Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Melalui Media Video terhadap Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi di SMA IT Ukhuwah Banjarmasin Muhammad Ihsan Septia Wardana; Meitria Syahdatina Noor; Istiana Istiana; Juhairina Juhairina; Widya Nursantari
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.591 KB)

Abstract

Abstract: According to the International Conference on Population and Development (ICPD) Cairo (1994), reproductive health is a state of complete physical, mental, and social well-being, not simply the absence of disease or disability in all aspects of the reproductive system, including its functions and processes. The high number of reproductive health issues, teenage female problems, and HIV/AIDS is attributable to a shortage of reproductive health information. At SMA IT UKHUWAH Banjarmasin, this study aims to explain the impact of video-based counseling on adolescent reproductive health knowledge. This is a one-group pretest-post-test study with a pre-experimental design. This research looks at the alterations that occur following treatment (counseling). This is a pre-experimental study on 32 students at SMA IT Ukhuwah using a one-group pretest-post-test approach. The findings revealed that knowledge prior to counseling was 25%, while knowledge after counseling was 37%. There is a connection between reproductive health counseling and knowledge (p = 0.00), implying that video counseling influences reproductive health knowledge. Keywords: education, video, knowledge, reproduction Abstrak: ICPD atau International Conference on Population and Development mendefinisikan kesehatan reproduksi sebagai kondisi sejahtera mental, fisik, maupun sosial secara jangkap, mengenai segala hal yang memiliki hubungan terhadap sistem reproduksi, bukan hanya terbebas dari penyakit ataupun kecacatan baik dari fungsi maupun prosesnya. Tingginya masalah kesehatan reproduksi, masalah remaja wanita maupun penyakit HIV/AIDS terjadi karena kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh penyuluhan melalui media video terhadap pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMA IT UKHUWAH Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-post-test pada 32 orang siswa di SMA IT Ukhuwah.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan 25%, dan setelah penyuluhan 37%.  Terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi dengan pengetahuan (p=0,00) yang menunjukkan bahwa penyuluhan dengan menggunakan video berpengaruh terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi. Kata-kata kunci: penyuluhan, video, pengetahuan, reproduksi
Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Perilaku Pencegahan Anemia pada Remaja Putri SMAIT Ukhuwah Banjarmasin Ade Satria Wiguna; Meitria Syahadatina Noor; Istiana Istiana; Juhairina Juhairina; Nika Sterina Skripsiana
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.244 KB)

Abstract

Abstract: Anemia is a condition in which hemoglobin (Hb) or erythrocyte levels are low. According to the Banjarmasin City Health Office, there were 884 young women with anemia in 2018, out of 924 cases in adolescents aged 10 to 19. The goal of the study at SMAIT Ukhuwah Banjarmasin was to look at the impact of the environment on adolescent girls' conduct when it came to preventing anemia. This study takes a cross-sectional approach and employs an analytic observational method. A random sample of 36 students who met the inclusion and exclusion criteria was taken using a simple random sampling approach. The results demonstrate that there are two groups with an average value in environmental factors that is higher than the overall average, and the average value in environmental factors is higher than the overall average. Keywords: anemia, environment, behavior, young women. Abstrak: Anemia merupakan suatu kondisi dimana kurangnya nilai hemoglobin (Hb) atau eritrosit. Data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menunjukkan bahwa pada tahun 2018 didapatkan sebanyak 884 remaja putri mengalami anemia dari 924 kasus pada remaja usia 10-19 tahun. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisa pengaruh lingkungan terhadap perilaku pencegahan anemia remaja putri di SMAIT Ukhuwah Banjarmasin. Peneltian ini menggunakan metode observasional analitik dengan Teknik pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 36 siswi yang memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi.  Hasil menunjukan terdapat dua kelas dengan nilai rerata di atas rata-rata keseluruhan dalam faktor lingkungan dan begitu pula dengan nilai rerata perilaku pencegahan anemia. Kata-Kata Kunci: anemia, lingkungan, perilaku, remaja putri.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Anemia dengan Perilaku Pencegahan Anemia pada Remaja Puteri di SMAIT Ukhuwah Banjarmasin Muhammad Sultan Izdihar; Meitria Syahdatina Noor; Istiana Istiana; Juhairina Juhairina; Nika Sterina Skripsiana
Homeostasis Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.598 KB)

Abstract

Abstract: Anemia is a medical condition in which the amount of red blood cells or hemoglobin is lesser than normal. The lack of knowledge about anemia in adolescent girls makes many students have poor eating patterns, resulting in poor anemia prevention behavior as well. The aim of this study was to explain the correlation between knowledge and attitudes about anemia with preventive behavior in adolescent girls at SMAIT Ukhuwah Banjarmasin. The research design was analytic observational with a cross sectional approach using the chi-square test. Sampling using purposive sampling technique with a total sample of 43 students who meet the inclusion and exclusion criteria. The results of the study showed 27 people (63%) had good knowledge and 16 people (37%) had bad knowledge. The majority of 20 female students (46%) have good knowledge and have positive preventive behavior. The correlation between knowledge and prevention behavior has a p value of 0.000 with a PR of 3.1339286. From these result, it can be deduced that there is a significant (p value <0.05) There are 28 respondents (65%) who have a positive attitude with good preventive behavior as many as 20 respondents (46%) and less behavior as many as 8 people (19%). The correlation between attitude and behavior to prevent anemia has p-value = 0.001 with PR = 2.8. between knowledge and attitudes with anemia prevention behavior at SMAIT Ukhuwah Banjarmasin. Keywords: anemia, knowledge, attitude, behavior of  prevention Abstrak: Anemia merupakan sebuah keadaan medis di mana kadar hemoglobin atau sel darah merah dalam tubuh berada di bawah normalnya. Minimnya pengetahuan tentang anemia remaja puteri membuat banyak siswi yang memiliki pola makan yang kurang baik sehingga terjadi sikap perilaku pencegahan anemia yang kurang baik. Penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan korelasi antara sikap dan wawasan tentang anemia dengan tindakan antisipasi pada remaja puteri di SMAIT Ukhuwah Banjarmasin. Metode rancangan penelitian adalah observasional analitik melalui pendekatan cross sectional, lantas dianalisis menggunakan uji chi-square. Teknik purposive sampling digunakan untuk mendapatkan jumlah sampel sebanyak 43 orang siswi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dari penelitian menunjukan 27 orang (63%) mempunyai pengetahuan baik dan 16 orang (37%) memiliki pengetahuan buruk. Mayoritas siswi 20 orang (46%) memiliki pengetahuan baik dan berprilaku pencegahan positif. Hubungan pengetahuan dan perilaku pencegahan memiliki p-value sebesar 0,000 dengan PR  sebesar 3,1339286. Simpulan yang didapat dari hasil tersebut adalah terdapat keterkaitan yang bermakna (p value <0,05) Terdapat 28 responden (65%) mempunyai sikap positif dengan perilaku pencegahan baik sebanyak 20 responden (46%) dan perilaku kurang sebanyak 8 orang (19%). Keterkaitan antara sikap dengan perilaku pencegahan anemia memiliki p-value = 0,001 dengan PR=2,8.  antara wawasan dan sikap dengan tindakan pencegahan anemia di SMAIT Ukhuwah Banjarmasin. Kata-kata kunci: anemia, pengetahuan, sikap, Perilaku Pencegahan