Chairiawaty
Komunikasi Dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series : Islamic Broadcast Communication

Etika Komunikasi Islam dalam Film Movie Animasi "The Journey" Reza Nur Rifa'i; Chairiawaty; Sausan M. Sholeh
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.647 KB) | DOI: 10.29313/bcsibc.v2i2.4350

Abstract

Abstract. In today's development, there are many technologies so that communicating with others is very easy, especially when we can use da'wah activities so that activities run perfectly. Da'wah activities are also found through technology and works of art in the form of audio, visual, audio visual, social media, Instagram, Youtube, Telegram, Facebook, and others. Therefore we can develop da'wah activities through the media provided. One of the media that researchers want to study is an animated film from Saudi Arabia in collaboration with Japan. This study aims to determine the background of making The Journey animation and what narrative is delivered based on Islamic communication ethics. In this study, the type of qualitative research is used, namely research that does not use statistical data and only describes the results of the study. Based on the research results, the animated film The Journey contains the history of the previous prophets, even written in the Qur'an. Islamic communication ethics is divided into six namely qoulan sadidan, qoulan kariman, qoulan maysuran, qoulan balighan, qoulan ma'rufan, qoulan layyinan. Which of each section is found in the sources of the Qur'an and hadist.The Journey animation has a target audience from all walks of life, both toddlers and seniors and also in this film carries the theme of da'wah with narration that is carried out, namely aqidah, Sharia, morality, and muamalah. Abstrak. Pada perkembangan zaman saat ini sudah banyak teknologi sehingga dalam berkomunikasi kepada sesame lain sangat mudah dilakukan, terlebih ketika kegiatan dakwah dapat kita gunakan agar kegiatan berjalan dengan sempurna. Kegiatan dakwah juga ditemukan melalui teknologi dan karya seni baik berupa audio, visual, audio visual, media sosial, Instagram, Youtube, Telegram, Facebook, dan lain-lain. Oleh karenanya kita bisa mengembangkan kegiatan dakwah melalui media yang disediakan. Salah satu media yang peneliti ingin pelajari adalah sebuah film animasi Arab Saudi yang berkolaborasi dengan Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pembuatan animasi The Journey dan narasi apa yang dibawakan berdasarkan etika komunikasi Islam. Pada penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif yaitu penelitian yang tidak menggunakan data-data statistik dan hanya mendeskripsikan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian fim animasi The Journey ini mengandung sejarah dari para Nabi terdahulu bahkan tertulisa dalam surat Al-Qur’an. Etika komunikasi Islam dibagi menjadi enam yakni qoulan sadidan, qoulan kariman, qoulan maysuran, qoulan balighan, qoulan ma’rufan, qoulan layyinan. Yang mana dari masing-masing bagian terdapat pada sumber Al-Qur’an dan hadits. Animasi The Journey memiliki sasaran penonton dari semua kalangan baik balita maupun manula dan juga dalam film ini mengsusung tema dakwah dengan narasi yang dibawa yaitu aqidah, Syariah, akhlak, dan muamalah.
Pesan Dakwah dalam Novel Bidadari Berbisik: (Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure) Lukman Mulyana; Chairiawaty; Fauzi Arief
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.321 KB) | DOI: 10.29313/bcsibc.v2i2.4505

