Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN Eka Rosmitha Sari; Muhammad Yusnan; Irman Matje
JURNAL EDUSCIENCE (JES) Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Eduscience (JES)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v9i2.3042

Abstract

Pentingnya fungsi guru tidak terpengaruh oleh pergeseran paradigma pembelajaran. Agar siswa dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya, tugas penting guru adalah mengolah informasi dalam lingkungan yang menyenangkan yang sengaja diciptakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa melalui media pembelajaran audio visual. Metode penelitian kualitatif adalah proses sistematis yang dimulai dengan identifikasi masalah yang berfokus pada tujuan penelitian, mengumpulkan dan menganalisis data, dan diakhiri dengan proses penyajian temuan penelitian. Darihasilpenelitianiniditemukan bahwa peran guru sebagai instruktur, sebagai motivator dan sebagai fasilitator dalam meningkatkan aktifitas siswa dalam media pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan siswa sikap adil dalam menggunakan media, memiliki mental yang kuat saat menghadapi siswa yang diajar, memiliki pengetahuan yang mendalam tentang efektif mendidik siswa
Meningkatkan Hasil Belajar IPS Sub Tema Lingkungan dan Manfaatnya melalui Model Pembelajaran Tipe Group Investigation Siswa Kelas V-B SD Negeri 24 Buton Kabupaten Buton Irman Matje
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 2 No 1: Februari (2023)
Publisher : Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPS Sub Tema Lingkungan dan Manfaatnya melalui penerapan model pembelajaran tipe Group Investigation siswa kelas V-B SD Negeri 24 Buton. Prosedur penelitian ini meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan siswa, dan evaluasi tes siklus. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu menghitung persentase aktivitas guru, aktivitas siswa dan ketuntasan hasil belajar siswa selama proses pembelajaran. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini terdiri dua yaitu dari segi proses dan hasil. Dilihat dari segi proses, tindakan dikatakan berhasil apabila minimal 85% proses pelaksanaan pembelajaran terlaksana dengan baik. Dilihat dari segi hasil, tindakan dikatakan berhasil apabila minimal 80% dari jumlah siswa mencapai nilai ≥ 70. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V-B SD Negeri 24 Buton. Hal ini tampak pada  hasil tes siklus I yang menunjukkan bahwa 8 orang dari 19 siswa telah mencapai  ketuntasan belajar sebesar 42,1%, sementara hasil tes siklus II menunjukkan bahwa 17 siswa dari 19 siswa telah mencapai ketuntasan belajar sebesar 89,48%, dan peningkatan persentase tersebut sebesar 47,4%.  Demikian pula nilai rata-rata meningkat dari 61,67 menjadi 78,42. Disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada sub tema Lingkungan dan Manfaatnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas V-B SD Negeri 24 Buton Kabupaten Buton.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE BERMAIN JAWABAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 MATANAUWE KABUPATEN BUTON Irman Matje
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 2 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.406 KB)

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Bermain Jawaban dapat meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas V SD Negeri 1 Matanauwe tahun 20018/2019. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas V SD Negeri1 Matanauwe Tahun Pelajaran 2018/2019 terdiri dari 27 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, pada setiap siklus terdapat dua kali pertemuan. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Bentuk tindakan yang diberikan adalah pembelajaran IPS menggunakan model Kooperatif tipe Bermain Jawaban. Untuk mengetahui hasil belajar siswa, diadakan test awal sebelum tindakan dan tes pada setiap akhir pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan dtes non tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis diskriptif interaktif. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi metode data. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata hasil tes pada siklus I menunjukkan nilai rata-rata kelas mencapai 77,81% dan ketuntasan klasikal 70,37%. Pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 86,52 dan ketuntasan klasikal meningkat menjadi 88,88%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS melalui model pembelajaran kooperatif tipe Bermain Jawaban dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Matanauwe, Kabupaten Buton ahun pelajaran 2018/2019
HUBUNGAN PEMAHAMAN KOSAKATA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 SIOTAPINA Irman Matje
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 3 No 1 (2019): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.413 KB)

