Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series : Medical Science

Hubungan Usia Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang Alfian Rizky Budiman; Caecielia Makaginsar; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.551

Abstract

Abstract. Publich Health Center is Community-Based Health Center that organizes public health efforts and first-level individual efforts. Age have an impact of cognition and physical condition that when people get older they will have degenerative problems but within those time experience and capabilities can be also increased that age can affect the performance of health workers. The purpose of this paper was to explore relationship age and performance of health workers at the Kalangsari Health Center, Karawang district. The design that this study used is analytical observational method and approached with cross-sectional. The sample of this paper was health worker who work at the Kalangsari Public Health Center, Karawang distric. Respondents were selected trough total sampling technique and used Slovin formula to determine the total sample by number for data collection using a questionnaire. The analysis was brought out univariate and bivariate with the Spearman rank test wich was proven by simple linear regression. The result of the univariate of Age most of the respondent are >40 years old about 11 Health Worker (36,7%)and the univariate analysis of performance described good performance results as many as 83,4% And for the result of the bivariate analysis showed that there is a relationship between age and performance based on data this study have it shows capability and experience that have an impact could make a relationship between the variable of health worker at the Kalangsari Public Health Center, Karawang district. Abstrak. Puskesmas merupakan Pusat Kesehatan Masyarakat yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya perseorangan tingkat pertama. Usia berpengaruh terhadap kognisi dan kondisi fisik semakin tua usia akan terdapat adanya degeneratif namun semakin tua usia semakin tinggi pengalaman dan kemampuan kerja seseorang yang akan mempengaruhi kinerja seseorang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat hubungan usia dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang Rancangan penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian dilakukan terhadap tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang sebanyak 30 responden yang dipilih melalui teknik total sampling dan dihitung melalui rumus Slovin untuk menentukan minimal jumlah sampel dan pengambilan data menggunakan kuesioner. Variabel bebas pada penelitian yang dilakukan adalah usia dan variabel terikat adalah kinerja tenaga kesehatan. Analisis dilakukan dengan cara univariat dan bivariat yang di uji menggunakan uji rank spearman yang di buktikan dengan regresi linier sederhana.Hasil analisis univariat usia menunjukkan bahwa penelitian ini mayoritas berusia >40 tahun sebanyak 11 orang (36,7%) dan analisis univariat kinerja menunjukkan hasil kinerja yang baik yaitu sebanyak 83,4%. Hasil analisis bivariat memperlihatkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan kinerja terlihat dari data yang diteliti. Kemampuan serta pengalaman yang dipengaruhi usia akan membuat adanya hubungan antara usia dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang.
Faktor Risiko Postpartum Hemorrhage pada Ibu di Puskesmas Nagrak Kabupaten Sukabumi Afrijal Muhammad; Titik Respati; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.2056

