Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Effect of Education and Knowledge on Domestic Waste Management for Housewives in Medan City in 2022 Azrina Sufi Nasution; Sri Malem Indirawati; Nurmaini Nurmaini
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.6920

Abstract

The purpose of this study is to analyze effect of education and knowledge on domestic waste management for housewives in Medan City in 2022. This type of research is an analytic survey using a cross sectional and quantitative research design. The population in this study are housewives who live in 7 Sub-Districts (Region-III) in Medan City. The sample in this study is obtained from 4 Sub-Districts in Region-III Medan City. The sampling method used in this study was purposive sampling. The selected Sub-Districts are Medan Tembung District, Medan Marelan District, Medan Deli District, and Medan Labuhan District. The distribution of samples is distributed proportionally with 25 samples in each Sub-Districts. The statistical test used in this study is logistics regression multivariate analysis. The results show that education has effect on action of domestic waste management for housewives in Medan City in 2022. Knowledge has effect on action of domestic waste management for housewives in Medan City in 2022.
ULTRA PROCESSED FOODS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KESEHATAN DAN LINGKUNGAN : LITERATUR REVIEW ULTRA-PROCESSED FOODS AND THEIR IMPLICATIONS FOR HEALTH AND THE ENVIRONMENT: A LITERATURE REVIEW Nurul Hidayah; Nurhalisa; Salma Alfina Putri Nada; Azrina Sufi Nasution
Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Vol. 14 No. 2 (2025): Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia
Publisher : Departement of Nutrition, Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jgmi.v14i2.47930

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Tren konsumsi ultra-processed food (UPF) terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia, seiring dengan urbanisasi dan modernisasi pola hidup. UPF merupakan produk pangan yang melalui proses industri intensif dengan tambahan bahan sintetis seperti gula, garam, lemak, serta aditif yang menyebabkan rendahnya nilai gizi namun tinggi kalori. Tujuan: Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis keterkaitan antara konsumsi UPF, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data dikumpulkan dari berbagai jurnal nasional dan internasional terbitan 2019–2025 melalui basis data PubMed, Scopus, dan ScienceDirect. Hasil: Hasil kajian memperlihatkan bahwa konsumsi UPF secara berlebihan berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, gangguan metabolik, serta kematian dini. Selain itu, produksi dan konsumsi UPF juga berdampak negatif terhadap lingkungan melalui peningkatan emisi gas rumah kaca, penurunan keanekaragaman hayati, serta akumulasi limbah plastik. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa konsumsi UPF tidak hanya menjadi tantangan kesehatan masyarakat, tetapi juga ancaman bagi keberlanjutan ekosistem serta diperlukan kebijakan pangan berkelanjutan, edukasi gizi dan promosi konsumsi pangan segar lokal untuk mengurangi dampak buruk UPF terhadap manusia dan lingkungan. Kata kunci : ultra-processed food, kesehatan masyarakat, lingkungan, penyakit tidak menular, keberlanjutan pangan ABSTRACT Introduction : The global trend of increasing ultra-processed food (UPF) consumption, including in Indonesia, has been driven by rapid urbanization and modernization of dietary habits. UPFs are industrially manufactured products that undergo extensive processing with the addition of synthetic ingredients such as sugar, salt, fat, and additives, resulting in foods that are energy dense but poor in essential nutrients. Aim : This study aims to systematically review the relationship between UPF consumption, public health, and environmental). Methods : Sustainability using the Systematic Literature Review (SLR) method. Data were obtained from national and international journals published between 2019 and 2025 through databases including PubMed, Scopus, and ScienceDirect. Results : The findings indicate that excessive UPF consumption is significantly associated with an increased risk of chronic diseases such as obesity, type 2 diabetes, hypertension, metabolic disorders, and premature mortality. Moreover, UPF production and consumption contribute to environmental degradation through increased greenhouse gas emissions, biodiversity loss, and plastic waste accumulation. Conclusion : These results highlight that UPF consumption poses not only a major public health challenge but also a threat to ecosystem sustainability, sustainable food policies, nutrition education, and the promotion of fresh, locally sourced foods are essential to mitigate the adverse impacts of UPF on both human health and the environment. Keywords : ultra-processed food, public health, environment, non-communicable diseases, food sustainability
Pemberdayaan PKK Gampong Lhok Seumot Melalui Diversifikasi Olahan Ikan Nila Menjadi Bakso Ikan Irham Maulana; Kamalia Ulfa; Zakki Muhtaram; Utari Azrani; Icha Tridayana; Nailis Salsabila; Sonya Elisabeth Silaen; Tsamarah Nur Rahmah; Azrina Sufi Nasution
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v10i1.15301

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan PKK Gampong Lhok Seumot, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, melalui diversifikasi ikan nila hasil budidaya lokal menjadi bakso ikan. Permasalahan utama mitra adalah penjualan hasil budidaya dalam bentuk ikan segar sehingga nilai tambah masih rendah dan keterampilan pascapanen terbatas. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi kebutuhan, penyuluhan, demonstrasi, praktik partisipatif pembuatan bakso ikan nila, pengemasan, pelabelan, serta evaluasi melalui observasi dan diskusi. Peserta mampu mengikuti tahapan pemfiletan, penghalusan daging, pencampuran adonan, pembentukan, perebusan, dan pengemasan produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat gizi ikan nila, peluang usaha olahan perikanan, prinsip higienitas, serta pentingnya kemasan dan label. Produk bakso ikan nila yang dihasilkan memiliki bentuk kompak, aroma khas ikan, tekstur kenyal, dan lebih siap dipasarkan dibandingkan ikan segar. Kendala yang masih perlu ditindaklanjuti meliputi ketersediaan peralatan produksi, perizinan pangan rumah tangga, konsistensi mutu, dan pemasaran digital. Kegiatan ini menjadi dasar pengembangan usaha rumah tangga berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.