Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN PENDERITA PENYAKIT DEMAM BERDARAH (DBD) DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS NATAR, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2015 murwanto, bambang
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang dari penelitian ini adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) baik secara nasional dalam tiga tahun terkahir Incidence Rate (IR) per 100.000 penduduk makin meningkat dari 27,67 tahun 2011 menjadi 37,27 tahun 2012 dan 45,85 pada tahun 2013. Demikian pula tingkat propinsi Lampung dari 20,03 tahun 2011, 68,44 tahun 2012 dan 58,08 pada tahun 2013. Demikian pula  Kabupaten Lampung Selatan telah menjadi daerah endemis penyakit DBD pada hampir seluruh kecamatan kendati sedikit fluktuatif. Pada  tahun 2013 Kabuaten Lampung Selatan dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB). Kecamatan Natar merupakan wilayah perlintasan jalan Trans Sumatra yang merupakan daerah dengan mobilitas yang tinggi sehingga menjadi resiko penularan penyakit DBD, salah satunya wilayah UPT Puskesmas Natar. Kendati kecenderungannya dalam tiga tahun terakhir menurun namun dibandingkan wilayah Kecmaatan lain namun UPT Puskesmas Natar termasuk tinggi yaitu IR 3,8 pada tahun 2014.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berubungan dengan penderita DBD di wilayah UPT Puskesmas Natar, Kan. Lampung Selatan, seperti pekerjaan, pendidikan, Sosial Ekonomi, Pengetahuan, Sikap, Perilaku dan Lingkungan rumah penderita.Metode penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan sampel adalah populasi penderita DBD dari bulan Januari sampai Juni 2015 yang ada di wilayah UPT Puskesmas Natar.Hasil dan Pembahasan penelitian, sebagaian besar faktor-faktor yang diukur yaitu Sosial Ekonomi, Pengetahuan, Sikap, Perilaku dan Lingkungan relatif baik. Pekerjaan penderita atau keluargannya menggambarkan sebagian besar bekerja secara informal, dengan pendidikan penderita sebagian besar bersifat informal. Dengan demikian peranan faktor-faktor lain yang tidak sebagai variabel yang tidak diukur sebagai dicurigai faktor yang cukup berperan terjadi penyakit DBD. Faktor lain tersebut yang banyak dicurigai dari sebagian penelitian yang menjadi refrensi kurangnya gerakan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) Demam berdarah Dengue (DBD), sebagai upaya pembersihan lingkungan untuk memutus mata ratai penularan vektor penyakit DBD yaitu nyamuk, Aedes aegypti.Kata Kunci : DBD, Aedes aegypti, PSN
PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA KELOMPOK WANITA PEKERJA SEKS DAN WARIA Murwanto, Bambang
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.75 KB) | DOI: 10.26630/jk.v5i1.61