Abstract

Abstract. Da'wah in its delivery is widely interpreted by the community as a lecture. Though the delivery of da'wah can be done in many ways. One of them is da'wah through writing, the media of da'wah with this writing is in the form of a novel. One of the novels that contains elements of da'wah messages is Bidadari Whispering by Asma Nadia. The problem studied in this study is how the messages of aqidah, shari'ah, mua'malah, and morals in the novel Bidadari Whispering use Ferdinand de Saussure's theory of analysis. The purpose of this study was to find the message of da'wah in the novel Bidadari Whispering using Ferdinand de Saussure's theory. To examine the problems previously mentioned, the researcher used a qualitative descriptive method with qualitative research, using two data analysis techniques, namely data triangulation and semiotic analysis developed by Ferdinand de Saussure, by analyzing the signifier and the signified. Based on the research that has been done that the markers and signifiers of the da'wah message contained in the novel, the results of this study indicate that there are data of da'wah messages. There are data of aqidah da'wah messages including; faith in Allah, faith in Qada and Qadar Allah, and taqwa. There are data of Islamic da'wah messages including; worship, the law of nihayah. There are data of mu'amalah da'wah messages including; deliberation, marriage and there are data on moral da'wah messages, including; patience and devotion to parents. Abstrak. Dakwah dalam penyampaiannya banyak diartikan masyarakat sebagai ceramah. Padahal penyampaian dakwah dapat dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya dakwah melalui tulisan, media dakwah dengan tulisan ini berupa novel. Salah satu novel yang mengandung unsur pesan dakwah yaitu Bidadari Berbisik Karya Asma Nadia. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana pesan dakwah Aqidah, syari’ah, mua’malah, dan akhlak dalam novel Bidadari Berbisik menggunakan teori analisis Ferdinand de Saussure. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan pesan dakwah dalam novel Bidadari Berbisik menggunakan teori Ferdinand de Saussure. Untuk mengkaji permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya peneliti menggunakan metode Deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif, menggunakan dua teknik analisis data yaitu triangulasi data dan analisis semiotik yang dikembangkan oleh Ferdinand de Saussure, dengan menganalisis penanda (signifier) dan petanda (signified). Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan bahwa penanda dan petanda pesan dakwah yang terkandung dalam novel hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat empat puluh data pesan dakwah. Terdapat data pesan dakwah aqidah diantaranya; iman kepada Allah, iman kepada Qada dan Qadar Allah, dan taqwa.Terdapat data pesan dakwah syari’ah diantaranya; ibadah, hukum nihayah. Terdapat data pesan dakwah mu’amalah diantaranya; musyawarah, pernikahan dan terdapat data pesan dakwah akhlak, diantaranya; sikap bersabar dan berbakti kepada orang tua.
Pesan Dakwah dalam Film Zharfa: Analisis Isi Max Weber Fajar Nur Hidayat; Chairiawaty
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v3i1.5550

Abstract

Abstract. Film is an effective mass communication medium and is in great demand by the public. Aside from being entertainment, film can also be used as a medium for preaching. Da'wah must be packaged with various means so that da'wah is more effective, interesting and not outdated, one of which is using film media. In today's modern era, not all films that have been produced can be used as examples or can be imitated in everyday life, not a few films in which contain negative things that are morally destructive for those who watch them. The film Zharfa is one of the films that contains a lot of da'wah and moral messages in it, this film tells about the process of moving a woman named Zharfa who came from Malaysia. Zharfa was put by his parents to a boarding school in West Java, Indonesia. The purpose of this study was to find out how the message of aqidah, sharia, muamalah and morals through Max Weber's content analysis contained in the film Zharfa. The method used in this study is descriptive content analysis which is qualitative in nature, namely by describing and analyzing the characteristics of a message. From the results of the research conducted, there are seventy scenes that the researchers found in the film Zharfa, but not every scene contains a da'wah message. The da'wah messages in Zharfa's film contain as many as twenty-five messages spread over twenty-two scenes. There are five messages of faith, ten messages of sharia, four messages of muamalah and six messages of morality. Abstrak. Film merupakan media komunikasi massa yang efektif dan banyak diminati oleh masyarakat. Selain sebagai hiburan, film juga dapat dijadikan sebagai media untuk berdakwah. Dakwah haruslah di kemas dengan berbagai sarana agar dakwah lebih efektif, menarik dan tidak ketinggalan zaman, salah satunya menggunakan media film. Pada era modern saat ini, tidak semua film yang telah diproduksi dapat dijadikan teladan atau dapat ditiru dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit film didalamnya berisi hal-hal negatif yang bersifat merusak moral bagi yang menontonnya. Film Zharfa adalah salah satu film yang mengandung banyak pesan dakwah dan moral didalamnya, film ini bercerita tentang proses hijrah seorang perempuan bernama Zharfa yang berasal dari Malaysia. Zharfa dimasukkan oleh kedua orangtuanya ke sebuah pesantren di Jawa Barat, Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pesan akidah, syariah, muamalah dan akhlak melalui analisis isi Max Weber yang terdapat dalam film Zharfa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi deskriptif yang bersifat kualitatif, yaitu dengan mendeskripsikan dan menganalisis karakteristik dari suatu pesan. Dari hasil penelitian yang dilakukan, terdapat tujuh puluh scene yang peneliti temukan dalam film Zharfa, namun tidak setiap scene mengandung pesan dakwah. Pesan dakwah dalam film Zharfa terkandung sebanyak dua puluh lima pesan yang tersebar dalam dua puluh dua scene. Terdapat lima pesan akidah, sepuluh pesan syariah, empat pesan muamalah dan enam pesan akhlak.
Studi Fenomenologi tentang Nilai-Nilai Dakwah Melalui Akun Tiktok Ustadz Syam pada Santri PPI 50 Lembang Alya Aulia; Chairiawaty
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v3i1.5584

