Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KEGIATAN AKTUALISASI NILAI PANCASILA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS II MADRASAH IBTIDAIYAH PERSIS NO 13 BOJONGWARU KABUPATEN BANDUNG Elsa Adila Rahma; Faizal Tegar Pratama; Fajar Rohmat Nurdiansyah; Gilang Rucita; Gita Salsabila; Ilham Muhammad Fadhillah; Jhelpi Alviyani; Dian Herdiana; Bobang Noorisnan Pelita
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 1: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i1.1647

Abstract

Pancasila yang telah disepakati sebagai dasar dan pandangan hidup bernegara tentu harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, nilai yang terkandung dalam Pancasila yang dimaksud harus dibuat ringkas dan menjadi rutinitas seluruh lapisan masyarakat agar nilai yang dimaksud dapat membumi serta bukan hanya menjadi utopia belaka. Tidak terkecuali bagi anak, anak sedari dini harus ditanamkan nilai Pancasila khususnya sila pertama yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa” sesuai dengan agama yang dianutnya. Ini merupakan sesuatu yang krusial karena pada saat usia dini anak dapat dengan mudah dibentuk serta diarahkan, sehingga aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dapat terlaksana. Pada kesempatan kali ini kami kelompok 1 dari mata kuliah Pendidikan Pancasila, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung telah melaksanakan tugas aktualisasi nilai-nilai Pancasila di Madrasah Ibtidaiyah Persatuan Islam No. 13 Bojongwaru, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung pada tanggal 12 November 2021 dengan materi yang dibawakan berupa pengenaalan dasar-dasar tentang Islam dan doa-doa harian. Dalam melaksanakan program, kami menggunakan metode belajar sambil bermain, juga dengan memberikan hadiah atas setiap keberhasilan anak. Tujuannya adalah agar anak dapat memahami nilai Pancasila secara ringan dan dapat melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
KEGIATAN SOSIALISASI DAN MUSYAWARAH DI BERBAGAI DESA SEBAGAI BENTUK AKTUALISASI NILAI PANCASILA SILA KE 4 AD. Huri; Calysta Higia Shafa; Dera Pebriani Sopyan; Dicky Andriansyah; Difa Amelia Zahra; Dian Herdiana; Bobang Noorisnan Pelita
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 5: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i5.2069

Abstract

Kegiatan ini merupakan berbagai macam sosialisasi dan musyawarah sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai sila ke-4 Pancasila yaitu: 1) Mendeskripsikan sosialisasi kepada remaja tentang bahaya narkotika, 2) Mendeskripsikan musyawarah pemilihan ketua remaja masjid, 3) Mendeskripsikan musyawarah karang taruna, 4) Mendeskripsikan partisipasi musyawarah di desa. Tujuan aktualisasi sila ke-4, dari musyawarah dan sosialisasi yang kita lakukan yaitu dengan musyawarah ini kita dapat mempererat jalinan silaturahmi antar remaja, senantiasa memakmurkan masjid dengan mengadakan kegiatan yang berpegang teguh kepada prinsip-prinsip aqidah, ukhuwah dan dakwah Islamiyah serta menjadikan generasi muda yang mempunyai kualitas dan kuantitas ditengah tengah masyarakat juga. Menjadikan remaja yang mempunyai rasa percaya diri dan memiliki karakter yang baik dan kuat untuk menciptakan karya-karya dalam jati dirinya serta pada sosialisasi ini mengajarkan rasa bertanggung jawab kepada sesama remaja dan juga untuk memberi tahu serta mencegah para remaja agar tidak terjerumus pada narkoba, karena masih banyak hal positif yang harus dilakukan untuk masa depannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sosialisasi nilai-nilai sila ke-4 Pancasila pada 4 desa dalam setiap kegiatan sosialisasi dan musyawarah selalu diliputi rasa kekeluargaan yang tinggi. Dalam musyawarah untuk mengambil suatu keputusan dengan tidak memaksakan kehendak orang lain dan seluruh pemuda melaksanakan hasil keputusan yang telah disetujui bersama, sedangkan dalam sosialisasi semua pemuda memahami dan mengetahui pada setiap materi yang telah dijelaskan.
KEGIATAN SOSIALISASI PROGRAM PEMUDA ANTI NARKOBA BERSAMA ORGANISASI KEPEMUDAAN Ahmad Faidh An’nur Ramli; Alivia Salsabilla; Amang Wildan; Arpani Yureza Pratama; Auliya Auliya; Bertha Anasthasa Subroto Putri; Dian Herdiana; Bobang Noorisnan Pelita
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 5: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i5.2070