Abstract

Bambang Murwanto1)1) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarangbamurwanto@yahoo.co.idAbstract:HIV/AIDSBehaviours of Shamales (Transgenders) and Famale Sex Wokers Around in Kalianda.The growing number of cases of HIV / AIDS each year , both national, provincial and district/city level . In Kabupaten Lampung Selatan, on 2005 amounted to only 4 people and on 2013 to be 44 The Man With HIV/AIDS (ODHA) . The geographical position of South Lampung district is southeast tip of Sumatra island and makes migration into the gate of the island of Sumatra to Java provides an opportunity occurs of disease transmission, including HIV/AIDS.  Improvement of HIV / AIDS or transmission and chain termination coaching them through high-risk groups . The coaching has been done through the Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Lampung Selatan, Women groups including Famale Sex Workers (Wanita Pekerja Seks/WPS)) and behave Shemale (Transgender) in the prevention of HIV/AIDS.The aim this  study is the behavior sex workers (Wanita Pekerja Seks/WPS) and behave Shemale that has been coaching by the Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Lampung Selatan. This research method is qualitative with approach Verivikatif-Descriptive, the group interviewed Female Sex Workers (FSW) and Transgender, with FGD Techniques and Triangulation and Depth Interviews , with triangulation of sources such as VCT Clinic , KPA and South Lampung Hospital Kalianda. The results of this study are behavioral prevention of HIV/AIDS among Female Sex Workers (FSW) and Transgender around Kalianda City. Even though their knowledge and attitude is not good. However, several other variables that describe as a predictor of such seriousness, vulnerability, anxiety, benefits and barriers to behavior that illustrate the positive (good) on the prevention of HIV/AIDS. Keywords : HIV/AIDS ,WPS , Shemale. Abstrak: Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Kelompok Wanita Pekerja Seks (WPS) dan Waria di Kalianda.Meningkatnya jumlah kasus penyakit HIV/AIDS setiap tahun, baik secara nasional, provinsi maupun tingkat kabupaten/kota. Di Kabupaten Lampung Selatan tahun 2005 hanya berjumlah 4 orang, tahun 2013 menjadi 44 Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Letak geografis Kabupaten Lampung Selatan diujung tenggara pulau Sumatra menjadi pintu gerbang pulau migrasi pulau Sumatra ke pulau Jawa memberi peluang terjadi penularan penyakit termasuk HIV/AIDS. Upaya penanggulangan penyakit HIV/AIDS atau pemutusan mata rantai penularan diantaranya melalui pembinaan kelompok-kelompok resiko tinggi. Pembinaan yang telah dilakukan tersebut melalui KPA Lampung Selatan diantaranya kelompok Wanita Pekerja Seks (WPS) dan Waria dalam berperilaku terhadap pencegahan penyakit HIV/AIDS.Tujuan penelitain, mengetahui perilaku WPS danWaria yang telah di bina oleh KPA Lampung Selatan terhadap penyakit HIV/AIDS.Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Deskriptif Verivikatif, yaitu mewawancarai kelompok Wanita Pekerja Seks (WPS) dan Waria, dengan teknik FGD dan triangulasi melalaui wawancara mendalam, dengan melalui trianggulasi sumber-sumber seperti dari Klinik VCT, KPA dan Dinas Kesehatan Lampung Selatan.Hasil penelitian, perilaku pencegahan HIV/AIDS pada kelompok WPS dan Waria di Kalianda dan sekiratnya sangat baik, walaupun pengetahun dan sikap mereka kurang baik. Namun beberapa variabel lain yang menggambarkan sebagai prediktor seperti keseriusan, kerentanan, kecemasan, manfaat dan hambatan-hambatan menggambarkan ke arah perilaku positif (baik) terhadap pencegahan penyakit HIV/AIDS.Kata Kunci    :  Pencegahan,HIV/AIDS, WPS, Waria
FAKTOR LINGKUNGAN SOSIAL, LINGKUNGAN FISIK, DAN PENGENDALIAN PROGRAM DBD TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Murwanto, Bambang; Trigunarso, Sri Indra; Purwono, Purwono
Jurnal Kesehatan Vol 10, No 3 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.457 KB) | DOI: 10.26630/jk.v10i3.1424

Abstract

Dengue Bedarah Fever (DHF) one of the problem of the disease in Indonesia and including 30 countries in the world endemic for dengue disease, even though be second place disease in 2015 with a Case Fatality Rate (CFR) of 0.95%. Besides in Lampung in the last three years (2014-2016) tendency for Incidence Rate (IR) is increasing. In South Lampung Regency as the gateway to Sumatra Island in 2017 the Incidence Rate (IR) averaged 20.78% and one of the highest Incidence Rate (IR) reached 70.59% in the Hajimena Health Center Working Area, Natar District. The purpose of this study was to find out the relationship between the factors of the Social Environment, Physical Environment, and the Factors of Controlling the DHF Control Program, and factors were the most dominant relationships. The research method is quantitative with the Cross-Sectional approach, with the study population in the Hajimena Community Health Center Working Area, Natar District, which includes three villages namely Hajimena village, Sidosari village, and the Pemanggilan village. Primary data is taken using questionnaires and checklists, and secondary data is sourced from Puskesmas and Kecamatan. Processing data using data processing software by analyzing using univariate, and bivariate methods. The results of this study show that there is a meaningful relationship are the mobility of the population with the incidence of disease. To eradicate dengue in the Natar sub-district, especially the Hajimena Public Health Center area which is an endemic area, it also requires comprehensive and integrated activities, namely PSN-DBD with periodic larvae checks by cadres of the Larvas Monitoring.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Perubahan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan Yushananta, Prayudhy; Ahyanti, Mei; Usman, Sarip; Murwanto, Bambang; Sujito, Enro
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MAHAKAM
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v5i2.1256

