Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EVALUASI KEJADIAN INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TANAH SAREAL Siti Mariam; Anisa Salsabilila Y; Noneng Kurniasih
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i2.189

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit sistem kardiovaskular yang paling banyak ditemukan dibandingkan dengan penyakit sistem kardiovaskular lainnya. Pada hipertensi pengobatan jangka panjang, dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat dengan obat penyakit penyerta yang diderita pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat antihipertensi di Puskesmas Tanah Sareal periode Januari–Desember 2021. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif observasional, pengambilan data secara retrospektif terhadap data sekunder rekam medis sebanyak 290 pasien terdiri dari perempuan 192 (66,21%) pasien dan laki-laki 98 (33,79%) pasien yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan pasien paling banyak usia 56–65 tahun sebanyak 117 pasien (40,34%), Penyakit penyerta terbanyak Dispepsia 92 pasien (31,72%%). Pasien mayoritas mendapatkan 2–4 obat sebanyak 272 pasien (93,79%). Obat antihipertensi yang paling banyak digunakan, yaitu amlodipin tunggal sebanyak 262 pasien (90,34%), obat penyakit penyerta paling banyak paracetamol 171 pasien (58,97%). Interaksi obat terjadi pada 49 (29,70%) pasien dari 165 pasien yang berpotensi mengalami interaksi obat dari obat antihipertensi dengan obat-obat penyakit penyerta. Obat yang berinteraksi adalah amlodipine dengan obat NSAIDs. Interaksi amlodipin dengan ibuprofen sebanyak 16 kasus (27%), amlodipin dengan natrium diklofenak sebanyak 26 kasus (38%), dan amlodipin dengan asam mefenamat sebanyak 7 kasus (44%) dari interaksi yang berpotensi berdasarkan literatur. Kejadian interaksi ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik rata-rata 9,84 mm Hg dan tekanan darah diastolik rata-rata 5,92 mm Hg pada pasien.
EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT UNTUK PASIEN RAWAT JALAN BPJS DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN Fredy Nasel; Anitia Lestari; Noneng Kurniasih
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i1.20

Abstract

Tuntutan pasien dan masyarakat akan peningkatan mutu Pelayanan Kefarmasian, mengharuskanadanya perluasan dari paradigma lama berorientasi kepada produk (drug oriented) menjadiparadigma baru yang berorientasi pada pasien (patient oriented) dengan filosofi PelayananKefarmasian (pharmaceutical care) (Kemenkes, 2016).Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuidata sosiodemografi pasien rawat jalan BPJS dan mengetahui hasil persentase dari penelitiankegiatan PIO dan tersampaikannya informasi obat dengan tercapai atau tidaknya berdasarkan nilaikeberhasilan indikator mutu di Puskesmas Bogor Selatan. Dilakukan secara prospektif dimulai bulanMaret – Mei 2021. Dengan sampel 97 pasien diperoleh pasien terbanyak yaitu perempuan denganhasil 72% dan untuk hasil PIO dengan jumlah obat 217 diperoleh hasil yang sudah disampaikan danmencapai nilai keberhasilan yaitu, nama obat 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 90%,sediaan 94%, sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 90%, dosis 100% sudah mencapai nilaikeberhasilan sebesar 100%, cara pakai 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 100%,indikasi 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 100%. Informasi obat yang sudahdisampaikan, namun belum mencapai nilai keberhasilan indikator mutu yaitu, penyimpanan 8%belum mencapai hasil keberhasilan sebesar 90%, efek samping 51% belum mencapai nilaikeberhasilan sebesar 90%, dan terdapat indikator PIO yang belum disampaikan yaitu, kontraindikasi,stabilitas dan interaksi obat.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) BAGIAN ATAS DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN Fredy Nasel; Salsa Phinaka Nabila; Noneng Kurniasih
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i1.21

Abstract

Tuntutan pasien dan masyarakat akan peningkatan mutu Pelayanan Kefarmasian, mengharuskanadanya perluasan dari paradigma lama berorientasi kepada produk (drug oriented) menjadiparadigma baru yang berorientasi pada pasien (patient oriented) dengan filosofi PelayananKefarmasian (pharmaceutical care) (Kemenkes, 2016).Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuidata sosiodemografi pasien rawat jalan BPJS dan mengetahui hasil persentase dari penelitiankegiatan PIO dan tersampaikannya informasi obat dengan tercapai atau tidaknya berdasarkan nilaikeberhasilan indikator mutu di Puskesmas Bogor Selatan. Dilakukan secara prospektif dimulai bulanMaret – Mei 2021. Dengan sampel 97 pasien diperoleh pasien terbanyak yaitu perempuan denganhasil 72% dan untuk hasil PIO dengan jumlah obat 217 diperoleh hasil yang sudah disampaikan danmencapai nilai keberhasilan yaitu, nama obat 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 90%,sediaan 94%, sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 90%, dosis 100% sudah mencapai nilaikeberhasilan sebesar 100%, cara pakai 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 100%,indikasi 100% sudah mencapai nilai keberhasilan sebesar 100%. Informasi obat yang sudahdisampaikan, namun belum mencapai nilai keberhasilan indikator mutu yaitu, penyimpanan 8%belum mencapai hasil keberhasilan sebesar 90%, efek samping 51% belum mencapai nilaikeberhasilan sebesar 90%, dan terdapat indikator PIO yang belum disampaikan yaitu, kontraindikasi,stabilitas dan interaksi obat.
EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ORAL PADA PASIEN DIARE BALITA DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN Fredy Nasel; Ismhatuka Ayu Putri; Noneng Kurniasih
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i1.22

Abstract

Diare merupakan terjadinya buang air besar dengan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya, denganfrekuensi 3 kali dalam sehari atau lebih dalam 24 jam. Dalam penatalaksanaan diare pada balita, obatyang digunakan terdiri dari oralit dan zink. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatanpengobatan pada pasien diare balita di Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian ini dilakukanmenggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospktif dengan pendekatan cross sectional. Datapenelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode September– Desember 2020.Sampel yang diambil sebanyak 106 pasien dengan metode total sampling. Adapunhasil penelitian menunjukkan, usia paling banyak 2-3 tahun (54%), jenis kelamin laki-laki (61%),penggunaan oralit (38%), zink (1%), dan oralit+zink (61%). Evaluasi penggunaan obat oral padapasien diare balita; Evaluasi tepat pemilihan obat oralit, zink, dan oralit+zink terdapat 100% sudahtepat; Evaluasi tepat pemberian dosis oralit, zink, dan oralit+zink terdapat 97%, 100%, dan 74% tidaktepat dosis; Evaluasi tepat interval/frekuensi zink 100% sudah tepat, oralit dan oralit+zink terdapat97% dan 74% tidak tepat; Evaluasi tepat lama pemberian oralit, zink, dan oralit+zink terdapat 100%sudah tepat.