Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

TEACHERS’ PERCEPTION ON CONTINUING PROFESSIONAL DEVELOPMENT AFTER COVID-19 PANDEMIC Fajrinur Fajrinur; Ivvon Septina Bella; Cut Santika; Reza Novianda
Jurnal Scientia Vol. 11 No. 02 (2022): Education, Sosial science and Planning technique, November
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The researcher investigated two research questions on the teachers’ perception towards continuing professional development in Bireuen Regency at the time of covid-19. The first research question was the opinion on continuing professional development in general and the second one was going more in-depth to find out how this opinion differs after the time of Covid-19. 30 teachers from the six schools in Bireuen Regency were included in this research. All participants were asked to provide responses to questionnaires and interviews. This study used mixed methods as its research methodology in order to make the data obtained more comprehensive, valid, reliable and objective. As a result, among Continuing Professional Development (CPD) programs, ‘Network of Teachers Formed Specifically for the Professional Development’ had the greatest impact on teacher work before or after pandemic, with more than half of the respondents were found to be participating in the ‘Network of Teachers Formed Specifically for the Professional Development’ and they believe it has had a great impact on them.
PENINGKATAN MANAJEMEN USAHA KECIL MIKRO MELALUI PELATIHAN MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN PADA KAWASAN PESISIR PANTAI KUALA RAJA KABUPATEN BIREUEN Zuriani Ritonga; Cut Santika; Mulyadi Mulyadi; Sri Yanna; Sutoyo Sutoyo; Hayanuddin Safri; Junita Lubis; Bayu Eko Broto
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.1181-1189

Abstract

Suatu kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan di Desa  Kuala Raja. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman serta pengetahuan tentang manajemen kewirausahaan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat serta nantinya diharapkan mampu mendorong perekonomian masyarak pesisir pantai Kuala Raja. Dan melalukan pelatihan tentang pengembangan bidang-bidang usaha yang transparansi, dan profesionalisme bagi seluruhlapisan masyarakat yang ada di kawasan pesisir pantai Kuala Raja. Tata laksana kegiatan ini dengan melakukan kegiatan sosialisasi, penjelasan dari materi yang telah disiapkan serta melakukan diskusi yang dipaparkan oleh beberapa dosen dari Universitas Islam Kebangsaan Indonesia dan Dosen Universitas Labuhanbatu. Pemerintahan setempat memberikan dukungan kepada para dosen-dosen dari universitas Islam Kebangsaan indonesia dan Universitas Labuhanbatu untuk melakukan kegiatan penyuluhan serta pendampingan dalam berwirausaha. Acara ini terdiri dari 15 peserta yang akan mengikuti penyuluhan serta pendampingan yang berada di kawasan pesisir pantai Kuala Raja. Banyak usaha kecil yang berada dikawasan pesisir pantai di Kuala Raja memiliki usaha yang sudah berjalan namun masih dalam sekala kecil, ditemukan bahwa bisnis yang mereka kelola tidak berjalan secara maksimal. Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan ekonomi keluarga di kawasan pesisir pantai kuala raja. Maka dari itu diperlukan pendampingan jadi tidak hanya sekedar pelatihan saja.
PEMBERDAYAAN PENJAHIT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT DESA MEUNASAH MEUCAP KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN Zuriani Ritonga; Irne Aryanie; Zulfikar Zulfikar; Cut Santika
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.4243-4250

Abstract

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memiliki peranan penting terhadap perekonomian masyarakat di Indonesia. Salah satunya yaitu sebagai akses terhindar dari jurang kemiskinan. Melalui data dari Dinas Koperasi dan UMKM saat ini Kabupaten Bireuen memiliki 6.997 UMKM. di Desa Meunasah Meucap terdapat beberapa usaha jahit rumahan. Dalam usaha menjahit terdapat berbagai kendala yang dihadapi mitra yaitu kendala dari aspek produksi usaha, aspek pembukuan dan laporan keuangan serta aspek pemasaran dan promosi. Produksi usaha yang dilakukan selama ini masih tergolong tidak rapi dan kurang menarik. Kekurangan perlengkapan produksi juga menjadi kendala dalam hal iniMelalui kegiatan sosialisasi maka solusi yang diberikan kepada mitra adalah mitra didampingi dalam penataan layout usaha agar terlihat rapi dan bersih. Hal ini berdampak pada kenyamanan penjahit dan pelanggan sendiri. Disamping itu mitra juga didampingi dalam pengadaan lemari penyimpanan hasil jahitan. Mitra juga didampingi dalam mengatur pengeluaran dan pemasukan untuk usaha. Selanjutnya, mitra didampingi untuk menggunakan digital marketing sebagai promosi penjualan seperti, facebook, instagram, tiktok dan youtube. Promosi melalui papan nama, google map dan link google juga diperlukan agar memudahkan pelanggan dalam mencari tempat usaha.
PEMBERDAYAAN PENJAHIT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT DESA MEUNASAH MEUCAP KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN Zuriani Ritonga; Irne Aryanie; Zulfikar Zulfikar; Cut Santika
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.4243-4250

