Abstract. The coastal area of Eretan-Ilir, Indramayu Regency, chronically faces the dual threats of abrasion and tidal flooding (rob), endangering the community's socio-economic assets. This study aims to project future shoreline changes by analyzing the spatial relationship between abrasion rates and tidal flood inundation potential as its primary driving factor. Using spatial modeling, this research applies the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) method to project abrasion rates and a Modified Bathtub Model to map inundation potential. The results of both models are then integrated through an overlay analysis. The analysis reveals a strong spatial correlation, where zones with the highest inundation potential (>2 meters) consistently overlap with the most severe abrasion zones, particularly in the Eastern Coastal segment. The impact of this dual threat is most critical for fishpond ( tambak) and settlement land uses. It is concluded that tidal flood inundation potential is a significant driving factor for abrasion rates, and this integrated modeling approach is effective in identifying critical coastal zones that require prioritized mitigation efforts. Abstrak. Kawasan Pesisir Eretan-Ilir di Kabupaten Indramayu secara kronis menghadapi ancaman ganda, yaitu abrasi dan banjir rob, yang mengancam aset sosial-ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan perubahan garis pantai dengan menganalisis hubungan spasial antara laju abrasi dan potensi genangan banjir rob sebagai faktor pendorong utamanya. Menggunakan pemodelan spasial, penelitian ini menerapkan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS) untuk memproyeksikan laju abrasi dan Modified Bathtub Model untuk memetakan potensi genangan. Kedua hasil pemodelan tersebut kemudian diintegrasikan melalui analisis tumpang susun (overlay). Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi spasial yang kuat, di mana zona dengan potensi genangan tertinggi (>2 meter) secara konsisten tumpang tindih dengan zona abrasi terparah, terutama di segmen Pesisir Timur. Dampak dari ancaman ganda ini paling berisiko terhadap tutupan lahan tambak dan permukiman. Disimpulkan bahwa potensi genangan banjir rob merupakan faktor pendorong yang signifikan terhadap laju abrasi, dan pendekatan pemodelan terintegrasi ini efektif dalam mengidentifikasi zona-zona pesisir kritis yang memerlukan prioritas mitigasi.