri Staphylococcus aureus kombinasi lebih efektiv menghambat pertumbuhan bakteri, begitu pula jika diuji analisis data dengan menggunakan Kruskal wallis dan Mann whitney terdapat hasil signifikan.  
Studi Penggunaan Antibiotik Berdasarkan ATC/DDD Dan Du 90% Di Puskesmas X Kota Jambi Periode 2017-2018 Wahyu Perdaka; Desi Sagita; Septa Pratama
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya penggunaan antibiotik dari tahun 2000 hingga 2015 merupakan permasalahan global terutama meningkatnya resistensi antibiotik.ATC/DDD merupakan standar yang telah ditetapkan WHO untuk menilai kuantitas penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas penggunaan antibiotik di  Puskesmas kota jambi periode 2017 dan 2018. Pengambilan data secara restrospektif dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Hasil penelitian menunjukkan antibiotik yang memiliki nilai DDD tertinggi di Puskesmas X adalah amoksisilin dengan nilai DDD/1000 KPRJ yaitu 45,13 DDD/1000KPRJ periode 2017 dan 46,27 DDD/1000KPRJ pada tahun 2018, antibiotik yang masuk segmen DU 90% di puskesmas tersebut adalah amoksisilin dan sefadroksil. Antibiotik yang penggunaannya masuk kedalam segmen DU 90% berpotensi mengalami resistensi bakteri terhadap antibiotik.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Dengan Metode ATC/DDD Dan DU 90% Di Dua Puskesmas Kota Jambi Periode 2017-2018 Fiwi Juni Trisia; Desi Sagita; Septa Pratama
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik yang irrasional menjadi penyebab utama resistensi. Sekitar 80% antibiotik yang dikonsumsi dipakai untuk kepentingan manusia dan 40% dikonsumsi berdasarkan indikasi yang kurang tepat, misalnya infeksi virus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD dan DU 90% di dua Puskesmas Kota Jambi periode 2017-2018 terkait kuantitas penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Metode penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dimana pengambilan data secara retrospektif berupa resep dan buku register lengkap pasien yang menggunakan antibiotik di dua Puskesmas Kota Jambi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan di Puskesmas A pada tahun 2017 adalah Amoxicillin sebesar 30,55 DDD/1000 pasien/tahun dan tahun 2018 yaitu Amoxicillin sebesar 42,89 DDD/1000 pasien/tahun. Antibiotik yang paling banyak digunakan di Puskesmas B pada tahun 2017 adalah Amoxicillin sebesar 37,66 DDD/1000 pasien/tahun dan tahun 2018 yaitu Amoxicillin sebesar 44,31 DDD/1000 pasien/tahun. Antibiotik yang masuk dalam segmen DU 90% berdasarkan data periode 2017 dan periode 2018 di puskesmas A adalah Amoxicillin dan Erytromisin. Sedangkan pada Puskesmas B berdasarkan data periode 2017 dan 2018 diperoleh hasil bahwa antibiotik yang masuk ke dalam Segmen DU 90% adalah Amoxicillin, Cefadroxil dan Cifrofloxacin. 
Uji Resistensi Antibiotik Terhadap Kultur Bakteri Enterobacter agglomerans di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit X Kota Jambi Triana Wulansari; Desi Sagita; Septa Pratama
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian akibat infeksi nosokomial mencapai 5000 per tahun. Dimana  pada ruang intensif lebih beresiko menyebabkan pasien terkena infeksi dibandingkan pada ruangan biasa, hal itu berkaitan dengan kondisi imun pasien yang menyebabkan adanya penaikan dosis antibiotik yang dapat menyebabkan resistensi serta seringnya terpapar berbagai peralatan medis sebagai penyebab perantara  terjadinya resistensi dan infeksi. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental, kemudian data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Sampel yang digunakan adalah isolat bakteri yang diperoleh dari ruang perawatan Intensive Care Unit (ICU) hasil isolat selang ventilator dan stetoskop sebelum digunakan. Kemudian hasil dari identifikasi bakteri dilakukan uji resistensi antibiotik dengan metode Kirby Bauer. Dari hasil penelitian diketahui terdapat antibiotik yang resisten terhadap bakteri yaitu antibiotik golongan chefalosporin generasi ke III yaitu ceftriaxone sebesar (100%) cefoperazone sebesar (100%). Sedangkan antibotik yang menunjukkan masih sensitif yang baik yaitu levofloxacin sebesar (100%), gentamicin (100%), ciprofloxacine (100%), norfloxacine (100%) dan tobramicin (100%). Berdasarkan hasil penelitian isolat bakteri yang menunjukkan resistensi yaitu pada bakteri gram negatif Enterobacter agglomerans dan antibiotik yang resisten yaitu golongan chepalosporin generasi ke III serta antibiotik yang masih memiliki sensitifitas baik yaitu antibiotik golongan quinolon, fluoroquinolon dan aminoglikosida. 
Pola Kuman Di Ruangan Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit X Kota Jambi Ratna Delfira; Rizky Ramdani Fajri; Desi Sagita; Septa Pratama
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 6, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi masih penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Salah satu jenis infeksi adalah infeksi nosokomial. Cara penularan infeksi nosokomial dapat melalui udara, pengunjung, kontak langsung dan pasien yang terinfeksi atau melalui perantara petugas medis yaitu dokter, perawat dan petugas lainnya. Intensive Care Unit (ICU) merupakan ruangan bagian dari rumah sakit yang terpisah dengan perlengkapan khusus untuk observasi, perawat dan terapi bagi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis bakteri pada ruang Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit X Kota Jambi. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental, kemudian data yang diperoleh disajikan secara deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan di ruangan ICU Rumah Sakit X Kota Jambi. Isolasi bakteri dari sampel meja pasien & stetoskop dengan cara SWAB kapas lidi steril & inkubasi pada media PCA dan MC. Isolasi yang didapatkan dimurnikan & dikarakterisasi secara biokimia. Jumlah bakteri yang didapatkan pada meja pasien & stetoskop diukur jumlahnya dengan metoda ALT. Hasil penelitian angka kuman pada meja pasien terdapat 3 isolat yaitu RT1, RT2, RT3 dan jumlah kuman pada 2 jenis stetoskop sebanyak 3 isolat yaitu ST1, ST2, V1. Hasil identfikasi dari keenam isolat tersebut yaitu staphylococcus aureus, staphylococcus sapropitikus, entrobacter hafniae dan entrobacter agglomerans sedangkan pada udara ventilator terdapat satu bakteri Staphylococcus aureus, satu bakteri Staphylococcus aureus pada meja perawat, dan dua bakteri pada selang ventilator yaitu bakteri Enterobacter agglomerans dan bakteri Klebsiella rhinoscleromatis. Pada meja perawat didapat angka kuman sebanyak 2 CFU/cm2 dimana masih rendah dari syarat bilangan kuman yaitu <200 CFU/m3. Dari hasil yang didapat disimpulkan bahwa pada ruangan ICU Rumah Sakit X Kota Jambi terdapat bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada pasien, oleh karena itu untuk pihak rumah sakit lebih ditekankan agar menjaga kebersihan ruangan agar dapat terhindar dari infeksi yang dapat menyebabkan penyakit bagi pasien pada ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit X Kota Jambi. 
Evaluasi Penyimpanan Vaksin Covid-19 di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Septa Pratama
PHARMANAJA : PHARMACEUTICAL JOURNAL OF UNAJA Vol. 1 No. 1 (2022): PHARMANAJA : PHARMACEUTICAL JOURNAL OF UNAJA
Publisher : Program Studi Farmasi UNAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.724 KB) | DOI: 10.35141/pharm.v1i1.355

