Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

STANDARISASI SIMPLISIA DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) DARI DESA LUWUNG SIDOARJO DENGAN MENGGUNAKAN PENGERINGAN FOOD DEHYDRATOR MELLA NUR AZIZAH; ARISTA WAHYU NINGSIH; BUTET SINAGA
Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal Vol 5 No 1 (2022): JURNAL PENELITIAN FARMASI & HERBAL
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v5i1.1034

Abstract

One of the vegetation that may be used each as meals and medication is the Moringa plant (Moringa oleifera L.). Empirically, Moringa leaves have many advantages and had been proven to be powerful in treating numerous diseases, consisting of diabetes, hepatitis, heart ailment and excessive cholesterol. The chemical parts contained on this plant are terpenoids, tannins, steroids, polyphenols, and alkaloids. This look at aims to pick out medicinal uncooked substances the use of the meals dehydrator drying method whilst on the equal time making sure the drug raw materials, so that the standardization can be accounted for for its quality. Standardization is done by setting specific and non-specific parameters. This study uses descriptive qualitative and quantitative analysis methods. The sample of this research was taken from Luwung village, Sidoarjo regency. The results of standardization for specific parameters showed the determination of the flavonoid content of 16,08±3,62 mgQE/g, the TLC test showed stains in the form of yellow-green fluorescence under UV light at 366 nm, the water-soluble extract test yielded 7.8%, and the water-soluble extract test yielded 7.8%. ethanol yielded 13.58%. The results for non-specific parameters showed that drying shrinkage was 4.2%, water content was 1.80%, and ash content was 1.4%. The results of the microbial contamination test were 3.9x colonies/ml while the total mold/yeast contamination was 3.1x colonies/ml. Based at the results of studies that has been carried out, Moringa leaf simplicia from Luwung village has met the requirements of specific and non-specific parameters, so that the simplicia may be used as raw material for medication.
Artikel Review : Studi Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi pada Tumbuhan Kapulaga (Elletaria cardamomum (L.) Maton) Zahwa Putri Pangestu Zahwa Putri Pangestu; Arista Wahyu Ningsih; Irvan Charles Sera Klau; Armeta Yuniar Pitaloka; Nura Wahidiyatur Rohmah; Fhinnishshia Gladys Sesi; Moh. Basri Firdaus Firman Norsyah
FARMASIS: Jurnal Sains Farmasi Vol 4 No 1 (2023): Farmasis: Jurnal Sains Farmasi
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas Sains Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/farmasis.v4i1.6408

Abstract

Cardamom is one of the medicinal plants that can produce essential oils and is included in the top 9 largest spice commodities in the world. As a world export commodity, cardamom is often traded in the form of essential oils and dried fruit forms. This review aims to provide information about phytochemical studies in cardamom and cardamom pharmacological studies to determine the content contained in cardamom. The method used in this article review uses the google scholar, Dimension, and PubMed websites. With the keywords cardamom, phytochemical content, morphology, and pharmacological activity of cardamom plants. In the cardamom plant content test, dragendorf and mayer solvents were used to check for the presence of alkaloid compounds, in the flavonoid examination, HCl, Mg, and amyl alcohol solvents were used, in the examination of tannin compounds, gelatin solvents were used, and in polyphenolic senaywa used FeCl 3 solvents to check the presence of polyphenolic compounds. The antimicrobial activity of cardamom plants is shown by the presence of sineol, terpineol, and alpha-borneol which can reduce bad breath and kill bacteria that cause dental plaque. Anti-inflammatory activity in cardamom plants can prevent and inhibit proinflammatory proteins through all inflammatory signaling pathways. In antioxidant activity there are several compounds including flavonoids that can increase antioxidant defenses and can reduce inflammation. Cardamom has compounds such as: alkaloids, flavonoids, tannins, polyphenolics, and saponins. Because of the presence of compounds contained in cardamom plants, there are several pharmacological activities, including: antimicrobial activity, antioxidant activity, and anti-inflammatory activity.
PENGARUH PERBEDAAN PELARUT EKSTRAK DAUN MANGGA (Mangifera indica L. var. Arumanis) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH (1,1 dyphenyl-2-pikrilhidrazil) Ivan Charles Seran; Devi Ratna Yulianti; Arista Wahyu Ningsih
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 11 No. 01 (2023): Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v11i01.477

