Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kerja Sama Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat dalam Pembinaan Anak Andi Fadhilah A.Natsir; Jufri Jufri
Jurnal Ilmiah Islamic Resources Vol 19, No 1 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jiir.v19i1.169

Abstract

Education is something that lasts a lifetime. Education and coaching is the responsibility of all parties, not only the responsibility of the school or the family but also the responsibility of the community. These three institutions, which are referred to as the educational tri-center, establish cooperative relationships to form not only intelligent people, but also those who are cultured, civilized, and religious. The role of the family in fostering children includes providing protection, inculcating religious and scientific values, teaching skills and good behavior, setting rules, providing facilities for children's needs, and creating a comfortable and happy atmosphere. The role of schools in fostering children is as a formal institution that provides facilities in the process of child development as a whole starting from carrying out teaching, guidance, and potential development from various aspects so that they are able to develop in accordance with the expectations and norms that apply in society optimally. The role of the community in fostering children is not only as a service user but also contributes either with funds, goods or labor, participates in school activities or events and participates in making decisions by being part of the school committee. 
Dampak Sosial Media Bagi Pembinaan Anak dalam Keluarga Syarifa Raehana; Jufri M. Zain
Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law Vol 1, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/altafaqquh.v1i1.23

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sosial media terhadap perkembangan perilaku anak dan dampaknya bagi pembinaan anak dalam keluarga. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.Simpulan dari penelitian ini bahwa penggunaan sosial media memiliki dampak postif dan negatif bagi siswa. Dengan adanya media sosial dapat dijadikan sebagai alat untuk meningkatkan keharmonissan dalam lingkup rumah tangga. Media sosial dapat dijadikan saran untuk mempererat silaturahmi antar keluarga. Dibutuhkan kebijaksanaan ornag tua dalam mendidik anak agar anak menggunakan media sosial dengan cerdas, untuk dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan potensi dirinya. Perlu ada keseimbangan antara pengguna media sosial dan menjaga keharmonisan keluarga.
Kedudukan Nafkah oleh Suami yang Melakukan Talak Raj’i Berdasarkan Putusan Nomor 634/PDT.G/2019/PA.SGM Khusnul Khatima; Jufri Saeni; Bambang Sampurno
Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law Vol 4, No 2 (2023): July
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/altafaqquh.v4i2.270

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, Majelis Hakim Pengadilan Agama Sungguminasa memutuskan bahwa Pemmohon tetap berkewajiban membayar nafkah iddah sampai Termohon melahirkan karena mantan suami masih dalam usia produktif dan mampu bekerja dan mantan istri tidak terbukti memiliki sifat nusyuz. Kedua, nafkah oleh suami kepada istri yang ditalak raj'i dalam perspektif hukum Islam adalah wajib karena mantan istri mengandung janin dari hasil pernikahan mereka sebagaimana terdapat pada surat At-Talaq ayat 6 yang menjelaskan bahwa suami berhak memberikan nafkah kepada mantan istri sampai melahirkan.Kesimpulan dari penelitian ini baik dari hasil putusan hakim dan dalam perspektif hukum islam Kedudukan nafkah oleh suami yang melakukan talak raj'i dalam perspektif hukum Islam adalah wajib diberikan kepada mantan istri yang dijatuhi talak satu raj'i selama istri tidak bersifat nusyuz. Sebagaimana dalam Undang-Undang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam maupun fiqh.