Yatri Hilinti
Universitas Dehasen Bengkulu

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Midwifery

KAITAN STRES DENGAN KELAHIRAN PREMATURE SAAT WABAH VIRUS CORONA 2019 (COVID-19) DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW Sulastri, Mepi; Hilinti, Yatri
Journal Of Midwifery Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v9i1.1345

Abstract

COVID-19 adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh tipe baru coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menyebar di antara manusia setelah interaksi fisik yang erat. Gejalanya meliputi menggigil, batuk, sakit tenggorokan, kesulitan bernapas, mialgia, muntah, dan diare, ibu hamil merupakan populasi yang rentan, wanita hamil dan janinnya dianggap berisiko tinggi tertular penyakit menular selama wabah walaupun dari beberapa penelitian ibu hamil yang menderita COVID-19 tidak terdapat penularan secara vertikal ke janinnya. Dalam waktu singkat diperkirakan secara global sekitar 10% wanita hamil menderita gangguan jiwa, terutama stres dan bahkan lebih tinggi (16%) di negara berkembang Ini dapat diperburuk selama pandemi COVID-19 ketika wanita hamil mungkin memiliki akses terbatas ke layanan kesehatan mental. Dampak kesehatan mental dari pandemi COVID-19 pada wanita melahirkan merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang utama, yang membutuhkan dukungan perawatan kesehatan yang tepat dan tepat waktu untuk mencegah hasil kesehatan yang merugikan, oleh karena itu wanita hamil tidak hanya berisiko mengalami masalah terkait medis tetapi juga berisiko mengalami masalah psikologis karena strategi kesehatan masyarakat seperti jarak social. Selama kehamilan, wanita mungkin mengalami stres dan kecemasan yang terkait dengan hasil kebidanan yang berpotensi merugikan sebagai kematian janin atau kelainan janin. Meskipun tidak ada kematian akibat COVID-19 yang terjadi pada ibu hamil, namun COVID-19 menimbulkan efek pada kesejahteraan psikologis wanita hamil dan menunjukkan kemungkinan komplikasi mental jangka panjang dari pandemi COVID-19. Stres kehamilan merupakan tantangan yang muncul dari pandemi COVID-19 saat ini, oleh karena itu, mengatasi tekanan psikologis pandemi COVID-19 selama kehamilan harus lebih disarankan untuk mencegah efek buruk pada pertumbuhan janin dan gangguan perkembangan saraf pada keturunannya. Diharapkan pemerintah dapat memberikan dukungan psikososial kepada ibu hamil selama krisis ini. Tenaga kesehatan harus lebih memperhatikan mental ibu hamil di masa pandemi COVID-19, jika tidak di perhatikan dengan baik, maka dampak dari stres pada ibu hamil selama pandemi COVID-19 dapat meningkatkan angka kejadian kelahiran prematur.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN MINAT IBU HAMIL DALAM PENERAPAN  SENAM PRENATAL YOGA DI BPM JUMITA, S.ST., M.KES KOTA BENGKULU Situmorang, Ronalen Br.; Hilinti, Yatri; Jumita, Jumita; Hutabarat, Vitrilina
Journal Of Midwifery Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v9i1.1347

Abstract

Yoga dapat menghasilkan manfaat selama kehamilan, yaitu dapat menurunkan tingkat stress, dapat membantu ibu hamil untuk menjadi relaks, percaya diri dari citra tubuh, perbaikan sikap tubuh, menyeimbangkan dan menstabilkan tubuh ibu hamil, mengurangi dan menghilangkan keluhan selama masa hamil, membantu mempersiapkan kelahiran serta meningkatkan kualitas tidur pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan pengetahuan dengan minat Ibu Hamil Dalam Penerapan Senam Prenatal Yoga di BPM Jumita, SST., M.Kes Kota Bengkulu. Metode penelitian ini jenis penelitian Kuantitatif Non Eksperimental dengan menggunakan pendekatan studi korelasi (Cross Sectional). Sampel pada penelitian ini diambil secara total sampling pada bulan tahun 2020 yang berjumlah 30 ibu hamil. Hasil penelitian penulis Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuandengan minat Ibu Hamil Dalam Penerapan Senam Prenatal Yoga. Dimana nilai P-value 0,001 < 0.05. Perlu dilakukan senam prenatal yoga baik di BPM, Puskesmas, RS dan tempat pelayanan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan mintat ibu hamil dalam proses kehamilannya dengan sehat dan tenaga kesehatan dapat diberikan pelatihan senam prenatal yoga dan bersertifikasi yoga.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PRILAKU PENCEGAHAN COVID 19 DI ERA NEW NORMAL DI BPM NETTY HERAWATI, SST MEPI SULASTRI; YATRI HILINTI; DESI AULIA UMAMI
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v11i1.4196