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan salah satu negara dengan varietas mangga terkaya. Tanaman mangga telah dilaporkan memiliki sifat anti-inflamasi, imunomodulator dan antioksidan. Penggunaan tanaman mangga di Indonesia terutama berpusat di sekitar mangga. Meskipun daun mangga sering dianggap limbah dan tidak dimanfaatkan, daun mangga mengandung senyawa aktif mangiferin, polifenol, dan triterpenoid yang memberikan berbagai manfaat bagi daun mangga seperti obat, penyembuhan luka, dll. Metode: Penelitian ini menggunakan ekstrak daun mangga (Mangifera indica L. var. Arumanis) terhadap aktifitas aktioksidan  melalui metode DPPH (1,1 dyphenyl-2-pikrilhidrazil) dengan perbedaan pelarut, serta untuk mengetahui nilai IC50 dari ekstrak daun mangga (Mangifera indica L. var. Arumanis) pada masing – masing pelarut. Hasil: Didapatkan hasil penelitian bahwa ekstrak etanol 70% simplisia daun mangga menunjukkan nilai IC50 sebesar 132 ppm (antioksidan sedang), ekstrak etil asetat simplisia daun mangga sebesar 430 ppm (antioksidan lemah), dan ekstrak n–heksana simplisia daun mangga sebesar 842 ppm (antioksidan lemah) hasil tersebut didapatkan di penelitian ini.  Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa pelarut polar mampu melarutkan komponen senyawa polar maupun nonpolar pada tanaman mangga (Mangifera indica L. var. Arumanis). Pelarut yang berbeda mempengaruhi senyawa mana yang larut dalam proses ekstraksi dan diuji berdasarkan polaritasnya.
ARTIKEL REVIEW : PENERAPAN WILCOXON DALAM BIDANG KEFARMASIAN Ahda Ratu Jufrida Hanifa; Devia Regina Hartanti; Seruni Sugiharto Putri; Yohanes Gualbertus Briant Lobo; Ervina Ariyani; Dita Diajeng; Ainul Ghurri; Laily Mita Andriana; Arista Wahyu Ningsih
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL FARMASI IKIFA VOL.3 NO.1 APRIL TAHUN 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Statistical analysis is an analysis to make conclusions related to research, one of which is the Wilcoxon test which is a non-parametric test that does not require normal homogeneous data to prove the effectiveness of a test. In all aspects of pharmaceutical research, statistical tests are not only a method of analysis, but also the foundation that ensures the reliability of the findings obtained. This research aims to provide analysis, evaluation and views on the application of the Wilcoxon test in research in the pharmaceutical field. The method used is meta-analysis of 20 journals in the 2019-2023 period. From the results of the journal review, (it was found that 5 out of 20 journals used the Wilcoxon test as pretest and posttest analysis). The Wilcoxon test is a statistical test that is very important and effective in the pharmaceutical field because it does not require the assumption of normality of data, is able to compare paired or unpaired data, as an ordinal or interval data analysis and is sensitive to differences in ranking so that it is a very important statistical tool in research in the field. pharmacy.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Teh Herbal sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Desa Sumbergede Arista Wahyu Ningsih; Selfya Ningrum; Mohammad Fathoni; Femas Angga Saputra; Alvito syawal zubkhi; Ikakiswa Imamah Febrianti; putri aisyha
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5616

