Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JUSTE (Journal of Science and Technology)

Kontributor dan Faktor Utama Kerawanan Pangan pada Daerah 3T: Studi Kasus di Kabupaten Seram Bagian Timur M Indra Rumasukun; Kamaruddin Kamaruddin; Weksi Budiaji; Suman Sangadji; Miranda H Hadijah; Juni La Djumat
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 5 No. 1 (2024): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang menyebabkan kerawanan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan studi kasus di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan menggunakan data primer serta sekunder dari tahun 2023, penelitian ini menganalisis aspek ketersediaan, distribusi, konsumsi pangan, serta ketahanan pangan rumah tangga. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun terdapat potensi besar dalam produksi pangan lokal seperti sagu, ikan laut, dan protein hewani, kerawanan pangan masih tinggi akibat distribusi yang terbatas, infrastruktur lemah, serta rendahnya diversifikasi konsumsi pangan. Skor Pola Pangan Harapan (PPH) dan tingkat konsumsi energi per kapita juga berada di bawah standar ketahanan pangan nasional. Rekomendasi diarahkan pada peningkatan konektivitas antarwilayah, optimalisasi komoditas lokal, serta edukasi konsumsi gizi seimbang.
Pemanfaatan Limbah Organik Penyulingan Minyak Kayu Putih Untuk Pertumbuhan Bibit Cengkeh Hutan M Yani Kamsurya; Samin Botanri; Kamaruddin Kamaruddin
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 5 No. 1 (2024): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/

Abstract

Dalam proses penyulingan minyak kayu putih terdapat limbah organik sisa daun yang tidak dimanfaatkan. Limbah tersebut dapat dicampur dengan tanah untuk dijadikan sebagai media tumbuh tanaman. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan peran media  tumbuh dalam perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit cengkeh hutan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Maluku berlangsung sejak Agustus 2022-Maret 2023. Benih diambil dari kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Perlakuan limbah organik, yaitu : P0 = kontrol; P1= BO 20 %; P2 = BO 40 %; P3 = BO 60 %; P4 = BO 80 %. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Berblok dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati meliputi persen daya kecambah, vigor benih, tinggi bibit, jumlah daun, dan  luas daun, faktor koreksi (fc) 0.65. Data dianalisis statistik meliputi Analisis Ragam (Anova) dan uji beda Fisher’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan limbah organik berpengaruh signifikan terhadap perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit cengkeh hutan dengan nilai R2  perkecambahan benih sebesar 76.5 %, korelasinya sangat kuat (r = 0.87). Nilai R2  pertumbuhan bibit sebesar 73.83 % korelasinya (r = 0.85). Pertumbuhan bibit cengkeh hutan terbaik dicapai taraf limbah organik berkisar antara 57.9-58.12 %.
Kontributor dan Faktor Utama Kerawanan Pangan pada Daerah 3T: Studi Kasus di Kabupaten Seram Bagian Timur M. Indra Rumasukun; Kamaruddin Kamaruddin; Weksi Budiaji; Suman Sangadji; Miranda H Hadijah; Juni La Djumat
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 4 No. 2 (2024): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/erg1h275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang menyebabkan kerawanan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan studi kasus di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan menggunakan data primer serta sekunder dari tahun 2023, penelitian ini menganalisis aspek ketersediaan, distribusi, konsumsi pangan, serta ketahanan pangan rumahtangga. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun terdapat potensi besar dalam produksi pangan lokal seperti sagu, ikan laut, dan protein hewani, kerawanan pangan masih tinggi akibat distribusi yang terbatas, infrastruktur lemah, serta rendahnya diversifikasi konsumsi pangan. Skor Pola Pangan Harapan (PPH) dan tingkat konsumsi energi per kapita juga berada di bawah standar ketahanan pangan nasional. Rekomendasi diarahkan pada peningkatan konektivitas antarwilayah, optimalisasi komoditas lokal, serta edukasi konsumsi gizi seimbang
Domestikasi Tanaman Cengkeh Hutan di Pulau Ambon: Telaah Terhadap Syzygium obtusifolium L. Marwanyani Kamsurya; Samin Botanri; Kamaruddin Kamaruddin
JUSTE (Journal of Science and Technology) Vol. 5 No. 2 (2025): JUSTE (Journal of Science and Technology)
Publisher : LLDIKTI WIlayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/a75k6t62

Abstract

Domestikasi merupakan pengadopsian tumbuhan dari kehidupan liar di dalam hutan ke dalam lingkungan kehidupan masyarakat dengan tujuan untuk menambah jumlah jenis  tanaman budidaya. Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan proses domestikasi perubahan status tanaman cengkeh hutan dari tumbuh liar di hutan beralih ke budidaya. Penelitian dilakukan di pulau Ambon Maluku, berlangsung selama lima bulan sejak bulan Desember 2019 - Mei 2020. Penelitian ini merupakan penelitian survey, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara langsung. Responden petani cengkih hutan ditetapkan  menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal domestikasi tanaman cengkeh hutan di pulau Ambon  terjadi tanpa sengaja, yaitu ketika anakannya tumbuh di lahan agroforestri kemudian dipelihara tumbuh menjadi tanaman dewasa, berbuah dan dipanen hasilnya. Dengan makin membaiknya nilai jual hasil cengkeh hutan, sementara jumlah populasi di hutan  semakin berkurang, maka aktivitas budidaya mulai digalakan  petani. Pada masa itulah upaya domestikasi melalui aktifitas budidaya secara terencana dilakukan, mulai dari penyiapan bibit sampai tanaman berbuah. Alasan lain dikarenakan periode berbuahnya lebih pendek yakni setiap tahun berbuah. Tahapan proses domestikasi cengkeh hutan dari tumbuh liar dalam hutan - tumbuh pada lahan agroforestri secara alami - tumbuh pada lahan agroforestri secara sisipan - lahan budidaya secara polikultur - dibudidayakan secara monokultur pada lahan pertanian