Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pendampingan Peran Keluarga : Lima Tugas Kesehatan Keluarga dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia dengan Hipertensi Suhariyanti, Enik; Anggita, Ai Liani; Pangestu, Mutia; Oktavia, Suci Rahma; Nuranisa, Nisa
JPKU: Jurnal Pengabdian Kesehatan Unigal Vol 1, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpkmu.v1i2.15768

Abstract

Latar Belakang Kinerja keluarga dalam melaksanakan tugas merawat anggota keluarga sangat penting dalam mencegah dan menyelesaikan permasalahan kesehatan pada keluarga, utamanya pada lansia dengan penyakit Hipertensi yang dapat menimbulkan kecacatan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan dan mendampingi keluarga menjalankan lima tugas kesehatan keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengn Hipertensi. Bahan dan Metode Pengabdian ini menggunakan instrumen leaflet serta kuesioner yakni kuesioner lima tugas keluarga dan kuesioner kualitas hidup WHO-QOL BREF.  Media edukasi menggunakan sarana LCD dan laptop, dengan tampilan PPT dan video. Metode dengan ceramah, tanya jawab dalam sosialisasi dilanjutkan FGD dan observasi pemantauan kemampuan keluarga. Kesimpulan: Sebagian besar lansia mengalami peningkatan kualitas hidup setelah dilakukan intervensi pendampingan lima tugas kesehatan keluarga, dibuktikan dengan perbedaan skor kualitas hidup yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dari hasil Mann-Withney Test. Saran Pendampingan berkelanjutan oleh perawat komunitas di puskesmas pada saat keluarga menjalankan peran lima tugas kesehatan keluarga dengan lansia Hipertensi.
Brandt-Daroff exercise among elderly with vertigo Masruroh, Siti Handariatul; Suhariyanti, Enik; Priyanto, Sigit
Innovation in Health for Society Vol 2 No 2 (2022): July - December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ihs.8255

