Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PERBEDAAN PELARUT EKSTRAK DAUN MANGGA (Mangifera indica L. var. Arumanis) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH (1,1 dyphenyl-2-pikrilhidrazil) Ivan Charles Seran; Devi Ratna Yulianti; Arista Wahyu Ningsih
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 11 No. 01 (2023): Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v11i01.477

Abstract

Pendahuluan: Indonesia merupakan salah satu negara dengan varietas mangga terkaya. Tanaman mangga telah dilaporkan memiliki sifat anti-inflamasi, imunomodulator dan antioksidan. Penggunaan tanaman mangga di Indonesia terutama berpusat di sekitar mangga. Meskipun daun mangga sering dianggap limbah dan tidak dimanfaatkan, daun mangga mengandung senyawa aktif mangiferin, polifenol, dan triterpenoid yang memberikan berbagai manfaat bagi daun mangga seperti obat, penyembuhan luka, dll. Metode: Penelitian ini menggunakan ekstrak daun mangga (Mangifera indica L. var. Arumanis) terhadap aktifitas aktioksidan  melalui metode DPPH (1,1 dyphenyl-2-pikrilhidrazil) dengan perbedaan pelarut, serta untuk mengetahui nilai IC50 dari ekstrak daun mangga (Mangifera indica L. var. Arumanis) pada masing – masing pelarut. Hasil: Didapatkan hasil penelitian bahwa ekstrak etanol 70% simplisia daun mangga menunjukkan nilai IC50 sebesar 132 ppm (antioksidan sedang), ekstrak etil asetat simplisia daun mangga sebesar 430 ppm (antioksidan lemah), dan ekstrak n–heksana simplisia daun mangga sebesar 842 ppm (antioksidan lemah) hasil tersebut didapatkan di penelitian ini.  Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa pelarut polar mampu melarutkan komponen senyawa polar maupun nonpolar pada tanaman mangga (Mangifera indica L. var. Arumanis). Pelarut yang berbeda mempengaruhi senyawa mana yang larut dalam proses ekstraksi dan diuji berdasarkan polaritasnya.
EDUKASI PEMANFAATAN TOGA SEBAGAI SOLUSI ALAMI UNTUK KESEHATAN MANDIRI MASYARAKAT DI DESA SUMBERGEDE, KABUPATEN GRESIK Ivan Charles Seran; Adinugraha Amarullah; Arista Wahyuningsih; Yani Ambari; Dewi Rahmawati; Bela Fevi Aristia
ABDI WINA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2026): Abdi Wina Edisi Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/hnrw6g32

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan secara alami. TOGA memiliki potensi besar sebagai alternatif pengobatan tradisional yang mudah diperoleh dan ekonomis, namun pemanfaatannya di Desa Sumbergede masih belum optimal akibat keterbatasan pengetahuan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan TOGA. Metode yang digunakan meliputi persiapan, edukasi dan pelatihan, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup pengenalan tanaman obat, manfaat, cara pengolahan, dan praktik budidaya melalui pembuatan kebun TOGA percontohan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 67,5 meningkat menjadi 87,5 pada post-test. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan TOGA sebagai alternatif pengobatan alami dan pemanfaatan pekarangan rumah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi dan pendampingan TOGA efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan secara berkelanjutan.