Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisa Balok Kantilever Dengan Beban Tidak Terbagi Merata Musa Bondaris Palungan; Disabella Dayera; Marthinus Fatem
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 6 No. 2 (2021): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian defleksi penting dilakukan pada balok atau batang yang merupakan salah satu komponen konstruksi bangunan untuk mengetahui seberapa besar material tersebut mengalami deformasi atau sifat melengkungnya dimana memastikan bahwa suatu struktur solid dan dapat menangani beban seperti yang dirancang. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan pengujian fenomena lendutan atau defleksi pada balok kantilever dengan beban tidak terbagi merata pada dua jenis material yaitu baja dan tembaga. Dimensi balok kantilever yang digunakan dengan panjang (L = 1m), lebar material (a) = 25 mm dan tebal material (h) = 10 mm menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan dilaboratorium Mekanika Terapan Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu untuk beban yang sama (24 N/m), perputaran sudut material baja lebih kecil dari perputaran sudut tembaga karena elastisitas material baja baja (ESt = 200 GPa) lebih besar dari elastisitas tembaga (ECu = 90 GPa) dan untuk uji defleksi diperoleh bahwa untuk beban yang sama (24 N/m), defleksi atau lendutan material tembaga (5,23 mm) dan lebih besar dari defleksi atau lendutan material baja (2,35 mm) karena elestitsitas material tembaga (ECu = 90 GPa) lebih kecil dari elastisitas baja (ESt = 200 GPa).
Pengaruh Durasi Pengasapan Terhadap Sifat Tarik Serat Tunggal dan Morfologi Permukaan Serat Pelepah Aren (Arenga Pinnata) Lery Alfriany Salo; Musa Bondaris Palungan; Nitha
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1572

Abstract

Pemanfaatan serat alam sebagai penguat komposit ramah lingkungan terus meningkat, namun keterbatasan sifat fisik, kimia, dan ikatan antarmuka masih menjadi tantangan utama dalam aplikasinya. Salah satu pendekatan modifikasi serat yang potensial dan relatif sederhana adalah perlakuan pengasapan, yang mampu memodifikasi struktur kimia dan morfologi permukaan serat. Penelitian ini menganalisis pengaruh durasi pengasapan suhu rendah terhadap komposisi kimia, sifat fisik, morfologi permukaan, dan kekuatan tarik serat tunggal pelepah aren bagian bawah. Pengasapan dilakukan menggunakan kotak pengasapan dengan sumber asap dari pembakaran tempurung kelapa, pada suhu terkontrol 45 °C, dengan variasi durasi 0, 5, 10, 15, dan 20 jam. Parameter yang diuji meliputi komposisi kimia, kekuatan tarik serat tunggal, serta karakterisasi permukaan menggunakan SEM. Hasil menunjukkan hemiselulosa menurun dari 23,70% menjadi 19,70% dan lignin dari 17,17% menjadi 10,34%. Kekuatan tarik meningkat dari 210,64 MPa menjadi maksimum 421,59 MPa pada durasi 15 jam, kemudian menurun pada 20 jam. Citra SEM mengonfirmasi peningkatan kekasaran permukaan hingga durasi optimum 15 jam, sedangkan pengasapan 20 jam menunjukkan indikasi microcrack dan delaminasi. Durasi pengasapan 15 jam direkomendasikan sebagai kondisi optimum.
Analisis Morfologi Permukaan dan Kekuatan Tarik Serat Pelepah Nipah ( Nypa Frutycans) Akibat Perlakuan Pengasapan Sunardi Arung; Musa Bondaris Palungan; Yafet Bontong
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1692

Abstract

Serat alam sebagai bahan komposit semakin berkembang karena sifatnya yang ringan, terbarukan, dan ramah lingkungan. Penelitian mengenai potensi serat pelepah nipah (Nypa fruticans) terbatas, khususnya  pengaruh pengasapan suhu terkontrol terhadap perubahan sifat mekanik dan morfologi serat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi durasi pengasapan terhadap kekuatan tarik serat dan morfologi permukaan serat. Metode penelitian dilakukan dengan memberikan pengasapan pada suhu 45 °C dengan variasi waktu 0, 5, 10, 15, dan 20 jam. Karakterisasi morfologi permukaan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM); sifat mekanik dianalisis melalui uji tarik serat tunggal dengan mengukur diameter serat, luas penampang, gaya tarik maksimum, dan kekuatan tarik. Hasil pengamatan SEM menunjukkan peningkatan durasi menyebabkan penyusutan lumen, peningkatan kekasaran permukaan, dan munculnya retakan mikro akibat paparan panas. Hasil uji tarik menunjukkan kekuatan tarik meningkat dari 53,20 MPa pada serat tanpa perlakuan menjadi 111,03 MPa pada durasi pengasapan 15 jam. Peningkatan ini dipengaruhi oleh penurunan diameter, pengurangan kadar air, dan degradasi parsial komponen amorf seperti hemiselulosa. Pada durasi 20 jam, kekuatan tarik menurun menjadi 100,83 MPa akibat degradasi dinding sel. Penelitian ini menegaskan pengasapan selama 15 jam pada suhu 45 °C merupakan kondisi optimum meningkatkan sifat mekanik serat nipah.
Studi Eksperimen Pengembangan Material Komposit Serat Sabut Buah Pinang Sebagai Penguat Material Alternatif Pembubutan Suhersan Panggalo; Musa Bondaris Palungan; Nitha
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2015

Abstract

Persaingan teknologi manufaktur yang menuntut efisiensi biaya mendorong pengembangan material alternatif ramah lingkungan untuk proses pemesinan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi potensi penggunaan material komposit serat sabut buah pinang dengan matriks resin Epoxy DGEBA dan pengeras Polyamide sebagai material alternatif pembubutan konvensional pengganti teflon murni (Mechanical Grade PTFE). Menggunakan metode eksperimental (True Experimental Research), penelitian ini menguji pengaruh variasi fraksi volume serat (10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%) terhadap sifat mekanik dan kualitas permukaan hasil proses bubut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat memengaruhi performa mekanik secara fluktuatif. Komposisi fraksi volume serat 30% terbukti menghasilkan performa mekanik yang paling optimal dengan kekuatan tarik sebesar 20,286 MPa, modulus Young sebesar 3667,5 MPa, dan energi impak sebesar 111 Joule. Sebaliknya, pada fraksi serat 50%, terjadi kegagalan akibat kekurangan matriks (matrix starvation) yang menurunkan kekuatan tarik secara drastis menjadi 4,1568 MPa dan ketangguhan impak menjadi 92 Joule. Dari segi kemampuan pemesinan, seluruh variasi komposit dapat dibubut, meskipun menghasilkan kekasaran permukaan (  4,055–13,953 µm) yang lebih tinggi dibanding teflon murni karena strukturnya yang heterogen. Secara keseluruhan, komposit serat sabut buah pinang dengan fraksi volume serat 30% merupakan komposisi optimum yang paling efisien secara teknis sebagai bahan alternatif pengerjaan bubut.