Abstract

Pemahaman kosakata tidak hanya membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman tetapi juga membantu meningkatkan keterampilan berbahasa, seperti berbicara dan menulis.Masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah terdapat hubungan pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Siotapina? Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mengetahui tingkat kemampuan pemahaman kosakata pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Siotapina; (2) mengetahui tingkat kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Siotapina; (3) menguji ada atau tidaknya hubungan pemahaman kosakata dan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Siotapina. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan penulis, didapatkan bahwa sampel berdistribusi normal (variabel X dan Y) dan homogen (variabel Y). Persamaan regresi antara Y (kemampuan membaca pemahaman) terhadap X (pemahaman kosakata) dilakukan melalui uji t. Dari hasil pengolahan data diperoleh koefsien determinasinya/r2 adalah 0,8062 = 0,649. Hasil ini menggambarkan bahwa sebesar 64,9% aspek kemampuan membaca pemahaman (Y) ditentukan oleh pemahaman kosa kata (X) sedangkan 35,1% ditentukan oleh aspek lainnya.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING (BERMAIN PERAN) PADA SISWA KELAS V SDN 2 MATANAUWE Irman Matje
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 2 No 1 (2018): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.839 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan berbicara siswa kelas V SDN 2 Matanauwe melalui penerapan model pembelajaran role playing. Hasil belajar siswa pembelajaran keterampilan berbicara dalam berwawancara dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran role playing. Pada tindakan siklus I, hasil belajar siswa mencapai 57,14%. Karena indikator keberhasilan penelitian belum tercapai maka peneliti melanjutkan ke siklus II. Hasil belajar siklus II menunjukkan peningkatan sebesar 28,57% dengan prestasi ketuntasan hasil belajar secara klasikal mencapai 85,71%, sehingga penelitian ini dihentikan pada siklus II karena indikator penelitian telah tercapai yaitu 85% siswa telah memperoleh ≥70. Simpulan penelitian ini bahwa penerapan model pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan keterampilan berbicara melalui wawancara siswa kelas V SDN 2 Matanauwe.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SUB TEMA LINGKUNGAN DAN MANFAATNYA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 WABULA KABUPATEN BUTON Irman Matje
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 3 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.616 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dalam meningkatkan hasil belajar IPS sub tema lingkungan dan manfaatnya siswa kelas V SD Negeri 1 Wabula. Prosedur penelitian meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi aktivitas guru, siswa, dan tes siklus. Indikator keberhasilan terdiri dua yaitu segi proses dan hasil. Segi proses, tindakan dikatakan berhasil apabila minimal 85% proses pelaksanaan pembelajaran terlaksana dengan baik. Segi hasil, tindakan dikatakan berhasil apabila minimal 80% siswa mencapai nilai ≥ 70. Penggunaan model talking stick dapat meningkatkan Hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri 1 Wabula Kabupaten Buton tahun ajaran 2017/2018. Nilai rata-rata Hasil belajar pada siklus I sebesar 6,81% (dengan pra tindakan 60% pada siklus I meningkat menjadi 66,81) dan pada siklus II sebesar 22,72% (dengan pra tindakan 60% pada siklus II meningkat menjadi 82,72%).
FREKUENSI PENGGUNAAN KATA PADA ASPEK ADVERBIA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 PASARWAJO admin admin; Irman Matje
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 4 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.134 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Frekuensi Penggunaan Kata Pada Aspek Adverbia Bahasa Indnesia Kelas VIII SMP Negeri 3 Pasarwajo. Hasil penelitian diperoleh bahwa frekuensi penggunaan kata pada aspek adverbia bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pasarwajo secara individual tergolong memadai. Namun secara klasikal masih dikategorikan belum mencapai ketuntasan belajar. Hal ini disebabkan karena pada ketuntasan belajar klasikal jumlah siswa yang memperoleh nilai 65 ke atas adalah 75,7% yaitu masih di bawah 85% dari total sampel yang digunakan.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN STRATEGI PERMAINAN EDUKATIF PESERTA DIDIK KELAS II SDN 24 BUTON TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Irman Matje
JEC (Jurnal Edukasi Cendekia) Vol 5 No 1 (2021): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat FKIP UMB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.43 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana aktivitas peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada aspek membaca dengan strategi permainan edukatif di kelas II SDN 24 Buton Tahun Pelajaran 2020/2021?; (2) apakah ada peningkatan hasil belajar bahasa Indonesia pada aspek membaca dengan strategi permaianan edukatif peserta didik di kelas II SDN 24 Buton Tahun Pelajaran 2020/2021?.Adapun jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Penelitian dilakukan pada siswa kelas II semester II di SD Negeri 24 Buton Tahun Pelajaran 2020/2021berjumlah 25 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siklus I dan siklus II, maka dapat disimpulkan bahwa (1) Ada peningkatan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada aspek membaca dengan strategi permainan edukatif pada aspek membaca di kelas II SDN 24 Buton Tahun Pelajaran 2020/2021 yaitu pada siklus I sebesar 3,0 dan pada siklus II yaitu sebesar 3,8. (2) Ada peningkatan hasil belajar bahasa Indonesia pada aspek membaca dengan strategi permaianan edukatif peserta didik di kelas II SDN 24 Buton Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan hasil analisis data dari siklus I nilai rata-rata individual yaitu 64,0 dan ketuntasan klasikal 68%, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik yaitu 74 dan ketuntasan klasikal yaitu 88%. Hal tersebut sudah melebihi pencapaian dari kriteria ketuntasan klasikal yang sudah ditetapkan yaitu 80%.
Pengaruh Penggunaan Media Audio Visual Terhadap Hasil Belajar pada Siswa Sekolah Dasar Acoci Acoci; Tarno Tarno; Irman Matje
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 9 No. 3 (2023): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v9i3.3999

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari tentang efek penggunaan media audio visual pada hasil belajar siswa di kelas IV SD Negeri 3 Lamangga. Media pembelajaran pesan merupakan hal yang dapat mengalirkan pesan yang dapat merangsang perasaan, perhatian, pikiran, dan kemauan siswa dalam belajar, sehingga proses belajar terjadi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Metode Observasi, Dokumentasi, dan Tes. Penelitian Kuantitatif dengan jenis pre-Experiment Design adalah jenis penelitian. Inipenelitian akan dilaksanakan pada semester kedua tahun ajaran 2022/2023. Berdasarkan hasil analisis data pretest dan posttest, ditentukan bahwa ada manfaat mempelajari topik 7 Indahnya Keragaman di Tanah Air. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil posttest setelah dilakukan treatment denganmedia audio visual yang menunjukkan bahwa rata -rata hasil belajar siswa 85,75 lebih tinggi dari rata -rata hasil belajar siswa 63 yang lebih rendah. Hasil uji t didapat signifikan Ho ditolak H1 di terima bila 8,346 > 1,729 yang berarti ada berdampak penggunaan media audio visualterhadap capaian keragaman di negeriku siswa kelas IV SD Negeri 3 Lamangga.