Hendaryan Hendaryan
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

NILAI PENDIDIKAN DALAM PERTUNJUKAN SENI EBEG DI KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR Surati Surati; Hendaryan Hendaryan
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2022): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v6i2.7827

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Nilai Pendidikan dalam Pertunjukan Seni Ebeg di Kecamatan Langensari Kota Banjar. Adapun latar belakang penelitian ini yaitu minimnya bahan ajar yang berkaitan dengan kebudayaan yang berada di lingkungan tempat tinggal peserta didik dan bahan ajar yang tersedia kurang menarik, inovatif, dan kreatif untuk peserta didik, sehingga pendidik dituntut memilih bahan ajar yang efektif dan sesuai dengan kebudayaan peserta didik tinggal, maka dengan hal tersebut memanfaatkan pertunjukan seni Ebeg yang dikaji berdasarkan nilai pendidikan untuk dijadikan bahan ajar sastra cerita rakyat jenjang SMA kelas X. Penelitian ini menggunakan dasar teori nilai sosial menurut Sukardi, nilai-nilai yang diteliti meliputi, nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, nilai pendidikan budaya, dan nilai pendidikan estetis. Sumber data pada penelitian ini video pertunjukan seni Ebeg, ketua dan sinden pertunjukan seni Ebeg. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan nilai pendidikan yang terdapat dalam pertunjukan seni Ebeg di Kecamatan Langensari Kota Banjar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif yang bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data diantaranya teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu sebagai berikut, nilai pendidikan dalam pertunjukan seni Ebeg terdapat lima aspek kajian dengan masing-masing indikatornya yaitu; 1) Nilai religius meliputi berdoa kepada tuhan, bersyukur kepada tuhan dan menghormati leluhur, 2) Nilai Moral meliputi memberi nasihat dan bertanggung jawab, 3) Nilai sosial meliputi gotong royong dan toleransi, 4) Nilai budaya meliputi adat istiadat dan kepercayaan, 5) Nilai estetis meliputi gerak tari, tata rias dan tata busana.Kata Kunci: Nilai Pendidikan, Seni Ebeg
PENGGUNAAN GAYA BAHASA OLEH PENGOJEK PERAHU WISATA (Deskripsi Tuturan dalam Konteks Penawaran Jasa di Pantai Pangandaran) Eka Usnita; Hendaryan Hendaryan
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2022): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v6i2.7830

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul PENGGUNAAN GAYA BAHASA OLEH PENGOJEK PERAHU WISATA (Deskripsi Tuturan dalam Konteks Penawaran Jasa di Pantai Pangandaran). Latar belakang penelitian ini yaitu penggunaan gaya bahasa oleh pengojek perahu wisata dalam konteks penawaran jasa di Pantai Pangandaran, yang berdasar dari masalah kurangnya memperhatikan penggunaan gaya bahasa oleh pengojek perahu wisata pada saat melakukan penawaran jasa terhadap konsumen sehingga banyak calon konsumen yang tidak tertarik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan karakteristik gaya bahasa yang digunakan oleh pengojek perahu wisata. Landasan teori dari penelitian ini menurut Gorys Keraf, kajian yang diteliti meliputi 1) Kata, 2) Kalimat, 3) Sopan-santun, dan 4) Menarik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik penelitiannya yaitu teknik pancing atau metode cakap yang dilakukan dengan cara melakukan percakapan dengan subjek yang diteliti (pengojek perahu). Metode cakap ini dilakukan dengan cara memancing subjek yang diteliti agar melakukan percakapan sehingga menghasilkan tuturan sebagai data yang dibutuhkan. Hasil dari penelitian ini frekuensi penggunaan gaya bahasa dalam konteks penawaran jasa yang dilakukan pengojek perahu wisata yaitu terdapat 15% kata, 35% kalimat, 23,75% sopan-santun, 13,75% menarik. Simpulan dari penelitian ini penggunaan gaya bahasa yang dilakukan oleh pengojek perahu wisata dalam konteks penawaran jasa memunculkan karakteristik gaya bahasa yang lebih memperhatikan kalimat yang khas dan persuasif dengan cara sopan-sanatun. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara praktis, diantaranya akan dijadikan alternatif bahan didik (penyuluhan) bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Kata Kunci : Gaya Bahasa, Ojek Perahu Wisata, Persuasif.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DUA SISI EPISODE CAP GUBERNUR PEMBOHONG Anis Marsela; Hendaryan Hendaryan
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2022): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v6i2.7829