Abstract

Abstract. Social media has become an effective medium in everyday life, the impact of changes on da'wah in society is carried out through the virtual realm. Tiktok is a music video platform and social media network. The Ustadz Syam Tiktok account is an account that distributes da'wah content. Ustadz Syam wrapped his preaching in an interesting, funny, easy to understand manner, and not monotonous. This made researchers interested in researching da'wah on social media through Ustadz Syam's tiktok account. This research uses a qualitative approach with the type of Phenomenological Study. The purpose of this study was to find out (1) the understanding of the MTS Class 2 PPI 50 Lembang Santri students about the values ​​of da'wah on Ustadz Syam's tiktok, (2) the Motives of the Santri in following Ustadz Syam's Tiktok account, and (3) the Santri's experience after becoming a follower of the tiktok account Ustadz Syam. The results of the study show that the understanding contained in Ustadz Syam's Tiktok account is categorized into three, namely, Aqidah, Sharia and Morals. Santri's motives in following Ustadz Syam's Da'wah content are divided into two, namely motives for encouragement and motives for hope. And the experience of followers is divided into two namely, sensory experience and spiritual experience. Overall, the da'wah value of Ustadz Syam's Tiktok content has meaning as a form of Muslim endeavor in spreading Islamic teachings by providing in-depth information and insight into Islam and also as inspiration for readers. Abstrak. Media sosial menjadi media yang efektif dalam kehidupan sehari-hari, dampak perubahan terhadap dakwah di masyarakat yang dilakukan melalui ranah virtual. Tiktok merupakan platform video musik dan jejaring media sosial. Akun Tiktok Ustadz Syam adalah akun yang menyebarkan konten dakwah. Ustadz Syam membungkus dakwahnya dengan pembawaan yang menarik, lucu, mudah dimengerti, dan tidak monoton. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti tentang dakwah di media sosial melalui akun tiktok Ustadz Syam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuallitatif dengan jenis penelitian Studi Fenomenologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pemahaman Santri MTS Kelas 2 PPI 50 Lembang tentang nilai-nilai dakwah pada tiktok Usstadz Syam, (2) Motif Santri dalam mengikuti akun Tiktok Ustadz Syam, dan (3) Pengalaman Santri setelah menjadi pengikut akun tiktok Ustadz Syam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemahaman yang terkandung dalam akun Tiktok Ustadz Syam dikategorikan menjadi tiga yaitu, Aqidah, Syariah dan Akhlak. Motif Santri dalam mengikuti konten Dakwah Ustadz Syam terbagi menjadi dua yaitu motif pendorong dan motif harapan. Dan pengalaman pengikut terbagi menjadi dua yaitu, pengalaman indrawi dan pengalaman spiritual. Secara keseluruhan, nilai dakwah konten Tiktok Ustadz Syam memiliki makna sebagai bentuk ikhtiar umat muslim dalam menyebarluaskan ajaran Islam dengan memberikan infomasi serta wawasan mendalam mengenai keIslaman dan juga sebagai inspirasi bagi para pembaca.
Gaya Komunikasi Guru Kepada Anak Usia Dini dalam Menyampaikan Pesan Dakwah Melalui Metode Bernyanyi Asri Amelia; Chairiawaty; Muhammad Fauzi Arief
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v3i1.6425