Abstract

Penyalahgunaan narkoba yang sedang marak terjadi dikalangan pemuda menjadi topik permasalahan di negeri ini. Kondisi lingkungan sekitar dan pergaulan bebas menjadi salah satu faktor para remaja melakukan penyalahgunaan narkoba tersebut, serta kurangnya kesadaran dan tidak tertanamnya nilai Pancasila dalam diri para remaja sebagai generasi penerus bangsa untuk menjaga, mempertahankan, dan memajukan negara Indonesia dengan cara bersatu dalam organisasi kepemudaan sebagai upaya mewujudkan persatuan Indonesia. Kami melakukan kegiatan dengan tujuan untuk menyosialisasikan pentingnya menghindari narkoba bagi generasi muda, kegiatan dilakukan secara terkoordinasi meskipun dalam waktu dan tempat yang berbeda-beda. Kami berharap dengan adanya penelitian ini dapat bermanfaat untuk para pembaca, serta dapat memberikan pengetahuan baru tentang narkoba khususnya bagi para remaja atau pemuda untuk menjadi generasi penerus bangsa Indonesia yang dapat menjaga, mempertahankan, memajukan, dan mempersatukan bangsa yang bebas dari narkoba melalui organisasi kepemudaan.
Program Aktualisasi Nilai Pancasila Sila Ke 1 Melalui Kegiatan Menghafal Al Qur'an Kepada Anak-anak Makbullah Nura; Muhammad Fadlan Ramadhan; Muhammad Fakhkriel Zayida; Muhammad Nafhan Ramadhan; Nabila Rahmi; Nur Hafizatul Khairi; Nurhasanah; Dian Herdiana; Bobang Noorisnan Pelita
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 04 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari program ini adalah mengembangkan sikap saling mencintai dan peduli sesama manusia serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan melalui belajar mengajar pelajaran umum. Program ini dilaksanakan karna melihat pentingnya mengamalkan nilai yang terkandung dalam Sila Ke-2 “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab” yaitu nilai kemanusiaan yang didasarkan pada hati nurani manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan. Program belajar mengajar dilaksanakan di lingkungan sekitar tempat tinggal anggota kelompok masing-masing dengan sasaran siswa Taman Kanak-Kanak hingga SMA. Metode yang digunakan dalam belajar mengajar yaitu metode ceramah yang disampaikan langsung pada peserta didik, metode diskusi, metode tanya jawab dan metode mengikuti dengan mengulang kembali apa yang telah diajarkan. Terlaksananya kegiatan belajar mengajar di sekitar lingkungan tempat tinggal anggota kelompok dengan berbagai materi yang disampaikan seperti: mengajarkan nilai-nila Pancasila, mengajarkan Bahasa Inggris, mengajarkan Matematika, dan mengajarkan Bahasa Indonesia. Dengan terlaksananya kegiatan-kegiatan belajar mengajar ini mampu mengamalkan nilai- nilai Pancasila di kesehariannya, menambah wawasan dalam ilmu pengetahuan, dan terciptanya kebersamaan yang erat satu sama lain, terdapat pula beberapa manfaat yang dapat para mahasiswa rasakan, seperti terjalinnya atau terjaganya silaturahmi, dapat membantu para murid untuk memahami lebih jauh apa makna dari Pancasila, dan diharapkan ilmu yang telah kami amalkan akan terus mengalir dilanjutkan oleh para murid ke depannya. Dengan melakukan program belajar mengajar sebagai Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila ini kita dapat menciptakan kebersamaan yang erat dan kuat sehingga muncul keinginan untuk saling melindungi, saling menolong, dan saking mengasihi.
Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Sila Ke-1 Tentang Pengajaran Mengaji Kepada Anak-Anak Sekolah Dasar Dian Herdiana; Lestari Mardiana; Mohamad Irgi AlFauji; Muhamad Nastainu Billah; Muhammad Afif Zuliandi; Muhammad Dzaky Zainuri; Muhammad Ilyas Dermawan; Nabila Rizki Kamila; Nadya Rozathul Janah; Najma Annisa Syaefryan; Bobang Noorisnan Pelita
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 05 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The intent and purpose of this program is to teach children to read the Qur'an properly and correctly and then memorize short letters from the start of the QS. Al-Kafirun to QS. An-Nas, especially children aged 6-12 years, namely elementary school age aged 1-6 years. Learning is realized in the area where we live. In this program, we evaluate participants' ability to memorize from various aspects, including the ability to read and memorize the Qur'an fluently and obey the rules of reading the Qur'an. The benefits that participants will get from this activity are as follows: Learning the Qur'an, especially memory, helps children's intelligence and receives rewards for their actions. The transformational activities carried out by students of UIN Sunan Gunung Djati Bandung can be described as follows: Reading and memorizing QS. Al-Kafirun – QS. An-Nas. Life guide to achieve happiness in this world and the hereafter
Program Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila dengan Mengimplementasikan Pancasila Sila Ke-1 Dian Herdiana; Pipih Nurlaela; Reizika Mahadewi Novia; Rifan Aziel Zulfikar; Risqi Wijaya; Salsabila Nur Muhtar; Sinta Nurlaela; Syifa Nurrohmatillah; Vira Nurmala; Bobang Noorisnan Pelita
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 05 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One example of actualizing Pancasila values ​​is by implementing the first Pancasila precepts, namely in this activity through teaching and practicing short letters in the family and community environment. This study aims to explore and examine information about the application of Pancasila values ​​through teaching programs and practicing letters in the family and community environment which is carried out in each respective area. The results of this study are (1) the introduction of the values ​​of the first precepts (2) Provide positive reinforcement and it is hoped that children can hold fast to the Qur'an and can practice the contents of the short letters (3) Implementation of this building the foundation of the nation's generation of children can be found in the first place with the devotion to God Almighty as Pancasila the first precepts (4) Cultivating the values ​​of the first precepts in the family and community environment (5) The solution in overcoming various problems of implementing Pancasila Pancasila in the family and community environment is the existence of support from parents, community, and government in every implementation activity
Politik Hukum tentang Pembatasan Upaya Hukum Peninjauan Kembali terhadap Pejabat/Badan Tata Usaha Negara Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 24/PUU-XII/2024: Perspektif Siyasah Qadhaiyyah Mochamad Suwanda Hadiansyah; Bobang Noorisnan Pelita; Lutfi Fahrul Rizal
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 6 No 2 (2025): Tema Hukum Islam
Publisher : CV Rewang Rencang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v6i2.743

