Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH PEMANFAATAN LAHAN TERHADAP EKOSISTEM PESISIR DI KAWASAN TELUK AMBON Yulia Asyiawati
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 10 No. 2 (2010)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v10i2.244

Abstract

This study aims (1) to analyzing the shift in utilization patterns compared with the carrying capacity and land suitability; (2) to analyze the status of coastal ecosystems. The method of analysis used in this study is the analysis of Geographic Information System (GIS).The results showed that there was a shift utilization, namely: to change the function of protected areas into mixed areas and dryland farming for 83.12%, coastal border that changes the function into the airport area, mixed area, settlements, dry land farming for 96.02%, dry land agriculture which transformed the function into neighborhoods, the area is a mixture of 8.70%. This resulted in the status of coral reef ecosystems, including criteria for medium-well with percentage coral cover ranged from 36.63 to 75.62%, the status of mangrove ecosystems including the category tree density was 780 to 1420 trees / ha, and the status of seagrass ecosystems, including categories less rich with the percentage cover ranged from 33.13% to 44.39%.
PENERAPAN PROGRAM LINIER UNTUK PEMANFAATAN LAHAN DI KAWASAN PESISIR KOTA CIREBON NENG IKEU; YULIA Asyiawati
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i1.259

Abstract

Pesisir Kota Cirebon secara fisik memiliki sumberdaya yang potensial untuk dikembangkan kedepannya. Permasalahan yang terjadi saat ini, bahwa dari pemanfaatan lahan yang ada di kawasan pesisir tersebut belum dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Hal tersebut tercermin dari jumlah keluarga miskin mencapai 41%, pendapatan yang diperoleh masyarakat masih dalam kategori rendah, 47% masyarakat bekerja sebagai buruh, indeks daya beli didua kecamatan pada kawasan studi juga paling rendah diantara kecamatan lainnya di Kota Cirebon dan masih banyaknya jumlah pencari kerja. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data kualitatif dan metode analisis data kuantitatif dengan menggunakan alat analisa Linear Programming. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka rekomendasi yang dapat diberikan adalah memaksimalkan pemanfaatan lahan pelabuhan dan perdagangan jasa sebagai alternatif kombinasi pemanfaatan lahan yang mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian dikawasan pesisir Kota Cirebon.
STRATEGI PENGENDALIAN PEMANFAATAN LAHAN SEKITAR KAWASAN KALIMALANG KOTA BEKASI SECARA BERKELANJUTAN YULIA ASYIAWATI
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v14i1.274

Abstract

Sejalan dengan perkembangan penduduk suatu kota, akan meningaktkan kebutuhan lahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, diantaranya adalah untuk kebutuhan permukiman, pengembangan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Di sisi lain ketersediaan lahan yang ada tetap, sehingga hal ini mengakibatkan banyak terjadi ali fungsi peruntukan lahan. Demikian juga halnya yang terjadi di Kawasan Kalimalang Kota Bekasi. Kawasan Kalimalang Kota Bekasi yang terdapat di tengah-tengah Kota Bekasi memupunyai fungsi sebagai kawasan yang berfungsi lindung. Pada kenyataannya pada saat ini, kawasan Kalimalang secara sporadis dimanfaatkan oleh masyarakat untuk permukiman, perdagangan serta penggunaan jasa lainnya seerti seperti jasa bengkel. Semua kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang terdapat di Kawasan kalimalang, membuang limbahnya ke Kalimalang. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas air sungai Kalimalang yang merupakan salah satu sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Bekasi. Berdasarkan Kalimalang Bekasi dimanfaatkan sebagai sumber air baku di Kota Bekasi ialah Kalimalang. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian untuk mengendalikan pemanfaatan lahan di sekitar Kawasan Kalimalang Kota Bekasi agar dapat mewujudkan kondisi lingkungan yang lestari sesuai rencana tata ruang. Tujuan yang diharapkan dari studi ini (1) identifikasi karakteristik masyarakat yang tinggal di kawasan studi; (2) identifikasi faktor yang mengalami penyimpangan penggunaan lahan; dan (3) identifikasi faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan. Metode aanalisis yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode super impose antara pemanfaatan lahan eksisting dengan rencana tata ruang dana analisis kesesuaian peruntukan lahan; analisis korelasi kontingensi untuk melihat hubungan antara pemanfaatan lahan dengan kondisi masyarakat, serta analisis deskriptif untuk memberikan gambaran tentang kebijakan tata ruang Kota Bekasi. Dengan menggunakan analisis tersebut, diperoleh hasil bahwa pemanfaatan lahan di Kawasan Kalimalang mengalami pergeseran peruntukan sebesar 65,80 % dari luas lahan kawasan yaitu 123.938 ha. Hal ini disebabkan karena rendahnya tingkat pendapatan masyarakat dan tingginya aksesibiltas dari kawasan ini menuju ke tempat kerja masyarakat. Untuk mengatasi kondisi tersebut, kawasan kalimalang harus dikendalikan pemanfaatannya dengan mengembalikan fungsi kawasan sebagai kawasan yang berfungsi lindung. Oleh karena itu langkah yang dilakukan adalah dengan merelokasi masyarakat yang tinggal di kawasan studi dan menata ulang Kawasan kalimalang sesuai dengan daya dukung dan daya tampung kawasan. Hal ini dilakukan untuk dapat mewujudkan pemanfaatan lahan berkelanjutan di Kawasan Kalimalang.
IDENTIFIKASI DAMPAK PERUBAHAN FUNGSI EKOSISTEM PESISIR TERHADAP LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN MUARAGEMBONG YULIA ASYIAWATI; LELY SYIDDATUL AKLIYAH
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 14 No. 1 (2014)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v14i1.275