Abstract

Abstract. The background of this research is the teacher's lack of attention in using a method in early childhood learning. The purpose of this study was to determine the teacher's communication style and da'wah messages conveyed to early childhood through the singing method at Majlis Ta’lim At-Ta'awun. The theory used is the theory of interpersonal communication according to Joseph De Vito. This research is qualitative research using the case study method. The data collection techniques used observation, interviews, and documentation. The results showed that the teacher's communication style at Majlis Ta’lim At-Ta'awun was conveyed verbally and non-verbally. The communication style includes words, facial expressions, intonation, gestures, and body movements. The da'wah messages conveyed were messages of faith, morality, and sharia. The message of faith contains faith in Allah and faith in the names of Allah (Asmaul Husna). The sharia message in this study contains the worship of mahdhoh and ghairu mahdhoh which includes praying, dhikr, and pilgrimage. Moral messages in this study contain attitudes to God, namely attitudes in prayer. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya perhatian guru dalam menggunakan metode di pembelajaran anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya komunikasi guru dan pesan dakwah yang disampaikan kepada anak usia dini melalui metode bernyanyi di Majlis Ta’lim At-Ta’awun. Teori yang digunakan yaitu teori komunikasi interpersonal menurut Joseph De Vito. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa gaya komunikasi guru di Majlis Ta’lim At-Ta’awun disampaikan dengan verbal dan non-verbal. Gaya komunikasi tersebut meliputi kata-kata, ekspresi wajah, intonasi, gesture dan body movement. Adapun pesan dakwah yang disampaikan yaitu pesan akidah, akhlak, dan syariah. Pesan akidah yang berisi tentang beriman kepada Allah dan beriman kepada nama-nama Allah (Asmaul Husna). Pesan syariah dalam penelitian ini berisi tentang ibadah mahdhoh dan ghairu mahdhoh yang meliputi do’a, dzikir, dan ibadah haji. Pesan akhlak dalam penelitian ini berisi tentang adab kepada Allah yaitu adab dalam berdo’a.
Pesan dakwah di Akun TikTok Aab Elkarimi: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Muhammad Aulia Firman; Chairiawaty; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v3i1.6639

Abstract

Abstract. This research is motivated by the development of social media as a means of preaching and to understand what da'wah messages are contained in the Tiktok video "Aab Elkairmi". This has prompted researchers to conduct research on Aab Elkarimi's Tiktok content which contains da'wah content related to social, political, and religious issues. This research is a qualitative research with a descriptive approach, and uses a semiotic method. Charles Sanders Peirce semiotics is the semiotics used in this research. With the semiotic analysis of Charles Sanders Peirce researchers can find out the da'wah messages contained in the Tiktok account "Aab Elkarimi". As a result, the researchers found that in the short videos entitled "Mubadzir Pangan", "Monsterisasi Tauhid", "FWB", "Sesajen", "DSAS", the videos contain several elements of da'wah messages, namely: Aqidah Messages, Moral Messages, and Messages Sharia. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan media sosial sebagai sara dalam berdakwah dan untuk memahami pesan dakwah apa saja yang terkandung didalam video Tiktok “Aab Elkairmi”. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai konten Tiktok Aab Elkarimi yang berisikan konten dakwah yang berkaitan dengan isu sosial, politik, dan agama. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif, dan menggunakan metode semiotika. Semiotika “Charles Sanders Peirce” adalah semiotika yang digunakan pada penelitian ini. Dengan analisis semiotika “Charles Sanders Peirce” peneliti dapat mengetahui pesan-pesan dakwah yang terdapat di akun Tiktok “Aab Elkarimi”. Hasilnya peneliti menemukan bahwa di dalam video pendek berjudul “Mubadzir Pangan”, “ Monsterisasi Tauhid”, “FWB”, ”Sesajen”, “DSAS”, video-video tersebut mengandung beberapa unsur pesan dakwah yakni: Pesan Aqidah, Pesan Akhlak, dan Pesan Syariah.
Implementasi Program Majelis Taklim Nisaiyah dalam Meningkatkan Kualitas Akhlak para Anggota Majelis Taklim di Pusdai Jawa Barat Fadhila Altarans; Chairiawaty; Asep Ahmad Siddiq
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i1.11053