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Kesantunan Berbahasa dalam Acara Dua Sisi Episode Cap Gubernur Pembohong. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah bahwa pada era modern seperti sekarang ini kegiatan berbahasa kian berkembang pesat, di antaranya melalui saluran media massa, beberapa media massa yang berkembang di Indonesia saat ini yaitu koran, majalah, radio, dan televisi, Televisi merupakan media massa yang paling banyak diminati. Dewasa ini banyak sekali program-program televisi yang ditampilkan dengan berbagai gaya dan ciri khas dari program tersebut tanpa memerhatikan kesantunan berbahasa, sehingga sering terjadi berbagai konflik karena kesalahan tafsir atau pemahaman serta adanya ketersinggungan karena penggunaan bahasa yang kurang santun dalam acara atau program televisi tersebut. Pembahasan dalam penelitian ini berfokus pada kesantunan berbahasa dalam acara Dua Sisi episode Cap Gubernur pembohong. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik kesantunan berbahasa dalam acara Dua Sisi episode Cap Gubernur pembohong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik pustaka, teknik simak, teknik dokumentasi teknik catat, dan teknik analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 karakteristik kesantunan berbahasa dalam acara Dua Sisi episode Cap Gubernur pembohong, dengan jumlah presentase data pelanggaran kesantunan berbahasa sebanyak 59,53%, sedangkan sisa presentase ada pada pematuhan prinsip kesantunan berbahasa yaitu 40,47%. Dengan demikian tuturan dalam acara Dua Sisi episode Cap Gubernur Pembohong ini dapat dikatakan cenderung tidak santun, karena masih banyak tuturan yang melanggar prinsip kesantunan berbahasa dalam proses diskusi selama acara Dua Sisi berlangsung. Kata kunci: kesantunan berbahasa, acara televisi, prinsip kesantunan
BAHASA (UJARAN) KEBENCIAN OLEH KARTIKA DAMAYANTI KEPADA AYU TING-TING PADA LAMAN INSTAGRAM Nisa Farhatul Kamilah; Hendaryan Hendaryan
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2022): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v6i2.7833

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Bahasa (ujaran) Kebencian oleh Kartika Damayanti kepada Ayu Ting-Ting pada Laman Instagram. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah banyak sekali masalah yang timbul akibat bahasa dalam media sosial. Banyak individu yang menganggap ini hal biasa sehingga dengan sesuka hati meluapkan emosinya tanpa memerhatikan kesantunan dalam berbahasa. Bahasa dalam konteks ini merupakan rekam jejak di media sosial yang memiliki lingkup sangat luas, karena siapa pun dapat membaca tulisan yang kita unggah. Ada pula yang menggunakan akun palsu (samaran) yang dikhususkan untuk menghujat orang yang tidak mereka sukai,  hal ini sangat menyimpang dari kesantunan dalam berbahasa. Media sosial pada saat ini perlu mendapat perhatian, karena banyak hal negatif yang disebarkan dengan sengaja, seperti bahasa (ujaran) kebencian banyak yang diunggah pada laman instagram. Pembahasan dalam penelitian ini berfokus pada bahasa (ujaran) kebencian yang terdapat pada laman instagram Warga Empang. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik bahasa (ujaran) kebencian yang dilakukan oleh Kartika Damayanti kepada Ayu Ting-Ting pada laman instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik telaah pustaka dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 bentuk (karakteristik) bahasa (ujaran) kebencian pada laman instagram yang bernama Warga Empang, dengan jumlah presentase (1) Bentuk penghinaan diperoleh jumlah kalimat sebanyak 23 data dengan presentase 45,10%, (2) Bentuk pencemaran nama baik diperoleh jumlah kalimat sebanyak 8 data dengan presentase 15,69%, (3) Bentuk penistaan diperoleh jumlah kalimat sebanyak 1 data dengan presentase 1,96%, (4) Bentuk perbuatan tidak menyenangkan diperoleh jumlah kalimat sebanyak 2 data dengan presentase 3,92%, (5) Bentuk memprovokasi diperoleh jumlah kalimat sebanyak 6 data dengan presentase 11,76%, (6) Bentuk menghasut diperoleh jumlah kalimat sebanyak 7 data dengan presentase 13,73%, 7) Bentuk penyebaran berita bohong diperoleh jumlah kalimat sebanyak 4 data dengan presentase 7,84%. Hasil yang muncul terlihat dari total frekuensi tertinggi ada pada bahasa (ujaran) kebencian bentuk penghinaan dengan jumlah presentase sebanyak 45,10%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa pada unggahan caption (keterangan)  pada laman instagram Warga Empang cenderung tidak santun. Kata kunci: bahasa, ujaran kebencian, kesantunan berbahasa, instagram
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA PENULISAN MEDIA RUANG PUBLIK DI KECAMATAN CIAMIS Lina Maolina Humaeroh; Hendaryan Hendaryan; Asep Hidayatullah
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2023): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v7i1.8650

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan bahasa pada media ruang publik di Kecamatan Ciamis yang bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik penggunaan bahasa di ruang publik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan berdasarkan pada fakta yang ada. Data penelitian ini diperoleh dari penggunaan bahasa tulis yang terdapat dalam media ruang publik berupa spanduk, iklan, reklame, dan baliho. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan observasi di lapangan dan dokumentasi yang dilakukan dengan media foto. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik penggunaan bahasa Indonesia pada media ruang publik di Kecamatan Ciamis, fenomena yang mendominasi yaitu kesalahan penggunaan ejaan terutama dalam penulisan kata dan pemakaian tanda baca. dari 13 data yang terdapat kesalahan dalam penggunaan ejaan, 4 data terdapat kesalahan dalam penulisan kata dan 4 data terdapat kesalahan dalam pemakaian tanda baca. Dari 20 data yang dianalisis, 13 data terdapat kesalahan dalam penggunaan ejaan, 9 data menggunakan bahasa Inggris, 1 data dari 20 data yang dianalisis yang terdapat struktur yang kurang tepat yaitu pada data nomor (16). Pada kalimatnya terdapat kerancuan (ambiguitas), dan pola sintaksis yang digunakan pada penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik Kecamatan Ciamis sudah sesuai dengan struktur bahasa menurut hukum diterangkan-menerangkan (D-M). Kata kuci: bahasa Indonesia, penggunaan bahasa, ruang publik