Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Cluster analysis to explore morphological variation of banana (Musa spp.): A case study in Jember and Lumajang, East Java, Indonesia Sa'diyah, Halimatus; Sari, Vega Kartika; Rusdiana, Riza Yuli; Khofi, Achmad Chaqiqotul
Kultivasi Vol 24, No 1 (2025): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v24i1.61853

Abstract

Banana (Musa spp.) is an important horticultural plant with a high variety in Indonesia; yet, knowledge on the morphological characteristics of indigenous bananas in East Java remains inadequate. This research aims to identify the variation and classify banana cultivars in East Java based on morphological character. The exploration was conducted using the accidental sampling method. The observations include 15 qualitative and 9 quantitative characters. Descriptive statistics were used to evaluate the data, followed by cluster analysis using the average linkage method and Euclidean distance. The exploration resulted in 15 banana cultivars with varying morphology. The cluster analysis shows banana cultivars can be divided into four major groups. The first group includes six banana cultivars distinguished by many hands per bunch and a short petiole length. The second group comprises seven banana cultivars with medium leaf length and stem diameter, with Morosebo and Musang being the outliers. The third and fourth groups have only one banana cultivar, Musang and Agung, respectively. The Musang banana has distinct physical characters, most notably a large stem diameter, whilst the Agung banana has a longer fruit length and wider fruit circumference than others. The coefficient of variation (CV) is moderate, with the fruit length, fruit circumference, fruit stem diameter, and stem diameter all having a CV greater than 47%. Thus, they have the potential for further development through plant breeding programs
Pemberdayaan KWT Srikandi dalam Budidaya Pisang Unggul Hasil Kultur Jaringan di Desa Pace Kabupaten Jember Sari, Vega Kartika; Sa’diyah, Halimatus; Rusdiana, Riza Yuli; Hartatik, Sri; Hariyono, Kacung; Saputra, Yongky Purna; Christy, Rullita Tio
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpkmt.v6i2.224

Abstract

Pisang merupakan komoditas hortikultura strategis di Indonesia yang berpotensi ekonomi tinggi, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan petani kecil di pedesaan. Salah satu kendala utamanya terbatasnya akses terhadap bibit unggul yang sehat dan seragam. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan Kelompok Wanita Tani Srikandi di Desa Pace Kabupaten Jember melalui budidaya bibit pisang hasil kultur jaringan. Metode yang digunakan yaitu Participatory Rural Appraisal mencakup penyuluhan dan diskusi interaktif, serta praktek budidaya pisang di pekarangan. Tim juga menyalurkan bibit pisang unggulan hasil kultur jaringan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait pemahaman kelebihan bibit kultur jaringan, keragaman jenis pisang unggul, penyiapan lahan, penanaman hingga perawatan. Adopsi bibit hasil kultur jaringan dapat mengurangi risiko penyakit, mendukung produktivitas dan keberlanjutan budidaya pisang.
Pengaruh Konsentrasi PGPR dan Dosis Pupuk Kascing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Grace Hutapea; Riza Yuli Rusdiana; Halimatus Sa'diyah; Laily Ilman Widuri
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2643

Abstract

Produktivitas tanaman sawi hijau di Indonesia mengalami fluktuasi dalam lima tahun terakhir, diduga akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebih dan penurunan kesuburan tanah. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan dengan penggunaan PGPR dan pupuk kascing yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dua faktor dengan 12 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi PGPR yang terdiri atas 4 taraf yaitu 0 mL L-1, 15 mL L-1, 30 mL L-1, dan 45 mL L-1. Faktor kedua yaitu dosis pupuk kascing yang terdiri atas 3 taraf yaitu 75 g polybag-1, 150 g polybag-1, dan 225 g polybag-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kascing terhadap variabel berat segar akar, berat kering akar, berat kering total tanaman, SWR dan RWR. Pemberian konsentrasi PGPR 15 mL L-1 memiliki rata-rata tertinggi terhadap parameter jumlah daun, berat segar tajuk, berat segar total tanaman, berat kering tajuk. Pemberian dosis pupuk kascing 225 g polybag-1 memiliki rata-rata tertinggi terhadap parameter jumlah daun, luas daun, berat segar tajuk, berat segar total tanaman, berat kering tajuk.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Desa Pace, Kabupaten Jember, berbasis inovasi pertanian dalam upaya peningkatan nilai tambah produk pisang Halimatus Sa'diyah; Vega Kartika Sari; Riza Yuli Rusdiana; Sri Hartatik; Kacung Hariyono; Rani Aprillia Rahmawati; Suci Wulaningtyas Prasetyo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38095

Abstract

Abstrak Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi  di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, menjadikan budidaya kopi sebagai kegiatan pertanian utama mereka, dengan budidaya pisang sebagai sumber pendapatan tambahan. Namun, kelompok ini menghadapi keterbatasan yang signifikan, seperti kurangnya akses terhadap bibit pisang berkualitas tinggi dan kurangnya inovasi dalam pengembangan produk berbasis pisang, yang mengurangi daya saing pasar mereka. Inisiatif keterlibatan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi kelompok tersebut melalui program pelatihan terstruktur yang berfokus pada teknik pengolahan pisang yang inovatif. Kegiatan tersebut meliputi presentasi edukatif dan praktik langsung, khususnya mengajarkan pembuatan “pisang coklat lumer” — keripik pisang yang dilapisi cokelat leleh. Pelatihan ini menggunakan varietas pisang lokal yaitu Kepok dan Sebulen, dipilih karena mudah diperoleh dan tekstur keripik yang renyah. Sebanyak 23 peserta mengikuti program ini. Hasil  evalusi menggunakan kuesioner menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam pembuatan dan pemasaran produk, termasuk wawasan tentang pendekatan pemasaran digital. Program ini berhasil memberdayakan anggota KWT Srikandi untuk menciptakan produk pisang bernilai lebih tinggi, berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan dan kewirausahaan di tingkat lokal. Kata kunci: inovasi produk; pisang; pemberdayaan; nilai tambah; wirausaha Abstract The Srikandi Women Farmers Group (KWT) in Pace Village, Silo District, Jember Regency, engages in coffee cultivation as their main agricultural activity, with banana farming serving as a supplementary income source. However, the group encounters significant limitations, such as insufficient access to high-quality banana seedlings and a lack of innovation in banana-based product development, which reduces their market competitiveness. This community engagement initiative aimed to enhance the group’s economic capacity through a structured training program focused on innovative banana processing techniques. The activities included educational presentations and workshops, specifically teaching the preparation of “pisang coklat lumer” — banana chips coated with melted chocolate. The training utilized local banana varieties, including Kepok and Sebulen, chosen because they are easy to obtain and have a crispy chip texture. A total of 23 participants took part in the program. The outcome showed increased participant competence in both product-making and marketing, including insights into digital marketing approaches. This program successfully empowered members of KWT Srikandi to create higher-value banana products, contributing to sustainable economic development and entrepreneurship at the local level. Keywords: product innovation; banana; empowerment; value addition; entrepreneurship