Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Literature Review: Perbandingan Efektivitas High Intensity Laser Therapy dengan Ultrasound Diathermy terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Osteoartritis Lutut Muhammad Ryamizard Muhibuddin; Muhammad Siddik; Didik Dwi Sanyoto; Bambang Dwi Putranto; Husna Dharma Putera
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.473 KB)

Abstract

Abstract: Knee Osteoarthritis (OA) is one of the causes of paralysis for elderly patients in developing countries. The non pharmacological and non invasive therapies used were high intensity laser therapy (HILT) and ultrasound diathermy (USD). Both generate heat to reduce pain in knee OA. This literature review aims to compare the effectiveness of HILT and USD in reducing pain intensity in knee OA patients. Literature review analysis was carried out from several medical journal databases, namely: Google Scholar, PubMed-NCBI, ProQuest and Science Direct. The journals listed are English language journals for the period 2011-2021. There are 8 journals used in the literature review. The results showed that HILT and USD were effective in reducing pain in knee OA patients. Two journals showed that HILT was more effective than LLLT. Two other journals show LLLT is more effective than USD. HILT and LLLT include laser therapy with the same therapeutic principle so that they can guarantee that HILT is more effective than USD. Keywords: effect, high intensity laser therapy, ultrasound diathermy, pain, knee osteoarthritis Abstrak: Osteoartritis (OA) lutut merupakan salah satu penyebab kelumpuhan bagi penderita usia lanjut di negara berkembang. Terapi non farmakologi dan non invasif yang digunakan yaitu high intensity laser therapy (HILT) dan ultrasound diathermy (USD). Keduanya menghasilkan panas untuk menurunkan nyeri pada OA lutut. Literature review ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas HILT dan USD dalam penurunan intensitas nyeri pada pasien OA lutut. Analisis literatur review dilakukan dari beberapa database jurnal kedokteran, yaitu: Google Scholar, PubMed-NCBI, ProQuest dan Science Direct. Jurnal yang dicantumkan adalah jurnal berbahasa Inggris dalam periode tahun 2011-2021. Terdapat 8 jurnal yang digunakan dalam literature review. Hasil ditemukan bahwa HILT dan USD efektif dalam menurunkan rasa nyeri pada pasien OA lutut. Dua jurnal menunjukkan HILT lebih efektif dibandingkan LLLT. Dua jurnal lain menunjukkan LLLT lebih efektif dibandingkan USD. HILT dan LLLT termasuk terapi laser dengan prinsip terapi sama sehingga dapat disimpulkan HILT lebih efektif dibandingkan USD. Kata-kata kunci: effect, high intensity laser therapy, ultrasound diathermy, pain, knee osteoarthritis
Literature Review: Perbandingan Efektivitas Pemberian Microwave Diathermy dengan Infra Red terhadap Pengurangan Nyeri Osteoartritis Lutut Nur Halisa Amalia; Muhammad Siddik; Didik Dwi Sanyoto; Bambang Dwi Putranto; Husna Dharma Putera
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.407 KB)

Abstract

Abstract: Knee osteoarthritis (OA) is the most common knee pain complaint. Non pharmacological therapy, including microwave diathermy therapy (MWD) and infra red therapy (IR) is one of the treatment options. Both work in tissue repair, increase metabolic processes, and reduces inflammation in knee OA by electromagnetic radiation hyperthermia. The purpose of this literature review was to analyze comparison of the effectiveness of MWD and IR in reducing pain intensity in knee OA patients. The data were collected by analyzing literature from several databases, namely PubMed-NCBI, ProQuest, Science Direct, and Google Scholar. The criteria for inclusion of articles are articles in English and Indonesian in research published in 2011–2021. In this literature review, 8 articles were used. According to the findings of the review, MWD and IR were both effective in reducing pain in knee OA patients. Three of the five MWD articles showed that reducing pain intensity of knee OA was more effective. Two of the three IR articles showed that reducing pain intensity of knee OA was more effective. It may be concluded that IR therapy is better than MWD therapy in reducing pain knee OA based on the average score of pain parameters using VAS before and after therapy. Keywords: effect, microwave diathermy, infra red, pain, knee osteoarthritis Abstrak: Osteoartritis lutut (OA) adalah keluhan nyeri lutut yang paling umum. Salah satu pengobatan yang dapat dilakukan adalah terapi non farmakologi yaitu terapi microwave diathermy (MWD) dan terapi infra red (IR). Keduanya memiliki kesamaan dalam hipertermia radiasi elektromagnetik, dan berfungsi perbaikan jaringan, peningkatan proses metabolisme, dan pengurangan inflamasi OA lutut. Tujuan Literature review ini untuk membandingkan efektivitas MWD dan IR dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien OA lutut. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur dari beberapa database jurnal kedokteran elektronik, yaitu: PubMed-NCBI, ProQuest, Science Direct dan Google Scholar. Kriteria pencantuman artikel adalah artikel berbahasa Inggris dan Indonesia dalam penelitian yang diterbitkan tahun 2011–2021. Ada 8 artikel yang digunakan dalam literature review ini. Hasil tinjauan menemukan bahwa MWD dan IR keduanya efektif dalam mengurangi rasa nyeri pada pasien OA lutut. Tiga dari lima artikel MWD menunjukkan hasil yang lebih efektif dalam mengurangi intensitas nyeri OA lutut. Dua dari tiga artikel IR menunjukkan hasil yang lebih efektif dalam mengurangi intensitas nyeri OA lutut. Berdasarkan dari rata-rata skor parameter nyeri dengan VAS sebelum dan sesudah terapi, dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi IR lebih baik daripada pemberian terapi MWD terhadap pengurangan nyeri OA lutut. Kata-kata kunci:   effect, microwave diathermy, infra red, pain, knee osteoarthritis
Literature Review: Hubungan Biomekanika Lutut terhadap Faktor Risiko Pasien Osteoartritis Lulut Khaeratul Washilah; Muhammad Siddik; Didik Dwi Sanyoto
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.092 KB)