Abstract

Background: Vaccine management is a part of drug management cycle in the Office of Health, which is very important in all health services. Accurate and thorough vaccine management will positively impact the Ministry of Health interms of health, society and economy. Vaccines are very fragile and perishable biological products, so specialhandling is required in their management. Care should betaken to store vaccines in medical service units such as theHealth Department. This study aimed to determine theadequacy of vaccine storage at the Jambi provincial healthoffice in accordance with the 2015 guidelines for good drug distribution. Purpose: The purpose of this study was to test the vaccinestorage system at the Jambi Provincial Health Office.Methods: This study is a descriptive observational study. As astandard for comparison, the CDOB drug storage standard was used.Results: The results obtained were that the preservation ofvaccines in the pharmacy warehouse of the Jambi provincehealth department was 100% suitable for preservation, 100% daily maintenance, 83.3% monthly maintenance, 57.14 times installation and 100% match the building. Indicators.Conclusion: Based on the research results, it can beconcluded that the preservation of vaccines in the pharmacywarehouse of the Health Department of Jambi province iscorrect despite the shortcomings in facilities.
Evaluasi Penyimpanan Obat di Apotek Kita Kota Jambi Septa Pratama
PHARMANAJA : PHARMACEUTICAL JOURNAL OF UNAJA Vol. 1 No. 2 (2022): PHARMANAJA : PHARMACEUTICAL JOURNAL OF UNAJA
Publisher : Program Studi Farmasi UNAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.316 KB) | DOI: 10.35141/pharm.v1i2.461

Abstract

Background: How medications are stored affects both how well they work as treatments and how safe they are from theft. It should be important to store medications in a way that prevents hazards. The existence of an unsuitable and orderly arrangement of drugs as well as a confined spatial arrangement makes the drugs situated inappropriately based on their place and distribution. The negative impact generated by damaged pharmaceuticals is not just for patients, but also has a consequence on the pharmacy itself. Objective: This study aims to evaluate the drug storage system at Apotek Kita based on the technical guidelines for pharmaceutical standards at the Pharmacy in 2019. Methods: This research is a descriptive observational study, which intends to look at the medication storage system at Apotek Kita. Results: Based on the results of the research conducted, it can be determined that drug storage at Apotek Kita is entirely in accordance with the Technical Guidelines for Pharmaceutical Service Standards at Pharmacies in 2019, as can be seen from the appropriate percentage of 95.65%. Conclusion: The percentage of storage that is suitable for completing appropriate medication storage criteria shows that Apotek Kita has implemented a good medication storage system.