Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SinarFe7

RANCANG BANGUN RECOIL INDICATOR DAN PULLER BACK KANON OTOMATIS PADA TANK SCORPION Aji Paringga Jati; Anggraini Puspita Sari; Jeki Saputra
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1B 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puller Back Kanon adalah suatu perangkat yang digunakan untuk mengecek gerak mundur Kanon. Perangkat ini sering digunakan prajurit Kavaleri untuk melaksanakan proses pemeliharaan senjata Kanon. Puller Back disusun sedemikian rupa agar bisa menarik laras Kanon. Puller Back akan melakukan pulling back (menarik laras) dengan menggunakan tuas secara manual. Recoil Indicator adalah perangkat yang berfungsi untuk membaca nilai jarak gerak mundur dari Kanon. Peralatan yang ada saat ini masih menggunakan manual dan digerakkan dengan tenaga manusia saat menarik Puller Back dan menggeser Recoil Indicator. Penelitian ini difokuskan untuk mewujudkan sebuah alat otomatis untuk mengukur gerak mundur Kanon dan alat pemeliharaan tanpa menggunakan tenaga yang besar. Rangkaian disusun atas komponen-komponen sebagai berikut: Arduino Nano, sensor Ultrasonic HC-SR04, modul NRF24L01, LCD I2C, Relay dan Motor DC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menggerakkan aktuator menggunakan mikrokontroler. Program dibuat menggerakkan rangkaian aktuator sejauh 20 cm secara otomatis. Jarak terdeteksi menggunakan sensor Ultrasonic sedangkan komunikasi wireless membantu dalam pengiriman data tanpa kabel. Kemudian akan ditampilkan pada LCD melalui I2C.
Instrumentasi Elektronis terhadap Pengukuran Kecepatan dan Arah Angin Berbasis Arduino Nano 1Mahar Adi Wijaya, 2Aries Boedi, 3Jeki Saputra Mahar Adi Wijaya,; Aries Boedi; Jeki Saputra
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1B 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angin adalah udara yang bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah atau dari suhu udara yang rendah ke suhu udara yang lebih tinggi. Kebanyakan pada operasi penerjunan khususnya kursus terjun militer, Jump Master (pelatih) mengarahkan penerjun masih menggunakan alat manual yaitu hanya dengan melihat Wind shock sebagai tolak ukur. Baik penerjun Freefall maupun Para dasar setelah penerjun keluar dari pintu exit mereka tidak tahu kondisi angin di pendaratan oleh karena itu banyak terjadinya kecelakaan saat mendarat yang di akibatkan oleh perubahan kecepatan arah angin.
Desain Kontrol Otomatis Sifat Rata Ampu Pada Miniatur Meriam 57 mm S-60 Dengan Menggunakan Sensor Gyroscope 1Budyana Reza Tarigan; Nachrowie; Jeki Saputra
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1B 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kendali kontrol ini dapat diaplikasikan pada meriam Arhanud 57 MM S-60 untuk mempermudah pembidikan pada saat menyikap rata ampukan meriam 57 mm S-60. Penulisan tugas akhir ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bagi penembak meriam pada saat memutar tuas secara manual. Mendesain kontrol otomatis sifat rata ampu meriam 57 mm S-60 agar mampu melakukan rata-rata ampu secara otomatis dan di gunakan tanpa ada kendala yang terjadi. Kemandirian dalam sistem pertahanan merupakan sesuatu yang harus selalu diupayakan untuk melindungi kedaulatan negara dari gangguan keamanan yang datang dari luar maupun dalam negeri. Peralatan pertahanan secara umum dapat dibagi menjadi tiga yakni peralatan pertahanan darat, laut dan udara. Salah satu peralatan pertahanan adalah meriam yang penggunaannya dapat di darat, laut dan udara. Unjuk kerja suatu meriam diantaranya ditentukan oleh sistem kendali dan stabilisasi gerak meriam. Sistem kendali dan stabilisasi gerak meriam umumnya masih didatangkan dari luar negeri secara utuh sehingga bila diperlukan perbaikan atau penggantian masih harus dilakukan oleh pihak asing.