Abstract

Abstract. Postpartum hemorrhage is one of the leading causes of maternal death in developing countries, , including Indonesia. The government has made various efforts to prevent maternal deaths, one of which is by reducing the incidence of postpartum hemorrhage. This study aims to determine the factors that influence the cause of postpartum hemorrhage in mothers at the Nagrak Health Center, Sukabumi Regency period 2016 and 2021. This study was conducted using a cross-sectional approach to determine the percentage of risk factors for postpartum hemorrhage. It also describes the relationship of risk factors such as age, parity, education, macrosomia, retained placenta, and history of antepartum hemorrhage in mothers at the Nagrak Health Center Sukabumi Regency. Data analysis in this study was carried out utilizing univariate and bivariate analysis. First, univariate analysis was performed using the frequency distribution for each variable. Then, bivariate analysis was performed to determine the relationship of each risk factor for postpartum hemorrhage to postpartum hemorrhage using the chi-square test. The data of this study were obtained from secondary data, namely by looking at and identifying medical records in the reproductive section of the Nagrak Health Center, Sukabumi Regency, with a total sample of 126 people. The bivariate analysis results showed a relationship if the p-value <0.05. In addition, the results showed that there was a relationship between age and postpartum hemorrhage (p=0.002), parity with postpartum hemorrhage (p=0.018), education with postpartum hemorrhage (p=0.000), macrosomia with postpartum hemorrhage (p=0.02), and retention, Placenta with postpartum hemorrhage (p=0.000). There was no relationship between antepartum hemorrhage and postpartum hemorrhage (p=0.519). Abstrak. Postpartum hemorrhage menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di negara berkembang termasuk di Indonesia. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah kematian ibu salah satunya dengan menurunkan kejadian postpartum hemorrhage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi penyebab terjadinya postpartum hemorrhage pada ibu di Puskesmas Nagrak Kabupaten Sukabumi Periode 2016 dan 2021. Menurut WHO, postpartum hemorraghe adalah penyebab utama kematian ibu didunia dan di Sukabumi postpartum hemorraghe merupakan penyebab ketiga kasus kematian ibu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui persentase faktor risiko postpartum hemorrhage dan hubungan faktor risiko seperti usia, paritas, pendidikan, makrosomia, dan riwayat antepartum hemorrhage pada ibu di Puskesmas Nagrak Kabupaten Sukabumi. Data penelitian ini diperoleh dari data sekunder yaitu dengan cara melihat dan mengidentifikasi rekam medis di bagian ponek Puskesmas Nagrak Kabupaten Sukabumi dengan total sampel 126 orang. Hasil analisis bivariat menunjukan terdapat hubungan bila nilai p<0,05. Hasil penelitian bahwa terdapat hubungan antara usia dengan postpartum hemorrhage (p=0,002), paritas dengan postpartum hemorrhgae (p=0,018), pendidikan dengan postpartum hemorrhage (p=0,000) dan makrosomia dengan postpartum hemorrhage (p=0,02). Simpulan Tidak terdapat hubungan antara riwayat antepartum hemorrhage dengan postpartum hemorrhage (p=0,519).
Gambaran Karakteristik Pasien Covid-19 dengan Komorbid Penyakit Paru Kronik di Rumah Sakit Umum Daerah Jawa Barat Pahmi Firman Fauzi Pahmi; Titik Respati; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5421

Abstract

Abstract. Until now, the prevalence of COVID-19 in West Java, especially Indonesia, continues to increase. The COVID-19 pandemic has had an impact on the quality of life for the community, especially for groups with comorbid chronic lung disease. Overexpression of ACE 2 in comorbid chronic lung disease contributes to the occurrence of infection with SARS-CoV-2 up to 5 times. This research method was carried out using observational analysis with cross sectional type with total sampling and sampling technique using purposive sampling. Data on COVID-19 patients with comorbid Chronic Pulmonary Disease were obtained for 119 patients taken from medical record data at the West Java Regional General Hospital in 2020-2022. The results showed that the majority were aged 41–60 years (52.1%), women (59.7%), duration of hospitalization lasted <14 days (74.8%), and comorbid chronic lung disease most commonly occurred in pneumonia patients. chronic (84%). In conclusion, COVID-19 patients at the West Java Regional General Hospital were aged 41–60 years, women, length of stay <14 days, and the most common comorbidities were pneumonia. COVID-19 patients with comorbidities need attention, medical rehabilitation, and follow-up to prevent a series of Long COVID-19 symptoms. Abstrak. Sampai saat ini prevalensi kejadian COVID-19 di Jawa Barat terutama Indonesia terus mengalami peningkatan. Pandemik COVID-19 memberikan dampak kualitas kehidupan pada masyarakat terutama pada kelompok yang memiliki komorbid penyakit paru kronik. Ekspresi ACE 2 berlebih pada komorbid penyakit paru kronik berkontribusi untuk terjadinya terinfeksi SARS-CoV-2 sampai 5 kali lipat. Metode penelitian ini dilakukan menggunakan analisis observasional jenis cross sectional dengan total sampling dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Diperoleh data pasien COVID-19 dengan komorbid Penyakit Paru Kronik sebanyak 119 pasien yang diambil dari data rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Jawa Barat pada tahun 2020-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas berusia 41–60 tahun (52,1%), perempuan (59,7%), durasi rawat inap berlangsung <14 hari (74,8%), dan komorbid penyakit paru kronik paling banyak terjadi pada pasien pneumonia kronik (84%). Kesimpulannya pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Jawa Barat adalah berusia 41–60 tahun, perempuan, lama rawat <14 hari, dan komorbid paling banyak pneumonia. Pasien COVID-19 dengan komorbid perlu diperhatikan, rehabilitasi medis, dan ditindaklanjuti untuk mencegah terjadi serangkaian gejala Long COVID-19.
Perbedaan Kualitas Tidur antara Mahasiswa yang Mengalami dan yang Tidak Mengalami Computer Vision Syndrome (CVS) Salman Faridy Febryan; Ike Rahmawaty Alie; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6320