Abstract

Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan yang penting, karena menyumbang sekitar 4.800 kematian anak-anak balita di seluruh dunia. Dengan incidence 11%, diare menjadi penyebab kematian kedua pada anak balita di Indonesia. Pencegahan dan pengendalian diare utamanya melalui intervensi air minum dan jamban sehat. Pengabdian masyarakat bertujuan melakukan perubahan perilaku BABS, dengan empat tahap: membangun kesepahaman, persamaan persepsi, penyuluhan, dan pendampingan rumah tangga sasaran. Pada akhir tahapan, dilakukan evaluasi untuk menilai keberhasilan, hambatan, dan rencana tindak lanjut. Dikembangkan juga konsep ”berbagi peran” terhadap seluruh mitra pengabdian. Kegiatan pengabdian masyarakat menghasilkan jamban sehat sebanyak 16 buah, dan diakses 21 rumah tangga. Hasil ini menandakan bahwa seluruh rumah tangga di Kelurahan Segala Mider telah terakses jamban sehat. Penerapan konsep “berbagi peran” mampu menghasilkan luaran sesuai target, membentuk sistem kerja gotong royong pada penerima manfaat, dan perbaikan tata nilai. Diperlukan komitmen bersama dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat, dan pelibatan pihak-pihak lain secara luas
Alat Cuci Tangan Elektrik sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Lokasi Pasca Bencana Tsunami Ahyanti, Mei; Fikri, Ahmad; Murwanto, Bambang; Hastuti, Retno Puji; Sulastri, Sulastri; Marsofely, Reka Lagora
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MAHAKAM
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v5i2.1436

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan bencana geologi karena keberadaannya pada area ring of fire. Beberapa kali Indonesia mengalami tsunami. Tahun 2018 terjadi tsunami di Selat Sunda, dampaknya ke perairan Selatan Sumatera dan perairan Barat Provinsi Banten. Pemulihan baik fisik maupun mental akibat tsunami belum seluruhnya selesai dilakukan, virus COVID-19 datang mengancam kesehatan masyarakat. Virus yang menyerang saluran pernafasan dengan keganasan tinggi dan penyebaran yang begitu cepat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mewujudkan suatu pekon dengan kondisi masyarakat yang memiliki pengetahuan dalam menerapkan pola budaya hidup sehat dan bersih dalam mencegah penularan COVID-19. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan interkolaborasi dari tiga profesi, yaitu kesehatan lingkungan, keperawatan dan promosi kesehatan, dibantu 9 mahasiswa. Sasaran kegiatan adalah masyarakat terdampak bencana di Pekon Kunjir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan dilaksanakan pada Bulan November 2020. Tahapan kegiatan meliputi analisis situasi, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner Indeks Kepuasan Masyarakat. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara univariat dalam persentase dan disajikan dengan pie chart. Alat cuci tangan telah terpasang 6 unit di puskesmas, pasar dan tempat rekreasi dan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan telah terbentuk. Sebagian besar masyarakat merasa sangat puas (94,12%) terhadap kegiatan pengabdian.
Pencegahan Keracunan Pestisida pada Ibu Hamil Di Daerah Pertanian Hortikultura Yushananta, Prayudhy; Sariyanto, Iwan; Anggraini, Yetti; Ahyanti, Mei; Sujito, Enro; Murwanto, Bambang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 2 No 01 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 02 Nomer 01 Tahun 2021
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.952 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v2i01.1003