Abstract

Perubahan yang terjadi pada wilayah pesisir dan laut tidak hanya sekedar gejala alam semata, tetapi kondisi ini sangat besar dipengaruhi oleh aktifitas manusia yang ada di sekitarnya. Wilayah pesisir merupakan wilayah penerima tekanan lebih besar dibandingkan dengan wilayah lain, karena wilayah pesisir mempunyai fungsi sebagai penyedia sumberdaya alam, penyedia jasa-jasa pendukung kehidupan, penyedia jasa kenyamanan dan sebagai penerima limbah dari aktivitas pembangunan yang terdapat di lahan atas (lahan daratan) seperti kegiatan permukiman aktivitas perdagangan, perikanan dan kegiatan industri. Semua dari kegiatan tersebut memberikan dampak terhadap wilayah pesisir yang dapat mempengaruhi pada kualitas lingkungan wilayah pesisir terutama pada penurunan kualitas ekosistem pesisir. Wilayah Pesisir Muaragembong dimanfaatkan sebagai multiuse, mengakibatkan ketidakteraturan dalam pemanfaatan kawasan sehingga menimbulkan perubahan fungsi dari ekosistem pesisir yang mengakibatkan penurunan terhadap kualitas ekosistem dan lingkungan. Hal ini mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan di wilayah pesisir Kecamatan Muaragembong. Berdasarkan kondisi yang ada, maka artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak perubahan fungsi ekosistem pesisir terhadap lingkungan di wilayah pesisir khusnya yang menjadi lokus kajian di wilayah pesisir Kecamatan muaragembong. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang identifikasi dampak yang ditimbulkan dari perubahan fungsi ekosistem pesisir di Wilayah Pesisir Muaragembong,
PENGELOLAAN PEMANFAATAN RUANG DI KAWASAN GUNUNG BROMO DAN SEKITARNYA SECARA BERKELANJUTAN DI KECAMATAN PONCOKUSUMO YULIA ASYIAWATI
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 14 No. 2 (2014)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v14i2.277

