Muhammad Kosim
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Problema Integrasi-Interkoneksi Pendidikan Agama Islam dalam Upaya Penguatan Kebijakan Inovasi Merdeka Belajar di Pesisir Selatan Roni Pasaleron Roni; Syafruddin Nurdin; Muhammad Kosim
IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 02 (2022): IQ (Ilmu Al-qur'an): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37542/iq.v5i02.679

Abstract

Abstrak: Masalah internal yang paling mendasar ialah tenaga pengajar (guru) BAM dan pendidikan al Qur’an dalam merancang dan menyusun bahan ajar, dalam menentukan cara penyajian, dalam menetukan arah pembelajaran, dan dalam menjabarkan tujuan pembelajaran. Dengan kreativitas itu, pembelajaran akan berdaya guna dan berhasil guna. Sedangkan masalah eksternal ialah masalah penerapan hasil belajar BAM di tengah-tengah masyarakat Minangkabau. Penelitian kualitatif dengan jenis field research dan metode deskriptif. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Perlu upaya integrasi-interkoneksi pendidikan agama Islam dalam rangka penguatan kebijakan inovasi merdeka belajar di Pesisir Selatan. Upaya yang mesti dilakukan dalam rangka membuat program integrasi-interkoneksi PAI dalam rangka Penguatan Kebijakan Inovasi Merdeka Belajar yang perlu digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan serta Kementerian Pendidikan Agama Pesisir Selatan dapat mencapai tujuannya. Metode pelaksanaan bisa dilakukan dengan dua tahapan diantaranya bisa melalui seminar dan workshop/mentoring pembuatan RPP, media dan materi ajar PAI terintegrasi-interkoneksi dengan Pendidikan Al-Qur’an dan Budaya Alam Minangkabau.
Karakter Kurikulum Humanistik dalam Pengembangannya Terhadap Proses Pembelajaran di SD Adnani Panyabungan Mandailing Natal Rohman Rohman; Syafruddin Nurdin; Martin Kustati; Muhammad Kosim; Nana Sepriyanti
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v15i2.1769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengembangan kurikulum humanistik di SD Adnani Panyabungan Mandailing Natal dengan karakteristik kurikulum humanistik yang dimilikinya. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan alat pengumpul data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan ada empat karakteristik pengembangan kurikulum humanistik yang dilakukan SD Adnani yaitu pertama, karakter integralistik dilakukan dengan pengintegrasian pelajaran agama dan umum dengan menekankan akhlak sebagai landasan utama. Kedua, karakteristik dari segi peran yang dilakukan guru tidak otoritatif terhadap pembelajaran siswa. Guru berperan lebih pada fasilitator terhadap minat siswa dalam belajar. Ketiga, karakteristik pada proses pembelajaran yang lebih kooperatif, dalam hal ini para siswa melaksanakan pembelajaran dengan adanya tutor sebaya dalam bentuk diskusi dalam rangka penguatan materi pelajaran. Keempat, karakter evaluasi lebih menekankan pada proses ketimbang hasil, para guru lebih menitikberatkan keberhasilan siswa mengacu pada akhlak yang muncul pada siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Religious Culture and Character Education: Strategies and Impacts in an Islamic Primary School Fitri Wulandari; Rasyidah Rasyidah; Jamaluddin Jamaluddin; Muhammad Kosim; Wilrahmi Izati
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/jie.v5i1.594

Abstract

Character education has become a strategic issue in education, particularly at the primary school level, in response to moral degradation and the weakening of ethical values in society. This study aims to analyze the implementation of religious culture in character education, including its forms, strategies, and impacts on students’ character development in an Islamic primary school. This study employed a qualitative research design with a case study approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving school principals, teachers, and students. The data were analyzed using an interactive analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and method triangulation. The findings indicate that religious culture is implemented through various religious habituation activities, teacher role modeling, and the strengthening of school culture integrated into daily practices. The implementation is carried out through three main strategies: structured and continuous practices, integration of religious values into school life, and early habituation of character values. These strategies effectively foster students’ religious values, discipline, responsibility, and politeness. The impact of religious culture is reflected not only in the school environment but also in students’ behavior within their families. In conclusion, religious culture serves as a strategic approach to strengthening character education, with sustainable implications for students’ character development in Islamic primary schools.