Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN TEMPE KACANG TURIS DAN KACANG MERAH BAGI MASYARAKAT KELOMPOK TANI FATUKNUTU KELURAHAN SASI, KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Risna Erni Yati Adu; Dicky Frengky Hanas; Yuni Sine; Emilia Juliyanti Bria; Elisabeth Korbafo; Bernadina Metboki; Regina Seran; Maria Magdalena Kollo
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2022.14375

Abstract

Kegiatan pelatihan pembuatan tempe dari kacang merah dan kacang turis bermitra dengan kelompok tani Fatuknutu, Kelurahan Sasi, Kota Kefamenanu. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh ketersediaan bahan baku yang melimpah di lokasi setempat tetapi masyarakat belum dibekali oleh pengetahuan dan keterampilan untuk mengolah bahan tersebut. Sehingga kegiatan ini dimaksudkan untuk mengedukasi sekaligus melatih masyarakat dalam melakukan inovasi terhadap bahan pangan yang melimpah sekaligus untuk meningkatkan nila jualnya. Terdapat 3 tahapan dalam melaksanakan kegiatan ini yaitu menjelaskan dan menginstruksikan alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan, mendemonstrasikan pembuatan tempe dari kacang turis dan kacang merah sekaligus mendampingi peserta dalam praktik mandiri serta memonitoring dan mengevaluasi hasil pelatihan. Hasil utama yang diperoleh berupa produk tempe kacang turis dan tempe kacang merah. Selain produk tempe, anggota Kelompok Tani Fatuknutu menjadi terampil dalam membuat tempe secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan gizi harian dari bahan baku yang mudah dijangkau.Kata kunci : tempe, kacang turis, kacang merah, fatuknutu, sasi
SOSIALISASI MANAJEMEN PAKAN ALTERNATIF DAN MANAJEMEN AFKIR AYAM RAS PETELUR DI DESA UABAU KECAMATAN LAENMANEN KABUPATEN MALAKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Maria Selfiana Pasi; Bernadina Metboki; Muhammad Fahmi Amrullah; Syahrir Wijanarko; Maria Angelina Tuas; Kristiana Irna Sari Naikofi; Magdalena Sunarty Pareira
Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58290/jupemas.v5i1.651

Abstract

Desa Uabau, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka merupakan salah satu Desa yang meneriman bantuan dari Kementrian Dinas Sosial RI berupa ayam petelur. Desa ini membentuk kelompok tani yang beranggotakan 5 orang dengan jumlah ternak yang dipelihara sebanyak 300 ekor. Kelompok Tani Desa Uabau telah memelihara ayam petelur bantuan dinas sosial selama 1-2 tahun. Namun dalam seiring berjalannya waktu pemeliharaan ayam petelur banyak kendala yang dihadapi oleh petelur yakni kekurangan pakan, manajemen kandang dan manajemen kesehatan yang kurang baik. Oleh karena dari kami akademisi Universitas bersama rombongan Dinas Sosial RI melakukan sosialisasi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani Desa Uabau, kecamatan Laenmanen, Kecamatan Malaka. Kegiatan ini telah dilakukan pada bulan April 2024. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan. Hasil dari kegiatan ini adalah sosialisasi membuat pakan alternatif dan perbaikan kandang ayam betelur yang baik dan benar, penggunaan kotoran ayam petelur sebagai pupuk organik bagi tanaman. Disimpulkan kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif bagi kelompok tani Desa Uabau, karena adanya peningkatan pengetahuan tentang alternatif pakan buatan ayam petelur dan pembuatan kandang ayam petelur yang baik dan penggunaan kotoran ayam sebagai pupuk tanaman.
Pemanfaatan Hasil Pertanian Menjadi Makanan Jajanan, Minuman Herbal Dan Minyak Rematik Pada Industri Kecil Menengah (IKM) Di Desa Napan, Kabupaten Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara Eustasia Atia Barung; Adelana Odilia Suri; Hilaria Luruk Fahik; Aprianus Kefi; Novrianto Afoan Kolo; Bernadina Metboki
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i1.624

