Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Reflektika

EVOLUSI KRITIK HADIS PERSPEKTIF MUSTHAFA A’DHAMI Moh. Jufriyadi‬ Sholeh‬‬
Reflektika Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.868 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v11i2.30

Abstract

‫بسبب‬ ‫احلديث‬ ‫نقد‬ ‫يف‬ ‫احملدثني‬ ‫حبوث‬ ‫نتيجة‬ ‫املستشرقون‬ ‫رفض‬ ‫األكرب‬ ‫القسم‬ ‫أن‬ ‫عوا‬ ‫اد‬ ‫ّ‬ ‫و‬ ‫خاصا‬ ‫منهجا‬ ‫ألنفسهم‬ ‫واختاروا‬ ‫نظرهم‬ ‫يف‬ ‫املنهج‬ ‫ضعف‬ ‫القرنني‬ ‫ىف‬ ‫واالجتماعي‬ ‫والسياسي‬ ‫الديين‬ ‫للتطور‬ ‫نتيجة‬ ‫زعمهم‬ ‫يف‬ ‫احلديث‬ ‫من‬ ‫األعلى‬ ‫الرفيق‬ ‫إىل‬ ‫ينتقل‬ ‫مل‬ ‫الرسول‬ ‫أن‬ ‫وتقر‬ ‫تكذهبم‬ ‫الثابتة‬ ‫والنقول‬ ‫والثاين‪.‬‬ ‫األول‬ ‫مصطفى‬ ‫حممد‬ ‫قال‬ ‫لذلك‬ ‫الشامخ‪.‬‬ ‫اإلسالم‬ ‫لبنيان‬ ‫الكاملة‬ ‫األسس‬ ‫وضع‬ ‫وقد‬ ‫إال‬ ‫صفات‬ ‫طياته‬ ‫يف‬ ‫حيمل‬ ‫ال‬ ‫ألنه‬ ‫علميا‬ ‫منهجا‬ ‫منهجهم‬ ‫اعتبار‬ ‫ميكن‬ ‫ال‬ ‫األعظمي‬ ‫تعارضهم‬ ‫بل‬ ‫ادعائهم‬ ‫تؤيد‬ ‫ال‬ ‫التارخيية‬ ‫واحلقائق‬ ‫غري‪.‬‬ ‫ال‬ ‫اهلوى‬ ‫ركيزته‬ ‫العلمية‪،‬‬ ‫املناهج‬ ‫معروفني‬ ‫أشخاص‬ ‫طريق‬ ‫عن‬ ‫إال‬ ‫إلينا‬ ‫تصل‬ ‫ال‬ ‫النبوية‬ ‫فاألحاديث‬ ‫شديدة‬ ‫معارضة‬ ‫موثوقني‪.‬‬
TRADISI OGHEM DI SUMENEP (Studi Living Qur’an Penyelesaian Masalah Dengan Istikhara Mokka’ Oghem) Moh. Jufriyadi Sholeh
Reflektika Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/reflektika.v15i1.393

Abstract

As the holy book for Moslems and also the big miracle (Mukjizat Kubro) for prophet Muhammad, al-Qur’an has been a part of life for Moslem society that has many functions and penetrate in any parts of their life. It’s not only as the source of the study of Islamic law, al-Qur’an has been also fulfilling the part of tradition, culture and religion routines through their cultures. Al-Qur’an has been also being the parts of Moslem’s social activity, not only for religious activity. Reciting al-Qur’an is not only as a dialy routine activity that they hope reward from God, but also as an activity that they hope can treat any diseases and solve any problems for personal life, family or relatives and also social society. Along the times flow and many problems of life, Moslem society always do some efforts to make al-Qur’an as a media to solve their problems of life that it may come from a massive group or community or personal, not only a guideline of law and worship. Among the efforts to make al-Qur’an as media of problem solving in Moslem life is Mokka’ Oghem by using Al-Anbiya’. Al-Anbiya’  is a book that consists of the stories of prophets and preceding Moslems that has been told in al-Qur’an and tafsir . The tradition of Mokka’ Oghem has been used by Moslem society of Sumenep as the way to make a decision or istikhara when they face any problems or difficult choises.Many people give positif respond to the result of istikhara oghem, it's known when they help each other when one of them have any problem so that they attend oghem. So, the tradition of oghem is still exis until now.
MENAKAR NASIB AYAH RASULULLAH SAW.(Studi Terhadap Pendapat Yusuf al-Qaradlw dalam Kitabnya Kayf Natamal Maa al-sunnah Tentang Validitas dan Makna Hadis Shahih Muslim Sesungguhnya Ayahku dan Ayahmu di Neraka) Moh. Jufriyadi Sholeh
Reflektika Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1294.305 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v10i2.139

