Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sanksi Adat Penyelesaian Kasus Pelecehan Seksual di Desa Kungkai Kabupaten Merangin Jambi Anggi Purnama Harahap; Devrian Ali Putra; Ardian Kurniawan; Muhammad Aiman
Wajah Hukum Vol 6, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/wjh.v6i2.1004

Abstract

The threat of criminal sanctions in Indonesian state law does not have a major impact on reducing sexual harassment cases. In some places, efforts to sanction cases of sexual harassment using adat law can be another alternative, because of the unique relationship between traditional communities and adat law. This research examines the existence and implementation of adat law sanctions to solve the problem of sexual harassment in Kungkai Village, Merangin, Jambi Province. The type research is field research or empirical juridical research using a legal anthropological approach. The data collection instrument is through observation, interviews with indigenous peoples, and literature review. Adat sanctions for perpetrators of sexual harassment crimes in Kungkai Village are called “utang adat”. This sanction was given by the adat party in Kungkai Village for perpetrators of sexual crimes to pay compensation. The application of Islamic values in the Jambi Malay traditional seloko, adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah can be found from the addition of punishment by assessing the marital status of the perpetrator or victim such as the jarimah zina in Islamic criminal law. The existence of adat law has an urgency to maintain community compliance with legal values and norms.
PENGUATAN PERAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP ANAK DI BAWAH UMUR Syamsul Bahri; Indah Dwiprigitaningtias; Muhammad Aiman; Ridwan Ridwan; Yuddin Chandra Nan Arif
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58757

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan kekerasan terhadap anak di bawah umur. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak, khususnya kekerasan verbal, psikologis, dan pengabaian yang sering terjadi dalam lingkungan keluarga maupun sosial. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, edukasi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kategori kekerasan terhadap anak, dampak yang ditimbulkan, serta pentingnya perlindungan terhadap hak-hak anak. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak, meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali tanda-tanda awal kekerasan terhadap anak, munculnya keberanian untuk terlibat dalam upaya perlindungan anak, serta mendorong perubahan pola pengasuhan menjadi lebih komunikatif dan persuasif. Program ini juga menghasilkan komitmen bersama masyarakat untuk memperkuat pengawasan sosial dan meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan anak di lingkungan sekitar. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat peran masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak secara berkelanjutan.