Yanty Maryanty
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERHITUNGAN DESAIN PREHEATER CRUDE PHTHALIC ANHYDRIDE DI PT PETROWIDADA Denise Ayu Yustikaningrum; Yanty Maryanty; Muhammad Nur Laufe; Frederika Lydia Stefani Setiawan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6231

Abstract

PT Petrowidada merupakan satu-satunya pabrik produsen Phthalic Anhydride di Indonesia. Phthalic Anhydride merupakan hasil reaksi oksidasi antara Ortho-Xylene dan Oksigen. Phthalic Anhydride yang belum murni disebut sebagai Crude Phthalic Anhydride. Crude Phthalic Anhydride perlu melalui Ageing Tank (RE-3310) untuk proses evaporasi dan peningkatan temperatur dari 150°C menjadi 280°C dengan bantuan TH-Oil sebagai media pemanas. Proses pemanasan Crude Phthalic Anhydride menggunakan Ageing Tank (RE-3310) membutuhkan energi yang tinggi. Tujuan penulisan artikel ini adalah menghitung desain Preheater Phthalic Anhydride dengan spesifikasi alat yang sesuai untuk memanaskan Crude Phthalic Anhydride dari 150°C menjadi 210°C sebelum menuju Ageing Tank (RE-3310) menggunakan steam 30 bar. Preheater Phthalic Anhydride diharapkan dapat membantu penghematan energi yang diperlukan Ageing Tank (RE-3310). Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan spesifikasi preheater tipe Shell and Tube Heat Exchanger dengan panjang tube 1,6 meter, diameter luar 1,5 inch, diameter dalam 1,4 inch, berjumlah 62 buah pipa. Shell berdiameter dalam 21,25 inch yang dilengkapi dengan 5 buah baffle dengan baffle space berukuran 12 inch
ANALISIS PROSES KIMIA DALAM SIKLUS UAP AIR DI PLTU PAITON UNIT 1 DAN 2 Amelia Umi Rahmawati; Lika Wikendi; Yanty Maryanty; Novan Kurnia Yusuf
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6238

Abstract

Energi listrik merupakan pilar utama dalam mendorong perkembangan berbagai sektor kehidupan manusia. PLTU merupakan pembangkit listrik tenaga uap yang memanfaatkan tenaga kinetik yang berasal dari uap air untuk menghasilkan energi listrik. Pada proses pembuatan uap, air harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu untuk menghindari pembentukan kerak dan korosi pada peralatan yang dapat mengganggu produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter analisis proses kimia pada siklus uap air serta untuk mempelajari cara mengontrol parameter siklus uap air dan bahan bakar. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini meliputi analisis daya hantar listrik (konduktivitas), uji kadar klorida, uji kadar fosfat, serta uji kadar hydrazine dengan variabel yaitu jenis air yang dihasilkan dari proses yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa kondisi air selama bulan Januari di PT PLN Nusantara Power relatif aman, pada condensat water nilai pH>9,5; sepesific conductivity>9, serta cation conductivity<0,3 us/cm. Namun, pada air boiler terdapat satu hari dengan kadar silika tinggi (200 ppb), yang memerlukan tindak lanjut perbaikan kualitas air. Dari penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa parameter analisis yang digunakan berguna untuk mengontol parameter kualitas air di PT PLN Nusantara Power, dari hasil analisis yang didapatkan dapat diketahui informasi mengenai kerusakan alat dan kelayakan air dalam siklus uap air
UJI DAYA HAMBAT MINYAK ATSIRI RIMPANG LEMPUYANG WANGI (ZINGIBER AROMATICUM) DAN RIMPANG LENGKUAS (ALPINA GALANGA) TERHADAP BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS Royan Salsabila Rachmadanti; Poppy Puspa Maya; Dea Ayu Sukma Putri Utami; Anisa Rahma Dewi; Risca Taranita; Yanty Maryanty
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6713

Abstract

Penyakit gigi dan mulut, terutama karies, disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans, yang dapat dicegah dengan penggunaan obat kumur. Sebagai alternatif, bahan alami seperti rimpang lempuyang wangi dan lengkuas, yang mengdanung fenol dan zerumbone, dapat digunakan sebagai obat kumur alami untuk menghambat pertumbuhan bakteri pada gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi optimal dari minyak atsiri rimpang lempuyang wangi dan lengkuas dalam menghambat bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi soxhlet dengan pelarut n-hexane untuk mendapatkan minyak atsiri dari kedua bahan tersebut dengan macam konsentrasi 25; 50; 75; dan 100% (v/v), diikuti dengan skrining fitokimia secara kualitatif dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan bakteri Streptococcus mutans untuk menentukan konsentrasi minyak atsiri terbaik. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa lempuyang dan lengkuas mengdanung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Pengujian daya hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans menunjukkan bahwa ekstrak lempuyang dengan konsentrasi 75% menghasilkan daerah hambat sebesar 9,4 mm, ekstrak lengkuas dengan konsentrasi 100% menghasilkan daerah hambat sebesar 17,3 mm, dan ekstrak kombinasi dengan konsentrasi 100% menghasilkan daerah hambat sebesar 9,8 mm. Dengan demikian, minyak atsiri lengkuas dengan konsentrasi 100% adalah yang paling efektif dalam menghambat bakteri Streptococcus mutans, dengan rata-rata diameter daerah hambat sebesar 17,3 mm. Hal ini menunjukkan bahwa minyak atsiri lengkuas efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi.
ANALISIS PERFORMA COOLING TOWER T-1201A DAN T-2211A/B PADA UNIT UTILITAS DEPARTEMEN PRODUKSI 1A PT PETROKIMIA GRESIK Rizmaya Dwilia Rahayu; Erika Amalia Putri; Yanty Maryanty; Very Hidayat
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i2.6898

