Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Gambaran Sosial-Emosional pada Masa Kanak-Kanak Madya dengan Orang Tua yang Bercerai Belva Avila Yustisia; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53851

Abstract

Selama berada pada masa kanak-kanak pertengahan dan akhir, anak akan mengalami banyak perubahan dalam hal sosial-emosionalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosial-emosional pada masa kanak-kanak madya dengan orang tua yang bercerai. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara yang dilakukan secara langsung kepada partisipan. Hasil menunjukkan bahwa gambaran pada anak dengan orang tua bercerai menunjukkan adanya penurunan dalam beberapa aspek sosial-emosional mereka, sementara pada beberapa aspek lainnya memiliki tingkat penyesuaian yang lebih baik. Gambaran penurunan aspek sosial-emosional yang terjadi pada anak diantaranya terkait emosi anak, pertemanan anak, adaptasi anak, komunikasi anak, dan manajemen waktu. Sedangkan penyesuaian aspek sosial-emosional yang lebih baik yang dilakukan anak adalah terkait hal pengungkapan kasih sayang, kepedulian lingkungan, menaati aturan, bekerjasama, dan tindakan menghibur diri. Hasil pemaparan juga menunjukkan bahwa orang tua memiliki peranan yang lebih besar sebagai single parent setelah terjadinya perceraian. Peran partisipan sebagai orang tua tunggal menunjukkan bahwa pengasuhan anak berbeda dibanding sebelumnya. Orang tua harus mengasuh anak sebagai single parent sehingga memiliki peran penuh sebagai pencari nafkah dan pengasuh anak.
Gambaran Loneliness pada Wanita Dewasa Awal yang Bekerja Irsyada Fitria Nisa; yohana wuri satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i2.53867

Abstract

Wanita bekerja merupakan wanita yang mampu menafkahi dirinya sendiri. Biasanya wanita bekerja diluar rumah dan mendapatkan upah. Banyak dari wanita yang bekerja ini mengalami lonelinessakibat kesibukannya dalam bekerja. Loneliness adalah rasa tidak menyenangkan yang disebabkanketidak sesuaian antara hubungan sosial yang diinginkan seseorang dengan realita. Partisipan partisipan yang merasakan loneliness biasanya berada di kos sendirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran loneliness pada wanita dewasa awal yang bekerja. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi . Responden yang digunakan sebanyak 3 wanita dewasa awal berusia 24 tahun yang dijaring melalui teknik purposive sampling. Pengambilandata dengan teknik wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian yang dilakukan penulis di Tuban menunjukkan bahwa partisipan penulis mengalami loneliness karena dalam bekerja rekan kerja tidak sama dengan teman biasa. Rekan kerja lebih mementingkan profesionalitas dan hubungan pekerjaan daripada pertemanan yang lebih pribadi. Coping stress yang digunakan dalam mengatasi loneliness pada dua partisipan penelitian menggunakan Problem Focused Coping dan Emotional Focused Coping, sedangkan satu partisipan tidak menggunakan coping stress dalam menghadapi masalahnya sehingga partisipan tetap mengalami loneliness Kata kunci : wanita dewasa awal, loneliness
Kesejahteraan Psikologis Pada Perempuan Dewasa Awal Yang Memiliki Pengalaman Kekerasan Dalam Pacaran Fatihatur Rohmah; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i1.54667

Abstract

Kesejahteraan psikologis merupakan suatu kemampuan individu dalam mencapai segala potensi dan kebutuhan dalam kehidupan untuk menjadi individu yang sejahtera baik secara fisik maupun psikologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran kesejahteraan psikologis pada perempuan dewasa awal yang memiliki pengalaman kekerasan dalam pacaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi-terstruktur dan dianalisa menggunakan Coding. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian yaitu member checking dan triangulasi data. Penelitian ini menggunakan tiga korban kekerasan dalam pacaran dengan latar belakang yang berbeda-beda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran kesejahteraan psikologis setiap subjek berbeda-beda. Pada subjek pertama menunjukkan hasil yang baik pada beberapa dimensi yaitu hubungan positif dengan orang lain, pengembangan diri, otonomi, penguasaan lingkungan, serta tujuan hidup. Pada subjek kedua menunjukkan hasil yang baik pada beberapa dimensi yaitu otonomi dan pengembangan diri sedangkan dimensi lainnya masuk dalam tahap proses pencapaian. Sedangkan pada subjek ketiga menunjukkan hasil yang baik pada semua dimensi kesejahteraan psikologis.
Studi Fenomenologi: Gambaran Pengalaman Ibu Muda Dalam Menjalani Peran Ganda Sebagai Ibu Dan Wanita Karir Zumrotul Afifah Fida Farannande; Yohana Wuri Satwika
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 2 No. 2 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman ibu muda dalam menjalani peran ganda sebagai ibu dan wanita karir. Menggunakan pendekatan fenomenologi dan analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), tiga partisipan berusia 22–25 tahun dilibatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keibuan dimaknai sebagai pengalaman eksistensial yang memperkuat identitas diri dan menjadi titik balik dalam kehidupan. Peran ganda menimbulkan konflik emosional, tekanan finansial, serta perasaan bersalah, khususnya ketika partisipan tidak dapat hadir penuh bagi anak karena tuntutan pekerjaan. Meski demikian, partisipan juga merasakan pertumbuhan personal dan transformasi identitas menjadi pribadi yang lebih kuat, tangguh, dan berdaya. Strategi koping yang digunakan meliputi dukungan sosial dari pasangan dan keluarga, manajemen diri melalui me time dan pengaturan emosi, serta pemaknaan pekerjaan sebagai bentuk aktualisasi diri. Selain itu, pergeseran prioritas hidup terjadi secara signifikan, di mana anak menjadi pusat kehidupan dan tujuan utama. Refleksi gender juga muncul, memperkuat kesadaran akan kapasitas dan kekuatan perempuan dalam menjalani banyak peran secara simultan. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran ganda bukan hanya tantangan, melainkan juga ruang tumbuh dan pemberdayaan diri bagi ibu muda.
Hubungan Antara Persepsi Kepuasan Pelanggan Dengan Kualitas Pelayanan Apotek Ra’uf Ali Ahmadi; Yohana Wuri Satwika
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 2 No. 2 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara persepsi kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan di apotek. Melalui analisis lima artikel ilmiah yang relevan dan peer‑reviewed, ditemukan dimensi kualitas layanan (keandalan, responsivitas, jaminan, empati, bukti fisik) yang secara signifikan memengaruhi kepuasan pelanggan. Harga dan mutu produk juga berperan sebagai faktor pendukung. Temuan ini memperkuat model SERVQUAL dan menyarankan pendekatan holistik dalam manajemen pelayanan apotek. Metode: Studi literature review dengan pendekatan analisis isi. Hasil: Kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Simpulan: Dimensi pelayanan seperti kecepatan, empati, dan keandalan merupakan faktor kunci pembentuk kepuasan.