Abstract

Indonesia consists of 514 districts / cities, one of which is Malang located in East Java province. Malang regency has the potential of Natural Resources is very abundant. Poncokusumo sub-district is one of the districts in Malang Regency has a variety of potential, ranging from agriculture and nature. One very famous natural attraction is Mount Bromo. Mount Bromo is one mainstay of tourism in the district of Malang Regency Poncokusumo. As is known, in 2010, Mount Bromo erupted and resulted in tremendous impact for the communities around Mount Bromo both in economic and environmental terms. Then in early 2011, there were concerns about local economic and environmental potential problems in the long term among residents in the area around Mount Bromo, especially in areas that are in Malang. The purpose of this study is to develop the concept of sustainable management of the space utilization in the region of Mount Bromo Poncokusumo District of Malang. This study included into the quantitative descriptive research type. The descriptive terms are included on the condition of the District of Poncokusumo be viewed from the potential and the problems they have. Quantitative analysis is supported by using the form of secondary data collection and primary distribution of open questionnaire. There are two questionnaires, the questionnaire 15 people and 15 questionnaires were distributed to visitors who do Pocokusumo the District community and the visitor Mount Bromo and field observation method is ground check Based on this research can be concluded that the potential possessed by the District Poncokusumo directed to development of the region by increasing the strategies undertaken: (1) Development Zone Main Commodity (KAPUK) horticulture; (2) The development of the excellent potential include industrial, food crops, plantations and tourism with prioriyas the cultivation of horticultural crops dengna concept agropolitan; (3) Utilization of space area by setting the cropping of 8443 Ha, tourism activities amounted to 7,431 ha and Land woke 3322.32 Ha (4) Cooperation among stakeholders and the public in environmental management accented with custom customs Tengger
Challenges and Solutions for Urban Waste Management and Waste Transportation Systems (Case Study: TPS Cikutra, Bandung City) Zain, Fajrin Meilani Azzahra; Salsabila Putri; Dzalfa Kayla Septia Salma; Salma Nadhif Aghisna; Ammarrafi Rahman Alharits; Arha Ramdhany Bugis; Sultan Dhafa Al-Gibran; Yulia Asyiawati
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v5i2.10032

Abstract

Cikutra TPS (Temporary Waste Disposal Site) often has problems with incoming rubbish, including from rubbish carts or piles of rubbish that eat up roads. This causes traffic jams, disturbs residents' comfort, creates strong odors, and other waste problems. This research aims to identify challenges and provide solutions that can be implemented to improve the performance of waste management and transportation at the Cikutra TPS. The approach method used is qualitative with a normative descriptive analysis method of standards applicable in Indonesia. The research results show that the accumulation of waste due to inadequate TPS capacity, traditional collection and transportation systems, and lack of public awareness is a challenge. The solutions offered are differentiation of transportation patterns, determining fees to improve service quality, government investment in providing ideal transportation facilities and infrastructure, and increasing the ability and will of the community through outreach and training such as a participatory approach that involves the community in waste management, especially organic waste management.
Proyeksi Perubahan Garis Pantai di Pesisir Eretan-Ilir Menggunakan Metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS) Nirmala, Caesar Dewangga Duta; Yulia Asyiawati
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v5i2.8480

Abstract

Abstract. The coastal area of Eretan-Ilir, Indramayu Regency, chronically faces the dual threats of abrasion and tidal flooding (rob), endangering the community's socio-economic assets. This study aims to project future shoreline changes by analyzing the spatial relationship between abrasion rates and tidal flood inundation potential as its primary driving factor. Using spatial modeling, this research applies the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) method to project abrasion rates and a Modified Bathtub Model to map inundation potential. The results of both models are then integrated through an overlay analysis. The analysis reveals a strong spatial correlation, where zones with the highest inundation potential (>2 meters) consistently overlap with the most severe abrasion zones, particularly in the Eastern Coastal segment. The impact of this dual threat is most critical for fishpond ( tambak) and settlement land uses. It is concluded that tidal flood inundation potential is a significant driving factor for abrasion rates, and this integrated modeling approach is effective in identifying critical coastal zones that require prioritized mitigation efforts. Abstrak. Kawasan Pesisir Eretan-Ilir di Kabupaten Indramayu secara kronis menghadapi ancaman ganda, yaitu abrasi dan banjir rob, yang mengancam aset sosial-ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan perubahan garis pantai dengan menganalisis hubungan spasial antara laju abrasi dan potensi genangan banjir rob sebagai faktor pendorong utamanya. Menggunakan pemodelan spasial, penelitian ini menerapkan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS) untuk memproyeksikan laju abrasi dan Modified Bathtub Model untuk memetakan potensi genangan. Kedua hasil pemodelan tersebut kemudian diintegrasikan melalui analisis tumpang susun (overlay). Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi spasial yang kuat, di mana zona dengan potensi genangan tertinggi (>2 meter) secara konsisten tumpang tindih dengan zona abrasi terparah, terutama di segmen Pesisir Timur. Dampak dari ancaman ganda ini paling berisiko terhadap tutupan lahan tambak dan permukiman. Disimpulkan bahwa potensi genangan banjir rob merupakan faktor pendorong yang signifikan terhadap laju abrasi, dan pendekatan pemodelan terintegrasi ini efektif dalam mengidentifikasi zona-zona pesisir kritis yang memerlukan prioritas mitigasi.