Abstract

Abstract. The government is trying to switch learning methods to online as to prevent the spread of COVID-19. Computer Vision Syndrome (CVS), also known as Digital Eye Strain (DES) emits a blue light spectrum that indirectly disrupts circadian rhythms, disrupting sleep quality. This study aims to analyze differences in sleep quality between students of the Faculty of Medicine at the Islamic University of Bandung class of 2019 who experienced and did not experience Computer Vision Syndrome (CVS) during the COVID-19 pandemic period. This study is an observational analytic study with a cross-sectional design using a comparative study approach. The sample for this research was 95 people using a random sampling technique in Unisba Faculty of Medicine students class of 2019 from June–December 2022. The data for the study were obtained by filling out the Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q) and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaires. Data analysis used the chi-square test to compare the two categorical groups. The results of this study showed that 82% of subjects did not experience CVS, while those who experienced CVS were 18%, and the percentage of poor sleep quality was 64%, while 36% had good sleep quality. The statistical test results obtained a value of p = 0.005 which showed that there was a significant difference in sleep quality between those who experienced and those who did not experience Computer Vision Syndrome (CVS in students of the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University Class of 2019). Abstrak. Pemerintah mengupayakan peralihan metode pembelajaran menjadi daring sebagai pencegahan penyebaran COVID-19. Computer Vision Syndrome (CVS), dikenal juga sebagai Digital Eye Strain (DES) memancarkan blue light spectrum secara tidak langsung mengganggu irama sirkadian yang berakibat gangguan pada kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kualitas tidur antara mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan 2019 yang mengalami dan yang tidak mengalami Computer Vision Syndrome (CVS) selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional menggunakan pendekatan komparatif studi. Sampel penelitian ini adalah 95 orang dengan teknik random sampling pada mahasiswa FK Unisba angkatan 2019 selama bulan Juni–Desember 2022. Data penelitian ini diperoleh dengan pengisian kuesioner Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan uji chi-square untuk membandingkan kedua kelompok kategorik. Hasil penelitian ini menunjukkan subjek yang tidak mengalami CVS sebanyak 82% sedangkan yang mengalami CVS sebanyak 18% dan persentase kualitas tidur buruk sebanyak 64% sedangkan kualitas tidur baik sebanyak 36%. Hasil uji statistika didapatkan nilai p=0,005 yang menunjukkan terdapat perbedaan bermakna kualitas tidur antara yang mengalami dan yang tidak mengalami Computer Vision Syndrome (CVS pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan 2019).
Work From Home Berpengaruh terhadap Kejadian Obesitas pada Aparatur Sipil Negara Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Muhammad Faris Fikri Anshori Anshori; Zulmansyah; Ariko Rahmat Putra Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6300