Abstract

PT Petrokimia produsen pupuk terbesar di Indonesia yang menghasilkan berbagai jenis pupuk dan bahan kimia untuk solusi agroindustri. Dimana pada salah satu proses pasti membutuhkan cooling water yang dihasilkan oleh cooling tower. Cooling tower merupakan suatu sistem untuk mendinginkan air proses dengan cara pengontakan dengan udara sehingga temperature air yang dihasilkan lebih rendah. Pada masa peralihan dari shut down alat ke pengoperasian alat kembali, kondisi cooling tower masih belum stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevalusai kinerja cooling tower T-1201 A dan T-2211A/B pada unit Utilitas Departemen Produksi 1A PT Petrokimia Gresik. Pengukuran efisiensi cooling tower dilakukan dengan menentukan nilai perhitungan range dan approach. Dimana untuk pengambilan data diantaranya suhu air masuk, suhu air keluar, dan suhu wetbulb pada T-1201 A, T-2211 A, dan T-2211 B selama 18 hari. Setelah dilakukan pengambilan sample, kemudian dilakukan perhitungan range dan approach untuk menentukan efisiensi cooling tower. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja cooling tower T-1201 A, T-2211 A, dan T-2211 B pada saat itu memiliki performa yang baik dan masih dapat mendinginkan air secara optimal, karena standar efisiensi alat yaitu sebesar >70%, dengan rata-rata persentase efisiensi secara berturut-turut sebesar 82,5; 78,4; dan 78,8%.
STUDI PENGARUH DOSIS FERRIC CHLORIDE TERHADAP KENAIKAN DIFFERENT PRESSURE PADA SEA WATER REVERSE OSMOSIS (SWRO) UNIT 7,8 PT POMI Firmandhana Krishna Panduwinata; Yanty Maryanty; Erwan Yulianto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.6931

Abstract

Metode reverse osmosis (RO) pada sistem sea water reverse osmosis (SWRO) digunakan untuk mengolah air laut menjadi portable water maupun air umpan boiler. Permasalahan utama pada membran SWRO adalah terjadinya fouling dan scaling akibat tingginya kandungan Total Dissolved Solid (TDS), yang dapat menyumbat pori-pori membran serta memengaruhi laju alir (flowrate) dan differential pressure (DP). DP merupakan parameter kritis karena peningkatannya dapat menurunkan efisiensi sistem, meningkatkan biaya operasional, dan memperpendek umur membran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh DP terhadap kinerja SWRO serta mengoptimalkan dosis koagulan untuk meminimalkan permasalahan tersebut. Koagulan yang digunakan adalah ferric chloride karena efektif menurunkan partikel tersuspensi dan bahan organik sebelum air memasuki membran serta memiliki biaya yang relatif ekonomis. Penelitian dilakukan melalui uji coba dosis injeksi ferric chloride sebesar 10 ppm dan 5 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan dosis dari 10 ppm menjadi 5 ppm mampu menurunkan nilai DP rata-rata dari 6% menjadi 3%. Hasil ini menunjukkan bahwa optimasi dosis koagulan berperan penting dalam menjaga efisiensi sistem dan memperpanjang umur membran. Dengan demikian, pemilihan dan penyesuaian dosis ferric chloride yang tepat menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kinerja dan keberlanjutan operasi SWRO.
EVALUASI KINERJA FALLING FILM EVAPORATOR TRIPPLE EFFECT DEPARTEMEN PRODUKSI MSG BERDASARKAN PERBANDINGAN KEBUTUHAN STEAM Ferlita Novemia Agustina; Yanty Maryanty
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7396

Abstract

Falling Film Evaporator (FFE) memegang peran penting dalam mengurangi kadar air larutan GM-3 (Glutamic Mother-3) sebelum tahap hidrolisis untuk menghasilkan asam glutamat. Keterbatasan kapasitas reaktor dan pentingnya waktu tinggal selama hidrolisis menjadikan pemekatan larutan GM-3 krusial guna menjaga efisiensi proses. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi kinerja FFE GM-3 dalam proses pemekatan tersebut. Metodologi yang digunakan meliputi perhitungan neraca massa dan panas untuk menentukan kebutuhan steam teoritis, kemudian dibandingkan dengan konsumsi steam aktual pada unit FFE GM-3. Variabel utama yang dianalisis adalah kebutuhan steam (kg/jam) dan efisiensi evaporator (%). Hasil evaluasi menunjukkan kebutuhan steam teoritis sebesar 3.975,25 kg/jam, sedangkan data aktual mencapai 4.642,36 kg/jam. Hal ini menghasilkan efisiensi evaporator sebesar 85,63%. Berdasarkan hasil tersebut, untuk menjaga kinerja alat disarankan dilakukan pembersihan kerak dan korosi secara berkala serta mempertimbangkan penggantian unit FFE jika diperlukan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan penurunan efisiensi yang berdampak pada peningkatan konsumsi energi dan biaya operasional.