Abstract

Keracunan menjadi risiko kesehatan pada petani hortikultura yang menggunakan pestisida secara terus-menerus selama musim tanam. Salah satu dampak kronis keracunan pestisida adalah anemia. Pada kehamilan, anemia akan mempengaruhi perkembangan janin, sehingga lahir BBLR dan pendek (stunting). Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang risiko paparan pestisida, serta penanganan pestisida yang aman. Sasaran pengabdian adalah ibu hamil yang bekerja pada pertanian hortikultura di wilayah kerja Puskesmas Liwa. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam empat tahap, yaitu persiapan, pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, dan evaluasi. Hasil pemeriksaan kesehatan mendapatkan 30% peserta mengalami keracunan pestisida, dan 16% anemia. Peningkatan pengetahuan ditunjukkan oleh mayoritas peserta, ditandai dari hasil evaluasi pembelajaran. Dilakukan pembagian buku saku tentang penangan dan risiko pestisida untuk menjamin keberlanjutan pembelajaran. Perlu keberlanjutan kegiatan pengabdian dengan melibatkan pengabdi dan mitra yang lebih luas, terutama di luar bidang kesehatan.
Door-to-Door Health Education to Increase Community Knowledge in Preventing Covid-19 Prayudhy Yushananta; Yenni Rosita; Mei Ahyanti; Bambang Murwanto; Enro Sujito
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.52 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.64900

Abstract

Coronavirus disease (COVID-19) caused by SARS-COV-2 has a very high transmission rate and can potentially cause deaths. This disease is a great public health concern globally and considered as humanitarian disaster. Person-to-person transmission of COVID-19 occurs through close contact and droplets. Therefore, the preventions should be done through wearing masks, hand washing with soap, and social distancing. The spreading of misinformation causes a low level of public awareness. It will increase the risk of spreading the disease. This community service aims to increase public knowledge about the prevention and expansion of the COVID-19 disease. One hundred target households were visited and educated during the service. We have also distributed 250 masks and 500 leaflets and put up banners in open places containing what and how to prevent COVID-19. Installation a portable hand washing sink with soap was also carried out to reduce transmission risks. Dissemination of valid information must be carried out to change people’s behaviors. The involvement of all elements of society are needed to create a new normal era of life.
Penyuluhan Risiko Keracunan Pestisida dan Pemeriksaan Kesehatan pada Ibu Hamil Prayudhy Yushananta; Iwan Sariyanto; Yetti Anggraini; Mei Ahyanti; Enro Sujito; Bambang Murwanto
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 2, No 3: Agustus (2021)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v2i3.177

Abstract

Abstrak: Keracunan pestisida merupakan masalah kesehatan yang kritis pada pertanian hortikultura, akibat dari penggunaan dosis berlebihan, cara penanganan yang salah, dan tidak menggunakan APD secara lengkap. Salah satu efek kronis keracunan pestisida adalah anemia. Pada kehamilan, anemia menyebabkan gangguan pertumbuhan intrauterin sehingga bayi lahir BBLR dan pendek (stunted). Pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang risiko paparan pestisida, serta memeriksa kadar kolinesterase dan Hb. Penyuluhan dengan penilaian diberikan kepada 50 orang ibu hamil, dan dilanjutkan dengan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan kesehatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikans pada sebagian besar peserta (p-value kurang dari 0,01). Pada pemeriksaan kesehatan, didapatkan sebanyak 30% ibu hamil mengalami keracunan pestisida dan 16% anemia, menunjukkan paparan pestisida yang tinggi dan perlindungan diri yang rendah. Pada akhir kegiatan, seluruh peserta diberikan buku saku tentang pengelolaan pestisida yang aman, sebagai media pembelajaran dan perluasan informasi. Sebanyak 500 eksemplar juga diserahkan kepada Dinas Kesehatan Lampung Barat, untuk dibagikan kepada ibu hamil di kecamatan lainnya. Penyuluhan yang disertai dengan penyampaian bukti gangguan kesehatan telah mampu memicu perubahan perilaku sasaran, terlihat dari peningkatan penggunaan APD selama bekerja, dan pemeriksaan kehamilan. Pengabdian diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan banyak mitra.Abstract: Pesticide poisoning is a critical health problem in horticultural agriculture due to excessive doses, wrong handling methods, and incompletely using PPE. One of the chronic effects of pesticide poisoning is anemia. In pregnancy, anemia causes intrauterine growth disorders, so that the baby is born LBW dan stunted. This community service aims to increase pregnant women's knowledge about pesticides' risks and check cholinesterase dan Hb levels. Counseling with assessments was given to 50 pregnant women, followed by taking blood samples for health checks. The services results showed a significant increase in knowledge in most participants (p-value less than 0.01). On the medical check, it was found that 30% of pregnant women experienced pesticide poisoning dan 16% anemia, indicating high pesticide exposure dan low self-protection. At the end of the activity, all participants were given pocketbooks on safe pesticide management as a medium for learning and expanding information. A total of 500 copies were also handed over to the West Lampung Health Office to be distributed to pregnant women in other districts. Counseling accompanied by the delivery of evidence of health problems has triggered changes in the target behavior, as seen in the increased use of PPE during work dan antenatal care. The service is expected to be carried out sustainably and involves many partners.
Faktor Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di SMP Bambang Murwanto
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.071 KB) | DOI: 10.26630/jk.v8i2.445