Abstract

Abstract. As a result of the Covid 19 pandemic, the government issued Work From Home (WFH) for State Civil Apparatus (ASN). The problem in this study is that the existence of the WFH policy on ASN at the Tasikmalaya City Health Service will change the work environment, physical activity, and employee eating patterns which are thought to have an impact on the incidence of obesity. The purpose of this study was to determine and analyze the effect of WFH as measured by the work environment, physical activity and eating patterns on the incidence of obesity. The research method used was a survey with a quantitative approach, the population in this study were ASN in the Structural Field of the Tasikmalaya City Health Service as many as 91 people, the determination of the sample was taken randomly as many as 48 people. Data analysis used multiple linear regression analysis, because the work environment, physical activity and eating patterns are considered as independent variables. Based on the results of the study it was found that WFH as measured by work environment, physical activity and diet had a strong effect on the incidence of obesity with a contribution of 40%, where diet had the greatest influence on the incidence of obesity. Abstrak Akibat adanya pandemi Covid 19, pemerintah mengeluarkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Permasalahan dalam penelitian ini adalah dengan adanya kebijakan WFH pada ASN Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, akan merubah lingkungan kerja, aktifitas fisik, dan pola makan pegawai yang diduga berdampak pada kejadian obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh WFH yang diukur berdasarkan lingkungan kerja, aktifitas fisik dan pola makan terhadap kejadian obesitas. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan pendekatan kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah ASN Bidang Struktural Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya sebanyak 91 orang, penentuan sampel diambil secara acak sebanyak 48 orang. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda, dikarenakan lingkungan kerja, aktifitas fisik dan pola makan dianggap sebagai variabel yang berdiri sendiri. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa WFH yang diukur berdasarkan lingkungan kerja, aktifitas fisik dan pola makan berpengaruh kuat terhadap kejadian obesitas dengan kontribusi sebesar 40%, dimana pola makan memiliki pengaruh yang paling besar terhadap kejadian obesitas.
Hubungan Kecanduan Game Online dengan Kualitas Tidur Mahasiswa FK Unisba Angkatan 2021 Haidar Nashir; Budiman; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6399

Abstract

Abstract. Too much gameonline have been shown to have a detrimental influence on sleep quality. every day and at the same time, this is a common symptom (more than 4 hours) then the problem arises i.e. psychological disorders, causing gaming addiction behavior, social aspects, difficulty concentrating the teaching and learning process, Decreased motivation to learn, all of this of course has a direct impact on the quality of your sleep. The sampling technique used is probability sampling by means of simple random sampling and the formula of the two proposed hypothesis test. This research uses observational analytical design, quantitative with cross sectional research design. It shows that students who are addicted to online games with a severe degree of ML mostly have very poor sleep quality, namely 16 people (48.5%) followed by online game addiction with a normal degree of ML who have quite good quality sleep as many as 15 people (48.4%). The quality of sleep was very good for students who were not addicted to online ML games, namely 9 people (29%). The Chi Square test showed a P value of 0.001 (P value <0,05) bile legend games and sleep quality in Bandung Islamic University students class of 2021. It is necessary to do research on the relationship of factors that affect sleep quality. In addition, further research is needed on the relationship between online game addiction and sleep quality in different populations and a larger number of subjects. Abstrak. Terlalu banyak bermain gameoline telah terbukti memiliki pengaruh yang merugikan pada kualitas tidur. setiap hari dan pada waktu yang sama, ini adalah gejala umum (lebih dari 4 jam) maka muncul masalah yaitu gangguan psikologi, menyebabkan perilaku kecanduan game, aspek sosial, sulit berkonsentrasi proses belajar mengajar, menurunnya motivasi belajar, Semua ini tentu saja berdampak langsung pada kualitas tidur mahasiswa angkatan 2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan cara simple random sampling dan rumus uji hipotesis dua proposi. Penelitian ini menggunakan rancangan observational analitik, kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. menunjukkan mahasiswa yang kecanduan gameonline ML derajat berat paling banyak memiliki kualitas tidur yang sangat buruk, yaitu 16 orang (48,5%) disusul oleh kecanduan gameonline ML derajat normal memiliki kualitas tidur cukup baik sebanyak 15 orang (48,4%). Kualitas tidur yang sangat baik pada mahasiswa yang tidak mengalami kecanduan gameonline ML, yaitu 9 orang (29%). Uji Chi Square menunjukkan hasil nilai P = 0,001 (nilai P P<0,005). Terdapat adanya hubungan antara kecanduan game online mobile legend terhadap kualitas tidur di mahasiswa universitas islam bandung angkatan 2021 yang signifikan. Perlu dilakukan penelitian hubungan faktor yang memengaruhi kualitas tidur. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan di antara kecanduan game online dan kualitas tidur pada populasi yang berbeda dan jumlah subjek yang lebih besar.
Hubungan Intensitas Membaca Al-Qur'an dengan Stres Akademik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba yang Sedang Mengerjakan Skripsi Tahun 2023 Iva Nurfadilah; Caecielia Makaginsar; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10352