Abstract

Abstract: Osteoarthritis of the knee is a major cause of disability with age and this condition is expected to continue to increase rapidly in the future. In patients with osteoarthritis, the knee will show decreased functionality that can withstand joint pain, stiffness, and weakness of the limb muscles which will then lead to functional impairment. This objective is to analyze the relationship between knee biomechanics in patients with osteoarthritis of the knee and its risk factors, and to provide an overview of the appropriate punishment for cases of knee osteoarthritis. The results of this study indicate that there is a relationship between knee biomechanics and risk factors for knee osteoarthritis. Keywords: risk factors, osteoarthritis, biomechanics, kinesiology, and kinematics Abstrak: Osteoartritis lutut adalah penyebab kecacatan utama pada usia tua dan keadaan ini diperkirakan akan terus meningkat dengan pesat di masa yang akan datang. Pada pasien dengan osteoartritis lutut akan menunjukkan penurunan kapasitas fungsional yang dapat dikaitkan dengan nyeri sendi, kekakuan, dan hilangnya kekuatan otot-otot ekstremitas bawah yang nantinya akan menyebabkan gangguan fungsional. Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis hubungan biomekanika lutut pasien osteoarthritis lutut dengan faktor risikonya, serta memberikan gambaran penalaksanaan yang tepat untuk kasus osteoarthritis lutut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara biomekanika lutut dengan faktor risiko osteoarthritis lutut.                                                                                                    Kata-kata kunci: faktor risiko, osteoartritis, biomekanika, kinesiologi, dan kinematika
Hubungan Letak Lesi dengan Derajat Spastisitas pada Pasien Stroke Iskemik di RSUD Ulin Banjarmasin Andi Ari Sandy; Fakhrurrazy Fakhrurrazy; Didik Dwi Sanyoto
Homeostasis Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.769 KB)

Abstract

Abstract: Ischemic stroke occurs due to decreased blood flow due to emboli or thrombosis that is temporary or permanent in the cerebral arteries. Stroke has several symptoms such as facial paralysis, limbs or spasticity and can cause death. Spasticity is affected by the location of the lesion. The purpose of this study was to analyze the relationship between the location of the lesion with the degree of spasticity in ischemic stroke patients at Banjarmasin District Hospital based on the Modified Ashworth Scale (MAS). This research is an observational analytic and cross-sectional approach. The MAS examination is carried out after the respondent fulfills the inclusion and exclusion criteria. A total of 30 samples obtained by purposive sampling obtained 6 cortical lesions in the patient, 16 subcortical lesions in the patient, and 8 in the basal ganglia lesion in 8 patients. The degree of MAS in patients was found with the normal category of 6 patients, the moderate category of 19 patients, and the weight category of 5 patients. Analysis using the Kormogorov-Smirnoff correlation test showed an insignificant value of p = 0.841. The conclusion that there is no relationship between the location of the lesion with the degree of spasticity in ischemic stroke patients at Ulin Hospital Banjarmasin. Keywords: Ischemic stroke, location of the lesion, spasticity, Modified Ashworth Scale. Abstrak: Stroke iskemik terjadi akibat penurunan aliran darah karena emboli atau trombosis yang bersifat sementara atau permanen di arteri serebral. Stroke memiliki beberapa gejala seperti kelumpuhan wajah, anggota badan atau spastisitas dan dapat menyebabkan kematian. Spastisitas dipengaruhi oleh letak lesi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara letak lesi dengan derajat spastisitas pada pasien stroke iskemik di RSUD Banjarmasin berdasarkan Modified Ashworth Scale (MAS). Penelitian ini bersifat observational analitik dan pendekatan cross-sectional. Pemeriksaan MAS dilakukan setelah responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 30 sampel didapatkan secara purposive-sampling didapatkan lesi pada kortikal sebanyak 6 pasien, lesi pada subkortikal sebanyak 16 pasien, dan lesi pada ganglia basalis sebanyak 8 pasien. Derajat MAS pada pasien ditemukan dengan kategori normal 6 pasien, kategori sedang 19 pasien, dan kategori berat 5 pasien. Analisis menggunakan uji korelasi Kormogorov-Smirnoff  menunjukkan nilai tidak signifikan p=0,841. Kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan letak lesi dengan derajat spastisitas pada pasien stroke iskemik di RSUD Ulin Banjarmasin. Kata-kata kunci: Stroke iskemik, letak lesi, spastisitas, Modified Ashworth Scale.
Literature Review: Pengaruh Kinesio Taping terhadap Tonus Otot pada Pasien Spastisitas Pasca Stroke Intan Pertiwi Zulhan; Muhammad Siddik; Didik Dwi Sanyoto
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.528 KB)