Abstract

Teh merupakan salah satu jenis minuman yang sangat digemari oleh orang-orang di Indonesiakarena memiliki bau dan rasa yang unik. Namun masyarakat Desa Sumbergede masih memilikiketerbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah tanaman herbal lokal menjadi produksiap konsumsi. Kegiatan edukasi dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahamanmasyarakat mengenai manfaat teh herbal serta keterampilan teknis dalam pembuatan simplisia,pengemasan, dan pelabelan produk. Metode pelaksanaannya meliputi pretest, penyampaianmateri, praktik langsung pembuatan simplisia, pengemasan pelatihan dan pelabelan, serta posttestsebagai evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, pemahamanmasyarakat mengenai manfaat teh herbal meningkat hingga 93,75% pada kategori tinggi,dan keterampilan pembuatan simplisia mencapai 100% pada kategori tinggi setelah pelatihan.Kesimpulan menegaskan bahwa metode berbasis praktik mampu memperkuat pengetahuansekaligus keterampilan teknis masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong budidayatanaman herbal lokal menjadi produk teh herbal yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapijuga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi.Kata kunci : Edukasi, Herbal, Pelatihan, Pisang, Teh.
Edukasi dan pelatihan pengemesan, pembuatan kemasan produk teh herbal di desa sumber gede kec wringinanom, kab gresik Arista Wahyu Ningsih; Selfya Ningrum; Mohammad Fathoni; Femas Angga Saputra; Alvito syawal zubkhi; Ikakiswa Imamah Febrianti; putri aisyha
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5618

Abstract

Latihan pembuatan kemasan teh herbal di Desa Sumber Gede, Kecamatan Wringinanom, Gresikbertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam merancang kemasan yang higienis,menarik, dan sesuai standar. Sebelum program, sebagian besar UMKM masih menggunakankemasan sederhana sehingga daya saing produk rendah. Kegiatan diikuti 37 peserta melaluitahapan observasi, penyusunan materi, teori, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pretestdan posttest menunjukkan peningkatan signifikan, dari pemahaman dasar menjadi mampumembuat desain profesional dengan aplikasi Canva. Dengan metode Training of Trainers (TOT),peserta juga berperan menyebarkan pengetahuan kepada UMKM lain. Program ini menekankankemasan sebagai identitas produk sekaligus strategi pemasaran, sehingga memperkuat daya saingdan keberlanjutan usaha lokal.Kata Kunci :Edukasi pengemasan, Pembuatan Teh herbal, Sumber Gede.
TINJAUAN LITERATUR: EFEKTIVITAS METODE PERKOLASI SEBAGAI TEKNIK EKSTRAKSI FITOKIMIA arista wahyu ningsih; Haya Avia Aunillah; Elit Juwita Ratu; Namira Salsabillah; Sepbrilla Ananda Kusriadi; Virgiawan kusuma wardhana; Eka Aurya Agustina; Yumaisaroh chudaibiyah; Mulia Maharani; Savilla rensyanawati
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3740

Abstract

Perkolasi merupakan salah satu metode ekstraksi konvensional yang masih banyak digunakan dalam penelitian fitokimia untuk memperoleh senyawa aktif dari bahan alam. Metode ini dilakukan dengan cara mengalirkan pelarut melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi pada suhu kamar, sehingga cocok untuk senyawa yang termolabil. Literatur review ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas metode perkolasi sebagai teknik ekstraksi dengan meninjau prinsip kerja, faktor-faktor yang memengaruhi rendemen, kelebihan dan keterbatasan, variasi metode, serta inovasi terbaru. Berdasarkan hasil telaah dari sepuluh artikel (2016-2025) ditinjau berdasarkan parameter pelarut, waktu, rendemen, dan kandungan fitokimia, perkolasi terbukti efektif dalam mengekstraksi berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, dengan hasil rendemen yang bervariasi tergantung pada jenis pelarut, konsentrasi, waktu, serta ukuran partikel simplisia. Inovasi terkini seperti kombinasi perkolasi dengan ultrasonik dan optimasi menggunakan metode Response Surface Methodology menunjukkan peningkatan efisiensi ekstraksi. Dengan demikian, metode ekstraksi perkolasi masih relevan digunakan dan memiliki prospek pengembangan untuk menghasilkan ekstrak berkualitas dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.
Artikel Review Fitokimia : Efektivitas Maserasi Soxhletasi sebagai Metode Ekstraksi Miftakhul Rokhmah; Amanda Rafina Modesty; Auliya Ika Putri; Salsabiila Wina Delia; Adelia Girlani Bria; Maria Delsiana Ndun; Elsa Tectona Zuliyanti; Renata Setya Agustin; Petrus Paulus Bria; A’Yunil Hisbiah; Ivan Charles S.Klau; Arista Wahyu Ningsih
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i1.2060