Abstract

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memiliki peranan penting terhadap perekonomian masyarakat di Indonesia. Salah satunya yaitu sebagai akses terhindar dari jurang kemiskinan. Melalui data dari Dinas Koperasi dan UMKM saat ini Kabupaten Bireuen memiliki 6.997 UMKM. di Desa Meunasah Meucap terdapat beberapa usaha jahit rumahan. Dalam usaha menjahit terdapat berbagai kendala yang dihadapi mitra yaitu kendala dari aspek produksi usaha, aspek pembukuan dan laporan keuangan serta aspek pemasaran dan promosi. Produksi usaha yang dilakukan selama ini masih tergolong tidak rapi dan kurang menarik. Kekurangan perlengkapan produksi juga menjadi kendala dalam hal iniMelalui kegiatan sosialisasi maka solusi yang diberikan kepada mitra adalah mitra didampingi dalam penataan layout usaha agar terlihat rapi dan bersih. Hal ini berdampak pada kenyamanan penjahit dan pelanggan sendiri. Disamping itu mitra juga didampingi dalam pengadaan lemari penyimpanan hasil jahitan. Mitra juga didampingi dalam mengatur pengeluaran dan pemasukan untuk usaha. Selanjutnya, mitra didampingi untuk menggunakan digital marketing sebagai promosi penjualan seperti, facebook, instagram, tiktok dan youtube. Promosi melalui papan nama, google map dan link google juga diperlukan agar memudahkan pelanggan dalam mencari tempat usaha.
Representasi Feminisme : Kajian Pembelajaran Semiotika Santika, Cut; Kasir, M
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v9i1.4016

Abstract

Isu feminisme sudah beredar cukup lama dalam kalangan masyarakat luas. Bahkan dunia perfilman sekarang ini santer menyajikan isu-isu feminisme. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi feminisme dalam film Layangan Putus di WeTV . Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode semiotika John Fiske yang terdiri dari tiga level, yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Selama ini perempuan sering digambarkan  sebagai objek narasi yang pasif. melalui Film Layangan Putus di WeTV ini sosok perempuan digambarkan sebagai objek narasi pemberani dan tangguh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi,  simak,  dan  catat.  Mengumpulkan  data  dengan  cara menyimak  kata-kata yang diucapkan dalam film  Layangan Putus di WeTV yang  di  putar  secara  berulang,  kemudian  mencatat  dan  menuliskan bagian-bagian  penting  dalam  film  Layangan Putus tersebut. Berdasarkan  hasil  penelitian,  dapat  diperoleh kesimpulan bahwa terdapat feminisme radikal dan diskriminasi perempuan dalam film Layangan Putus di WeTV.
Revitalizing Aceh language through writing skills using CIRC learning model and Canva media Cut Santika Santi; M. Kasir
International Journal of Advances in Educational Research Vol. 1 No. 1 (2024): July
Publisher : Pelita International Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62941/ijaer.v1i1.53

Abstract

This study aims to determine students' ability to write persuasive text using Aceh language through the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model and poster media. Writing persuasive text using language and spelling in the text must follow the Acehnese Latin script. Posters with invitations are intensively written using Indonesian and even foreign languages. The use of the Acehnese language has shifted at this time. This is in accordance with Statistics Indonesia (BPS) data, namely, the use of Acehnese local language is reduced among post-gen Z people born in 2013 and above compared to the pre-boomer generation (before 1945). This is based on the 2020 population census long-form report. The use of local languages by post-gen Z (2-9 years old) is 64.36 percent. This figure is much reduced compared to the pre-boomer generation (over 75 years old), whose number reached 89.93 percent. The study results show that out of thirty students who participated in the learning process, two got a score range of less than 69 with insufficient criteria. Six students get a score range of 70-79 with good enough criteria. Ten students get a score range of 80-89 with good criteria. Furthermore, twelve students get a score range of 90-100 with excellent criteria. Based on these results, it can be seen that students' ability to write Acehnese using CANVA media generally gets good criteria. The CIRC learning model makes a solution to improve students' writing skills. However, in the learning process, researchers still find some students who are less capable of expressing ideas in writing, where students are still minimal in choosing words.
Peran Qanun Bahasa Aceh Dalam Pembentukan Wacana Identitas Kolektif: Kajian Etnolinguistik Cut Santika; Elfina Elfina; M. Kasir; Rita Zahara; Muhammad Muhammad
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2781

Abstract

Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga simbol identitas budaya yang memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran kolektif suatu masyarakat. Di Aceh, kekhawatiran terhadap menurunnya penggunaan Bahasa Aceh mendorong lahirnya kebijakan afirmatif melalui regulasi daerah. Penelitian ini mengkaji peran Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 dalam membentuk wacana identitas kolektif masyarakat Aceh dengan menggunakan pendekatan etnolinguistik dan analisis wacana kritis. Temuan menunjukkan bahwa qanun tersebut memosisikan Bahasa Aceh sebagai representasi jati diri dan simbol resmi dalam sistem pemerintahan dan pendidikan. Wawancara dengan tokoh adat dan akademisi mengungkapkan bahwa kebijakan ini memperkuat semangat pelestarian budaya, namun realisasinya menghadapi tantangan teknis dan kultural. Kurangnya kurikulum standar, kompetensi guru, dan dukungan media menyebabkan bahasa ini belum hadir kuat dalam praktik sosial. Oleh karena itu, keberhasilan qanun sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan, pendidikan, dan partisipasi publik.