Abstract

Abstract: Stroke is a cerebrocardiovascular disease that causes motor problems after stroke in the form of spasticity. Spasticity can cause functional disorders and problems that can lead to decreased quality of life, increased pain, joint contractures and even joint deformities. One of the rehabilitation measures that can be used to reduce spasticity is kinesio taping (KT). This literature review was written with the aim of knowing the effect and mechanism of KT on post-stroke patient spasticity, as well as the factors that influence the outcome of KT insertion. The results of this paper indicate the effect of KT on the improvement of post-stroke spasticity patients, using the Modified Asswort Scale (MAS) score. Keywords: kinesio taping, spasticity, stroke, post stroke spasticity  Abstrak: Stroke merupakan salah satu penyakit serebrokardiovaskular yang menyebabkan gangguan motorik pasca stroke berupa spastisitas. Spastisitas dapat menyebabkan gangguan serta masalah fungsional yang dapat menyebabkan turunnya kualitas hidup, nyeri yang semakin bertambah, kontraktur sendi bahkan deformitas pada persendian. Salah satu tindakan rehabilitasi yang dapat digunakan untuk mengurangi spastisitas adalah dengan kinesio taping (KT). Literature review ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dan mekanisme KT terhadap spastisitas pada pasien pasca stroke, serta faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pemasangan KT. Hasil penulisan ini menunjukkan adanya pengaruh KT  pada perbaikan pasien spastisitas pasca stroke, dengan menggunakan skor Modified Asswort Scale (MAS) Kata-kata kunci: neuromuscular electrical stimulation, stroke, spasticity.
Literature Review: Efektivitas Kinesio Taping dan Exercise terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Carpal Tunnel Syndrome Muhammad Rifqi Haikal; Fathia Arsyiana; Didik Dwi Sanyoto
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.098 KB)

Abstract

Abstract: Pain is one of the symptoms that are often found in patients with Carpal Tunnel Syndrome (CTS) which can cause nuisance and discomfort to the patient. Kinesio Tape (KT) is a medical rehabilitation through gate control theory mechanism and elevates soft tissue that compresses the median nerve. The purpose of this literature review is to determine the effect of KT on reducing pain intensity in CTS patients, and to determine the effect of KT combined with exercise on the pain intensity of CTS patients. This study was done by analyzing library sources from several medical journal databases, namely Google Scholar, PubMed, and Science Direct. Based on the search process, 10 journals were found that were used as topics in this review. The results of this paper indicate the effect of KT on reducing pain intensity, whether combined with exercise or not. Keywords : carpal tunnel syndrome, pain, kinesio tape, exercise Abstrak: Nyeri merupakan salah satu gejala yang sering ditemukan pada pasien Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yang dapat menyebabkan gangguan dan ketidaknyamanan pada pasien. Kinesio Tape (KT) merupakan rehabilitasi medis melalui mekanisme gate control theory dan mengangkat jaringan lunak yang menekan nervus medianus. Tujuan literature review ini untuk mengetahui pengaruh KT tehadap penurunan intensitas nyeri pada pasien CTS, dan mengetahui pengaruh KT yang dikombinasikan dengan exercise terhadap intensitas nyeri pasien CTS. Penulisan ini dilakukan dengan menganalisis sumber pustaka dari beberapa database jurnal kedokteran yaitu google scholar, PubMed, dan Science Direct. Berdasarkan proses pencarian, didapatkan 10 jurnal yang dijadikan bahasan topik pada literatur ini. Hasil penulisan ini menunjukkan adanya pengaruh KT pada penurunan intensitas nyeri baik dikombinasikan dengan exercise ataupun tidak. Kata-kata kunci: carpal tunnel syndrome, pain, kinesio tape, exercise
Pemberian Stimulus Kecerdasan Pada Anak TK Tunas Bangsa Desa Margasari Ilir Melalui Metode “BEROTAK” (Bercerita Dan Senam Otak) Tina Handayani Nasution; Didik Dwi Sanyoto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i4.6679