Abstract

Abstract. Nisaiyah taklim assembly program to improve the moral quality of taklim assembly members in Pusdai West Java. This aims to deepen the knowledge of Islamic religion as a means of religious teaching and a means of da'wah. The research object is the Nisaiyah taklim assembly using qualitative research. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The research results show that one of the Islamic religious education institutions is organized in non-formal education so that it has the aim of increasing istiqomah, devotion and faith in Allah SWT. Abstrak. Program majelis taklim nisaiyah dalam meningkatkan kualitas akhlak para anggota majelis taklim di Pusdai Jawa Barat. Ini bertujuan untuk memperdalam lagi tentang ilmu agama Islam sebagai sarana pengajaran agama dan sarana dakwah. Obyek penelitian yaitu majelis taklim nisaiyah menggunakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi,wawancara,dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan salah satu lembaga pendidikan keagamaan Islam yang diselenggarakan dalam pendidikan nonformal sehingga mempunya tujuan untuk meningkatkan istiqomah, ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT.
Strategi Komunikasi Instruksional Guru SLB Nike Ardila dalam Menyampaikan Pesan Ibadah Salat kepada Siswa Autis Tezsa Arbainatasya; Nia Kurniati; Chairiawaty
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i1.11072

Abstract

Abstract. This study analyzed instructional communication strategies carried out by SLB teacher Nike Ardila in delivering the message of Salat to autistic students. This study aims to determine the plan, activities, and evaluation of instructional communication. Researchers use qualitative methods with a descriptive approach, data collection techniques are carried out through observation, documentation, and interviews. The results showed that the instructional communication strategy of SLB Nike Ardila was found by compiling the sequence of teaching, through the structure of activities, methods, media, and time. The results of instructional communication strategies obtained from this study are teachers making lesson plans and conducting assessments for students to find out their character and potential. The learning activities carried out by SLB Nike Ardila teachers are based on four components according to Suparman, namely by compiling the order of teaching, through the structure of activities, methods, media. In the test evaluation technique, communication barriers, short focus, and low memory were seen in students, in the non-test evaluation used by the teacher, there were changes in the behavior of autistic students for the better after going through the process of instructional activities in class and outside the classroom. Abstrak. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi instruksional yang dilakukan oleh guru SLB Nike Ardila dalam menyampaikan pesan Ibadah Salat kepada siswa autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rencana, kegiatan, dan evaluasi komunikasi instruksional yang. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi komunikasi instruksional SLB Nike Ardila yang ditemukan yaitu dengan penyusunan urutan pengajaran, melalui struktur kegiatan, metode, media, dan waktu . Hasil strategi komunikasi instruksional yang didapatkan dari penelitian ini yaitu guru membuat rencana pembelajaran dan melakukan asesmen untuk peserta didik agar mengetahui karakter dan potensi. Adapun kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru SLB Nike Ardila berdasarkan empat komponen menurut Suparman yaitu dengan penyusunan urutan pengajaran, melalui struktur kegiatan, metode, media dan waktu. Pada teknik evaluasi tes terlihat hambatan komunikasi, fokus pendek, dan daya ingat rendah pada siswa, pada evaluasi nontes yang digunakan guru, terdapat perubahan perilaku siswa autis ke arah yang lebih baik setelah melalui proses kegiatan instruksional dikelas maupun di luar kelas.
Analisis Isi Pesan Dakwah Dalam Akun Instagram @twitt.sunnah Dimas Subagja, Farhan; Chairiawaty; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i1.11499

Abstract

Abstract. Researchers chose the social media Instagram, which is easy to use for various groups. Instagram can be used as a business medium, sharing photos, videos, post history. In terms of convenience, Instagram has the privacy of viewing profiles, separate photos, reels. Researchers are interested in conducting a more in-depth study of the background, this Instagram account is worthy of research, judging from the proportion of responses from its followers, 98% positive and 2% not. Judging from the content, the posts are in the form of motivation, in terms of Islamic values, namely morals, aqidah and sharia. The aim of this research is to find out the messages contained in the Instagram account @twitt.sunnah, namely faith, shari'ah and morals. The researcher used a qualitative descriptive analysis method with Roland Barthes' semiotic theory, then the results of the analysis were linked to the arguments of the Al-Quran and Hadith. This research method produces descriptive data findings in the form of words, not numbers. Overall, the results of the analysis can be concluded that the da'wah messages found on the Instagram account @twitt.sunnah can be classified, namely: 5 aqidah messages, 9 moral messages, 8 shari'ah messages.. Abstract. Peneliti memilih media sosial Instagram yaitu mudah digunakan berbagai kalangan. Instagram bisa dijadikan media bisnis, membagikan foto, video, riwayat postingan. Instagram dari segi kenyamanan mempunyai privasi melihat profil, memisahkan foto, reels. Peneliti tertarik melakukan kajian lebih mendalam yang melatar belakanginya, akun Instagram ini layak dijadikan penelitian, ditinjau dari proporsi respon dari followersnya 98% positif dan 2% nya tidak. Dilihat dari isi kontennya, postingannya berupa motivasi, segi nilai keislaman yaitu akhlak, akidah dan syariah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pesan yang terkandung dalam akun Instagram @twitt.sunnah yaitu akidah, syari’ah dan akhlak. Peneliti menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan teori semiotika Roland Barthes, kemudian hasil analisa dikaitkan dengan dalil-dalil Al-Quran dan Hadits. Metode penelitian ini menghasilkan temuan data deskriptif berupa kata-kata, bukan angka. Secara keseluruhan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pesan dakwah yang ditemukan pada akun instagram @twitt.sunnah dapat digolongkan, yakni: 5 pesan aqidah, 9 pesan akhlak, 8 pesan syari'ah.
Pola Komunikasi Antarpersonal Ustadz Hilman Abu Attaqy Melalui Program Mulazamah Tahsin di Yayasan Intensif Tahfidz dan Tahsin Al-Qur'an Irna Qurani; Chairiawaty
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i1.11510