Abstract

Riskesdas (2013), Diarrhea is the number one cause of death in infants (31.4%), children under five (25.2). Whereas in all age groups is a cause number four, or 13.2%. Various factors affect the disease Diarrhoea among the factors of health behavior, especially the behavior of Handwashing with Soap that has been campaigned, both from the national level. As well as health offices District/City through PHC, especially in schools, including junior high school. The problem is to what extent the role of behavior Handwashing with Soap and the factors associated with it in school children. The purpose of this study was to determine the role of factors related to the behavior Handwashing with Soap, in junior high schools. This research method was quantitative observational with a cross sectional approach, with research time the months of April to July 2016. The study population was all students of SMP Negeri 1 Penengahan, South Lampung, 2016. Samples were taken by a proportional random sampling of 156 junior high school students. Subjects were children of class VII and Class VIII. The results of the study are of most variables are good (> 50%), except for the variable perception and the Role of Health who are poor (<50%), and the only variable values, Role of Teachers and the Role of Friends Schools that have a relationship significant overall Handwashing Behavior and Role of School Friend variable most dominant relationship.
Efektivitas Jenis Koagulan Poly Aluminium Chloride Menurut Variansi Dosis dan Waktu Pengadukan terhadap Penurunan Parameter Limbah Cair Industri Tahu Bambang Murwanto
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.771 KB) | DOI: 10.26630/jk.v9i1.771

Abstract

Tofus industry is a business built in the framework of the development of activities in the field of food that has a positive and negative impact on the environment. The negative impact of the tofus industry in the form of waste disposal that causes pollution problems that damage the environment Pollution environment. The result of solid waste (tofus waste) and liquids waste. Most of the liquid wastes produced by the tofu manufacture industry are viscous liquids that are separated from the clump of tofu called whey. Objective: To determine the effect of Coagulant PAC (Polyaluminium Chloride) with dose of 75 mg / l, 150 mg / l, 225 mg / l, 300 mg / l and slow stirring time 10 minutes, 15 minutes, 20 minutes and 25 minutes in BOD parameters , COD and TSS liquid waste tofu. This type of research is a real experiment with a Pretest-Postest Research with A Control Group Design. this study can be performed using PAC as a coagulant with a dose and slow stirring time which is effective in lowering BOD, COD and TSS levels in tofus wastewater. The research was conducted at Integrated Laboratory of Poltekkes Tanjungkarang and samples were taken were tofus waste in Kelurahan Gunung Sulah Bandarlampung. The population in this study is the tofus waste generated from the tofu industry in Kelurahan Gunung Sulah. Samples taken in this study are liquid waste generated from the tofu industry in Kelurahan Gunung Sulah Bandar Lampung, taken early morning around 09.00 WIB. The results of this study contain an effective compound of administration of Polyalumunium Chloride (PAC), for all parameters of industrial waste know BOD, COD, and TSS, in accordance with Regulation of Minister of Environment No. 5 years 2014 is 765 mg / l, with a stirring time of 25 minutes.