Erizal Erizal
Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SIMULASI PEMODELAN PELUANG KEBANGKRUTAN (RUIN PROBABILITY) PERUSAHAAN ASURANSI DENGAN ANALISIS PENDAPATAN PREMI DAN BEBAN KLAIM Erizal; Septiadi, Mutia Rachmawati
Premium Insurance Business Journal Vol. 8 No. 1 (2021): PREMIUM INSURANCE BUSINESS JOURNAL
Publisher : P3M Trisakti School of Insurance (TSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.124 KB)

Abstract

Ruin probability an insurance companies is defined as condition where the ttotal claim expense that has to be paid is greater than the premium income plus the company’s initial capital. The insurance company has the funds to pay claims that derived from accumulated initial reserve and income of insurance from premiums that has payed. If the company’s funds at time t is smaller than 0 then the insurance company will going bankruptcy. Therefor will be analyzed the premium income that must obtained and the value of claim expense that must be certified by the insurance companies. If the premium income that must obtained is greater, so the funds of insurance company will greater too at the time-t to cover the next claim expense. Ruin probability in the insurance company can be predicted from the simulation of ruin probability model with claim expense frequency which happened at the same time between 0 and t is assumed distribution poisson and claim expense size is distribution exponential. This model could be used by insurance company to take decision when determaining premium whether surplus or ruin.
Analisis Proses Penempatan Risiko ke Perusahaan Asuransi dan Proses Fasilitasi Penyelesaian Klaim Asuransi Car oleh PT. Fred Marius Sabini Insurance Broker Nurrahim, Eka Julianti; Lie, Antonius Anton; Erizal
Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/ileka.v5i2.2390

Abstract

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan lima prioritas utama dalam program kerja tahun anggaran 2023 untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Prioritas ini meliputi kontrak multi-tahun, pembayaran hutang, rehabilitasi dan rekonstruksi bencana, pembayaran eskalasi, dan program padat karya. Presiden Joko Widodo menargetkan penyelesaian program pembangunan seperti Program Prioritas Nasional pada tahun 2024. PT. Fred Marius Sabini Insurance Broker merupakan salah satu perusahaan pialang asuransi di Indonesia. Pialang asuransi memiliki peran utama yaitu menempatkan risiko dari tertanggung ke perusahaan asuransi dan memfasilitasi penyelesaian klaimnya. Penelitian ini menganalisis proses penempatan risiko asuransi Contractors All Risk (CAR) ke perusahaan asuransi oleh PT. Fred Marius Sabini Insurance Broker, memahami proses fasilitasi penyelesaian klaim, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penempatan risiko ke perusahaan asuransi dan proses fasilitasi penyelesaian klaim asuransi CAR oleh PT. Fred Marius Sabini Insurance Broker. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara dan observasi. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah proses penempatan risiko asuransi ke perusahaan asuransi dan proses fasilitasi penyelesaian klaim dilakukan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang ada. Dengan beberapa kendala yang ada, PT. Fred Marius Sabini Insurance Broker dapat mengatasi kendala tersebut dengan baik.
Analisis Penyelesaian Klaim Asuransi Kredit Secara Ex-Gratia pada Perusahaan Asuransi Kredit Daerah Oktaviani, Rara; Erizal; Awaloedin, Mulawarman
Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/ileka.v5i2.2391

Abstract

Asuransi adalah perjanjian antara perusahaan asuransi dan pemegang polis, di mana pemegang polis membayar premi sebagai imbalan atas jaminan perlindungan finansial jika terjadi risiko yang dijamin dalam polis. Lembaga asuransi didirikan dengan tujuan menerima risiko yang ditransfer oleh pihak lain yang menjalin kesepakatan dengannya. Dalam industri asuransi kredit, peran penting dimainkan dalam mendukung kelancaran aktivitas bisnis dan perdagangan dengan melindungi risiko gagal bayar kredit. Namun, tingginya jumlah tertanggung dan kompleksitas perjanjian polis seringkali menimbulkan perselisihan antara perusahaan asuransi dan pemegang polis. Salah satu bentuk penyelesaian klaim yang sering digunakan adalah klaim ex-gratia, di mana perusahaan asuransi memberikan kompensasi di luar ketentuan formal dalam polis sebagai upaya menjaga hubungan baik dengan pemegang polis.Penelitian ini mengidentifikasi implementasi dan penerapan strategi ex-gratia oleh perusahaan asuransi, peran manajemen risiko untuk mengurangi risiko finansial terkait pembayaran ex-gratia, serta faktor-faktor yang memengaruhi keputusan perusahaan dalam memberikan pembayaran ex-gratia pada kasus klaim kredit. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan studi kasus pada perusahaan asuransi kredit daerah. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan lima informan kunci dan analisis dokumen pembayaran ex-gratia dari 2017-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ex-gratia digunakan sebagai kompensasi yang tidak tercantum dalam polis, dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang pada reputasi perusahaan. Manajemen risiko penting dalam mengelola risiko hukum terkait pembayaran ex-gratia. Faktor internal seperti rasio klaim, kebijakan perusahaan dan kewenangan direksi, serta faktor eksternal seperti hubungan bisnis dan reputasi perusahaan.
Persepsi Peserta Asuransi PT. Takaful Umum Mengenai Asuransi Wajib Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga Kendaraan Bermotor Erizal; Robidi
Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/ileka.v5i2.2531