Abstract

Abstract. The study titled "Interpersonal Communication Patterns of Ustadz Hilman Abu Attaqi in Dawah through the Mulazamah Tahsin Program in the Intensive Tahsin and Tahfidz of the Qur'an" focuses on interaction characteristics, communication forms, and challenges faced by Ustadz Hilman Abu Attaqy in dawah through the Mulazamah Tahsin program within the context of Intensive Tahfidz and Tahsin of the Qur'an. A qualitative method is employed to gather necessary information.The research findings demonstrate that Ustadz Hilman Abu Attaqy implements interaction characteristics such as openness, empathy, support, positivity, and equality when interacting with students. This is reflected in his openness in sharing knowledge, high empathy in guiding students, providing positive support and programs, as well as a positive and fair approach to individuals. In his dawah, Ustadz Hilman employs both verbal and nonverbal communication. Verbal communication involves words and phrases for giving instructions and guidance in Quranic learning. Nonverbal communication encompasses gestures like clearing his throat, tapping the table, giving a thumbs-up, and raising hands as additional messages to participants. The research also identifies communication barriers in learning, such as disruptive learning locations due to public roads and low participation due to attendance inconsistencies. Ustadz Hilman utilizes three main communication patterns: Interactive Pattern for Q&A or discussions, Asymmetric Pattern as an instructor and students as learners, and Reflective Pattern when students offer questions or input. Abstrak. Penelitian berjudul "Pola Komunikasi Antarpersonal Ustadz Hilman Abu Attaqi Dalam Berdakwah Melalui Program Mulazamah Tahsin Di Intensif Tahsin dan Tahfidz Qur’an" difokuskan pada karakteristik interaksi, bentuk komunikasi, dan tantangan yang dihadapi Ustadz Hilman Abu Attaqy dalam berdakwah melalui program Mulazamah Tahsin dalam Intensif Tahfidz dan Tahsin Al-Qur’an. Metode kualitatif digunakan untuk menggali informasi yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan Ustadz Hilman Abu Attaqy menerapkan karakteristik interaksi seperti keterbukaan, empati, dukungan, rasa positif, dan kesetaraan saat berinteraksi dengan santri. Ini tercermin dalam tindakan terbukanya dalam berbagi ilmu, empati yang tinggi dalam membimbing santri, dukungan dan program positif yang diberikannya, serta pendekatan positif dan adil terhadap individu. Dalam dakwahnya, Ustadz Hilman menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal melibatkan kata-kata dan kalimat untuk memberikan instruksi dan panduan dalam pembelajaran Al-Qur’an. Komunikasi nonverbal mencakup isyarat seperti berdehem, mengetuk meja, memberikan jempol, dan mengangkat tangan sebagai tambahan pesan kepada peserta. Penelitian juga mengidentifikasi hambatan komunikasi dalam pembelajaran, seperti lokasi belajar yang terganggu oleh jalan umum dan partisipasi rendah karena ketidakseimbangan kehadiran. Ustadz Hilman menggunakan tiga pola komunikasi utama: Pola Interaktif dalam tanya jawab atau diskusi, Pola Asimetris sebagai pengajar dan santri sebagai pembelajar, serta Pola Reflektif saat santri memberikan pertanyaan atau masukan.