Abstract

Abstract. Final year medical students face more academic demands than students in other majors because at the same time as working on their thesis, medical students are also faced with a large academic workload and exams. Considering that there are so many impacts caused by academic stress, a method is needed to overcome it. One way to reduce stress through a religious approach is to increase the intensity of reading Al-Qur’an. The aim of this research is to analyze the description and relationship between the intensity of reading the Al-Qur'an and academic stress among Unisba Medical Faculty students who are working on their thesis in 2023. The sample in this research consisted of 163 respondents using a total sampling technique. The research was conducted with an analytic descriptive type design using a cross-sectional method. The data analysis techniques used in this research are univariate analysis and bivariate analysis using the chi square test. The research results showed that the majority of respondents 87,7% with the intensity of reading the Al-Qur'an were in the moderate category, while almost all respondents with academic stress levels were in the moderate category. The results of statistical tests using the chi square test at a confidence level of 95% show that the prob. (0,000) < α (0,05), indicating that there is a significant relationship between the intensity of reading the Al-Qur'an and academic stress in Unisba Medical Faculty students who are working on their final project in 2023. Abstrak. Mahasiswa tingkat akhir kedokteran mendapat tuntutan akademik yang lebih dibanding mahasiswa jurusan lain karena bersamaan dengan pengerjaan skripsi, mahasiswa kedokteran juga dihadapkan pada beban tugas akademik yang banyak serta ujian-ujian. Mengingat begitu banyak dampak yang diakibatkan oleh stres akademik, maka diperlukan suatu metode untuk mengatasinya. Salah satu cara menurunkan stres melalui pendekatan agama adalah dengan meningkatkan intensitas membaca Al-Qur’an.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran dan hubungan intensitas membaca Al-Qur’an dengan stres akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba yang sedang mengerjakan skripsi pada tahun 2023. Sampel pada penelitian ini berjumlah 163 responden menggunakan teknik total sampling. Penelitian dilakukan dengan desain jenis descriptive analytic melalui metode cross-sectional. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden 87,7% dengan intensitas membaca Al-Qur’an berkategori sedang, sedangkan tingkat stres akademik hampir keseluruhan responden dengan stres akademik terkategori sedang. Hasil uji statistik menggunakan chi square test pada derajat kepercayaan 95% diketahui bahwa nilai prob. (0,000) < α (0,05), menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas membaca Al-Qur’an dengan stres akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba yang sedang mengerjakan skripsi tahun 2023.
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Korban Pasca Bencana Tanah Longsor Berulang di Desa Sawangan Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah Febriana Faridatu Amalia; Siska Nia Irasanti; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10520

Abstract

Abstract. Anxiety is a type of mental disorder that often occurs. Landslide disasters can be a stressor and have an influence on the level of anxiety in the victims. Banjarnegara Regency is one of the districts in Central Java that often experiences landslides. This research was conducted with the aim of determining the level of anxiety experienced by victims of repeated disasters in Sawangan Village. This research is a descriptive study with a cross sectional approach. The sampling technique was consecutive sampling and involved 115 research subjects who were victims of repeated landslides in RW 02 Sawangan Village. Data collection was carried out by asking questions and answers to research subjects and using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The research results showed anxiety with the majority having a severe level of anxiety, 37 people (37%). Subjects experienced the most anxiety in late adulthood (36-45 years), were female, had low education, did not work, and had a low income, namely less than the same as RP. 2,500,000.00 and lived in Sawangan Village for more than 2 years. Victims of repeated landslides are vulnerable to experiencing anxiety due to repeated stressors. Abstrak. Kecemasan merupakan salah satu jenis gangguan mental yang sering terjadi. Bencana tanah longsor dapat menjadi stresor dan mempunyai pengaruh terhadap tingkat kecemasan pada korban bencana. Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang sering mengalami bencana longsor. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan yang dialami oleh korban bencana berulang di Desa Sawangan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling dan melibatkan 115 subjek penelitian korban bencana longsor berulang di RW 02 Desa Sawangan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tanya jawab kepada subjek penelitian dan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunjukkan kecemasan dengan mayoritas memiliki tingkat kecemasan berat yaitu 37 orang (37%). Subjek paling banyak mengalami kecemasan pada usia dewasa akhir (36-45 tahun), berjenis kelamin perempuan, berpendidikan rendah, tidak bekerja, dan berpenghasilan rendah yaitu kurang dari sama dengan Rp. 2.500.000,00 dan tinggal di Desa Sawangan selama lebih dari 2 tahun. Korban bencana tanah longsor yang berulang rentan mengalami kecemasan akibat stresor yang berulang.
Efektivitas Pemberian Metformin terhadap Perbaikan Manifestasi Klinis pada Pasien Sindrom Polikistik Ovarium Maulani Nurmuji Atmapratiwi; Lelly Yuniarti; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10975