Abstract

Peningkatan kepemilikan kendaraan bermotor meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi peserta asuransi PT. Takaful Umum terhadap Asuransi Wajib Tanggung Jawab Hukum (TJH) Pihak Ketiga Kendaraan Bermotor. Asuransi Wajib Tanggung Jawab Hukum (TJH) Pihak Ketiga Kendaraan Bermotor berfungsi menciptakan efek jera bagi penyebab kecelakaan dan jaminan ketersediaan dana ganti rugi bagi korban dan tertanggung. Skema ini dapat menurunkan jumlah kecelakaan maupun fatalitas dan korban kecelakaan, sebagaimana ditunjukkan dari adanya penurunan klaim korban kecelakaan jalan. Penelitian menggunakan metode survey dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam kepada peserta PT. Takaful Umum. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pemahaman peserta mengenai tujuan asuransi TJH cukup baik, namun sebagian besar masih mengalami kesulitan dalam prosedur klaim dan kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana. Kurangnya sosialisasi dari penyedia asuransi menyebabkan rendahnya pemahaman peserta terhadap manfaat asuransi TJH. Selain itu, meskipun pendekatan Syariah dianggap lebih transparan, masih terdapat kekhawatiran mengenai pengelolaan dana premi. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan sosialisasi melalui berbagai media informasi, penyederhanaan prosedur klaim, serta transparansi dalam pengelolaan dana untuk meningkatkan kepercayaan peserta. Selain itu, penerapan skema premi yang fleksibel berdasarkan risiko dan riwayat klaim dapat meningkatkan kepatuhan pembayaran premi. Hasil penelitian ini memberikan wawasan bagi perusahaan asuransi dan regulator dalam mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk implementasi Asuransi Wajib TJH di masa mendatang.
PEMAHAMAN PENGEMUDI OJEK ONLINE TERHADAP PROGRAM ASURANSI KECELAKAAN DIRI (PERSONAL ACCIDENT): STUDI KASUS DI RT 01 RW 01, KECAMATAN PAMULANG, KELURAHAN PONDOK BENDA, KOTA TANGERANG SELATAN Erizal Erizal; Firel Denitha Nursyava; Dwina Rizka Izzati
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/gxkafd24

Abstract

Pengemudi ojek online merupakan kelompok pekerja sektor informal dengan tingkat mobilitas dan risiko kecelakaan lalu lintas yang tinggi. Asuransi kecelakaan diri berperan sebagai instrumen perlindungan finansial, namun pemanfaatannya sangat bergantung pada pemahaman tertanggung terhadap ketentuan polis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman pengemudi ojek online terhadap asuransi kecelakaan diri berdasarkan ketentuan jaminan, pengecualian, dan klausula penting dalam Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia (PSKDI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner tertutup yang disusun berdasarkan ketentuan PSKDI. Informan penelitian berjumlah sepuluh orang pengemudi ojek online yang beraktivitas di wilayah Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pengemudi ojek online terhadap asuransi kecelakaan diri masih tergolong rendah dan bersifat parsial. Sebagian besar informan hanya memahami jaminan meninggal dunia akibat kecelakaan, sementara pemahaman terhadap jaminan cacat tetap, biaya perawatan medis, serta risiko yang dikecualikan dalam PSKDI masih terbatas. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ketentuan polis dan persepsi pengemudi ojek online terhadap cakupan perlindungan asuransi kecelakaan diri.