Abstract

Kitab Shahh Muslim merupakan salah satu kitab hadis yang dinilai para ulama dari banyak kalangan sebagai salah satu kitab yang memiliki otentisitas dan validitas tidak diragukan lagi. Akan tetapi dalam perjalanannya, ada sebagian ulama yang meragukan, bahkan menolak sebagian hadis yang ada di Shahh Muslim tersebut. Di antara hadis yang mendapat gugatan atau penolakan yaitu hadis yang dinarasikan oleh Anas ra.: bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, dimanakah )tempat( ayahku (yang telah meninggal sekarang berada( ?. Beliau menjawab : Di neraka. Ketika orang tersebut hendak beranjak, maka beliau memanggilnya lalu berkata : Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka. Ysuf al- Qaradlw merupakan salah seorang dari sederetan ulama yang ikut meragukan validitas hadis ini dalam kitabnya Kayf Natamal Maa al-Sunnah. Di dalam kitab ini, al-Qaradlw meragukan validitas hadis Shahh Muslim tersebut dengan pertanyaan, apa dosa yang telah diperbuat oleh Abdullah bin Abd al- Muthallib sehingga harus masuk neraka, sedangkan ia termasuk ahli fatrah, yaitu orang-orang yang selamat (dari siksa neraka)?. Dengan alasan tersebut, al-Qaradlw akhirnya lebih mengambil sikap tawaqquf. Ia tidak berani menerima hadis tersebut dan juga tidak berani menolaknya. Padahal hadis tersebut merupakan hadis sahih, baik sanad maupun matan-nya. Sedangkan ypaman Nabi. Penggunaan kata ayahku dalam hadis tersebut dengan makna paman merupakan ungkapan majaz. Makna majaz ini diambil setelah tidak mungkin memberikan makna hakiki, karena ayah kandung Rasul meninggal di masa fatrah yang tidak ada seorang utusan pun yang datang kepadanya, ia tidak mungkin masuk neraka.ang dimaksud ayah Rasul yang divonis masuk neraka adalah Ab Thlib,
TAFSIR AL-QURTUBI: METODOLOGI, KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA Moh. Jufriyadi Sholeh
Reflektika Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.241 KB) | DOI: 10.28944/reflektika.v13i1.173

Abstract

“Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’ān wa al Mubayyin limā Tadlammanah min al-Sunnah wa Āy al-Furqan” karya Imam Al-Qurtubi merupakan salah satu kitab tafsir yang sangat fenomenal. Kitab ini menjadi kitab tafsir yang paling lengkap dalam membahas fiqih di eranya. Tulisan ini merupakan artikel konseptual dan menghasilkan beberapa temuan.  Pertama, kitab tafsir ini bercorak fiqih karena lebih banyak mendiskusikan persoalan-persoalan fiqih dari pada persoalan-persoalan yang lain. Penulisnya memberikan ruang ulasan yang sangat luas dalam masalah fiqih dengan kajian lintas madzhab. Kedua, sebagai karya ulama besar yang berwawasan luas, kitab ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan kitab-kitab yang lain. Ketiga, di samping beberapa kelebihan itu ada beberapa catatan sebagai kritik atas karya ini dan menjadi bagian dari kekurangannya.