Abstract

The Soxhlet extraction method uses repeated heating and solvent circulation to separate substances from mixtures, producing more extract faster than maceration with less solvent. However, this method requires pure solvents and is not suitable for thermolabile compounds as they can be degraded by heat. Soxhlet extraction is more effective for limited quantities of dry and fine herbal materials. This method is widely used to extract phytochemical compounds such as flavonoids, tannins, and curcumin, and has potential in cosmetic raw materials, herbal medicines, and antioxidant products. Although it uses more energy, this technique is efficient and continuous. Modern innovations such as combining it with Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) or environmentally friendly microextraction are expected to increase extraction efficiency while reducing the use of organic solvents. Modifications to Soxhlet, including automation and assistive technologies such as high pressure, ultrasound, and microwaves, open up opportunities for commercialization and further research with more optimal results and more practical operations. The modified Soxhlet is considered a “panacea” in extraction due to the significant performance improvements achieved.
Artikel Review Fitokimia: Efektifitas Dekokta Sebagai Metode Ekstraksi Novita Fitriana Ikfar; Fina Salsabila Nur Aini; Seylin Zavira Ananta; Anisa Khanif Khusnia; Wilda Tsabitah Jafnah Mahmud; Najwa Firida Rahma; Salsha Bila Dwi Lestari; Angelita Maulya Cantika Putri; Alya Miladiyah Chayani; A’Yunil Hisbiah; Ivan Charles S.Klau; Arista Wahyu Ningsih
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.862

Abstract

Dekokta merupakan salah satu metode ekstraksi konvensional yang banyak digunakan dalam pengolahan tanaman obat karena prosesnya sederhana, efektif, dan mampu menghasilkan senyawa bioaktif dalam jumlah tinggi. Penelitian dan pengembangan mengenai metode ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuannya dalam mengekstraksi senyawa aktif serta mengevaluasi aktivitas biologis dari berbagai tanaman obat. Proses dekokta dilakukan dengan merebus simplisia tanaman dalam air pada suhu dan waktu tertentu untuk mengekstraksi komponen aktif, dan telah diterapkan pada berbagai tanaman seperti daun iler, daun singkong, krokot, Gracilaria verrucosa, daun mengkudu, serta sabut kelapa muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini mampu mengekstraksi senyawa penting seperti flavonoid, tanin, polifenol, alkaloid, saponin, dan terpenoid, menghasilkan rendemen serta kadar fenolik yang tinggi, dan menunjukkan aktivitas biologis signifikan seperti antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, aktivitas antioksidan kuat, serta aktivitas antiinflamasi dengan nilai IC₅₀ yang kompetitif terhadap kontrol positif. Selain itu, dekokta juga berperan dalam pembentukan supramolekul dan partikel nano homogen yang meningkatkan efektivitas fitokimia, seperti pada Mahuang Fuzi Decoction (MGF). Dengan berbagai keunggulan tersebut, dekokta menjadi metode penting dalam pengembangan obat herbal modern dan berpotensi menjadi dasar inovasi untuk meningkatkan stabilitas, bioaktivitas, serta nilai komersial produk fitofarmaka.