Abstract

Abstract. Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) is a common endocrine disorder characterized by ovulatory dysfunction, hyperandrogenism, and the presence of polycystic ovaries. Metformin, which is an insulin sensitizer agent, is the most widely used therapy in the management of PCOS. This research aims to explore and analyze articles discussing the effectiveness of metformin in improving clinical manifestations in polycystic ovarian syndrome patients. This research is a Scoping Review of articles published in 2012-2022 from the Pubmed, Springer Link, ScienceDirect, and Taylor and Francis databases that meet the criteria of Population (women with PCOS), Intervention (administration of metformin), Comparison (therapy other than metformin), Outcome (improvement of ovarian dysfunction and size of polycystic features, improved fertility, reduced body weight, reduced insulin resistance, improved menstrual cycle, hyperinsulinemia, hyperandrogenism, and abnormal metabolic disorders), Study (randomized controlled trials). The PRISMA diagram method was used in this research. From the four databases, 7,389 articles were obtained, which were then screened according to the inclusion criteria, feasibility test, and critical review according to the Joanna Briggs Institute checklist, resulting in 11 articles. Based on the results of the analysis of 11 articles, 10 articles stated that single metformin therapy was superior in reducing BMI, waist circumference, blood glucose, HOMA index, and improving the menstrual cycle compared to myoinositol therapy, rosiglitazone, letrozole, oral contraceptive pills, clomiphene citrate, cupping fennel seeds, and ovaries. There is 1 article that states that metformin therapy can improve ovulatory dysfunction. Abstrak. Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) merupakan gangguan endokrin umum yang ditandai dengan disfungsi ovulasi, hiperandrogen, dan adanya polikistik pada ovarium. Metformin merupakan agen sensitizer insulin adalah terapi yang paling banyak digunakan dalam penatalaksanaan PCOS. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis artikel yang membahas efektivitas metformin terhadap perbaikan manisfestasi klinis pada pasien polycystic ovarian syndrome. Penelitian ini merupakan Scoping Review artikel yang terbit tahun 2012-2022 dari database Pubmed, Springer Link, SienceDirect, dan Taylor and Francis yang sesuai dengan kriteria dengan Population (wanita penderita PCOS), Intervention (pemberian metformin), Comparison (terapi selain metformin), Outcome (perbaikan disfungsi ovarium dan ukuran gambaran polikistik, perbaikan fertilitas, menurunkan berat badan, mengurangi resistensi insulin, memperbaiki siklus menstruasi, hyperinsulinemia, hiperandrogenisme, dan kelainan metabolisme abnormal), Study (randomized controlled trials). Metode diagram PRISMA digunakan dalam penelitian ini, dari keempat database didapat 7,389 artikel yang kemudian dilakukan skrinning sesuai dengan kriteria inklusi, uji kelayakan, dan telaah kritis sesuai dengan checklist Joanna Briggs Institute dihasilkan 11 artikel. Berdasarkan hasil analisis dari 11 artikel terdapat 10 artikel yang menyatakan bahwa terapi metformin tunggal lebih unggul dalam menurunkan BMI, lingkar pinggang, glukosa darah, HOMA indeks, dan memperbaiki siklus menstruasi dibandingkan dengan terapi myoinositol, rosiglitazone, letrozole, pil kontrasepsi oral, clomiphene citrate, bekam biji adas dan ovarium. Terdapat 1 artikel yang menyatakan bahwa terapi metformin dapat memperbaiki disfungsi ovulasi.