Abstract

Pengolahan hasil pertanian bertujuan untuk mengawetkan dan menyajikan bahan agar lebih siap untuk dikonsumsi, meningkatkan kualitas sehingga memberikan kepuasan konsumen yang lebih besar dan menyajikannya dalam bentuk yang lebih baik. Banyak hasil pertanian yang memiliki potensi besar untuk ditingkatkan citranya sehingga dapat memperoleh harga jual yang lebih tinggi. Industri pengolahan bahan baku pertanian tidak hanya sekedar mengolah hasil pertanian saja, namun juga bertujuan untuk menghasilkan keuntungan untuk melanjutkan usahanya. Akan tetapi, industri pengolahan tersebut sering kali mengalami kendala dalam menjalankan kegiatan produksinya. Dalam perencanaan dan pengendalian produksi juga dapat mengatasi kendala tersebut. Dengan merencanakan dan mengendalikan produksi, kita dapat memanfaatkan (memanfaatkan sepenuhnya) sumber daya yang diperlukan untuk proses produksi secara optimal.. Salah satu bagian dari perencanaan dan pengendalian produksi adalah pengendalian persediaan bahan baku (Veronica, 2013). Kegiatan praktik ini bertujuan untuk (1) Mengetahui jenis-jenis hasil pertanian yang diolah oleh industri kecil menengah (IKM) (2) Mengetahui dan mempelajari cara mengolah berbagai hasil pertanian menjadi berbagai minuman herbal, minyak rematik dan makanan ringan pada Industri Kecil Menengah (IKM). Praktik ini dilaksanakan di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada pemilik IKM Suka Maju, melakukan observasi, mengikuti kegiatan lapangan dan dokumentasi. Pengumpulan data, data primer dan data sekunder. Hasil praktik menunjukkan bahwa pengolahan produk herbal tradisional seperti jamu, minyak rematik, arak jahe, dan lidi berpotensi untuk meningkatkan nilai ekonomi, melestarikan kearifan lokal, serta menyediakan alternatif pengobatan dan penganan alami bagi masyarakat.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT (POP) BERBAHAN DASAR LOKAL UNTUK MEWUJUDKAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN DI KELOMPOK KOMBAS MANIDIRI DESA OEPUAH SELATAN KECAMATAN BIBOKI MOENLEU KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Yosefina Marice Fallo; Bernadina Metboki
Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): Jurnal Umum Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Cahaya Budaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58290/jupemas.v4i4.607

Abstract

Permasalahan utama yang harus diselesaikan di Kombas Mandiri, Desa Oepuah Selatan, Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tenagh Utara (TTU) adalah merubah pola pikir dan ketergantunagn petani/masyarakat pada penggunaan pupuk kimia dan beralih pada pengolahan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan peningkatan pendapatan petani dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada dilingkungan sekitar. Solusi dari permasalahan yang di hadapi oleh petani di Kombas Mandiri, Desa Oepuah Selatan, Kecamatan Moenleu dengan adanya kegiatan PKM ini, dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang pentingnya sistem pertanian yang sehat dan ramah lingkungan, mengetahui adanya pupuk organik padat (POP) sebagai pupuk alternatif pengganti pupuk anorganik. Kegiatan PkM ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di Kombas Mandiri, Desa Oepuah Selatan, Kecamatan Moenleu. Kegiatan ini menggunakan metode Pelatihan kepada anggota kelompok tani. Mekanisme pelaksanaan kegiatan ini antara lain, diskusi tim pengabdi, observasi lokasi kegiatan PKM, diskusi waktu dan teknis pelaksanaan kegiatan meliputi pembuatan dan pengaplikasian pupuk organik padat (POP). Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini, yaitu adanya pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan pupuk organik padat, bagi petani, dan cara menggunakan pupuk organik padat yang bersumber dari limbah pertanian dan kotoran hewan/ternak yang nantinya dapat memberikan dampak peningkatan produksi usahataninya.