Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembentukan Organisasi Bank Sampah di Kelurahan Beringin Jaya Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung Imam Santosa; Linda Barus; Daria BR Ginting; Nawan Prianto; Muhammad Karami
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 3 Nomor 2 Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v3i2.168

Abstract

Kemiling adalah sebuah Kecamatan di Kota Bandar Lampung, letaknya berada di daerah perbatasan Kota Bandar Lampung. Kecamatan Kemiling terdiri dari kelurahan Beringin Jaya, Kedaung, Kemiling Permai, Kemiling Raya, Pinang Jaya, Sumber Agung, dan Sumber Rejo. Berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung, bank sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah ada sejak bulan April 2019 tetapi Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung belum beroperasi secara maksimal. Permasalahan mitra adalah tidak beroperasionalnya bank sampah yang sudah dibangun fasilitas fisiknya. Hal ini disebabkan belum adanya organisasi yang dibentuk untuk mengelola bank sampah di Kelurahan Beringin Jaya. Tujuan kegiatan ini yaitu membentuk organisasi Bank Sampah Di Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Metode pelaksanaan terdiri dari kegiatan persiapan, pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sosialisasi/ penyuluhan bank sampah, pembentukan organisasi bank sampah, monitoring kegiatan pengabdian kepada masyarakat, evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hasil pengabdian ini berupa kegiatan sosialisasi bank sampah kepada warga melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Lingkungan Hidup, RT, Kelurahan, petugas pengangkut sampah di Kelurahan Beringin Jaya, PT. Pegadaian Cabang Bandar Lampung, Tim Pengabmas Politeknik Kesehatan Tanjungkarang dan HMJ Jurusan Kesehatan Lingkungan. Hasil lainnya adalah terbentuknya organisasi bank sampah Kelurahan Beringin Jaya yang sudah dibuat strukturnya berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kelurahan Beringin Jaya No: 412/21/V58.VI96/2020. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pendampingan pengoperasian bank sampah, pendampingan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pembentukan bank sampah. Pendampingan pengoperasian bank sampah akan dilaksanakan oleh tim pengabmas yang telah melaksanakan pembentukan organisasi bank sampah
PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI KOMPOS DAN PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK DI SD KRISTEN BPK PENABUR BANDAR LAMPUNG Linda Barus; Ferizal Masra; Suami Indarwati; Bambang Murwanto
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3196

Abstract

Sampah menurut UU No. 18 tahun 2008, didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat. Faktanya, yang membuat sampah menjadi hal yang merugikan manusia adalah ketika sampah dengan berbagai jenis bercampur di suatu. Dewasa ini, permasalahan sampah telah menjadi salah satu isu sentral yang sangat serius di banyak negara termasuk Indonesia. Rata-rata, volume sampah yang dihasilkan oleh manusia adalah sekitar 0,5 kg / per kapita tiap hari, apabila sampah tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bahaya bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali Siswa-Siswi SD Kristen BPK Penabur Bandar Lampung dalam mengelola sampah organik dan sampah non organik yang ada disekitarnya, dengan cara sampah organik di olah menjadi pupuk kompos dan sampah anorganik diolah dengan cara 3R (Reuse, Reduce, Recycle), untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah dan dapat bernilai ekonomis. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pelatihan teknis, serta dilanjutkan dengan pendampingan secara langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah siswa-siswi SD Kristen BPK Penabur Bandar Lampung dapat memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos dan dapat memanfaatkan sampah anorganik menjadi sesuatu yang lebih berguna. Pelatihan cara pembuatan pupuk kompos dan pemanfaatan sampah plastik menjadi kerajinan bunga hias, dll sangat diharapkan bisa dipraktekkan ke depannya, agar dampak negatif dari timbunan-timbunan sampah yang dapat merusak lingkungan dapat teratasi.
PENERAPAN DAN PELATIHAN 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) PENGAJAR DAN SISWA/SISWI SMP GOTONG ROYONG PESAWARAN Ferizal Masra; Linda Barus; Suami Indarwati; Bambang Murwanto; Nawan Prianto
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3198

Abstract

Sampah menurut UU No. 18 tahun 2008, didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat. Faktanya, yang membuat sampah menjadi hal yang merugikan manusia adalah ketika sampah dengan berbagai jenis bercampur di suatu tempat yang terdiri dari sampah daun, sampah kertas, sampah plastik, sampah logam, dan lain sebagainya. Sampah-sampah tersebut selanjutnya dapat bereaksi secara kimia antara satu dengan lainnya yang dapat membentuk senyawa berbahaya. Dampak negatif yang ditimbulkannya semakin meningkat ketika produk senyawa berbahaya itu terserap ke tanah, ikut aliran air, ataupun terbebas ke udara yang dapat terhirup oleh makhluk hidup lain termasuk manusia yang tentunya juga sangat membahayakan bagi kesehatan makhluk hidup dan juga bagi ekosistem lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali Pengajar dan Siswa/Siswi SMP Gotong Royong Pesawaran dalam mengelola sampah khususnya sampah anorganik dengan cara 3R (Reuse, Reduce, Recycle), untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik dan dapat bernilai ekonomis. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pelatihan teknis, serta dilanjutkan dengan pendampingan secara langsung. Hasil dari kegiatan ini adalah siswa-siswi SMP Gotong Royong Pesawaran dapat memanfaatkan sampah anorganik menjadi sesuatu yang inovatif dan bernilai ekonomis. Kegiatan ini sangat diharapkan bisa dipraktekkan kedepannya, agar dampak negatif dari timbunan-timbunan sampah yang dapat merusak lingkungan dapat teratasi.
Pengabdian Kepada Masyarakat Program Kemitraan Masyarakat Mandiri (PKM Mandiri) Pengolahan Sampah Dan Proses Pembuatan Pupuk Kompos Di UPTD SDN 35 Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Tahun 2026 Linda Barus; Suami; Farizal
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v4i2.721

Abstract

This community service activity focused on waste management and composting in elementary schools. Daily activities in schools generate organic and inorganic waste, which, if not managed properly, can cause environmental pollution and increase the risk of health problems. Students' lack of knowledge and habits in sorting and processing waste is one of the contributing factors to this problem. Therefore, early environmental education is needed to foster caring and responsible behavior in waste management. Improving students' knowledge and skills in sorting waste and processing organic waste into compost is an effort to create a clean and environmentally friendly school environment. The activity was carried out over one day through counseling, interactive discussions, demonstrations, and hands-on practice of waste sorting and making simple compost using presentation media and real-world examples. Students demonstrated active and enthusiastic participation throughout the activity. There was an increase in understanding of the types of waste, the importance of proper waste management, and the stages of composting. Students were able to practice sorting organic and inorganic waste and understand the basic process of composting. This activity was effective in increasing students' knowledge, awareness, and skills related to waste management and composting. The combination of interactive outreach methods and hands-on practice contributes to fostering environmentally conscious behavior and supporting the creation of a clean, healthy, and sustainable school environment.