Abstract

Pendahuluan: Kasus positif Covid 19 bertambah sebanyak 2.090. Sehingga jumlahnya saat ini menjadi 151.498 orang. Sementara, untuk kasus sembuh ada penambahan sebanyak 2.207 orang. Penambahan itu sekaligus menjadikan total pasien yang telah sembuh menjadi 105.198 orang.Dalam situasi normal, kematian ibu dan kematian neonatal di Indonesia masih menjadi tantangan besar, apalagi pada saat situasi bencana. Saat ini, Indonesia sedang menghadapi bencana nasional non alam Covid-19 sehingga pelayanan kesehatan maternal dan neonatal menjadi salah satu layanan yang terkena dampak baik secara akses. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Peneliti akan melakukan pengukuran variabel independen dan dependen, kemudian akan menganalisa data yang terkumpul untuk mencari pengaruh antara variabel. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional untuk melihat adanya Pengetahuan terhadap pencegahan Covid 19 di era New Normal di BPM Netty Herawati, SST Hasil dan Pembahasan: Hasil uji Hasil penelitian didapat hasil bahwa ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik memiliki prilaku mencegah covid-19 14 orang (93,3%), pengetahuan cukup memiliki prilaku mencegah covid-19 sebanyak 17 orang (70,8%) dan ibu hamil yang memiliki kurang melakukan memiliki prilaku mencegah covid-19 sebanyak sebanyak 2 orang (12,5%) yang sama dengan temuan pada kegiatan ini dilaporkan bahwa ada perubahan pengetahuan, sikap dan ketrampilan ibu sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan (Kapti et al., 2019). Penulis menyimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan penularan Covid-19, maka ibu hamil akan semakin terhindar dari penularan Covid-19. Kesimpulan: Sebagai upaya preventif bidan dapat meningkatkan penyuluhan atau pendidikan kesehatan mengenai pencegahan penularan Covid-19 khususnya bagi ibu hamil dan sebaiknya bidan melakukan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 secara ketat termasuk menggunakan APD yang sesuai standar pada saat memberikan pelayanan.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA, TEMAN SEBAYA, DAN KONSEP DIRI TERHADAP PERILAKU SEXTING PADA REMAJA DI SMA NEGERI X JAKARTA SELATAN TAUFIANIE ROSSITA; YATRI HILINTI; YESI PUTRI
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v11i1.4441

Abstract

Sexting merupakan salah satu penyimpangan seksual yang membuat, menerima ataupun mengirim foto atau video yang berkonten pornografi yang sering dilakukan oleh remaja karena adanya dorongan yang kuat untuk melakukannya yang dipengaruhi oleh pola asuh orang tua, teman sebaya dan konsep diri karena ketagihan oleh hal-hal yang berkonten porno. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pola asuh orang tua, teman sebaya, dan konsep diri terhadap perilaku sexting pada remaja di sma negeri X jakarta selatan. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 90 remaja sebagai responden. Metode analisis menggunakan SmartPLS 2.0 dan SPSS 18. Hasil penelitian menunjukkan variabel Perilaku sexting pada remaja dipengaruhi langsung pola asuh orang tua 7,31,teman sebaya 19,26%, konsep diri 13,08%. Total pengaruh langsung dan tidak langsung perilaku sexting adalah sebesar 83,34%. Dengan demikian ditarik kesimpulan bahwa semakin besar pengaaruh teman sebaya yang didapat remaja maka semakin besar pula perilaku remaja untuk melakukan sexting dan sebaliknya semakin rendah sumber informasi yang didapat remaja maka semakin rendah pula perilaku sexting yang dilakukan. Saran peneliti adalah remaja dapat mengendalikan dirinya dari pengaruh teman yang tidak baik, menjauhi diri dari keterpaparan media massa yang berkonten pornografi, hal tersebut juga membutuhkan pengawasan dari orang tua dan guru.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG AKUPRESUR DENGAN KEJADIAN DISMENORE DI PONDOK PESANTREN AL-QUR’AN HARSALLAKUM KOTA BENGKULU YATRI HILINTI; MEPI SULASTRI
Journal Of Midwifery Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v11i1.4442

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data profil kesehatan Indonesia tahun 2016 angka dismenore terjadi sebesar 64,25% yang dibagi menjadi dua yaitu dismenore primer sebesar 54,89% dan dismenore sekunder sebesar 9,36%. Biasanya gejala dismenore primer terjadi pada wanita usia produktif 1-5 tahun setelah mengalami haid pertama dan wanita yang belum pernah hamil. Kebanyakan perempuan di Indonesia yang mengalami dismenore tidak memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan. Data menunjukkan 90% perempuan Indonesia pernah mengalami dismenore. Prevalensi angka kejadian dismenore di Indonesia menurut Jurnal Occupational Environtmental yaitu dismenore primer (54,98 %) dan dismenore sekunder (9,36% ). .Hal yang mampu menggambarkan perilaku untuk mendorong masyarakan dalam upaya pencegahan adalah pengetahuan, sikap dan tindakan tokoh masyarakat atau pemerintah. Pondok pesantren Al-Qur’an Harsallakum memiliki 432 siswi yang berusia remaja. Data dari UKS menunjukkan rata-rata 5 siswi datang ke UKS dengan keluhan nyeri saat menstruasi yang mengganggu konsentrasi mereka mengikuti pembelajaran di sekolah dan asrama setiap bulannya. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional untuk melihat hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang akupresur dengan kejadian dismenore. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 79 siswi dari seluruh total populasi. Hasil dan Pembahasan: Terdapat 54 (84,3%) dari siswa yang mengalami dismenore memiliki pengetahuan yang kurang tentang akupresur, sedangkan 12 (80%) dari siswa yang tidak mengalami dismenore memiliki pengetahuan yang cukup. Setelah dilakukan analisis chi-square Test dengan Likelihood Ratio hubungan pengetahuan remaja putri tentang akupresur dengan kejadian dismenore diperoleh nilai signifikansi (p value) 0,000 atau lebih kecil dari (alpha) = 0,05 yang menunjukkan bahwa secara statistik ada hubungan pengetahuan remaja putri tentang akupresur dengan kejadian dismenore di Pondok Pesantren Al-Qur’an Harsallakum Kota Bengkulu. Kesimpulan: terdapat hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang akupresur dengan kejadian dismenore di Pondok Pesantren Al-Qur’an Harsallakum Kota Bengkulu.