Abstract

This research seeks to analyze the legal politics and principles of Siyasah Qadhaiyah regarding the Restrictions on Judicial Review of Officials or State Administrative Bodies since the issuance of Constitutional Court Decision Number 24/PUU-XII/2024. MK Aquo's decision has significantly changed the legal framework regarding the right of state administrative bodies or officials to submit a judicial review (PK). To answer this question, this research uses a normative juridical approach, by reviewing legal documents, jurisprudence, and scientific works to explore legal ratios, legal consequences and siyasa qadhaiyah views on this decision. The results of the research show that, firstly, giving the right/authority to the TUN Agency/Official to submit a judicial review of a decision that has already been made is counterproductive and has the potential to cause legal uncertainty, so that MK Aquo's decision is a progressive decision that can protect the public seeking justice and legal certainty. Second, even though the Constitutional Court Aquo Decision is a binding and final decision (final and binding), there is a need for follow-up by the decision address because the Constitutional Court Aquo decision is non-self implementing, the three contents of the Constitutional Court Aquo Decision are relevant to the concept of siyāsah qaḍhā'iyyah, especially values. which is adhered to by the Islamic judiciary of al-maẓhālim region
Partisipasi Politik Masyarakat pada Pemungutan Suara Ulang Pilkada Serentak 2024 Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 132/PHPU.BUP-XXIII/2025 di Kabupaten Tasikmalaya Perspektif Siyasah Dusturiyah Muhammad Fauzan; Bobang Noorisnan Pelita; Lutfi Fahrul Rizal
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 6 No 2 (2025): Tema Hukum Islam
Publisher : CV Rewang Rencang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v6i2.1476

Abstract

This study examines community political participation in the 2024 Simultaneous Regional Election Re-Vote (PSU) in Tasikmalaya Regency, based on the Constitutional Court Decision of the Republic of Indonesia Number 132/PHPU.BUP-XXIII/2025, from the perspective of Siyasah Dusturiyah. As a manifestation of popular sovereignty, regional elections must ensure the active participation of the public. The Tasikmalaya Regency General Election Commission (KPU) has attempted to implement a responsive legal approach through outreach activities and stakeholder engagement, in accordance with Article 26 of KPU Regulation Number 9 of 2022. However, voter turnout in the re-vote was only 63.4%, a decline of 4.5% from the previous election. This low level of participation was due to several field implementation challenges, including the re-vote period coinciding with the post-Eid al-Fitr return flow and high urban mobility; the very short KPU socialization period (60 days) with minimal intensity in remote areas; declining public trust following previous election violations; and issues with the accuracy of the Final Voter List (DPT), such as unupdated records of deceased voters. From the Siyasah Dusturiyah perspective, this phenomenon indicates the suboptimal application of the principles of shura (consultation), ‘adl (justice), and ijma’ al-ummah (public consensus), suggesting the presence of a "pseudo-responsive legal system." As an agent of maslahah ‘ammah (public interest), the KPU bears a moral responsibility to ensure inclusive participation as a foundation for substantive democratic legitimacy.