Abstract

Vertigo may harm the patients; however, many vertigo sufferers are less concerned about dizziness. The only action taken is taking medication when vertigo recurs and lying down or resting at home. Efforts to reduce vertigo symptoms non-pharmacologically include therapy Brandt-Daroff, which can accelerate vertigo recovery and prevent recurrence without taking drugs. This study aims to apply the therapy Brandt-Daroff to relieve vertigo symptoms in the elderly in the family. The method used in this research is a case study with a purposive sampling technique. The sample was an elderly patient aged 49 years who experienced vertigo with a pain scale of 4. The research data was taken by the participatory observation method. Interview and documentation method. This study found that physical therapy Brandt-Daroff can reduce vertigo symptoms in the form of pain from a scale of 4 to a scale of 2 within six visits for two weeks. Brandt-Daroff exercise minimises the scale of pain that can be done at home. Keywords: Vertigo; nursing care; community nursing; Brand-Daroff exercise; pain scale
Perbedaan Efektivitas Rebusan Ketumbar dengan Rebusan Kunyit terhadap Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi Yunia, Ayuk; Suhariyanti, Enik; Priyanto, Sigit
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Hipertensi disebabkan karena pola hidup yang tidak terkontrol, yang menimbulkan gangguan kesehatan dan dapat menyebabkan kematian seperti Hipertensi. Usia salah satu faktor resiko terjadinya Hipertensi dan banyak di temukan pada usia lanjut, hal ini disebabkan karena penurunan elastisitas jaringan dan penebalan dinding arteri yang menimbulkan peningkatan curah jantung. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan efektivitas rebusan ketumbar dengan rebusan kunyit terhadap tekanan darah pada lansia Hipertensi. Metode: penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen dengan rancangan two group pretest and posttest design with control, terdapat 38 responden yang terdiri dari 19 responden kelompok rebusan ketumbar dan 19 responden rebusan kunyit. Pengolahan data menggunakan Uji Paired t-test dan Independent t-test. Hasil yang didapatkan dari uji Pair t-test pada kelompok rebusan ketumbar didapatkan nilai p=0,000 (p value < 0,05) dan kelompok rebusan kunyit didapatkan nilai p= p=0,000 (p value < 0,05), sehingga dapat diartikan bahwa ada perbedaan yang signifikan sebelum dan setelah diberikan rebusan ketumbar dan rebusan kunyit. Perbedaan kedua tindakan tersebut ditandai dengan hasil penurunan Map tekanan darah kelompok rebusan ketumbar dengan mean 12,80 mmHg dan rebusan kunyit dengan mean 7,10 mmHg, dengan nilai signifikan p=0, 017 (p value < 0,05). Simpulan: rebusan ketumbar dan rebusan kunyit efektif terhadap penurunan tekanan darah, namun rebusan ketumbar lebih efektif dibandingkan rebusan kunyit. Saran: dengan hasil penelitian ini diharapkan lansia dan masyarakat dapat menggunakan tanaman yang ada dilingkungan sekitar dalam menurunkan tekanan darah seperti ketumbar dan kunyit.
Pelatihan Terapi Kebermaknaan Hidup Bagi Kader Pengelola Lansia Di Panti Werda Pelkrim Kota Magelang Suhariyanti, Enik; Wijayanti, Kartika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesiapan mental menjadi tua yang dimulai dari adanya menopause serta pengetahuan tentang kebermaknaan hidup terhadap dampak yang ditimbulkan akan mempengaruhi tingkat kejadian depresi pada lansia. Oleh karena itu, peran serta masyarakat lansia sebagai bagian komunitas secara umum dan para kader pengelola lansia sangat dibutuhkan dalam mencegah dan menanggulangi dampak yang terjadi dari ketidakbermaknaan hidup. Salah satu permasalahan adalah masih kurangnya kemampuan atau kurangnya kesadaran dalam memaknai hidup serta keterampilan lansia yang kurang dalam menanggulanginya disertai kemampuan mendampingi atau mengelola lansia yang kurang dari para kader kesehatan pengelola lansia. Target khusus kegiatan pengabdian ini adalah para pengelola/pengasuh usiawan di panti werda berjumlah 5 orang dan seluruh lansia di panti werdha Pelkrim di Kota Magelang sebanyak 15 orang. Tujuan: untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan sasaran dalam memahami serta menerapkan manajemen tatalaksana kebermaknaan hidup dan dapat mengaplikasikan secara nyata dalam kehidupan dipanti sebagai upaya penanganan menghadapi depresi. Metode kegiatan pengabdian ini adalah metode pemberdayaan masyarakat dengan model Participatory Rural Appraisal dalam bentuk ceramah dan diskusi, studi kasus, pendampingan selama roleplay, simulasi dan permainan. Metode lain menggunakan sharing dan latihan. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman dan keterampilan kader pengelola lansia di Panti Werda Pelkrim Kota Magelang. Pelatihan tentang kader kesehatan lansia sangat efektif meningkatkan pemahaman peserta ditunjukkan dengan adanya perubahan rata-rata nilai pre test dan post test, diketahui bahwa rata-rata peningkatan aspek pengetahuan dasar setelah diberi treatment adalah 65% dengan nilai rata-rata pre-test 53% dan post-test 87%. Sedangkan peningkatan aspek prinsip dan tahapan yaitu 55% yang semula 60% menjadi 93% untuk rata-rata tiap tes. Aspek afektif dan skill penerapan menunjukkan nilai rata-rata awal 50% dan meningkat menjadi 85% atau terdapat peningkatan sebesar 63%.
Analysis of the application of professional nursing care to the team method and work stress of nurses in the hospital Savitri, Anggita Rahma; Widiyanto, Puguh; Suhariyanti, Enik
Borobudur Nursing Review Vol 1 No 1 (2021): Borobudur Nursing Review Vol 1 No 1 (January-June 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.4896

Abstract

Background : Nurse uses some nursing care models during nursing process based on hospital policy. One of the models is team-base care. However, this model has some disadvantages and can lead work-related stress among nurses. When the work-related stress is out of control, it can cause decreasing in quality of nursing care. Objective : The aim of this study was to determine relationship between profesional team nursing care method and work-related stress among nursing in RSUD Muntilan in year 2020. Methods : This study was used a descriptive cross-sectional study design. Sample in this study was 128 participants using total sampling. To measure the variables, this study was used profesional team nursing care method questionnaire and nursing work stress questionnaire. The Spearmen-Rank test was used in this study for the bivariate analysis. Results : This study found that there was a relationship between between profesional team nursing care method and work-related stress among nursing in RSUD Muntilan (p-value 0.001; r -0.384). In this study, when nurses implemented profesional team nursing care method, nurses would have less work-related stress. Conclusion : Nurses and other health care providers can recognize related factors of work-related stress among nurses in hospital. Thus, the evaluation process related to nurse’s works should be considered the type of nursing care method that used in ward.