Abstract

Kekurangan gizi merupakan masalah yang masih dihadapi Indonesia sampai saat ini. Anak yang mengalami kekurangan gizi sejak dalam kandungan dapat menurunkan tingkat kecerdasan (IQ) sebesar 10-15 poin. Kalimantan Selatan merupakan salah satu daerah yang prevalensi kekurangan gizinya diatas prevalensi nasional. Desa Margasari Ilir menjadi salah satu lokus utama penanganan stunting karena memiliki prevalensi stunting yang tinggi. Penanganan stunting dan gizi buruk setelah usia anak 2 tahun dapat dikatakan sudah agak terlambat, akan tetapi masih dapat dioptimalkan kondisi kecerdasan yang ada pada diri anak tersebut yaitu dengan memberikan berbagai stimulus. Untuk itu program pengabdian masyarakat kali ini diarahkan untuk memberikan stimulus kecerdasan pada anak melalui bercerita dan senam otak pada anak TK Tunas Bangsa Margasari Ilir. Pendekatan yang digunakan dalam program kemitraan ini adalah pendekatan yang berbasis kebutuhan mitra serta aktivitas pendampingan program dengan terlebih dahulu melakukan identifikasi permasalahan lalu dilanjutkan dengan menyusun strategi pemecahan masalah. Tim PkM Memberikan training of trainer (TOT) pada guru-guru tentang manfaat dan cara senam otak bagi anak-anak,mempraktikkan senam otak kepada guru-guru dan murid-murid TK, dan melakukan praktik stimulasi kecerdasan linguistik melalui kegiatan bercerita pada anak-anak TK, menyumbangkan buku-buku dan alat peraga (boneka tangan) yang dapat dipergunakan sebagai alat bantu stimulus kecerdasan anak dan memberikan edukasi berupa penyuluhan kepada orang tua murid (ibu) pada saat menunggu anaknya di sekolah. Dalam kegiatan tersebut beberapa hasil positif bisa terlihat antara lain : peningkatan pemahaman guru – guru TK dalam pemberian stimulus kecerdasan pada anak dan peserta kegiatan merasakan manfaat yang banyak dari kegiatan bercerita dan senam otak (BEROTAK) ini.
Pembentukan Kelas Hattra (Kesehatan Tradisional) Bagi Ibu Yang Memiliki Bayi Dan Balita Di Posyandu Desa Keliling Benteng Ulu Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Didik Dwi Sanyoto; Triawanti Triawanti; Sherly Limantara
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.10948

Abstract

Di Kalimantan Selatan prevalensi balita stunting menurut SSGI tahun 2021 yaitu 24,6 melebihi prevalensi nasional. Kabupaten Banjar memiliki prevalensi stunting 26,4%. Desa Keliling Benteng Ulu termasuk desa yang berada di zona merah kasus stunting yaitu sebesar 23,68%. Pada tahun 2022 terdapat 54 anak balita yang mengalami stunting. Desa keliling Benteng Ulu (KBU) merupakan daerah rawa pasang surut dan aliran Sungai Martapura. Untuk itu perlu dicari solusi upaya pencegahan. Salah satunya melalui upaya kesehatan tradisional (Hattra). Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan bersama-sama dengan kepala desa, kader posyandu dan kader PKK diketahui di Desa KBU belum banyak ibu bayi/ balita yang memiliki pengetahuan tentang kesehatan tradisional yang dapat mendukung upaya pencegahan stunting. Kesehatan tradisional adalah pengobatan dan/atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Pada kegiatan ini ditawarkan solusi kepada masyarakat yaitu untuk membentuk kelas Hattra bagi ibu-ibu yang memiliki bayi/balita. Program di kelas Hatra yaitu pelatihan tentang pijat bayi dan pengolahan temulawak menjadi permen yang disukai anak. Pemijatan pada bayi diketahui dapat merangsang tumbuh kembang bayi termasuk ebrat badan dan tinggi badan, sedangkan temulawak telah digunakan secara turun temurun sebagai peningkat nafsu makan. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan dalam bentuk pretest-posttest menunjukan peningkatan pemahaman dari nilai rata-rata 68,4 menjadi 80, juga terkait manfaat kegiatan ini dalam bentuk kuisioner menunjukkan sebagian besar peserta merasa manfaat yang banyak dari kegiatan ini.